Advertisements
Suzuki Burgman Fuel cell

Suzuki Burgman Fuel Cell, Solusi Untuk Masa Depan Lebih Baik!

Intro

Meskipun secara visual nampak seperti maxi-scoot pada umumnya, namun skutik Suzuki Burgman Fuel Cell yang satu ini punya teknologi canggih lho! Yup, skuter matik Suzuki ini mampu berlari hingga kecepatan 75 km/jam – tanpa membutuhkan bahan bakar minyak (bensin)! Wuih, terus sumber tenaganya pakai apa tuh Kang Eno? 

 

 

Yup, berbeda dengan skuter matik lain yang menggunakan teknologi motor listrik yang disuplai baterai lithium-ion, Suzuki Burgman ini justru menggunakan teknologi sel bahan bakar (fuel-cell) dengan bahan bakar hidrogen!

 

Suzuki Burgman Fuel cell

 

Meski secara tampilan mirip dengan Burgman 200 yang dijual di Indonesia, namun yang tersembunyi dibalik bodi skuter matik yang satu ini adalah sesuatu yang benar-benar baru… Berbeda jauh dengan maxi-scoot yang dijual seharga Rp. 59 jutaan di Tanah Air. Penasaran? Yuk langsung aja kita bahas detail, plus kelebihan teknologi fuel cell tersebut… Cekidots!

 

 

Advertisements

6 comments

  • anonimus

    Hati2 T E R C Y D U K perusahan2 item licin itu :v

  • anonimus

    Hati2 T E R C Y D U K perusahaan2 item licin :v

  • madzserpent

    Salam Kenal Kang Eno, semoga sehat selalu dan tetap rajin buat artikel dengan sudut pandang berbeda & akhirnya coment juga dah lama jadi SR, hehehe.

    kang mau tanya beberapa pertanyaan ne :
    1. teknologi Fuel Cell bisa menjadi solusi terbaik buat bahan bakar masa depan yang ramah lingkungan, kira2 bila dibandingkan dengan teknologi hybrid, electric dari berbagai aspek bagaimana?
    2. dengan berbagai kelebihan tersebut, apakah lebih baik jika “kita” melompat dan langsung focus ke teknologi ini, daripada “membuang waktu” mengejar ketertingggalan teknologi hybrid n electric?
    3. apakah ada “pihak independent” atau produsen otomotif di Indonesia yang sedang mencoba mengembangkan teknologi Fuel Cell?

    maaf kang pertanyaannya banyak, semoga akang berkenan menjawabnya dan berbagi ilmu-ilmunya, terima kasih.

    • enoanderson

      Bantu jawab dengan sepengetahuan saya ya kang:

      1. tadi udah saya tulis di artikel, fuel-cell itu sumber energi yang bukan berasal dari fosil, bahkan bisa menghasilkan bahan bakar dari buangan energinya sendiri. Posibilitasnya, ini bisa jadi bahan bakar yang mungkin nggak abis-abis untuk sekali ngisi, wkwkwk… Ditambah soal efisiensi yang 3x lipat lebih hemat dari mesin hybrid (electric + bensin).

      2. Melihat secara infrastuktur, bisa dibilang impossible kang. Lebih baik ikuti dulu negara-negara maju lain di Asia yang hijrah ke mesin listrik.

      3. Sejauh ini penerapan fuel-cell di Indonesia baru saya baca2 dipakai di Ancol kang, dan lagi digarap sama LIPI, tapi sama sekali bukan untuk dunia otomotif ataupun industrinya.

      Semoga bisa dikit membantu Kang madzserpent

  • aldi

    Kayak teknologi AIP di Kapalselam diesel modern

Tinggalkan Balasan