Advertisements
Suzuki Burgman Fuel cell

Suzuki Burgman Fuel Cell, Solusi Untuk Masa Depan Lebih Baik!

Against All Odds!

Kekurangannya?

 

 

Saat berbicara tentang kelebihan, sudah pasti ada juga kekurangannya… Yup, tentunya ada alasan mengapa teknologi hydrogen fuel cell yang begitu efisien, ramah lingkungan, serta jauh lebih menjanjikan tersebut belum digunakan hingga saat ini di Indonesia. Apa kekurangannya?

 

Stasiun pengisian bahan bakar hidrogen di Amerika Serikat

Stasiun pengisian bahan bakar hidrogen di Amerika Serikat

 

Yang pertama, sekaligus kekurangan terbesarnya adalah infrastruktur. Saat artikel ini ditulis, hanya beberapa negara yang sudah memiliki stasiun pengisian bahan bakar hydrogen… Di Amerika Serikat & beberapa negara Eropa, teknologi ini sebenarnya sudah mulai marak digunakan. Namun di Asia? Tercatat hanya Jepang & Korea Selatan yang memiliki stasiun pengisian bahan bakar hydrogen. Itupun jumlahnya terbatas.

 

 

Yang kedua, lantaran masih berupa teknologi yang baru dikembangkan – otomatis biaya produksinya pun belum bisa dibilang murah. Masing-masing produsen (baik produsen otomotif atau penyuplai bahan bakar) masih harus bergelut dengan biaya produksi sistem fuel cell, serta penyediaan bahan bakar hidrogen dengan biaya yang lebih murah dibanding sebelumnya.

 

 

Dan yang terakhir, lantaran sistem fuel cell (yang lebih menguntungkan bagi pengguna roda 2 & roda 4) ini bakal langsung melawan para raksasa produsen minyak dunia yang belum bisa move on – dengan keuangannya yang super gila-gilaan. Brosist pastinya sudah paham lah gimana endingnya…

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Advertisements

6 comments

  • anonimus

    Hati2 T E R C Y D U K perusahan2 item licin itu :v

  • anonimus

    Hati2 T E R C Y D U K perusahaan2 item licin :v

  • madzserpent

    Salam Kenal Kang Eno, semoga sehat selalu dan tetap rajin buat artikel dengan sudut pandang berbeda & akhirnya coment juga dah lama jadi SR, hehehe.

    kang mau tanya beberapa pertanyaan ne :
    1. teknologi Fuel Cell bisa menjadi solusi terbaik buat bahan bakar masa depan yang ramah lingkungan, kira2 bila dibandingkan dengan teknologi hybrid, electric dari berbagai aspek bagaimana?
    2. dengan berbagai kelebihan tersebut, apakah lebih baik jika “kita” melompat dan langsung focus ke teknologi ini, daripada “membuang waktu” mengejar ketertingggalan teknologi hybrid n electric?
    3. apakah ada “pihak independent” atau produsen otomotif di Indonesia yang sedang mencoba mengembangkan teknologi Fuel Cell?

    maaf kang pertanyaannya banyak, semoga akang berkenan menjawabnya dan berbagi ilmu-ilmunya, terima kasih.

    • enoanderson

      Bantu jawab dengan sepengetahuan saya ya kang:

      1. tadi udah saya tulis di artikel, fuel-cell itu sumber energi yang bukan berasal dari fosil, bahkan bisa menghasilkan bahan bakar dari buangan energinya sendiri. Posibilitasnya, ini bisa jadi bahan bakar yang mungkin nggak abis-abis untuk sekali ngisi, wkwkwk… Ditambah soal efisiensi yang 3x lipat lebih hemat dari mesin hybrid (electric + bensin).

      2. Melihat secara infrastuktur, bisa dibilang impossible kang. Lebih baik ikuti dulu negara-negara maju lain di Asia yang hijrah ke mesin listrik.

      3. Sejauh ini penerapan fuel-cell di Indonesia baru saya baca2 dipakai di Ancol kang, dan lagi digarap sama LIPI, tapi sama sekali bukan untuk dunia otomotif ataupun industrinya.

      Semoga bisa dikit membantu Kang madzserpent

  • aldi

    Kayak teknologi AIP di Kapalselam diesel modern

Tinggalkan Balasan