Advertisements
Suzuki GSX-S150 Daily Review

Review Suzuki GSX-S150 Buat Harian, Mantep Nggak Sih? (Part.2)

Kisah perjalanan EA’s Blog bareng Suzuki GSX-S150 kembali berlanjut… Jika sebelumnya kita sudah kupas tuntas hal yang jadi pendukung di naked-bike 150cc ini, kali ini kita bakal bahas soal feel untuk sehari-hari. Mantep nggak sih, Kang Eno?

 

 

Total, sekitar 470Km (+) EA’s Blog tempuh untuk menjajal langsung kehandalan Suzuki GSX-S150. Rute yang dipilih pun nggak sembarangan, sengaja saya pilih jalur Balaraja – Tangerang – Daan Mogot – Sisi Tol Dalam Kota – Kalimalang untuk menguji ability nya melibas jalanan macet… Sementara jalur SGC Cikarang – Lingkar Luar Karawang saya pilih untuk uji topspeed plus kestabilannya menghantam jalan beton nggak rata dan angin samping yang ekstrim.

Sementara untuk bahan bakarnya? Seperti biasa, EA’s Blog percayakan pada Pertamax RON92 yang mudah ditemui oleh Brosist sekalian.

 

Dan seperti pembahasan Suzuki GSX-S150 di part 1 beberapa waktu lalu, kali ini pembahasannya bakal dibagi ke beberapa bahasan yang lebih spesifik mengenai sang naked-bike… Mulai dari A, B, C sampai Z yang bakal menjelaskan sedetail-detailnya kekurangan dan kelebihan motor yang satu ini. So, langsung aja kita mulai – cekdisot!

 

Ergonomi & Kenyamanan

 

Suzuki GSX-S150 Daily Review

Tinggi diatas 170cm? Bukan masalah!

 

Ukuran tangki mungil yang membuat kaki bebas bergerak, serta posisi setang yang tergolong tinggi membuat Suzuki GSX-S150 sama sekali nggak mengintimidasi rider… Percaya deh, sekalipun Brosist baru naik kelas dari skutik/underbone (bebek), nggak bakal butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri. Dengan catatan, minimal punya tinggi 165cm! Dibawah itu, saya yakin bakal jinjit.

Faktanya, seat height Suzuki GSX-S150 ini memang lebih tinggi dibanding ZED (dengan setelan preload tertinggi) sekalipun. Tapi jika tinggi badan bukan problem bagi Brosist sekalian, naked-bike ini saya jamin bikin betah riding! Kenapa bisa begitu? Karena selain punya ergonomi mumpuni, 3 poin dibawah ini juga menjadi faktor pendukungnya.

 

Performa

 

Review Suzuki GSX-R150

Performa mesin Suzuki GSX-R150 sepatutnya jadi “benchmark” pengembangan sport 150cc di Indonesia

 

Siapa yang meragukan kemampuan mesin standar milik GSX-R150? Saya rasa nggak ada, kecuali buat yang belum pernah coba dan cuma membayangkannya lewat brosur spesifikasi. Nah, begitupun dengan Suzuki GSX-S150… Mengusung mesin yang sama persis dengan saudara sportbikenya, muntahan power naked-bike 150cc ini buttery-smooth! Rada menghentak begitu throttle dibuka, sedikit ngeden dan setang bergetar di 5000-6000 RPM, tapi langsung lenyap dan digantikan sensasi overbore (which is really amazing) begitu putaran mesin bertambah tinggi.

 

Suzuki GSX-S150 Daily Review

 

Kok getar sih Kang Eno, bukannya mesinnya punya stroke pendek ya? Yes it is, memang agak membingungkan sih, tapi begitulah faktanya! Getarannya sedikit lebih smooth dibanding nahan RPM 6000 di All-New CBR150R K45G (yang dulu pernah saya test harian juga)… Bedanya, jika getaran di CBR makin bertambah seiring bertambahnya RPM, Suzuki GSX-S150 justru kebalikannya. Wusshh, gone!

Kalau EA’s Blog di-endorse oleh PT. Suzuki Indomobil Sales laiknya Den Dimas buburayamracer, saya bakal dengan sangat lantang bilang: Suzuki GSX-S150 punya feel performa terbaik dikelas 150cc 4-Tak… Which it is. Tapi karena nggak dibayar, yauwess saya cukup gigitin sein karetnya aja.

