Advertisements
2040 A Bike Oddysey

2040: A Bike Odyssey

Beberapa bulan lalu, pemerintah Inggris, Perancis, serta beberapa negara Eropa lainnya menyepakati tahun 2040 sebagai momen terakhir bagi mobil bensin & diesel bisa diproduksi masal… Apa pengaruhnya bagi dunia sepeda motor? Well, berdasarkan sebuah jurnal dari MSL Magazine, setidaknya ada beberapa poin yang harus Brosist ketahui dan cermati. Nih dia…!

 

 

Oke, sebelum membahas lebih lanjut, ada satu hal yang harus Brosist garis bawahi… Pelarangan kendaraan bensin & diesel ini baru sebatas usulan atau gagasan, belum merupakan peraturan resmi! Dan dengan tenggat waktu yang masih panjang (23 tahun ke depan), banyak yang bisa terjadi… Bisa saja dibatalkan, atau bisa juga malah lebih cepat.

Untuk itu, beberapa produsen mobil langsung gerak cepat menanggapi usulan tersebut – demi menghindari situasi terburuk yang bisa terjadi… Volvo contohnya, produsen yang dijuluki “Swedish Tank” ini berjanji bakal merubah line-up mobilnya dengan tambahan mesin elektrik – sementara BMW mempersiapkan MINI bermesin full elektrik pada tahun 2019.

 

2040: A Bike Odyssey, Porsche 918 - La Ferrari - McLaren P1

Bukan cuma mobil biasa, bahkan Hypercar pun sudah bersiap dengan mesin Hybrid (Elektrik + Bensin). Contohnya seperti Porsche 918, Ferrari LaFerarri & McLaren P1 diatas. Jangan tanya harganya….

 

Pelarangan tersebut ditujukan untuk kendaraan Roda 4, bagaimana dengan sepeda motor Kang Eno? Untungnya, sejauh ini nggak ada gagasan/usulan apapun yang melarang sepeda motor berbahan bakar minyak dilarang beredar pada 2040. Bisa jadi, hal ini dikarenakan motor punya emisi gas buang yang jauh lebih kecil dari mobil – mengingat kapasitas mesinnya juga jauh lebih kecil.

Tapi jangan senang dulu, mengingat saat ini banyak negara yang sudah menerapkan peraturan EURO 4 (bahkan EURO 6 sudah disiapkan untuk 2020 mendatang), apalagi melihat perkembangan regulasi kendaraan roda 2 yang mulai dibuat setara roda 4 – bukan tak mungkin motor juga bakal kena imbasnya.

 

 

So, kendaraan listrik adalah solusinya? Nggak bisa dibilang iya, tapi setidaknya jadi yang paling terdekat. Hydrogen juga bisa, malah lebih baik, tapi sayang infrastrukturnya kalah jauh dari kendaraan berbahan bakar listrik.

Saat ini masalah utama dengan kendaraan bertenaga listrik – entah roda empat atau roda dua – adalah jarak tempuh dan waktu pengisian baterai. Motor listrik memang lebih murah & efisien, tapi sejauh ini kendaraan bertenaga listrik punya 3 kelemahan utama, yakni perjalanan yang lebih pendek, kecepatan maksimum dibawah 100 km/h, dan harus berhenti lebih lama untuk mengecas baterai… Mimpi buruk untuk para pecinta kendaraan berperforma tinggi.

 

2040: A Bike Odyssey, Energica Ego

Energica Ego – Electric Superbike from the Future. Sanggup berakselerasi dari 0-100 km/h dalam waktu kurang dari 3 detik, plus topspeed di-limit di 240 km/h. Tapi, hanya memiliki jarak tempuh 200 km dalam kecepatan 50 km/h… Wait, kayaknya ada yang salah deh!?

