Advertisements
Peugeot Jetforce Compressor

Peugeot Jetforce Compressor, Supercharged Daily Scooter!

Peugeot jauh lebih terkenal di dunia roda 4, ketimbang dunia sepeda motor. Sementara mesin forced Induction dengan tambahan turbo/supercharger lebih kita kenal dikancah moge, bukan skuter matik. Tapi bagaimana jadinya kalau hal yang ‘impossible’ tersebut kita gabungkan? Yup, hasilnya adalah Peugeot Jetforce Compressor!

 

 

Beberapa waktu lalu, EA’s Blog sempat menulis tentang potensialnya penggunaan Turbo & Supercharger sebagai alternatif bagi para produsen sepeda motor… Untuk mendevelop mesin yang nggak cuma kencang, tapi juga lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar. Di dunia roda 4, para petrolhead mungkin nggak setuju. Tapi di dunia roda 2? It’s amazing. Lihat Kawasaki Ninja H2R? Saya yakin 2 biji Bro-Bro sekalian pasti berkeringat kalau dengar desiran Superchargernya.

 

Peugeot Jetforce Compressor

 

Diluar ‘kegokilan’ Superbike era 70-80’an –  siapa sangka – artikel tadi (ternyata) pernah dijawab bahkan 1 dekade lebih awal! Bukan oleh Honda, Yamaha, Suzuki, ataupun Kawasaki – tapi Peugeot… Perusahaan otomotif Perancis yang pertama saya kenal lewat Hatchback 206 via game Need for Speed Underground 2. Pabrikan yang bahkan baru saya ketahui juga memproduksi sepeda motor saat lulus SMA, lewat Peugeot Jetforce Compressor.

 

 

Awalnya, Peugeot Jetforce hadir dalam 2 versi yang berbeda kapasitas mesin: 50cc & 125cc (standard) yang – kalau boleh jujur – sebenarnya nggak terlalu mencolok dibanding kompetitor saat itu.

Tapi, bukannya meracik Jetforce berkapasitas mesin lebih besar (250cc), mereka justru berfikir untuk membuat power mesin 125cc jadi setara maxi-scoot 250cc – tanpa mengorbankan dimensi, bobot, bahkan efisiensi sekalipun… Pertanyaannya simpel: How the hell you do that?

 

Peugeot Jetforce Compressor - Supercharger

 

Cara sulitnya adalah dengan meringankan beban flywheel, kemudian meningkatkan putaran mesin (RPM) 2 kali lipat dari standar – a.k.a membuat motor 125cc Inline-Twin. Tapi ini bukan 1960-an, ini eranya Ariel Tatum membesar secara instant. So, dibutuhkan doping power instan – seperti yang digunakan Dominic Toretto bikin mobil American Muscle nya wheelie di film Fast & Furious… Yup, Supercharger!

Singkat cerita, jadilah Peugeot Jetforce Compressor – yang menurut wikipedia, merupakan sepeda motor produksi masal pertama yang menggunakan Supercharger, setelah era 1930-an silam. Seberapa WOW-kah?

 

Peugeot Jetforce Compressor

 

Secara tampilan, Peugeot Jetforce Compressor punya tampang khas ala skuter matik Eropa. Bro & Sist pernah lihat Minerva GTR 150? Nah, kira-kira seperti itu ciri khas desainnya. Bedanya, skutik Peugeot ini lebih ramping, lebih ringan, dan jauh-uh-uh lebih keren dibanding sang Minerva. Desain skuter matik ini menurut EA’s Blog tetap keren meski umurnya sudah hampir 15 tahun… Lantaran stylingnya yang everlasting, plus beberapa detail yang nggak kita temui di skuter matik masa kini.

 

 

Coba lihat framenya – beda dengan matic jaman now – yang satu ini menggunakan frame alumunium twinspar backbone yang kokoh dan rigid. Tangki bahan bakarnya ditempatkan persis dibawah main frame, untuk menghasilkan distribusi bobot yang seimbang… Ditambah dengan suspensi depan teleskopik yang dibuat ala upside down, plus suspensi belakang monoshock. Sementara bodinya didesain dengan mengutamakan aerodinamika, tanpa mengorbankan unsur sporty.

Fiturnya juga nggak bisa dibilang sedikit, sang Compressor telah dibekali rem double disc besutan AJP, ABS single-channel, velg 13 inch, ban gambot, serta 4 buah projector yang jadi lampu utamanya. Singkatnya, Peugeot tak hanya mendesain yang satu ini supaya tampil keren… Tapi juga punya fitur mumpuni, serta handling tingkat tinggi untuk menghandle amukan mesin superchargernya.

