Advertisements
Benelli Leoncino 250

Benelli Leoncino 250, Penantian Panjang yang Mengecewakan!

Penantian panjang akan sosok Benelli Leoncino 250 akhirnya dijawab via ajang EICMA 2017… Tapi sayangnya, mengecewakan!

 

 

Sekitar 1-2 tahun lalu, Benelli memperkenalkan Leoncino 500 yang berbekal styling keren ala Scrambler, plus mesin twin-cylinder bersuara fantastis – ala 4 silinder jadi-jadian. Fans di Indonesia langsung menyambut positif! Apalagi saat Benelli mengonfirmasi bakal menghadirkan Leoncino 250 yang ditujukan khusus untuk pasar Asia Tenggara.

 

Benelli Leoncino 250

 

Setelah melewati penantian panjang – menyaksikan banyak motor 250cc keren terbaru, via ajang EICMA 2017, Benelli Leoncino 250 akhirnya dirilis ke pasaran. Dan sedihnya, bukan rasa antusiasme yang EA’s Blog dapatkan, melainkan sebuah kekecewaan… Kenapa bisa begitu, Kang Eno?

 

 

Gampang, yang pertama bisa dilihat langsung dari stylingnya. Memang benar, Benelli Leoncino 250 dibekali desain yang terinspirasi dari sang kakak, Leoncino 500. Genrenya juga sama-sama Scrambler, dengan lampu LED bershape oval, posisi setang fatbar yang bersahabat, serta body minimalis… Bagus sih, tapi entah mengapa Leoncino 250 ini tak se-spesial Honda CB300R Neo Sports Cafe yang lebih ciamik dipandang. Dan ada alasannya lho!

 

Benelli Leoncino 250 - Leoncino 500

Perbandingan Benelli Leoncino 250 & Leoncino 500. Nama sama, detail bak bima sakti – andromeda

 

Bukannya mengusung detail ala Leoncino 500 yang super keren, Benelli justru ‘berhemat’ dengan memberikan Leoncino 250 detail seadanya. Sasis trellisnya dicomot dari Benelli TNT25 streetfighter, yang terlihat nggak cocok dengan styling scrambler… Saking gokilnya, bahkan sasisnya juga kelihatan nggak cocok juga dengan shape bodi tengahnya.

Begitupun dengan kaki-kakinya yang (lagi) mencomot basis velg cast-wheel ala Benelli TNT25 – bukan velg spoke wheel alumunium ala Leoncino yang super keren. Beruntung, suspensi depan upside down plus kaliper rem gambot sedikit menyelamatkan tampilannya.

 

Benelli Leoncino 250

Sudah lama saya nggak lihat detail body & sasis yang nggak nyambung kek begini, ckckck

 

Di bagian detail bagian belakang, kondisinya bertambah buruk. Selain kehilangan velg spoke wheel yang bertampang klasik, Benelli Leoncino 250 juga kehilangan swingarm steel trellis yang jadi andalan di sang kakak, Leoncino 500. Swingarm unik tersebut – komplit dengan footpeg boncenger – digantikan dengan swingarm kotak standar (plus stabilizer) & footpeg boncenger yang lagi-lagi dicomot dari Benelli TNT25.

 

Benelli Leoncino 250

 

Keadaan nggak bertambah baik saat kita membahas sektor permesinan. Seperti kita ketahui, Benelli Leoncino 500 mengusung mesin 499cc, twin-cylinder (360-degree crankshaft), DOHC 8-Valve, Berpendingin Cairan yang punya power 48 HP. Tapi bukan powernya yang paling menarik, melainkan dentuman suara knalpotnya. Yup, lantaran menggunakan 360-degree crank, letupan suara knalpot Benelli Leoncino ini rapat banget… Seakan-akan mirip suara mesin 4-silinder lho Brosist!

So, sampai di poin ini Brosist pasti bakal mengira Leoncino 250 bakal menggunakan mesin berbasis TNT250 dengan spek 249cc twin-cylinder plus sama-sama memiliki konfigurasi 360-degree crankshaft. Bukan begitu?

 

 

Jika berharap demikian, maka siap-siap kecewa… Karena – diluar perkiraan – Benelli Leoncino 250 ternyata mengusung mesin 250cc silinder tunggal DOHC 4-Valve, Berpendingin Cairan berbasis TNT25! Mesin silinder tunggal yang ‘less-exciting’ ini diklaim mampu mengail power 26 HP, yang bahkan masih dibawah mesin serupa (dari produsen Jepang) yang rata-rata berpower 27-28 HP. Kawasaki Z250SL ZED saya contohnya.

 

Benelli Leoncino 250

 

Satu-satunya yang dapat mengobati rasa kekecewaan tersebut mungkin adalah banderol harganya. Namun sayangnya, sampai saat ini Benelli belum mempublikasi harga resmi Leoncino 250. Apakah bakal masuk ke Indonesia, Kang Eno? Jika melihat line-up Benelli Indonesia yang tergolong lengkap, kemungkinan besar Benelli Leoncino 250 bakal masuk ke Tanah Air kok! Ditunggu saja…

Itupun kita harus bersabar, karena Benelli baru akan melepas Leoncino 250 kepasaran mulai tahun 2018 mendatang… Nah, pertanyaannya untuk Brosist ada 2:

 

 

– Jika Benelli TNT25 saat ini dibanderol Rp. 35 jutaan, berapa harga yang cocok untuk Benelli Loncino 250 dengan basis yang serupa?

– Jika (sesuai prediksi) Honda CB250R Neo Sports Cafe jadi masuk ke Indonesia? Relakah boyong Leoncino – meskipun harganya 10-15 jutaan lebih murah?

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Advertisements

3 comments

  • jimmoth

    Ya mending boyong CB250R Neo Sport lah…

  • Wah perbandingannya ngga apple to apple….sayang benelli kurang niat menggarap pasar 250 nya….tanggung²

  • kampreto

    Mending leocino 502, yg 250 kliatan banter…stuju dgn smpean kang…smpean teliti banget…
    Bahas juga benelli 402s cruiser kang…kyk e mantap…stylingny kyk xdiavel
    Kyknya kedepan trennya retro n cruiser

Tinggalkan Balasan