 

Apakah kelemahan tersebut bisa diperbaiki? Tentu saja bisa. Caranya adalah dengan pengembangan baterai lithium-ion generasi terbaru, serta infrastruktur yang lebih banyak… Harapannya, baterai di kendaraan bertenaga listrik harus bisa menempuh jarak 300 km dalam kecepatan berapapun, pengisian baterai super cepat, serta terdapat stasiun penjualan baterai yang dapat dilepas dan ditukar (removable & interchangeable).

23 tahun adalah waktu yang masih sangat lama, jadi mari kita harapkan para produsen & engineer bisa menemukan solusi terbaik bagi kendaraan bertenaga listrik.

 

 

Penggunaan kendaraan bertenaga listrik sebagai pengganti kendaraan berbahan bakar bensin & diesel juga memunculkan pertanyaan selanjutnya: Sumber tenaga listriknya darimana, Kang Eno? Karena dengan beralihnya kendaraan konvensional ke mesin elektrik, berapa banyak konsumsi listrik yang bakal dibutuhkan? Ini kita baru bicara Eropa lho ya, belum yang pasar otomotifnya gila-gilaan seperti China, India & Indonesia…

Sayangnya, saat ini masih banyak pembangkit listrik yang bergantung pada penggunaan bahan bakar fosil (bensin, solar, dll)… Bahasa sunda-spanyolnya: SAMA AJA BOONG! Beralih ke tenaga nuklir, atau yang ramah lingkungan seperti tenaga angin, air, atau matahari? Bisa saja. Tapi saat ini, belum banyak yang menggunakan tenaga angin, air, matahari, apalagi nuklir – bahkan di Eropa sendiri! Indonesia? Meh…!

Jadi problemnya bukan cuma di kendaraan alternatifnya, tapi jauh lebih kompleks daripada hal itu.

 

India punya 3 kota yang masuk daftar kota paling tercemar polusi udara di Dunia... Ngerti kan efek penjualan otomotif yang meningkat drastis disana?

India punya 3 kota yang masuk daftar kota paling tercemar polusi udara di Dunia… Sekarang ngerti kan efek buruk penjualan otomotif yang meningkat drastis disana?

 

Makin memburuknya kualitas udara di kota-kota besar Dunia, larangan kendaraan bensin dan solar tentu bukan sesuatu yang aneh dan janggal… Pembatasan regulasi gas buang hingga larangan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil adalah gagasan yang bagus dalam jangka panjang, kecuali buat mereka yang ingin anak-anaknya kena ISPA, Pneumonia, atau Kanker. Amit-amit!

Tapi masih banyak PR yang harus dilakukan pemerintah manapun. Salah satunya adalah mengubah sikap pengendara kendaraan bermotor… Caranya (IMHO) bukan dengan “memaksa” beralih ke kendaraan listrik atau alternatif lainnya, tapi memberikan opsi yang jelas jauh lebih baik dan menguntungkan. Contohnya seperti peralihan pengabut bahan bakar Karburator ke Injeksi.

Karena jika melihat opsi motor listrik yang ada saat ini, seperti Energica Ego & Zero – menurut penuturan reviewer – keduanya merupakan motor yang bagus dengan angka torsi yang mind blowing… Tapi apakah keduanya sudah cukup mumpuni untuk menggantikan motor berbahan bakar bensin? Nope! Masih jauh dari kata mumpuni.

 

 

Bagaimana dengan perkembangan emisi gas buang & pelarangan kendaraan berbahan bakar minyak di Indonesia, menurut Kang Eno? Buat negara yang bahkan belum menerapkan regulasi EURO 4 (kalah dari Malaysia & India), dan masih berdebat bak anak SD soal regulasi motor listrik nasional seperti Gesits… EA’s Blog bakal balik tanya… Kemajuan seperti apa yang diharapkan?

Tapi bagus juga sih, karena bisa jadi Indonesia malah berubah menjadi “Bike Paradise” saat pelarangan tersebut diresmikan tahun 2040 mendatang… wkwkwkwk… 2040: A Bike Odyssey!

