Advertisements
CGR500 - V8 Engine

Chris Gordon CGR500: 8-Silinder, 9 Tahun Pengorbanan, 100% Masterpiece!

Patience & Perseverance

Kerja Keras Terbayar Lunas

 

 

Bagian tersulit mendevelop CGR500 adalah menggabungkan 2 mesin Kawasaki ZXR250 Inline-Four 250cc, menjadi 1 mesin utuh berkonfigurasi V8 500cc. Beruntung, Chris Gordon punya kerabat di bagian casting, so dirinya bisa berkonsultasi banyak seputar menggabungkan mesin keduanya. Chris kemudian membuat sendiri cetakan (molding) mesin V8, kemudian meminta bantuan kerabatnya untuk mencetak mesin tersebut.

 

 

Selesai membuat blok silinder & crankcase, masih banyak tantangan lain yang menantang. Termasuk membuat seabrek part frame, kruk-as, detail, serta part yang lainnya. Takut biaya produksi membengkak, Chris Gordon menuruti anjuran seorang teman untuk membeli mesin welding sendiri, dan mengerjakan semua proyeknya sendiri. Bagaimana dapat ilmu menguasai mesin tersebut, Kang Eno? Well, mungkin hanya tuhan yang tahu jawabannya.

 

CGR500 - V8 Engine

Mesin V8, suspensi depan, suspensi belakang & swingarm CGR500…

 

Setelah memutuskan mesin ini bakal memakai 2 kruk-as yang terhubung langsung ke clutch gear, Chris Gordon memanfaatkan waktu selanjutnya untuk mendesain ulang sistem pengabutan bahan bakar, serta membuat welding tambahan untuk rantai keteng… Karena jika penempatannya dibalik (supaya karburator tetap berada di tengah angle V-engine), rantai keteng bank cylinder belakang bakal berada di sisi kanan – sementara bank cylinder depan di sisi kiri.

Butuh waktu yang tak sedikit untuk membuat mesin tersebut jadi seperti sekarang. Dan meskipun ada masalah oil pressure saat pertama kali dinyalakan, Chris Gordon mengaku sangat bahagia dan memutuskan untuk melanjutkan proyek CGR500. Kali ini, tujuannya membuat sasis yang berbasis Yamaha TZ250 lansiran 1991 – sebagai ‘rumah’ dari mesin V8 500cc terbaru ini!

 

CGR500 - V8 Engine

Sasis trellis ini dibuat hanya dengan belajar buku berjudul “Chassis Building”.

 

Chris Gordon memakai suspensi depan, plus swingarm alumunium milik Yamaha TZ250 sebagai modal awal melanjutkan proyek CGR500. Sementara sasisnya? Well, karena nggak ada satupun sasis di dunia ini yang sesuai dengan mesin V8 milik CGR500, dirinya pun memutuskan membuat sasis trellis anyar – lantaran sasis twinspar alumunium bakal jauh lebih mahal untuk dibuat secara mandiri.

Bermodal buku Chassis Building dari John Bradley, Chris Gordon memanfaatkan semua ilmu yang didapat dari buku tersebut – untuk kemudian dipakai membuat sasis anyar. Menggunakan material chrome-moly laiknya sasis CBX1000, Chris mulai mendesain sketsa dan welding beberapa pipa tubular menjadi satu kesatuan. Sayangnya, penggunaan seabrek part ini membuat bobotnya membengkak, jadi sekitar 180 Kg.

 

 

Hasilnya, luar biasa! Kalau nggak dijelaskan lewat artikel ini, mungkin Brosist sekalian bakal mengira motor ini adalah hasil modifikasi motor buatan pabrik, atau builder profesional – bukan buatan homemade, apalagi cuma seorang pria. Setelah ditambah waktu sekitar 3 bulan untuk membuat bodywork plus detail body lainnya, CGR500 pun siap digeber!

 

 

Advertisements

13 comments

Tinggalkan Balasan