Advertisements
Plant Tour Pabrik PT. Astra Honda Motor Karawang 2

Plant Tour Pabrik PT. Astra Honda Motor Karawang, Intip Rahasianya Yuk!

Kunjungan ke Pabrik PT. Astra Honda Motor ini terasa nostalgic untuk EA’s Blog… Kenapa? Karena sekitar tahun 2011 lalu – sewaktu pabrik ini masih dalam proses plan & pembangunan – saya pernah punya niat untuk melamar kerja di tempat ini. Alhamdulillah, 6 tahun berselang saya (sendirian) diperbolehkan masuk oleh satpam, tapi statusnya sebagai tamu yang bakal “obrak-abrik” plant produksinya.

 

 

Awalnya, awalnya banget nih ya, saya kira acara ini diadakan untuk launching Honda CRF150 yang memang sudah ditunggu-tunggu dan konon siap dirilis dalam waktu dekat. Tapi setelah mendengar pidato para petinggi AHM yang meyakinkan saya kalau acara ini hanya sekadar Halal bi Halal & Kunjungan Plant, yahhh, yaudah deh, hitung-hitung silaturahmi sama rekan blogger & vlogger dari jauh… Ada 50-an lebih lho! Kapan lagi bisa kumpul sebuaanyaak ini dalam satu acara.

Beruntung, pada akhir sesi ada penjelasan kalau hari ini juga bakal ada plant tour di Plant 4 & Plant 5 Pabrik PT. Astra Honda Motor. Nah ini dia… Akhirnya semangat kembali datang, bahkan kali ini tanpa butuh foto menggoda Aura Kasih! Setelah pakai topi dan radio komunikasi, yuk kita bongkar isi pabrik AHM!

 

Plant Tour Pabrik PT. Astra Honda Motor Karawang 2

Plant Tour Pabrik PT. Astra Honda Motor Karawang Dimulai dari Plant 4 (Skuter Matik)

 

Perjalanan rombongan dimulai dari Plant 4 yang digunakan sebagai basis produksi skuter matik Honda… Disinilah lokasi kelahiran duet maut BeAT – Vario yang penjualannya bak kacang goreng diluaran sana! Melihat mekanisme produksi di plant ini, sejujurnya sih nggak terlalu jauh beda dari Pabrik Suzuki Tambun (Motor) ataupun Pabrik TVS yang juga pernah saya kunjungi sebelumnya.

Apa yang paling membedakannya dengan pabrik lain (yang pernah EA’s Blog jelajahi), yang pertama mungkin (karena jari saya nggak cukup buat menghitung) adalah jumlah manpowernya… Masif! Kunjungan Blogger inj diadakan pada hari sabtu – which is hari libur – tapi karyawannya jauh lebih buanyaakk dibanding yang saya temui di pabrik TVS.

 

 

Dan tahukah Brosist sekalian? Orang sebuuaaanyak itu dikumpulkan untuk overtime (lembur), ternyata cuma untuk produksi Honda BeAT eSP doang! Karena saat melirik ke lokasi assembly (perakitan) yang lain, produksi Vario 150 sedang diliburkan. Ajegile deh effort PT. Astra Honda Motor untuk mempertahankan penjualan BeAT yang gila-gilaan… Karyawan kenyang, Honda senang!

Yang kedua adalah prosesnya yang jauh lebih otomatis dan efisien dibanding pabrik yang lain. Disini, kita lebih gampang melihat frame, part body, serta part skutik lainnya “beterbangan” dari conveyor melewati satu line, ke line produksi lainnya yang terhubung secara sistematis. Jarang banget ada operator bawa part pakai motor pengangkut khusus atau trolley – seperti di 2 kunjungan plant saya sebelumnya.

