Advertisements
Kawasaki Ninja 250 Facelift

Kawasaki Ninja 250 Facelift Diperkenalkan, Seberapa Ninja Sih?

Kawasaki Ninja 250 Facelift akhirnya menampakkan batang hidungnya pada ajang Tokyo Motor Show 2017. Seberapa “Ninja” kah calon penguasa market sport 250cc terbaru ini?

 

 

Setelah mengaspal selama 5 tahun, 2 bulan, dan 24 hari – geng ijo akhirnya merilis generasi ketiga Ninja 250. Dan seperti yang sudah kita duga sebelumnya, Kawasaki Ninja 250 Facelift ini tetap ijo, tetap moge look, tetap kencang, dan tetap 2 silinder! Tapi disisi lain, sang sportbike 1/4 liter terbaru juga punya sesuatu yang lebih, dan (pastinya) juga yang kurang dibanding 2 pendahulunya.

 

Kawasaki Ninja 250 Facelift

 

Kalau Brosist mengira EA’s Blog bakal bahas perbandingan ekslusif Kawasaki Ninja 250 Facelift dengan Honda CBR250RR, maka salah besar. Karena bahkan sebelum versi terbaru ini dirilis, Ninja 1/4 liter edisi lawas sudah menang telak. Lagipula, pendekatan konsep keduanya (IMHO) berbeda 180°.

Honda CBR250RR bertema sportbike tulen dengan technical engineering berkelas, yang coba bikin ngiler konsumen 250cc – sementara Kawasaki Ninja 250 Facelift lebih mengusung tema sport tourer ala EX-series, dengan update yang bikin (ratusan ribu) fansnya tambah jatuh cinta.

So, pertanyaannya bukan “Seberapa keren dibanding CBR250RR?”, tapi “Seberapa NINJA kah Kawasaki Ninja 250 Facelift ini?”.

 

Kawasaki Ninja 250 Facelift

Kawasaki Ninja 250 Facelift

 

Untuk bisa memasuki standar Ninja yang telah diterapkan KMI, Kawasaki Ninja 250 Facelift harus punya dimensi laiknya moge (moge look) & warna lime green cerah untuk memancing mata cabe-cabean langsung menoleh… Which it is! Faktanya – bukan cuma tampang – dimensi Ninja 250 Facelift persis banget Ninja 400 terbaru, dengan bobot yang hanya lebih ringan sekitar 1 kg dibanding kakak 400cc nya tersebut.

 

 

Saya bingung pencapaian mana yang perlu diapresiasi, Kawasaki Ninja 250 Facelift atau New Ninja 400. Tapi satu hal yang pasti, dimensi Ninja 250 bakal moge look banget… Karena kalau nggak, silahkan salahkan Ninja 400 yang jadi inspiratornya.

Dan bonusnya, kita juga bakal dapet lampu LED & winglet juga! So, nggak perlu repot-repot keluar duit ratusan ribu untuk beli lampu & winglet aftermarket seperti yang banyak dilakukan oleh pengguna Ninja 250 edisi lawas. How NINJA is that!? 

 

 

Dan kabar gembira untuk para Fansboy Kawasaki di Indonesia – berbeda dari pendahulunya – Kawasaki Ninja 250 Facelift nggak cuma unggul dari tampilan catchy & kesan moge look! Ninja satu ini juga punya beberapa keunggulan terbaru yang membuatnya nggak malu-maluin saat diadu spek dengan Yamaha R25, bahkan CBR250RR sekalipun!

Yang pertama adalah kombinasi frame & mesin terbaru. Ini jadi yang pertama dilakukan geng-ijo, setelah di 2 edisi sebelumnya tetap mempertahankan shape frame tubular ala EX250 jadul. Frame & velgnya kini nampak identik dengan New Ninja 400. Kabar baik atau bukan? Ini belum jelas, karena saya belum coba bagaimana handling & feel sasisnya.

 

Kawasaki New Ninja 400

Kawasaki New Ninja 400

 

Dan entah apa saja yang diupgrade pada jantung pacunya – mesin 2 silinder, DOHC 8-Valve, Liquid-Cooled, terbaru ini mampu memuntahkan power tembus 38,45 HP! Angka power yang nggak cuma jauh lebih besar dari Ninja 250 lawas (31,5 HP) & Yamaha R25 (36 HP), tapi juga sekaligus mempecundangi CBR250RR yang sebelumnya menyandang power terbesar dikelas 250cc!

Meskipun saya yakin realitanya dilapangan nggak bakal seekstrim power CBR250RR yang brilliant & meledak-ledak di RPM tinggi – tapi saya yakin yang satu ini bakal punya topspeed yang nggak kalah gokil dari sang CBR. Apalagi kalau bisa pakai blok head cylinder milik New Ninja 400, pasti bakal tambah greget deh powernya. At least, saya nunggu penjelasan soal improvement mesinnya, karena kelihatannya sih menarik.

