Advertisements
Suzuki Hybrid Turbocharger

Hybrid Turbocharger, Mesin Masa Depan Suzuki yang Terlupakan!

Yang bakal kita bahas kali ini bukan Turbocharger biasa seperti yang kita diperkenalkan Suzuki lewat Recursion Concept atau XE7 – Melainkan Hybrid Turbocharger besutan Suzuki yang prinsip kerjanya mirip seperti mobil Formula 1! What the hell…!

 

 

Sejak awal tahun 2012 lalu, Suzuki diketahui melakukan riset besar-besaran untuk teknologi variable valve timing (VVT), serta forced induction laiknya (Turbocharger)  – untuk dunia roda 4 dan sepeda motor kelas big bike. Meskipun baru sebatas VVT yang terwujud di GSX-R1000 versi terbaru, namun geliat mereka untuk mengembangkan turbocharger layak untuk mendapat apresiasi… Contohnya kayak yang satu ini nih, Hybrid Turbocharger yang pernah mereka patenkan pada 2015 silam.

 

Suzuki Hybrid Turbocharger

Mesin Hybrid Turbocharger yang pernah dipatentkan Suzuki

 

Konsep Hybrid Turbocharger dari Suzuki ini bukan hanya memanfaatkan tekanan gas buang dari knalpot untuk memutar turbin – yang bakal diolah untuk menghasilkan ledakan power tambahan… Apa yang dilakukan oleh Suzi, adalah menambahkannya dengan 2 buah Motor Generator Unit (MGU) yang berfungsi menyimpan tenaga yang terbuang (contoh ketika deselerasi).

 

Satu generator dipasang dibelakang engine untuk membantu memutar gearbox, sementara generator satunya lagi membantu memutar turbin di perangkat Turbocharger. Sumber tenaganya darimana Kang Eno? Ya pastinya dari tenaga yang terbuang tadi! Masih bingung? Sudah baca artikel EA’s Blog terdahulu tentang Turbocharger di sepeda motor? Kalau belum, silahkan dibaca-baca dulu supaya ‘mudeng’ dengan bahasan selanjutnya…

 

Suzuki Hybrid Turbocharger

Unit generator ini memanfaatkan tenaga yang tidak terpakai saat deselerasi, untuk disimpan dan dilepaskan kembali saat throttle gas kembali dibejek… Prinsipnya mirip MGU-K di Mobil F1!

 

Pada momen menurunkan kecepatan (sewaktu ngerem atau nurunin gas), pastinya bakal ada energi yang terbuang percuma. Nah, energi tersebut lah yang coba dimanfaatkan Suzuki untuk menghasilkan tenaga cadangan yang nantinya disimpan dalam baterai. Daya yang disimpan di baterai ini digunakan untuk memutar 2 motor yang terletak di depan & belakang mesin.

 

 

Unit motor dibelakang berfungsi memutar gearbox untuk mempercepat respon throttle… Memberikan dorongan power tambahan di low RPM yang jadi penyakit motor multi silinder. Sementara unit motor yang di depan berfungsi memutar turbin turbocharger saat throttle gas kembali dibejek… Memberikan bantuan boost di low RPM hingga RPM tinggi. Dan canggihnya, kedua generator tersebut bakal kembali menyimpan tenaga terbuang ketika rider melakukan deselerasi.

 

MGU-H di Formula 1 yang berfungsi untuk menyimpan putaran turbin yang useless, kemudian disimpan dan digunakan untuk memutar turbin kembali ketika dibutuhkan!

MGU-H di Formula 1 yang berfungsi untuk menyimpan putaran turbin yang useless, kemudian disimpan dan digunakan untuk memutar turbin kembali ketika dibutuhkan… Say goodbye to Turbo Lag!

 

Efeknya? Banyak banget! Nggak ada lagi yang namanya turbo lag atau jeda kekosongan power, karena putaran turbo dibantu oleh motor generator (MGU)… Selain itu akselerasi yang dihasilkan bakal meledak-ledak di seluruh rentang RPM, karena bantuan dari unit generator yang memutar Gearbox.

Dengan demikian, akumulasi ledakan tenaga yang dihasilkan bakal jauh lebih besar dibanding turbocharger standar – di rentang RPM berapapun, dan tanpa efek minus apapun… karena unit generator & baterai tersebut mampu memutar turbin hingga 20.000 RPM dalam sekejap – putaran yang bahkan lebih besar dibandingkan dengan efek dari gas buang knalpot.