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Advertisements

12 comments

  • Jezza

    Well disitu ga dibilang kalau hibrid dilarang kan?

  • rider jujur

    Kang, akibat pelarangan bensin & solar di 2040 ntar adalah
    1. Harga bensin makin murah
    2. Populasi motor berkurang
    3. Mesin motor bensin tidak byk berubah krn Pengembangan teknologi motor bensin beralih ke mesin listrik

    Nah, bagi pecinta motor sport & touring yang mau beli motor baru. Tolong dong kang, kasih saran atau buatkan artikel motor sport apa yang bagus yang memiliki durabilitas tinggi(tidak mudah rusak) &suku cadang yg banyak tersedia. sehingga msh bisa d pakai sampai 23 tahun ke depan? Pengennya sih honda cb150 scamber yg barusan d lounching d thailand itu kang, cm g yakin bakal masuk indonesia, lagian Rugi jg kan kang gonta-ganti motor terus.hehe….

    • Arianto Permadi

      Jawabannya: honda cb series om..
      Cb jadoel mksudnya,hehe
      Lah itu motor tuaaaa (pake bannget) tapi isih awet.. mesin bisa dicangkokinn pake punya kakak2nya, sparepart? Buanyaaaakkkkkk.. online maupun offline setidaknya di daerah ane banyak bgt yg jualan, dr yg ori sampe kawe 50 sekian jg ada.. tp ngomongin soal awet gaknya sih, kembali ke perawatan empunya sih om.. seriously, ane punya mocin awet kok enginenya dr 2001 sampe skrg 2017. Tp adalagi punya motor jepun tp rusak pdhl baru beberapa tahun saja (orang lain sih bkn kluarga ane). Btw kondisi jalanan yg dilalui jg sangat2 berpengaruh jg meski kita ekstramaintain ke kwndaraan kita. Yaahhh pokoknya gk grusah grusuh aja makeknya InshaaAllah lbh awet dari seharusnya (usia) kendaraan kita om.

  • Amit amit lah ,kalo mobil sama motor di dunia ini diganti listrik semua.. Semoga jangan kejadian..

    Ukuran Langkah Piston ( Stroke ). Satu Dari Sekian Banyak Faktor Pembentuk Karakter Mesin!

    https://wisnuudewanto.wordpress.com/2017/09/16/ukuran-langkah-piston-stroke-satu-dari-sekian-banyak-faktor-pembentuk-karakter-mesin/

  • transportasi umum digratisken dan diperbanyak, sedikit wacana di kota besar sebagai produsen polusi. Iklim dunia tambah panas, cuaca semrawut, taneman bingung berbuah, ayo kita tekan konsumsi bbm kita, dijalan santai aja kurangi ugal2an

  • Renhan

    Gesit aja yg udah siap mau digencet sama pabrikan besar dg test abal-abalnya, dan ironisnya tes tersebut didukung rezim ini, ricky elson jg anak bangsa yg mau merintis mobil elektrik jg dijegal sana sini, miriss

  • Menurut saya sih untuk tahun2 ke depan fokus membangun jaringan transportasi massal aja. Bagaimanapun pindah dr bahan bakar fosil ke bahan bakar listrik / nuklir / whatever lah itu sebuah gerakan yg radikal. Kalau nggak terukur dan terencana pasti bikin kacau. Lagipula nanti kalau beneran tahun 2040 VegaR saya mau dikasih minum apa :-/

  • Zaki

    Artikel kayak gini nih yang bikin blog ini beda dibandingkan dengan kebanyakan blog otomotif yang lain, pertahankan dan tingkatkan ya kang, mungkin bisa ditambah dengan rujukan berita ataupun jurnal yang lain untuk artikel berikutnya. Hats off!

  • Upg

    Setau saya kang mesin turbin pembangkit listrik bahan bakar fosil punya efisiensi jauh lebih tinggi dibanding mesin motor/mobil, jadi masih lebih baik ngga sama aja bohong hehe

Tinggalkan Balasan