 

Kawasaki Ninja 250 Facelift

Kokpitnya, well, begitulah.

 

Dan setelah bahas seabrek kelebihan Kawasaki Ninja 250 Facelift dibanding edisi sebelumnya – bahkan dibanding YZF R25 & CBR250RR sekalipun – kini kita bakal masuk ke pembahasan bikin para FBK agak sensitif. Yup, kekurangannya. Dan satu hal yang membuat saya yakin FBK bakal amat-sangat sensitif (bahkan bisa sampai kebakaran jenggot), karena kekurangannya ternyata nggak sedikit. Alias banyak.

Yang pertama, Kawasaki Ninja 250 Facelift jauh kalah eksotik dibanding CBR250RR. Yang paling saya apresiasi dari CBR250RR adalah sportbike ini mampu membawa kelas 250cc ke level yang jauh berbeda… Namun (sayangnya), Kawasaki nampaknya nggak bisa mengartikan maksud tulisan saya sebelumnya.

 

 

So, hasilnya, Ninja 250 terbaru nggak dibekali suspensi depan upside down, juga masih minus swingarm alumunium. Yang lebih parah, Ninja 250 bahkan nggak dibekali speedometer full-digital – apalagi sistem elektronik canggih seperti Riding Mode & Throttle Ride by Wire. Jauh.

Selanjutnya, adalah tampilannya. Kawasaki, khususnya NINJA, seharusnya dibekali tampang yang sangar, gokil, agresif, dan setajam bibir Feni Rose waktu ngomong ‘Silet’. But it isn’t. Saya justru rancu yang mana sebenarnya penerus Ninja 250 edisi saat ini – apakah itu CBR250RR atau Kawasaki Ninja 250 Facelift… Karena sepertinya ada yang salah disana, kayak tertukar. Saya belum lihat langsung tampangnya sih, mungkin nanti penilaiannya bisa berubah.

 

Kawasaki Ninja 250 Facelift

 

Namun masalah terbesar dibanding hal yang disebutkan sebelumnya adalah soal harga. Saat artikel ini ditulis, harga Ninja 250 standar tembus hampir 60 jutaan (Rp. 59,8 jutaan), hanya berbeda 4 jutaan dibanding CBR250RR yang jauh lebih eksotis & jauh lebih canggih. Kebayang kan bakal berapa harganya jika mendapat update seperti Kawasaki Ninja 250 Facelift diatas, apalagi dengan power 38,45 HP? Nah, silahkan bayangkan sendiri.

Tapi pada akhirnya, jika kita membahas kekurangan tersebut dengan ciri khas Ninja di Indonesia… Dengan spek elektronik lebih rendah, spek detail lebih rendah, value yang lebih rendah, plus harga yang lebih tinggi – How NINJA is that?

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Advertisements

32 comments

  • Hr15de

    Yg mahal ya merk Ninja-nya itu. Catet prediksi saya: Ninja 250 ini bakal tetap lebih laku drpd CBR250RR.
    Buat saya sendiri, tampilannya tetap gambot itu yg menjadi nilai plus. Moge look-nya dapet. Desain, masih lumayan ganteng imho..

    • enoanderson

      Saya juga belum lihat sih, mungkin emang ganteng, atau malah bisa jadi lebih aneh, wkwkwk… Tapi soal Ninja bakal laris, setuju (y)

  • Adi

    Poin minus USD belum ditulis di artikel kang..

  • Dut

    Agak sedikit blunder desain bagian depan menurut ane, walaupun kiblatnya udah bener, ninja 650 yg sama sama sport touring..
    Kayanya bakal tetep laris walau banyak kekurangan 😀

  • Dimdim

    Pokoke ora ninja ora cinta..

  • TheJazzluvr

    Pendekatan Kawasaki di facelift kali ini emang aneh. Dimulai dari new Ninja 650 yang desainnya cenderung kalem dan kebapakan banget. Ditularkan ke Ninja 400 dan akhirnya 250 facelift. Yang dijual kyaknya engine upgrade doank. Body, desain dan lekukan tidak seagresif Ninja 250 FI sebelumnya (kalah ganteng). Tapi emang ditujukan buat touring dan daily usage. Aneh juga Kawasaki tidak panik dengan kehadiran CBR250RR. Apakah emang inovasi untuk sport 250cc sudah berhenti? Tren sudah berubah? 250cc dianggap pasar murahan? Bingung saya juga.

