Advertisements
Touring Kemerdekaan - Wahana Honda

Touring Kemerdekaan Menuju Kota Pangkal Perjuangan Bareng Wahana Honda

Karawang tentu bukan kota yang asing buat EA’s Blog… Saya – bocah yang baru lulus SMA dan memilih mengabaikan bangku perkuliahan demi sesuap nasi – ditempa hidup mandiri disana. Rengasdengklok juga bukan lokasi asing, entah sudah berapa kali saya mengunjungi tempat ini, meskipun lebih sering sekadar ‘numpang lewat’ ke Batujaya, Pakisjaya dan sekitarnya. Tapi untuk mengunjungi lokasi Monumen Kebulatan Tekad sekaligus belajar langsung kejadian di malam 16 Agustus 1945? Perjalanan bertajuk Touring Kemerdekaan jadi yang pertama.

 

 

Pada 17 Agustus 2017, EA’s Blog mendapat kepercayaan dari PT. Wahana Makmur Sejati (WMS), main dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta – Tangerang, untuk mengikuti trip bertajuk “Touring Kemerdekaan”. Tentu saja ini bukan touring ratusan kilometer seperti yang Brosist bayangkan… Tapi hanya perjalanan Jakarta – Rengasdengklok yang tak sampai 100 km jauhnya. Dipercayakan riding menggunakan Honda Supra GTR150 & Sonic 150R (yang bakal saya bahas kalau ada kesempatan selanjutnya) juga bukan hal berat… Jauh lebih enjoy dibanding pakai ZED yang berat, pegal & bikin telapak tangan kram.

Tapi dari perjalanan ini EA’s Blog temukan beberapa makna tentang kemerdekaan… Kemerdekaan yang bukan sekadar posting merah-putih di Instagram, atau pasang bendera merah-putih di halaman rumah.

 

Touring Kemerdekaan

 

Touring Kemerdekaan - Wahana Honda

Rombongan Blogger & Vlogger di Wahana Honda Gunung Sahari

 

Pagi itu suasananya cerah, kami berkumpul sekitar pukul 07:00 di Wahana Honda Gunung Sahari, Jakarta… Sesuai jadwal, setelah mendengar beberapa kata pembuka dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, rombongan Blogger & Vlogger yang mengikuti Touring Kemerdekaan ini pun berangkat dengan dikawal 2 Patwal & Komunitas Honda CB150R Streetfire Jakarta.

Saya kebagian jatah riding Honda Supra GTR150 pada sesi pertama. Sebenarnya sih kepengen pakai CBR250RR yang saat itu disediakan, tapi apalah daya, Vlogger sudah menguasai sang sportbike. Saya yang gear & “lenongan” nya kalah jauh ngalah aja deh… Toh, bisa jadi suatu saat malah dipinjamkan unit tes harian kan? Hahaha, #curhat.

 

Touring Kemerdekaan - Wahana Honda

Bareng komunitas Honda CB150R Streetfire juga….

 

Perjalanan diawali dari Gunung Sahari menuju Bekasi, kemudian dilanjut ke Cikarang. Di perjalanan kami sempat berpapasan dengan beberapa rombongan komunitas motor lain yang juga riding bareng-bareng… Suara klakson, geberan gas, serta lambaian tangan jadi momen yang spesial kala itu. Perbedaan merk, type, kapasitas mesin, dll bukan masalah sedikitpun… Kita sama bikers, sama kepanasan, sama kehujanan, sama menyukai sepeda motor, kenapa harus saling menjauh?

 

Touring Kemerdekaan - Wahana Honda

Ngaso dulu….

Touring Kemerdekaan - Wahana Honda

Yess! Nyobain Sonic 150R (lagi)…

 

Sampai di Cikarang, rombongan istirahat sejenak di SPBU pinggir jalan utama Karawang-Bekasi. Melihat ada Honda Sonic 150R yang begitu menggoda buat digeber, akhirnya EA’s Blog minta tuker pakai dengan Supra GTR150… Beruntung, saat itu Mang Wisnu (viwimoto.com) berkenan. Yaayy!

 

 

Sepanjang Jalan Proklamasi yang terbentang dari Tanjung Pura menuju Rengasdengklok, ada seabrek cara yang dilakukan masyarakat sekitar untuk merayakan hari kemerdekaan… Mulai dari panjat pinang yang tradisional, hingga panggung-panggung pertunjukan yang modern. Luar biasa! Sayangnya, baru sebentar asik menikmati ringan & lincahnya Sang Sonic 150R, rombongan duluan sampai ke Tugu Proklamasi di Rengasdengklok, Karawang… Kok nggak berasa sih? Wkwkwkwk.

 

 

Tugu (Kampanye) Proklamasi & Monumen Kebulatan Tekad

 

 

Sesampai di lokasi, EA’s Blog dikejutkan oleh kondisi Lapangan Tugu Proklamasi penuh sesak dipadati masyarakat. Awalnya saya terkesima, membayangkan betapa besarnya antusiasme masyarakat untuk memaknai perjuangan kemerdekaan yang begitu pedih, begitu berat, dan begitu menyakitkan… Padahal biasanya sepi lho, dan saat itu cuacanya sedang panas terik! Tapi setelah melihat dibalik megahnya tugu proklamasi, ternyata sedang ada acara besar dari sebuah partai politik.