 

Makanya nggak heran pada patent resminya, Suzuki mampu mengklaim mesin 1.000cc (atau kapasitas yang setara Superbike) dengan ‘doping’ Hybrid Turbocharger mampu mengail 300 HP dengan sangat mudah… Itu belum ditambah power dari motor listrik yang memutar gearbox lho! Menurut EA’s Blog, potensi Hybrid Turbocharger ini bahkan bisa lebih spektakuler sekalipun dibanding Supercharger eksotis di Kawasaki H2R. Kenapa?

 

 

Yup, karena teknologi Hybrid seperti ini juga dimanfaatkan oleh produsen roda 4 untuk menghasilkan power yang fantastis di mesin mereka. Contoh yang paling sering kita dengar tentu ada di mobil Formula 1 yang menerapkan teknologi amat sangat mirip dengan nama MGU-H (Heat – Turbo) & MGU-K (Kinetic – Drivetrain). Meskipun kehilangan lengkingan suara fantastis ala mesin Naturally Aspirated, tapi pastinya nggak ada yang meragukan power yang dihasilkan mesin Hybrid F1 kan? Good!

 

Prinsip yang sama juga bisa kita temui di Hybrid Hypercar laiknya McLaren P1 & Ferrari LaFerrari yang jadi mobil idaman EA’s Blog – bedanya Hybrid Hypercar tersebut mengolah tenaga useless tadi ke motor elektrik tambahan. Selain mampu menghasilkan power fantastis, mesin tersebut juga dikenal punya akselerasi mengerikan, serta efisiensi tinggi dibanding mesin Non-hybrid yang mampu mencapai power serupa… Jadi nggak heran kalau tipe mesin Hybrid seperti ini sering disebut sebagai “mesin masa depan”.

 

 

Untuk penerapannya di motor produksi, Suzuki sendiri masih bungkam. Sementara untuk penerapannya di dunia Roda 4, EA’s Blog kurang paham karena bukan ahli di kategori tersebut (silahkan ditambahkan). Bahkan patent yang diperkenalkan tahun 2015 lalu ini (mungkin) bakal terlupakan kalau nggak EA’s Blog bahas, wkwkwkwk…

 

Tapi, jika dalam beberapa tahun kedepan Suzuki mampu mewujudkannya kedalam motor versi produksi masal – baik itu road legal (kayak Ninja H2) atau track-only (kayak Ninja H2R) – produk tersebut pastinya bakal jadi yang one hell of a kind!

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

Advertisements

12 comments

  • jimmoth

    efisiensi

  • Purnamor

    Bukan suzuki namanya kalo ga gila soal power kang eno. Apalagi buat hajar kawasaki yg notabene rival abadi dari era hayabusa vs zx14

    Honda yamaha mah nonton aja udah gausah latah ikutan

  • dden

    Nu ku saya panasaran pisan kang,
    sgimana energi nu dihasilkan ti deselerasi,,! padahal kan seringna rider ngebejek gas, dgn sedikitnya frekuensi deselerasi dan dalam waktu yg sebentar pula proses deselerasi, sberapa besar energi nu dihasilkeun ?

    • Candraajah

      Deselerasi, besar kok kang tenanganya.. mainkan rasio gigi antara generator dan gir deselerasi, misalnya 1:10 setiap deselerasi kita anggap 1 tapi energi yang tersimpan 10, sangat besar kan, deselerasi pasti kan ga mungkin akselerasi terus, tentu Suzuki mempertimbangkan teknologi ini kelebihan dan kekurangannya secara detail.

  • anonimus

    Kalo masuk sini bisa kena pajak besar karena dianggap mesinnya ada dua (hadeuuh..) :v

    Btw, coba mang eno tonton review ertiga dieselnya otodriver, keqnya mirip2 cara kerjanya cuman kalo di ertiga dia lebih mirip esp honda, generatornya jadi buat muter mesin pas lagi keadaan mati ke idup lagi

  • Stevanie

    Udah ada om di ertiga hybird,…. Sayangnya ignis yg dimari malah di hilangkan tuh fitur…..huft……..

  • B lmp

    Suzuki itu lamban.. Hayabusa consep aja dri 2015 sampe skrng entah berentah kapan lahirnya

    • Busa_tio

      Betul itu adanya.
      Dulu injection di motor bebek pertama konsepnya diperkenalkan di motor Smash pas pameran di Thailand. Tp yg nongol duluan versi mass pronya malah Supra X125.
      Gitu jg motor konsep fenomenal G-Strider hanya sebatas prototipe, begitu ada produk massal pro jadinya Vultus.

  • Kamad

    Sayang untuk saat ini SIS cuman sedia moge vstrom tok di indonesia, pilihan yg kurang bgt

  • Mantaaapp…

    Komen dulu ah. Baru lanjut baca. Panjang euy…

Tinggalkan Balasan