Advertisements
Honda Ace 110 - Africa

Honda Ace 110, Jelmaan Win 100 Untuk Rakyat Afrika!

Honda Ace 110 yang ditujukan khusus untuk Benua Afrika, mengingatkan kita kembali soal fungsi sepeda motor yang sesungguhnya di negara tertinggal dan negara berkembang… Ada Brosist yang menganggap Indonesia sebagai negara maju? You’ve got to be kiddin’ me!

 

 

Bagi penggila motor berspek eksotis seperti kita, Afrika adalah Benua terakhir yang kita lirik dalam sisi pengembangan dunia roda 2. Karena seperti yang bisa kita bayangkan, motor disana bukan dituntut seberapa kencang, canggih, atau seberapa eksotik – tapi seberapa irit, seberapa tangguh, dan seberapa kwintal beban yang bisa diangkut!

 

Honda Ace 110 - Africa

 

Honda Ace 110 yang baru saja dirilis ke pasar Nigeria bukan sebuah pengecualian. Motor ini ibarat Honda BeAT (Indonesia) & Honda Activa (India) versi Afrika… Diproyeksikan untuk menjadi motor terlaris dinegara berpenduduk 186 juta orang tersebut. Bedanya, jika BeAT & Activa mengusung genre skutik yang fungsional, Ace 110 justru mengusung genre sport yang tangguh.

 

 

Soal detail, sama sekali nggak ada yang menarik dari Honda Ace 110. Jangankan suspensi depan upside down, bahkan kedua pengeremannya pun masih menggunakan tipe drum (tromol). Bukan desain brilian pula yang dibutuhkan, melainkan tangki bahan bakar berkapasitas besar untuk menyiasati pom bensin yang belum tersebar merata.

Bahkan tipe bannya pun menggunakan tipe Hard Compound, supaya bisa bertahan selama mungkin.

 

Honda Ace 110 - Africa

 

Begitupun dengan fiturnya… Motor yang dirakit di Pabrik Honda Ogun State (Honda Manufacturing Nigeria Ltd.) nggak punya Idling Stop System, No ACG Starter, No Speedometer Digital, dan fitur canggih lainnya. Motor ini bahkan nggak punya elektrik starter – dan hanya mengandalkan kick starter – supaya rider nggak kerepotan kalau accu-nya soak.

Di Indonesia, aksesoris resmi biasanya berupa tambahan pernik body, single seater, bracket box, dan pernak-pernik ‘blink-blink’ lain… Tapi khusus di Honda Ace 110, aksesorisnya berupa tambahan frame belakang, yang disambungkan ke rak barang. How useful is that?

 

 

Soal mesin, di Afrika nggak ada perdebatan soal DOHC vs SOHC atau 6-Speed vs 5-Speed. Honda Ace 110 mengusung mesin 109cc Air-Cooled, SOHC 2-Valve, dengan karburator super mungil! Supaya bergaya retro sejati? Nope! Supaya bahan bakarnya jauh lebih irit dibanding motor sport lain yang berkapasitas lebih besar.

Dan yang terakhir, harganya. Meski bertampang laiknya motor retro lansiran 80-90’an, tapi harganya bukan 30 jutaan, bukan pula Rp, 29,8 jutaan. Honda Ace 110 dibanderol dengan harga 220 ribu NGN atau sekitar Rp. 8,2 juta – lebih murah dari Honda BeAT & Honda Activa sekalipun!

 

 

Secara mesin, Honda Ace 110 memang punya konfigurasi lebih baik dari Honda Win 100 yang masih mengandalkan engine Supra 100. Tapi secara konsep, keduanya punya fungsi yang serupa… Dipasarkan sebagai “Working Machine”.

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Advertisements

20 comments

Tinggalkan Balasan