 

Topspeed

 

 

Sama seperti Kawasaki Z250SL ZED milik EA’s Blog, Suzuki GSX-S150 mampu mengail 100 Km/h lebih hanya dengan memakai gear 3… Performa 0-100 Km/h nya juga terbilang impresif, apalagi kalau mengingat spek mesinnya overbore dengan piston 62mm. Loh, berarti setara ZED dong nih kencengnya? Ya tuhan, tolong eta terangkanlah atuh yang selalu bertanya demikian…

 

Catatan topspeed yang berhasil saya dapatkan di Jl. Lingkar Luar Karawang (saat itu sekitar pukul 21:30 malam) adalah sekitar 131 Km/h, based on speedometer… Gasnya masih sisa banyak, gear 5 pun masih belum sampai di redline puncaknya – sayangnya saat itu ada hal aneh yang membuat saya keingetan cicilan KPR rumah yang masih lama.

Di kecepatan yang cukup tinggi tersebut, ada 2 hal yang jadi perhatian utama EA’s Blog. Pertama, entah kenapa feeling 131 Km/h di Suzuki GSX-S150 terasa nggak sekencang 131 Km/h di Z250SL meskipun keduanya sama-sama naked-bike, dan keduanya melewati jalur yang sama. Dan yang kedua, kita bahas di poin selanjutnya ya.

 

Handling

 

Review Suzuki GSX-R150

Bersyukurlah, karakter handling Suzuki GSX-R150 diturunkan langsung ke GSX-S150

 

Juara! Mau ngomong apa lagi?

It’s so agile, so light, so much fun, and were bloody briliiant! Lagi, Suzuki GSX-S150 membuktikan nggak perlu suspensi upside down, swingarm alumunium, frame twinspar, ban super-duper gambot, ataupun tetek-bengek lain untuk membuat handlingnya lebih baik dari kompetitor… Persis banget seperti saudaranya, GSX-R150.

 

Suspensi

 

Suzuki GSX-S150 Daily Review

 

(Sayangnya) hukum kausalitas berlaku disini. Kenapa? Karena menurut analisa EA’s Blog, salah satu bagian yang mempengaruhi handling Suzuki GSX-S150 bisa begitu maksimal adalah suspensinya yang disetting lebih hard dibanding sport 150cc lain yang dijual saat ini. Suspensi depan sih masih tergolong empuk dan bisa dimaafkan, tapi suspensi belakang? Asli, keras banget!

Melewati tambalan jalan yang bergelombang sepulang dari Karawang sukses membuat perut EA’s Blog seperti dikocok-kocok, seakan-akan isinya diperintah segera keluar secepat mungkin. Dipadu dengan joknya yang sekeras batu disarungin, lengkaplah sudah penderitaan ridernya… Dan itu baru rider lho! Bisakah Brosist membayangkan gimana rasanya dibonceng – dengan pantulan suspensi belakang yang lebih terasa, plus ukuran & kekerasan jok yang nggak manusiawi?

 

Stabilitas

 

 

Masih ingat catatan EA’s Blog saat mencapai topspeed di poin sebelumnya? Yup, inilah poin kedua yang terus membuat saya pribadi bertanya-tanya… Saat speedometer GSX-S150 mencapai kecepatan 120 km/h, stabilitas naked-bike ini saat diterpa angin samping selepas melewati SGC hingga Jl. Lingkar Luar Karawang (atau jalur Pantura lainnya yang sama-sama punya angin samping kencang saat malam hari), patut dipertanyakan.

Selain feeling aneh yang diakibatkan ban IRC Exato di kecepatan rendah. Pada kecepatan tinggi, motor seakan mengikuti tiupan angin, yang saat itu berhembus ke sisi kanan jalan. Mungkin skill EA’s Blog soal kenceng-kencengan memang masih newbie… Tapi kalau mau jujur-jujuran, saya sudah sejak tahun 2010 lalu geber berbagai macam jenis motor melewati jalanan ini – dari skutik, ayago, 150cc, hingga 250cc. Dan selama waktu tersebut, jujur, pengalaman uji stabilitas bareng GSX-S150 ini yang paling bikin EA’s Blog deg-degan.

 

Suzuki GSX-S150, Mantap Nggak Sih?

 

GSX-S150 vs Z250SL Second

 

Jelas mantap! Hingga artikel ini ditulis, banyak sport 150-200cc lain yang punya desain lebih eyecatching (contoh Yamaha Xabre), ataupun kenyamanan yang jauh lebih manusiawi (contoh TVS Apache RTR 200 4V)… Tapi sayangnya, saya belum pernah menemui produk kompetitor lain yang punya ergonomi, handling, feel performa, value, serta build quality lebih baik dibanding Suzuki GSX-S150.