 

Vario 150 Jawa Barat 1

Skuter matik ini jadi salah satu yang diproduksi di Plant 4 Pabrik PT. Astra Honda Motor

 

Selain ke lokasi perakitan (assembly), rombongan juga diajak melihat berbagai area produksi skuter matik Honda, mulai dari welding, plastic injection, painting, dan yang lainnya… Oiya, ada beberapa hal yang jadi pengamatan saya selama berada di lokasi, dan mungkin bakal seru kalau kita diskusikan bareng-bareng disini:

 

– Berbeda dengan Pabrik PT. Suzuki Indomobil Motor (Tambun) yang mencetak, mengelas dan mengecat frame sendiri dari bagian terkecil hingga yang segede gaban, PT. Astra Honda Motor memanfaatkan vendor untuk mengelas (welding) bagian-bagian kecil hingga membentuk part frame.

Di Pabrik Honda, bagian-bagian frame tersebut kemudian dilas menggunakan teknologi robotic (ada juga yang pakai manual untuk bagian sulit dijangkau) menjadi satu kesatuan sasis yang utuh sebelum dicat menggunakan metode celup. Berlaku untuk skutik (BeAT – Vario), hingga Sport (CB150, CBR150 & 250RR).

 

– Tidak seperti dugaan saya sebelumnya, Plant 4 & 5 Pabrik PT. Astra Honda Motor ternyata sudah mencetak dan membuat part plastik sendiri – seperti halnya yang saya temui di pabrik Suzuki. Lucunya (atau sayangnya), meskipun sudah diproduksi secara mandiri, tapi bagian plastik berbahan kulit jeruknya masih mudah digores bahkan cuma menggunakan kuku jari.

 

– Area painting Honda sangat tertutup dan rombongan tidak diijinkan untuk melihat proses didalamnya. Tapi bisa saya laporkan, sistem pengerjaannya adalah yang paling canggih dari seluruh pabrik yang pernah EA’s Blog sambangi sebelumnya – robot, robot & robots everywhere! Tapi hasilnya kok masih “begitu” ya?

 

Review Honda CBR250RR

Waktunya “obrak-abrik” line produksi Honda CBR250RR di Plant 5 Pabrik PT. Astra Honda Motor Karawang

 

Selepas mengobrak-abrik Plant 4, kini waktunya rombongan melihat area produksi di Plant 5 yang jadi basis produksi motor sport Honda mulai dari New CB150R, All-New CBR150R, hingga sportbike 250cc favorit saya pribadi Honda CBR250RR! Sewaktu melihat area produksi sport 150cc sih rasanya nggak terlalu spesial, karena sejujurnya nggak terlalu jauh berbeda dari proses produksi BeAT yang diceritakan sebelumnya. Tapi saat melihat line produksi Honda CBR250RR, my god that was amazing!

 

Kenapa luar biasa? Ini alasannya…

 

– Pertama masuk ke line produksi Honda CBR250RR rasanya cukup aneh, karena terdapat seperti “rel” khusus yang ditutup selotip warna hitam-kuning. Usut punya usut, ini ternyata digunakan sebagai jalur trolley otomatis pengangkut part pendukung produksi Honda CBR250RR! Kenapa pakai trolley yang otomatis segala, Kang Eno? Ini dimaksudkan untuk mengurangi tugas pekerja tanpa harus repot dorong-dorong trolley yang ukurannya lumayan besar dan pastinya berat.

 

– Area perakitan mesin Honda CBR250RR adalah yang paling canggih dari semua plant produksi yang pernah saya kunjungi sebelumnya. Jika perakitan mesin tipe lain dilakukan diruangan terbuka seperti kompetitor lain, perakitan mesin CBR250RR dilakukan di ruang tertutup – dimana suhu & kelembabannya didalamnya diatur sedemikian rupa. Konon kata instruktur pembimbingnya sih area di dalam rasanya lebih kering & dingin.

Kenapa harus diatur segala sih, Kang Eno? Hal ini bertujuan agar tak ada partikel kecil – seperti debu contohnya – yang menggangu dalam proses perakitan mesin CBR250RR… Selain itu, saya yakin, suhu didalamnya diatur agar part internal mesin tetap terjaga kestabilan metalurginya sampai dirakit menjadi 1 unit mesin sampai utuh.