Saya bukan anti salah satu partai politik A-B-C atau Z, karena faktanya saya memang benci yang namanya politik. Tapi ayolah… Kenapa harus di Tugu Proklamasi yang jadi salah satu simbol perjuangan kemerdekaan Indonesia? Di hari yang sangat bersejarah begini? Kayak nggak ada tempat lain yang lebih ramai aja. Ckckck.

 

Touring Kemerdekaan - Wahana Honda

Monumen Kebulatan Tekad, Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat

 

Beruntung, area Monumen Kebulatan Tekad dibiarkan clear dari acara tersebut, tanpa embel-embel bendera politik. Disini, rombongan bertemu dengan ‘kuncen’ Monumen Bersejarah tersebut – yang menjelaskan segala detail tentang 1 hari menjelang diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia… Mulai dari Perjalanan Ir. Soekarno dengan mobil Hardtopnya melewati Jalan Kampung Bojong, bekas markas pasukan Peta (Pembela Tanah Air) yang kini dijadikan Lokasi Monumen, serta sejarah dibangunnya monumen tersebut pada tahun 1950.

 

Touring Kemerdekaan - Wahana Honda

Rumah Djiauw Kie Siong tempat persinggahan Bung Karno

 

Puas dari lokasi monumen, rombongan diarahkan menuju rumah Djiauw Kie Siong, rumah bersejarah tempat singgahnya Bung Karno & Bung Hatta yang ‘diculik’ para pemuda ke Rengasdengklok… Rumah ini memang bukan berada di lokasi aslinya karena telah dipindahkan tahun 1957 silam. Tapi seluruh bangunannya masih asli lho!

Setelah mendapat ilmu dan wawasan tentang sejarah kemerdekaan yang begitu berharga… Seperti biasa, perut langsung terasa keroncongan. Waktunya makan siang! Rombongan pun bersiap riding kembali untuk menuju Restoran Sindang Reret yang berada di Jalan Arteri Tol Karawang Barat – berjarak sekitar 20 km dari lokasi Tugu Proklamasi Rengasdengklok. Untuk kemudian kembali ke Jakarta menggunakan Bus Sewaan pada sore harinya.

 

Kota Pangkal Perjuangan

 

Touring Kemerdekaan - Wahana Honda

 

Buat saya pribadi yang sering bolak-balik Tangerang-Karawang cuma untuk ngapel Neng pujaan hati, perjalanan Touring Kemerdekaan Jakarta – Karawang ini tentu tak seberapa… Tapi jika dibandingkan dengan apa yang dilakukan Bung Karno & Bung Hatta pada 16 Agustus, 72 tahun yang lalu? Justru perjalanan saya yang sama sekali nggak ada apa-apanya.

Tentunya Brosist bisa bayangin dong… Bagaimana rasanya dalam satu malam (16 Agustus 1945) harus jalan pulang-pergi kurang lebih 160 Km, lewat kondisi jalanan tahun 1945 yang entah seperti apa bentuknya, merumuskan naskah paling bersejarah di Indonesia, serta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 2017, pukul 10 pagi, di Jl. Pegangsaan Timur No. 56? Belum lagi ditambah dengan intervensi yang dilakukan Jepang?

 

Jangankan melakukan hal tersebut, Touring Kemerdekaan Jakarta-Karawang naik motor terbaru yang jauh lebih cepat, ditemani kondisi jalan yang jauh lebih baik, sambil disuguhi hal menarik oleh PT. Wahana Makmur Sejati pun sukses membuat rombongan tertidur pulas saat perjalanan pulang naik bus sewaan… Termasuk saya!

 

 

Bayangkan seberapa besarnya keyakinan Bung Karno & Bung Hatta untuk segera memerdekakan Indonesia saat itu? Rengasdengklok, Karawang mungkin bukan jadi kota yang bersejarah tempat diproklamirkannya Kemerdekaan Indonesia, atau jadi lokasi makam bersejarah kedua tokoh proklamator kita… Tapi disinilah tempat bertemunya golongan tua dan muda, 72 tahun silam. Disinilah tempat dimana kemerdekaan tak lagi jadi sebatas angan-angan. Bak dua sejoli yang kini memiliki buah hati bernama Indonesia, disinilah tempat mereka pertama kali bertemu.

Kini saya mengerti sepenuhnya mengapa di dekat Alun-alun kota dulu terdapat slogan besar bertuliskan “Karawang Pangkal Perjuangan”.

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Advertisements

2 comments

  • Fery

    Pertamax!!!! Di artikel sepi komentar

    Jangan lupa kang pada waktu itu pas bulan puasa (cmiiw), kebayang kan capek n mumetnya proklamator kemerdekaan kita
    Belum kalau di hadang di tengah jalan

    Oy kang,sekalian tolong di review tu kang Supra GTR n Sonic khas ala kang Eno tapi aliran Jeremy Clarkson-nya tolong di kurangi kang(kaya kemarin sebut kaya plastik tong sampah) , siapa tahu setelah review 2 produk Honda tersebut nantinya kang Eno bisa dapat kesempatan untuk review harian si RR, kan sama-sama menguntungkan bukan?
    Saran aja kang jangan terlalu pake kata yg ag kasar, pakai kata yg nyentil j cukup, saya tahu kang Eno mah cukup netral ko
    Tahu sendiri kan disini ewuh perkewuhnya cukup besar
    Lagipula ucapan dan tindakan kita pasti di catat sama Allah, kita sama-sama menginginkan j kang

    Btw saya fbh tapi lagi ngumpulin dana buat mt25 second euy, wkwkwkwk

    Nuhun kang Eno

Tinggalkan Balasan