Advertisements
MotoGP - Chang International Circuit

MotoGP Indonesia Mah Apa Atuh, Cuma Butiran Debu…

Di satu sisi, EA’s Blog ikut gembira mendengar negara tetangga ASEAN kita, Thailand, telah resmi menjadi penyelenggara MotoGP 2018… Tapi disisi lain, saya juga sedih karena slot yang seharusnya bisa diisi Indonesia, justru harus hilang (lagi) dan diambil alih Negeri Gajah Putih.

 

 

Kita nggak cuma kalah terus di cabang olahraga Sepakbola melawan Thailand… Entah sudah berapa trofi dan medali yang mereka menangkan di Piala AFF & Sea Games dalam 1 dekade terakhir. Sementara Indonesia? Saya nggak bakal bilang kita nggak bisa Juara, tapi entah kenapa selalu ada aja masalahnya… Dari yang persiapan minim lah, dicurangin sana-sini lah, mental tempe lah, inilah, itulah, berbagai macam.

 

MotoGP Chang International Circuit

 

Dan sedihnya, kita dikonfirmasi kalah lagi dalam upaya penyelenggaraan MotoGP 2018 dari Thailand. Yup, Sirkuit Chang International di Buriram bakal menyelenggarakan ajang balap motor sejagad tersebut di musim depan… CEO Dorna, Carmelo Ezpelata, beserta para petinggi di Thailand – termasuk Perdana Menteri mereka, Jenderal Tanasak Patimapragorn & Kementerian Pariwisata dan Olahraga, Pongpanu Svetarundra – akan bertemu esok hari (31/8) untuk mengadakan upacara yang bersejarah ini.

Sirkuit Chang Internasional di Buriram tersebut bakal mendapatkan kontrak penyelenggaraan berdurasi 3 tahun, dari musim 2018 hingga musim MotoGP 2020 mendatang… Bukan cuma itu, sirkuit megah yang berjarak 392 km dari Ibukota Bangkok tersebut rencananya bakal menggantikan Sirkuit Phillip Island (Australia) yang selama ini rutin menjadi venue tes pramusim.

 

MotoGP Thailand Bukan Tanpa Problem!

 

MotoGP Chang International Circuit

Layout Sirkuit Chang Internasional, Buriram, Thailand

 

Sebenarnya Thailand juga bukan tanpa problem untuk menggelar MotoGP 2018. Penyelenggaraannya sempat diganggu oleh konflik antara 2 produsen Beer kenamaan, yakni Singha Beer yang jadi sponsor utama GP Thailand & Chang Beer yang merupakan pemilik Sirkuit Chang… Konflik ini membuat kejelasan GP Thailand terombang-ambing dan nyaris gagal.

 

 

Beruntung, hal tersebut bisa teratasi dengan kerjasama dari pemerintah Thailand beserta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP Thailand… Agak terbalik dengan yang terjadi di Indonesia, dimana sponsor ada seabrek-abrek, tapi pemerintahnya seakan tutup mata soal penyelenggaraan MotoGP. Dengan demikian, Negeri Gajah Putih bakal menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang bakal menyelenggarakan MotoGP 2018 – setelah Malaysia.

 

WSBK - Chang International Circuit

WSBK – Chang International Circuit

 

Jika dibandingkan dengan Indonesia (yang juga menginginkan 1 spot di kalender MotoGP), Thailand memang jauh lebih pantas mendapatkan jatah tersebut. Pasalnya, mereka memiliki Sirkuit Balap Internasional sekelas Chang International Circuit yang sebelumnya sukses menyelenggarakan balap World Superbike Championship (WSBK)… Sementara Indonesia? Kita punya Sirkuit Internasional Sentul yang diprotes oleh para rider balap Asia Road Racing Championship (ARRC).

Didesain oleh perancang sirkuit ternama, Herman Tilke, Sirkuit Chang – Buriram sudah mendapatkan penilaian grade 1 oleh FIA (Federasi Balap Mobil) dan grade A oleh FIM (Federasi Balap Motor), serta punya level yang jauh berbeda dari Sirkuit Internasional Sentul yang jadi kebanggaan fans MotoGP Indonesia – baik secara kondisi lintasan, safety, hingga faktor pendukung lainnya.

 

MotoGP Indonesia, Siapkah Kita?

 

 

Sebenarnya jika berbicara soal sejarah, Indonesia terhitung pernah 2 kali menyelenggarakan MotoGP, yakni ditahun 1996 dan 1997 di sirkuit yang tak asing lagi di telinga rakyat Indonesia, Sirkuit Internasional Sentul. Tahun itu adalah masa-masa kejayaan pembalap legendaris asal Australia, Mick Doohan dengan koleksi Juara Dunia beruntunnya. Sedangkan The Doctor a.k.a Valentino Rossi masih berlomba dikelas 125 cc dengan penampilan spektakulernya.

 

MotoGP Sentul 1997

Memori manis MotoGP Indonesia 1997, kenangan hanya tinggal kenangan…

 

Tapi sudahlah, jangan bangga berlebihan! Lagipula itu dulu, tahun 1996-1997. Saya yakin dari seluruh pecinta MotoGP di Indonesia, cuma kurang dari 10% nya yang dulu sempat hadir dan menyaksikan langsung “beringas” nya power Motor GP500 2-Stroke era Mick Doohan dan kawan-kawan. Termasuk EA’s Blog sendiri.

 

 

Lantas, bagaimana nasib GP Indonesia? Nampaknya saat ini para fans MotoGP Tanah Air harus banyak-banyak berdoa & bersabar, lantaran kita belum memiliki Venue Sirkuit yang memadai untuk menggelar ajang balap motor terpopuler sejagad tersebut… Setidaknya, Indonesia bisa berharap pada ucapan Carmelo Ezpeleta yang menginginkan ada 22 seri yang digelar untuk MotoGP dalam beberapa musim mendatang.

Tapi dengan catatan, HARUS PUNYA SIRKUIT GRADE TINGGI. Serta sarana lainnya yang mendukung hal tersebut.

Kalau nggak, ya tinggal bersabar menyalonkan diri jadi tuan rumah setelah kontrak Thailand berakhir di tahun 2020 nanti. Masih lama banget ya Kang Eno? Well, jangan salah… Ini bisa lebih lama dari yang Brosist kira lho! MotoGP Indonesia mah apa atuh, cuma butiran debu…

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Advertisements

5 comments

  • veve

    cuap2 janji palsu

  • yoko

    Kasihan indonesiA……mungkin negara ini mentalnya masih tempe…belum metAl besi

  • July

    Kang Eno knpa skrg koq sy gk pernah dpt notifikasi ya klo ada artikel baru, pdhl sblm nya selalu dpt

  • gondes12

    Indonesia masih konsumen setia ,,penonton setia, dan kaum priyayi semua broo,,mungkin 10thn lagi,,,

  • reteng

    Mungkin jika kkn sudah busa diminimalisir bahkan dihilangkan baru bisa kang tau sendiri kan negara kita soal pembangunan fasilitas gini gimana banyak aparatur yang terciduk gara-gara pembangunan dan pembaruan fasilitas. Lirik e-ktp dan hambalang

    Tetapi semiga aaja dapat terwujud kang

Tinggalkan Balasan