Untuk EA’s Blog & Brosist pembaca sekalian yang memahami dan menilai sebuah motor dari karakter dan tetek-bengeknya, naked-bike berbanderol (promo) Rp. 23,9 juta ini jelas amat-sangat menggoda… To be honest, it’s a no-brainer! Terlepas dari beberapa kekurangan desain & faktor penggunaan yang sudah disebutkan diatas.

 

 

Tapi bagaimana untuk tipe konsumen yang berpikir lebih sederhana? Bagaimana untuk mereka yang menganggap Honda adalah segala-galanya, mereka yang sudah terlanjur terkesima dengan Vixion yang karismatik? EA’s Blog pikir ada satu hal terpenting yang dilupakan para desainer dan engineer sang GSX-S150… Mereka lupa kalau Suzuki adalah brand Jepang paling buncit di kancah sport 150cc Indonesia.

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Advertisements

14 comments

  • July

    Joooosss kang Eno, mantap kn pilihan ku

  • Ada Bonus Vibra juga ya, hehee 😆

    —————————————
    Bracket Top Box GIVI >> http://potretbikers.com/2017/08/31/pasang-bracket-givi-di-all-new-cb150r-stallion-black-2017/

  • Topman

    kang coba ngetrek di pengalengan-rancabuaya secara sruntulan/high speed… disitu yang USD, sasis twinspar, banana arm sangat kepake pake banget, kalo tetap stabil, ga capek, ga ngedrop, ga ngesot berarti fitur diatas emang ga perlu

  • Slow_Rider

    Andaikan aksesorisnya yg thailand punya…jok diturunin tandem empuk kaya punya vixion….. Ohhh yeesss…. Occhhh……..

  • Joko Arya

    Setuju
    Tp saya top speed cuman 132km/jam aja di gigi 6. Tapi itu gak memaksimalkan potensi per gear. Mungkin di 8000-9000rpm udah ganti gigi. Walau saya tahu kalau saya hajar sampai 11.000rpm mungkin masih narik tiap gearnya.
    Soal limbung, di GSX-S saya juga ngerasain di speed 123kpj ke atas, entah mungkin karena saya bawa tas depan belakang yang beratnya sekitar 15-20kg an.
    Kalau soal nikung, saya memang gak jago, jadi agak takut².
    Kemaren GSX saya ganti pake stang tiger/megapro no ori. Supaya posisi tangan agak lebih tinggi.

  • yoko

    Bentar lg harga promo habis…buruan beliau sebelum kehabisan……motor ini diprediksi hanyut dimakan waktu…..karna kurang fashionable…..lampu depan yg agak aneh kaya kotak di kasih scotlate….mesin yg belum teruji…material plastik yg belum teruji …kena panas dikit retak2..kaya smesh ato shogun….lampu depan menguningkaya thunder……

  • Dimdim

    Saya juga ngerasa 100kph gsx-r kok sensasinya nggak sekenceng vixion kang. Makanya iseng test pake gps speedometer deviasinya lumayan kang.
    Kecepatan on speedo 80kph
    Di gps:
    Gsx-r: 73,58 kph
    Vixion: 76,44 kph
    Nmax: 76,88 kph

  • Doel

    Kl head lamp pake punya v-strom 250… lampu bulet, mungkin bisa menambah kegantengan GSX-S sekian persen..

  • belom pernah nyoba speeding ama ini motor, jd si MX King baru ngelawan FU Karbu n Sonice + GTR… Gw gak tau tapi asli GTR gw kirain tarikannya kenceng, ngejar MX King di Pemuda aja ngap2an…

  • balakaciprut

    Manteps nih artikelnya ,
    Kang Eno maafni cuma penasaran aja, itu lokasi ngambil foto yang di jalan beton di Karawang ya kang ? sebelah mana ya, serasa familiar hehe,

    • enoanderson

      Di sekitar Telagasari kang, soalnya nyari spot di Karkot udah rame semua

      • balakaciprut

        Tuh kan bener dugaan saya, hehe
        saya juga orang sekitar telagasari kang,Istri orang situ ya wah ternyata masih satu kampung ey, sempit ternyata dunia.
        bolehlah kapan – kapan ngopi bareng kang.
        Sukses terus kang Eno saya suka gaya artikelnya kang Eno karna berani blak-blakan tidak memihak salah satu pabrikanpun.

Tinggalkan Balasan