Advertisements
Industri Mocin

The Rise of Mocin: Mengupas Industri Sepeda Motor China

Dalam kurun waktu 3 tahun, rakyat Indonesia sukses terbelah jadi 2 kubu saling bully berkat pemilu, pilkada, pki, nikita mirzani & zaskia gotik. Sementara itu, di negeri nun-jauh disana… Dalam waktu 3-5 tahun, industri sepeda motor di China berkembang pesat dari Mocin sekelas ‘Jagur’ C70, menjadi sosok Mocin yang bahkan lebih ciamik dari Honda CB500X. Bukan cuma dari tampang, tapi juga dari kualitas. How the hell they do that!?

 

 

Sekitar 1,5 dekade lalu, Mocin a.k.a Motor China terkenal dengan sepeda motor berkualitas daur ulang plastik mijon & akua… Motor ini diproduksi khusus untuk pasar domestik, serta negara yang nggak punya kosakata “kualitas” dalam kamus besar bahasanya. Well, Indonesia salah satunya, meskipun kemudian sirna seiring berjalannya waktu. Meski di Indonesia & negara lain mulai dijauhi, Mocin ini tetap laris manis di market domestik China. Laris yang saya maksud disini maksudnya jutaan unit.

 

Mocin 2

 

Setelah momen booming sesaat Mocin berakhir, datanglah fenomena baru bernama motor India. Dan lagi, Indonesia juga jadi salah satu negara yang merasakan trend tersebut… Brosist yang lahiran 90-an (atau yang lebih tua, #ehem bangkotan) pasti paham mengenai hal ini. Jaman EA’s Blog masih SMA, Bajaj Pulsar ada dimana-mana Bro!

Intinya, produsen Bollywood menawarkan motor dengan kualitas diatas Mocin, tapi dengan harga yang tetap lebih menggiurkan dibanding motor Jepang. Bukan berarti saya anggap motor India bisa mengalahkan kualitas apalagi kuantitas motor Jepang loh ya, nggak sama sekali!

 

Pulsar 135LS

Dari Bajaj Pulsar 200, 180, hingga 135 LS… Setidaknya fans Bajaj Indonesia pernah merasakan hal manis

 

Yang dimaksud, India mampu memberikan sedikit perlawanan dengan “menyentil” kwartet produsen Jepang… Persis seperti yang dilakukan Mocin era 2000-an, yang mendorong lahirnya bebek (cub) murah seperti Suzuki Smash, Honda Supra Fit & Yamaha Vega.

 

 

Seorang Analis & Sejarawan Industri China, Winston Guo, dalam majalah Chinese 2 Wheels menjelaskan:

 

“Industri India memanfaatkan dasar yang awalnya ditetapkan sepeda motor Cina. Itu adalah sepeda motor China yang pertama kali memungkinkan pekerja kelas bawah memiliki sepeda motor, dan seiring dengan kenaikan pendapatan, mereka pun ingin memiliki sepeda motor dengan kualitas selangkah lebih baik. Datanglah merek India. Merek India masih lebih mahal dari merek China namun memiliki reputasi lebih baik. Tidak sebagus motor Jepang, tapi lebih baik dari motor Cina dan murah.

 

Reputasi ini membantu merk India berani masuk ke pasar luar negeri tanpa rebranding seperti yang dilakukan motor Cina… Hero, Bajaj dan TVS. Hal ini telah menyebabkan orang-orang China memikirkan kembali strategi mereka dan meningkatkan kualitas dan juga filosofi pasar purna jual mereka. Dan pada saat ini, mereka berusaha keras mendapatkan kembali dasar yang telah mereka hilang.”

 

Industri Mocin

Kumpulan masa lalu Mocin yang siap dibasmi, kayak kisah mantan pacar…

 

Alasan selanjutnya mengapa perkembangan Mocin bisa begitu cepat adalah karena peraturan pelarangan penggunaan sepeda motor berbahan bakar bensin di hampir seluruh kota besar China… Brosist mungkin sudah pernah membaca kalimat tadi di artikel EA’s Blog sebelumnya, tapi biarkan saya kasih tambahan info untuk menambah knowledge Brosist sekalian.

 

Industri Mocin

Chongqing City – pusat Industri Mocin….

Industri Mocin

Tahukah Brosist kalau China International Motorcycle Trade & Exhibiton adalah pameran sepeda motor terbesar di dunia?

 

Saat artikel ini ditulis, China memiliki 2 kota utama yang menjadi basis produksi sepeda motor, yakni Chongqing & Guangdong… Kalau di Indonesia, keduanya ibarat Karawang & Kab. Bekasi. Tapi dalam dalam hal kuantitas, bedanya jauh banget Bro! Chongqing City memproduksi 12 juta unit sepeda motor pertahun. Itu artinya sekitar 5 kali lipat total jumlah motor yang diproduksi pabrik terbesar Honda & Yamaha di Karawang. Belum ditambah Guangdong City yang memproduksi 4,2 juta unit pertahun.

Dengan angka produksi yang sebegitu besarnya, tapi penggunaan sepeda motor justru di-banned di China – naon nu dirasa? Apa yang harus mereka lakukan supaya industrinya tetap jaya?

 

 

Yup, selain berpindah aliran memproduksi skuter & motor bertenaga listrik (e-Bike)… Langkah lain yang dilakukan oleh Industri sepeda motor China adalah memindahkan pasar – dari domestik ke ekspor. Dan usut punya usut, peningkatan angka ekspor dalam jumlah masif ini telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu, dengan angka ekspor lebih dari 8 juta unit sepeda motor pada 2014, serta lebih dari 7 juta unit sepeda motor pada 2015. Ada yang mau komparasi dengan total ekspor sepeda motor Indonesia? Angkanya bak bumi-langit.

 

 

Demi memuluskan langkah tersebut, Industri sepeda Motor China perlu beradaptasi secara cepat – baik dalam hal spesifikasi, kualitas, hingga standar yang diterapkan di negara tujuan ekspor. Jadi, jangan kaget kalau sekarang Mocin telah dibekali spesifikasi & build quality kelas wahid laiknya motor 250cc-650cc Jepang.

 

 

Jangan kaget juga kalau banyak Mocin yang telah dilengkapi dengan On-Board Diagnostic Tool (OBD1), Rem ABS, hingga mesin dengan kadar emisi sangat rendah – lantaran mereka menyesuaikan diri dengan regulasi EURO4 yang diterapkan Eropa. Mereka bisa karena dipaksa? Mungkin saja… Tapi apapun itu, mulai sekarang, jangan remehkan Mocin beserta Industri dibaliknya.

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Advertisements

11 comments

Tinggalkan Balasan