Advertisements
Suzuki Burgman Fuel cell

Suzuki Burgman Fuel Cell, Solusi Untuk Masa Depan Lebih Baik!

The Hydro-Burgman

Suzuki Burgman Fuel Cell

 

Suzuki Burgman Fuel cell

 

“Jeroan” Suzuki Burgman 200 dirombak sedemikian rupa. Mesin konvensional, sekaligus tangki bahan bakarnya ditanggalkan, Suzuki kemudian menanamkan fuel-cell berpendingin udara berukuran kompak, berikut dengan 700 bar tangki bahan bakar hidrogen… Tenaga dari fuel-cell tersebut mengubah hidrogen menjadi listrik, yang kemudian digunakan untuk memutar ban belakang.

Detail cara kerjanya gimana tuh, Kang Eno? Kita bahas di poin selanjutnya yaa…

 

 

Suzuki mengklaim tenaga maksimumnya berada di angka 4,5 kW (6 HP), plus torsi badak menembus 23 Nm… Sedangkan kecepatan maksimumnya diklaim sanggup mencapai 75 km/jam.

 

Suzuki Burgman Fuel cell

Nih detail jeroan Suzuki Burgman Fuel cell

 

Jika masih dirasa kurang, Suzuki Burgman fuel cell ini juga dilengkapi dengan baterai lithium-ion. Berbeda dengan sistem fuel-cell, baterai ini sanggup memutar roda belakang secara langsung! Kelemahannya, baterai tersebut membutuhkan waktu charging yang jauh lebih lama (dibanding isi ulang hidrogen), serta hanya bisa digunakan dengan kecepatan maksimum sekitar 60 km/jam.

 

 

Loh, maksudnya isi ulang hidrogen model begimana tuh, Kang Eno? Nah, jangan disamakan dengan Indonesia ya Brosist…! Di beberapa negara maju, seperti Jepang, Jerman, United Kingdom & Amerika Serikat sudah menyediakan stasiun pengisian bahan bakar hidrogen. Jika melihat secara fisiknya sih, pengisiannya nggak jauh berbeda dari pengisian BBM di Indonesia.

 

Advertisements

6 comments

  • anonimus

    Hati2 T E R C Y D U K perusahan2 item licin itu :v

  • anonimus

    Hati2 T E R C Y D U K perusahaan2 item licin :v

  • madzserpent

    Salam Kenal Kang Eno, semoga sehat selalu dan tetap rajin buat artikel dengan sudut pandang berbeda & akhirnya coment juga dah lama jadi SR, hehehe.

    kang mau tanya beberapa pertanyaan ne :
    1. teknologi Fuel Cell bisa menjadi solusi terbaik buat bahan bakar masa depan yang ramah lingkungan, kira2 bila dibandingkan dengan teknologi hybrid, electric dari berbagai aspek bagaimana?
    2. dengan berbagai kelebihan tersebut, apakah lebih baik jika “kita” melompat dan langsung focus ke teknologi ini, daripada “membuang waktu” mengejar ketertingggalan teknologi hybrid n electric?
    3. apakah ada “pihak independent” atau produsen otomotif di Indonesia yang sedang mencoba mengembangkan teknologi Fuel Cell?

    maaf kang pertanyaannya banyak, semoga akang berkenan menjawabnya dan berbagi ilmu-ilmunya, terima kasih.

    • enoanderson

      Bantu jawab dengan sepengetahuan saya ya kang:

      1. tadi udah saya tulis di artikel, fuel-cell itu sumber energi yang bukan berasal dari fosil, bahkan bisa menghasilkan bahan bakar dari buangan energinya sendiri. Posibilitasnya, ini bisa jadi bahan bakar yang mungkin nggak abis-abis untuk sekali ngisi, wkwkwk… Ditambah soal efisiensi yang 3x lipat lebih hemat dari mesin hybrid (electric + bensin).

      2. Melihat secara infrastuktur, bisa dibilang impossible kang. Lebih baik ikuti dulu negara-negara maju lain di Asia yang hijrah ke mesin listrik.

      3. Sejauh ini penerapan fuel-cell di Indonesia baru saya baca2 dipakai di Ancol kang, dan lagi digarap sama LIPI, tapi sama sekali bukan untuk dunia otomotif ataupun industrinya.

      Semoga bisa dikit membantu Kang madzserpent

  • aldi

    Kayak teknologi AIP di Kapalselam diesel modern

Tinggalkan Balasan