Advertisements
New Honda CBR1000RR SP1 - GIIAS 2017

Intip 10 Keunggulan Honda CBR1000RR SP1 Indonesia Seharga 700 Jutaan!

Lewat pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, PT. Astra Honda Motor akhirnya memboyong superbike terbaru Honda CBR1000RR Fireblade & CBR1000RR SP1 secara resmi ke Indonesia! Berapa harganya, dan apa saja sih keunggulannya?

 

 

Sebenernya EA’s Blog agak malu kalau bahas soal moge keluaran terbaru, apalagi yang kelasnya Superbike seperti CBR1000RR SP1… Maklum, saya salah satu blogger yang paling terbelakang soal icip-icip apalagi testride moge. Takut kenapa-kenapa, bisa-bisa harga diri saya yang digadein, wkwkwkwk! Tapi why not – kenapa nggak dicoba?

 

 

New Honda CBR1000RR SP1 - GIIAS 2017

Honda CBR1000RR SP1 yang mejeng di GIIAS 2017

 

Generasi terbaru Fireblade – setelah 25 tahun menjadi andalan pabrikan sayap mengepak – ini dibanderol seharga Rp. 599 juta untuk versi Standar (Victory Red – ABS), serta Rp. 699 juta untuk varian Honda CBR1000RR SP1! Dengan harga yang fantastis tersebut, apa aja sih yang jadi keunggulan Honda CBR1000RR Fireblade – khususnya untuk varian SP1?

Yuk, langsung aja kita bahas 10 keunggulan superbike flagship Honda yang satu ini…! Kebetulan via pameran GIIAS kemarin, EA’s Blog dapat banyak pencerahan seputar CBR1000RR SP1 dari Pak Edhi Sarwono, Technical Service Division PT Astra Honda Motor.

 

Fokus di Power-to-Weight Ratio

 

 

Berbeda dengan pengembangan superbike lainnya yang mengutamakan sisi power, Honda justru memfokuskan pengembangan CBR1000RR generasi terbaru ini pada sisi pengurangan bobot kendaraan.

Saking terobsesinya mereka dengan penurunan bobot tersebut, Honda bahkan mengaplikasikannya lewat penggunaan mur & baut yang lebih ringan, serta mengubah beberapa part menggunakan logam eksotis yang sangat ringan. Contohnya seperti knalpot cover blok magnesium, serta knalpot & tangki bahan bakar yang terbuat dari titanium – untuk varian CBR1000RR SP1.

 

Rombakan Sasis Terbaru

 

Geometri sasisnya masih mempertahankan versi lawas, namun sejumlah part dirombak untuk menghasilkan bobot lebih ringan

Geometri sasisnya masih mempertahankan versi lawas, namun sejumlah part dirombak untuk menghasilkan bobot lebih ringan

 

Geometri frame milik Honda CBR1000RR generasi sebelumnya masih tetap dipertahankan. Akan tetapi, sasis milik Fireblade generasi terbaru ini dibekali dengan main frame yang lebih tipis untuk mengurangi bobotnya hingga 500 gram, serta memberikan efek kelenturan yang lebih besar 10% untuk jaminan handling yang lebih baik. Bagian sub-frame juga dirombak untuk memperingan bobotnya hingga 800 gram.

Sementara itu, area swingarm dibuat lebih kaku dan tipis dibanding Fireblade generasi lawas untuk membantu kestabilan. Perbedaan antara CBR1000RR standar & SP1? Nah, versi SP1 berbekal frame warna silver alumunium tuh Brosist, dimana versi standar hanya dilabur warna hitam.

 

Makin Slim!

 

New Honda CBR1000RR SP1 - GIIAS 2017

 

Baik Honda CBR1000RR versi standar maupun versi SP1 dibekali dengan desain bodywork yang identik. Hanya saja, CBR1000RR SP memiliki warna & grafis yang lebih sporty, serta tambahan aksesoris cover jok belakang. Desain Fireblade generasi terbaru ini dibuat 15mm lebih slim pada bagian fairing utama, 24mm lebih slim dibagian fairing depan, dan 18mm lebih slim diarea body belakang.

Hasilnya luar biasa lho! Saat dilihat langsung, dimensi keseluruhan superbike 1.000cc ini nggak jauh beda dari CBR250RR – yang notabene hanya berkapasitas 250cc!

 

Electronic Suspension

 

Berbeda dengan Fireblade versi standar yang hanya dibekali suspensi besutan Showa – Honda CBR1000RR SP1 sudah dibekali suspensi Öhlins 43mm NIX30 Smart-EC dibagian depan, serta Monoshock Öhlins TTX36 Smart-EC dibagian belakang. Dan lagi, berbeda dari suspensi standar yang hanya bisa distel manual, kedua suspensi besutan Öhlins ini bisa dikontrol secara penuh lewat pengoperasian elektronik!

Bukan cuma kontrol elektronik, kedua suspensi CBR1000RR SP1 juga bisa membaca situasi dan menentukan setting yang tepat sesuai medan jalanan! Suspensi tersebut mengolah data dari Bosch Inertial Measurement Unit (IMU) yang memberikan input berupa kecepatan putaran roda, putaran mesin (RPM), pengereman, serta throttle position – untuk diolah dan menghasilkan setting suspensi terbaik bagi pengendara.

 

Pengereman & Ban Lebih Advanced

 

New Honda CBR1000RR SP1 - GIIAS 2017

CBR1000RR SP1 telah dibekali dengan suspensi yang bisa dikontrol secara elektronik, serta pengereman & ban yang lebih advanced

 

Berbeda dengan CBR1000RR versi standar yang menggunakan piranti pengereman besutan Tokico serta ban standar Battlax S21, Honda CBR1000RR SP1 telah dibekali dengan sistem pengereman plus karet bundar lebih canggih lho Brosist! Fireblade SP1 hadir dengan kombinasi cakram depan Brembo 4-piston Radial yang terhubung ke Inertial Measurement Unit (IMU) sebagai kontrol Cornering ABS, serta ban Battlax Racing Street RS10 yang punya karakter lebih ngegrip.