 

 

– Selain pengaturan suhu dan segala rupa, area perakitan mesin Honda CBR250RR juga dipenuhi sensor-sensor elektronik yang terhubung ke layar monitor. Sensor ini berfungsi untuk mengecek kepresisian pemasangan part di mesin sang sportbike 1/4 liter.

Setiap ada kesalahan kecil dari operator produksi, ataupun proses yang belum terselesaikan, sensor langsung memberikan peringatan lewat layar – yang kemudian menghentikan seluruh proses perakitan mesin. Terlihat jelas, sangat jelas, Honda nggak setengah-setengah untuk aspek permesinan Honda CBR250RR. Cukup satu kata untuk menggambarkannya: Awrakasi!

 

– Hasil akhir unit mesinnya? Amazing! Brosist bisa tanya langsung ke rekan blogger lain betapa mulus, kinclong dan seksinya mesin CBR250RR dibanding mesin-mesin tipe lain yang masih diproduksi di pabrik yang sama.

 

– Selesai menjadi 1 unit mesin secara utuh, mesin tersebut kemudian dirakit menjadi 1 unit Honda CBR250RR di area yang kini terbuka laiknya tipe-tipe lain… Bedanya, line assembly CBR250RR ini nampak lebih luas dan (kelihatannya) lebih ketat dibanding line produksi BeAT, Vario, ataupun sport 150cc. Sialnya, saat kunjungan tersebut line produksi Honda CBR250RR sedang libur. Damn! Padahal EA’s Blog pengen banget lihat proses produksinya secara langsung.

 

 

Sayang, saat itu moment plant tournya terasa agak terburu-buru karena mengejar waktu sebelum proses produksi selesai (baca: karyawan pulang)… Tapi nggak masalah, alhamdulillah, nambah lagi satu ilmu baru buat EA’s Blog. Ilmu model begini nih yang jauh lebih berharga dari effort saya jauh-jauh dari Tangerang ke Karawang demi ikut acara ini.

Sedihnya, karena line produksi sudah dipastikan tak diperbolehkan membawa kamera, akhirnya saya pun pasrah karena foto yang diambil internal PT. Astra Honda Motor nggak ada satupun yang dikirimkan, wkwkwkwk… Pada akhirnya buat yang nggak percaya –  karena nggak ada foto – anggap saja Hoax!

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist… 

 

Advertisements

7 comments

  • Fans Boy Katro

    Masih di undang juga Kang Eno, padahal kritikannya Kang Eno kalau buat ulasan motor cukup menyayat hati, ekekekekek. Mantap kang lanjutkan kritikan yg real, biar konsumen lebih tau tentang pemotoran di Indonesia.

    • CBeAT

      Itulah hebat ahm masbro…
      Dari sini jg sdh keliatan mana pabrikan yg mau dkriktik sadis tapi msih ttp wellcome..
      Jg keliatan mana blogger yg gentle..
      Bukan pabrikan dikritik tapi Bapernya ampun…
      Bukan blogger yg nyinyir tapi diundang gak pernah dateng.. Entah malu gk sudi atau apa..

  • dimdim

    robot, robot & robots everywhere! Tapi hasilnya kok masih “begitu” ya?

    ~mungkin robotnya buatan Tiongkok mang

  • B lmp

    Pertanyaanya setelah ini msh adakah artikel tong sampah?
    Ada lho bloger yg biasa nyinyir eh pas sering di undang sering di empani kok artikelnya apik” skrng dan gak pernah nyinyir lgi

  • like this info..
    brovo broda

  • widhy980

    Soalnya kalo pake robotic paintingnya lebih mudah diatur ketipisan lapisan catnya bang … eh ketebalannya ding … 😀

  • rifkiplick

    wow… udah diundang masih dicacatin terus… Lanjutkan!!

    Btw, besok kira2 mau ngundang lg gak ya? Wkwkwk…

Tinggalkan Balasan