    • enoanderson

      Memang sepertinya ngejar dimiripin Ninja 650 kang, biar se-keturunan EX-series, dan cocok buat daily. Memang agak disayangkan sih nggak bisa ngejar ketinggalan technical dari 250RR, tapi maybe ada tipe lain yang nanti disiapin dikelas ini… ZX250 maybe, atau mungkin Yamaha niat bikin R25 jadi greget. Who knows? Wakji tmc, atau Om Leopold mungkin, wkwkwkwk…

      • Kolong langit

        Spendapat kang eno.. Kayanya tipe zx bkl mngusung 4 silinder deh.. Dan kalo new r25 3 silinder, konsumen bakal terpuaskan.. Semua ada.. Silahkan pilih untuk yg punya duwit

    • Wong sawah

      Klo menurut sy Ini model global bro yg dibawa ke indonesia dimana diluar negeri 250 cc itu termasuk kelas pemula yg ingin easy to use, ga terlalu nyiksa riding ergonomi, cmiiw

  • Owner Maspion

    Apa bener kompresi 14:1, ga bisa pertamax dong

  • Owner Maspion

    Apa benar kompresi 14:1, ga bisa minum pertamax dong, atau mungkin pistonnya ala ala mazda sky active

    • enoanderson

      Kalau secara teori, harusnya minimal RON 98. Tapi secara aktual, makai premium juga sebenarnya bisa kok, asal tanggung risikonya sendiri aja kang, hahahaha

  • rifkiplick

    ada banyak FBK, eh, ya gak FBK doank sih, tp semua calon buyer sport 250cc yg sedang nunggu ini….
    Berita TMS ini seperti anti-klimax, dan kemungkinan bakal meningkatkan penjualan CBR RR yg dr kemaren agak nyungsep akibat wait & see nya calon buyer ini…

  • Vendeta

    Saya gak ngerti sejak awal kawasaki emosi pake suspensi USD dan arm banana look….mungkin kang Eno bs kasih saya pencerahan kenapa begitu? Ato arm banana look + suspensi USD cm strategi marketing aja?

    • enoanderson

      Karena Ninja 400 cuma ngelawan YZF R3 & CBR500R – yang notabene nggak eksotis-eksotis banget kayak CBR250RR. Dan sialnya, Ninja 250 cuma ngikutin part Ninja 400. So, yang spesial cuma mesinnya.

      • Mr.D

        Tetep laku kok kang…pertama ya dari fans ninja itu sendiri baik yg tau motor ato yg cuman ikut2 an dan menganut filosofi “ora NINJA ora cinta ” wkwk, kedua apa ya…belum ada ide haha, tapi kalo konsumen netral kaya saya dan tau spek motor mah milih cbr 250 rr…( sekali lagi ane bukan fbh lho hoho )

  • anhar

    curiga pake mesin gpx/gpz 250 downgrade ini mah,power 45hp jd 38hp hehe

  • Kang, saya tetep pilih Satria Fu 150, karena saya nggak punya duit untuk belinya. Sekian terima kasih

  • Ridergalau

    Ninja 250 yg baru saya gak peduli. Hehe motor tanggung menurut saya. Tapi kl ninja 250 yg satunya lagi….nah itu baru wow

  • mesin dan rangkanya bener2 baru ini mah kyknya.
    soalnya yg 400 kan bener2 mesin baru gara2 yg 300 ga lolos euro 4

  • dakdikduk

    Walaupun lebih futuristik, namun tetap sederhana dengan tidak ada layer2 heboh pada desain bodynya secara keseluruhan ya kang eno. Ninja banget sih ini.

    Nah kalau dari samping kok bagian depan malah kelihatan agak “dangak” ya, nggak seruncing sebelumnya. Armnya juga low-profile, kotak, sederhana. Suspensi depan juga sama low-profile nya, teleskopik.

    Sip atuhlah. Yang saya petik dari ninja ini adalah bagaimana menjadi sosok yang sederhana. Kesederhanaan memang sangat perlu ditularkan dalam segi2 kehidupan sehari2, eh ngawur. Semoga menginspirasi, ninja! Tulisan yang bagus, kang!

    • harry potter

      setuju. baru dsini saya baca artikel nggak ada spek detail gk byk adu mesin, sdikit bgt teknikal nya ninja250, tapi ttp enjoy dbaca…

  • Alvandhika

    Inimah kayak versusin r15 sama gsx 150r kang

  • saitama gundul

    masih belom sreg lihat bagian depannya, kalo belakang udah oke
    tinggal nunggu r25 kaya gimana

  • banteng bodas

    tampang depannya diliat agak hambar gimana gitu, tapi abis liat video promosinya di YT cakep kok ternyata, ini motor kurang photogenic 😀

  • novatax

    Mungkin ya inilah Ninja sebagaimana mereka citrakan, sesederhana itu. Sebagian dari konsumen mungkin agak “WTF” krn lebih sering terlena gambaran Ninja yg ZX & tentunya gebrakan CBR250RR..

Tinggalkan Balasan