 

Kontrol Elektronik

 

Honda CBR1000RR terbaru jadi yang pertama mengaplikasikan kontrol elektronik sepanjang 25 tahun sejarah Fireblade-series

Honda CBR1000RR terbaru jadi yang pertama mengaplikasikan kontrol elektronik sepanjang 25 tahun sejarah Fireblade-series

 

Tak cuma jadi superbike pertama Honda yang mengaplikasikan kontrol elektronik lewat Inertial Measurement Unit (IMU), Honda CBR1000RR generasi terbaru ini juga menjadi superbike pertama Honda yang mengaplikasikan sistem throttle ride-by-wire… Teknologi yang serupa laiknya Honda CBR250RR yang bisa kita jumpai di Indonesia.

 

Knalpot Titanium

 

 

Standar emisi gas buang EURO4 yang semakin ketat, membuat desain knalpot jadi semakin gambot dan bobotnya terus bertambah. Untuk menyiasati hal tersebut, Honda menggunakan material Titanium untuk generasi Fireblade terbaru – membuat knalpotnya semakin ringan, serta lebih cepat melepas panas.

Knalpot titanium ini juga sudah dibekali dengan valve elektronik yang membuka sedikit dalam keadaan pelan (untuk menghasilkan akselerasi maknyus), dan bakal terbuka penuh saat digeber full-throttle (untuk menghasilkan power lebih besar).

 

Rombakan Mesin

 

New Honda CBR1000RR SP1 - GIIAS 2017

Dengan kenaikan power 11 HP plus pengurangan bobot hingga 15 kg, Power-to-Weight Ratio CBR1000RR terbaru meningkat hingga 14%!

 

Mesin Honda CBR1000RR terbaru – baik di versi standar maupun SP1 – dibekali dengan magnesium alternator plus rocker cover, serta penyusutan ukuran bak penampungan oli yang sukses memangkas bobot hingga 2 kilogram! Gear transmisi, radiator dan beberapa part lainnya juga dibuat lebih ringan.

Yang menarik, Honda CBR1000RR SP1 sudah dibekali dengan quickshifter, serta penggunaan assist-slipper clutch model terbaru yang terbuat dari alumunium, membuatnya 10% lebih ringan serta 17% lebih empuk saat pengoperasian tuas kopling. Saya sudah coba sendiri, ajegileeee, koplingnya empuk banget lho! Malah kayaknya sih masih lebih keras kopling ZED deh, wkwkwk….

 

Upgrade Power

 

 

Berbicara soal mesin, nggak lengkap rasanya kalau nggak membahas soal output powernya. Yup, generasi terbaru Fireblade ini diklaim mampu memuntahkan power hingga 189 HP – alias 11 HP lebih besar dibanding versi lawas yang hanya memiliki output power 178 HP. Darimana asal-muasal tambahan power tersebut, Kang Eno?

Yang pertama adalah dibagian internal mesin. CBR1000RR terbaru punya rasio kompresi lebih tinggi hingga 13,0:1 – naik dari versi lawas yang hanya 12,3:1. Area klep juga ikutan dirombak dengan sudut kemiringan yang lebih advanced, membuat putaran mesinnya meningkat dan mampu digeber hingga 13.000 RPM. Ditambah dengan rombakan throttle body yang membengkak 2mm (jadi 48mm) serta penggunaan ride-by-wire, menghasilkan power yang bertambah hingga 11 HP!

 

Improve Power-to-Weight Ratio

 

Honda CBR1000RR SP1 (kiri) & CBR1000RR Standar (kanan)

Honda CBR1000RR SP1 (kiri) & CBR1000RR Standar (kanan)

 

Meski hanya bertambah sekitar 11 HP dibanding power maksimum versi lawas, namun pengurangan bobot total Honda Fireblade yang mencapai 15 Kg (dari semula 210 Kg ke 195 Kg), membuat sang CBR1000RR terbaru ini memiliki power-to-weight ratio yang 14% lebih baik dibanding pendahulunya – bahkan lebih baik dibanding beberapa superbike lain meskipun power maksimumnya hanya 189 HP.

Artinya apa? Yup, sang Fireblade tak hanya menawarkan sensasi kecepatan tinggi yang khas ala Superbike, tapi juga handling serta kelincahan bermanuver yang lebih baik!

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Advertisements

7 comments

  • yohaan

    Daya tahan mesin gmn kang? Kl bwm hp4 katanya cuma 5000km harus ganti mesin…

    • enoanderson

      Soal persyaratan di Indonesia saya lupa nanya euy, tapi kalau diluar – meskipun mesinnya ditune lebih advanced – tapi servis intervalnya tetap per 13.000 Km sekali.

  • koq di superbike ni motor kurang advanced ya, apa gara2 hrc gak ikut nge-tune nih motor

  • silent reader

    Ini motor yg juara di media luar negri ya , apa itu namanya yg di bahas om leo, mengalahkan ducati, zx10 dan yg lain nya juga, dari total keseluruhan nilai .. fireblade ini yg jadi best 2017

  • abc

    kang bukanya itu foto yg terakhir cbr1000rr kanan kiri versi standar semua ya? soalnya frame nya semuanya warna hitam sama dua2nya ada step buat boncenger. undercrowl juga yg sp 1 warna putih. bukan warna merah.

Tinggalkan Balasan