 

Peugeot Jetforce Compressor - Supercharger

 

Bahas soal supercharger, sekarang kita nggak bahas mesinnya. Yup, mesin yang digunakan oleh Peugeot Jetforce Compressor ini merupakan hasil kolaborasi antara Peugeot & Busch – produsen kompresor kenamaan asal Jerman. Basicnya tetap mengusung dapurpacu 1 silinder, 125cc (Overbore) laiknya Jetforce 125 standar… Tapi seri Compressor ini punya cylinder head dengan konfigurasi SOHC 4-Valve, plus sistem pendinginan yang jauh lebih advanced.

So, mesinnya mampu menerima suplai bensin + udara lebih kaya dari Supercharger, namun tetap dingin saat menerima boost.

 

 

Kalau penasaran, Superchargernya ditempatkan langsung diatas blok CVT… Berputar dengan bantuan gear driven dari putaran mesin langsung. Baling-balingnya didinginkan oleh udara yang masuk lewat intake khusus. Sementara tekanan udara yang dihasilkan oleh Superchargernya bakal didinginkan lewat intercooler yang ditempatkan sebelahan dengan Radiator – sebelum disuplai ke mesin dan dicampur dengan bahan bakar yang disemprotkan Injector.

 

Peugeot Jetforce Compressor - Engine

 

Boost dari sistem Supercharger ini sebenarnya nggak terlalu besar, hanya sekitar 1 Psi yang bisa didapat mulai dari RPM rendah. Akan tetapi, beda dengan sistem Turbocharger yang kerap punya masalah turbo lag, Supercharger meminimalisir hal tersebut.

Terbukti, beberapa tester mengungkapkan jeda “lag” nya tak sampai 0,5 detik sampai power kembali ngisi… Itupun hanya terjadi saat gas ditutup penuh, alias low RPM. Diluar kondisi tadi, Peugeot Jetforce Compressor mampu menyamai performa maxi-scoot 250cc dimasanya. Bahkan mampu menyaingi maxi-scoot jaman now juga lho!

 

Peugeot Jetforce Compressor

Begini kalau sudah ditambah dump valve, fwuiingg cessstt!

 

Biar angka yang berbicara… Mesin 125cc Supercharger milik Peugeot Jetforce Compressor mampu memuntahkan power maksimum hingga 20,4 HP, torsi mencapai 16,7 N.m, serta topspeed yang lebih dari 130 Km/h! Dan berbeda dengan maxi-scoot 250cc yang rata-rata punya bobot 180-190kg, yang satu ini cuma berbobot 158 Kg – alias 30 kg lebih ringan.

Dan jangan lupa, Peugeot Jetforce Compressor masih punya keunggulan mutlak yang nggak dimiliki skuter matik lain: Supercharger whine!  Fwuiiinnnggggg…..! Cessstttt….! (Kalau ditambah dump valve)

 

Spesifikasi Peugeot Jetforce Compressor

 

Manufaktur : Peugeot Motorcycles

Model : Jetforce Compressor

Tahun Pembuatan : 2003 – 2009

 

Engine : 4-Tak, Single Cylinder, SOHC 4-Valve, Supercharger, Liquid-Cooled

Bore x Stroke : 57 x 48,9 mm

Kapasitas Silinder : 124,8 cc

Sistem Penyuplai BBM : Fuel Injection

Rasio Kompresi : 9,6 : 1

Transmisi : CVT (Variomatic)

Starter : Elektrik Starter

Max Power : 20,4 HP @ 9.500 RPM

Max Torsi : 16,5 N.m @ 6.000 RPM

 

Dimensi (PxLxT) : 1.918 x 740 x 1.191 mm

Jarak Sumbu Roda : 1.369 mm

Tinggi Jok : 845 mm

Berat Kosong : 158 Kg

Kapasitas Tangki BBM : 8 Liter

 

Frame : Alumunium Twinspar Backbone

Suspensi Depan : Teleskopik

Suspensi Belakang : Monoshock

Rem Depan : Cakram Hidrolik, Floating Disc 226 mm, Kaliper AJP 2-Piston

Rem Belakang : Cakram Hidrolik, Disc 210 mm, Kaliper AJP 1-Piston

Ban Depan : 130/60 – 13

Ban Belakang : 140/60 – 13

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Advertisements

8 comments

Tinggalkan Balasan