Advertisements
Common Parts

The Power of “Common Parts” !

Common Parts, 2 kata yang juga punya 2 pemahaman yang berbeda… Bagi produsen sepeda motor diartikan bak dewa penyelamat, sementara dari sisi konsumen dianggap sebagai bentuk kemalasan produsen untuk berkreasi. Bagus atau nggak sih, menurut Kang Eno?

 

 

Pertama, kita harus tahu dulu maknanya… Common Parts pertama kali saya dengar saat ditulis di blog papan atas – wak haji tmcblog – untuk menggambarkan kesamaan parts antara satu produk dengan yang lainnya. Kita ambil contoh mesin K56-series yang kini dipakai di Honda Sonic, New CB150R, All-New CBR150R, serta Supra GTR… Atau (yang lebih spesifik) Gear-set di Kawasaki Ninja 250FI, Z250, Ninja 250SL & Z250SL misalnya. Mesin & gearsetnya sama persis kan? Nah, itulah yang disebut dengan common parts! Sudah jelas? Yuk dilanjut.

 

Common Parts Vario 125 Old vs New Vario 125 eSP

Vario 125 FI & New Vario 125 eSP – Beda generasi tapi tetap punya banyak kesamaan parts

 

Bukan hanya antar produk yang berbeda tipe, common parts juga masih bisa kita temui di produk lawas dan yang baru dirilis. Old Vario 125 & Vario 125 eSP contohnya… Meskipun Vario 125 eSP terbaru dibekali seabrek ubahan di sektor tampilan & kaki-kaki, namun di beberapa bagian seperti suspensi, pengereman, filter udara, dan yang lainnya masih sama aja kok dengan versi lawasnya.

 

 

Terus apa bagusnya, Kang Eno? Tergantung! Kalau melihat dari sisi pemakai, common parts sebenarnya adalah keuntungan tersendiri, mengingat sang pemilik jadi lebih mudah mencari sparepart yang dibutuhkan – khususnya yang bersifat fast moving (harus diganti dalam periode tertentu)… Sebagai contoh kampas rem Z250SL, motor ini punya angka penjualan yang nggak lebih banyak dari Honda CBR250R tahun 2011-2012 lalu. Sparepart? Teorinya pasti susah, mahal pula. Saya masih ingat membaca artikel blogger pemilik CBR250R yang menghabiskan budget Rp. 700.000 cuma buat kampas rem – sebelum akhirnya part aftermarketnya tersedia dipasaran.

 

Kawasaki Z250SL ZED

 

Tapi karena kampas rem Z250SL Common Part dengan Ninja 250, so, saya juga bisa ganti kampas milik sang kakak 2 silinder yang laris manis dipasaran, begitupun dengan subtitusinya… Mulai dari kampas Supra yang murah meriah, hingga Aftermarket yang bejibun tipenya (ingat! motor laris, sparepart aftermarket pendukung pasti ikutan melimpah – berlaku sebaliknya). Hal yang sama juga bisa kita temui di part mesin hingga kaki-kaki BeAT FI, Scoopy FI (yang laris manis), serta Vario FI & Spacy (yang kurang laris).

 

 

Coba kalau kasusnya seperti Honda CBR250RR Inline-4, CBR250R Single & CBR250RR… Nah, ketiga produk tersebut sama-sama merupakan sportbike 250cc andalan Honda, namun ketiganya punya spek yang jauh-uh-uh berbeda antara satu dengan yang lainnya – alias nggak common parts. Efeknya sangat bagus untuk melihat grafik perkembangan sportbike Honda, tapi disisi lain juga agak menyusahkan ketika butuh part yang sifatnya mendadak. Ketiganya nggak mungkin bisa sharing velg & part mesin seperti user matik 110cc Honda, atau sharing komstir saat dibutuhkan seperti kasus Z250SL saya diatas.

 

Common parts jadi biang kerok 4 motor Honda punya penyakit rantai "kemrecek"

Common parts jadi biang kerok 4 motor Honda punya penyakit rantai “kemrecek”

 

Tapi nggak selamanya common parts jadi sebuah poin positif. Contohnya seperti mesin & gearset di generasi K56 Honda… Alih-alih membuat 4 motor punya tipe mesin & gearset yang serupa (cuma beda ukuran gear), yang terjadi Honda malah membuat 4 motor tersebut punya penyakit tensioner & rantai “kemrecek” yang juga ikutan sama. Begitupun dengan buritan di GSX-R150 & GSX-S150… Niatnya sih membuat tampilannya jadi sporty bergaya sportbike plus menghemat ongkos development & produksi, tapi yang ada malah menyusahkan – nggak sesuai dengan kodrat GSX-S150 sebagai motor harian yang friendly.

 

 

Well… Common parts nggak selamanya diartikan secara negatif kok! Jika ditempatkan secara benar di part fast moving dan rentan bermasalah, trik penghematan produsen sepeda motor ini malah bisa diartikan sebagai sesuatu yang baik. Akan tetapi perlu diawasi juga… Karena nggak lucu juga kalau akhirnya satu motor dengan yang lainnya cuma beda secuil gara-gara terlalu memaksakan common parts… Amati dan awasi terus, jangan sampai kasus BeAT Street jilid 2 terulang!

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist… 

 

 

Advertisements

14 comments

  • Stevanie

    Gue like write style lu bro

  • dden

    Boga panyakit keturunan, diabetes, jadina klotok2, kemrecek, nu bunyi lain mesin tapi brisik rantena,,,

  • miko

    Kang..
    Curhat sambil nanya dikit.
    Desember kemarin ane beli cbr 150 k45g dengan engine overstroke. Kira-kira apa mungkin bisa cbr k45g ane misal ganti mesin plus sensor2 injeksi dll, pakai mesin k45 dengan segala sensornya? Atau mungkin pakai sekalian punya cbr thailand gen 2? Mohon dijawab, trims.
    #rinduoverbore

    • lu salah beli motor, harusnya lu beli CBR250R seken atau baru derange harga 35jt an.

    • enoanderson

      Sekalian nyari mesin cbr250r segelunggung aja kang. Sering lihat iklannya soalnya, dijamin juoss!

    • Free1

      wah… no offense ya… tapi kalau engine swap k45a ke sasis k45g susah bro… rangkanya aja beda… mending ganti motor aja… peace lho…

  • Yang common parts penyakit honda kena banget bro……hehehe
    Kang, mau tanya kalo gsx s itu ada getar’a g sih selama di bawa contok seperti pulsar n old vixion walawpun cuma sedikit.

  • Ceberus

    Tapi yg paling parah sih matic yamaha kang *khususnya 125cc kebawah

    Dari jaman empu gandring bikin keris sampe sekarang bikin laptop desain velgnya masih gitu* aja.. Beda sama honda yg tiap maticnya velgnya beda*.. (Beat, vario fi, vario 125 & 150, scoopy)

  • Setuju, cs1 yg menyedihkan penjualannya. Tapi beberapa spere partnya common part dengan motor honda lain. Jadi masih bisa di piara sampe saat ini.

  • New VegaR saya shock breaker belakang sama kabel speedo pakai punya JupiterZ. Segala macam kampas (rem / kopling) kemarin abis ganti pastinya common part juga sama Jupiter.

    Kelemahannya ya kalau ada minus di suatu part, semua model yg pakai ikut kena. Komstir bebek Yamaha menurut saya kurang bandel. Pengalaman saya tetangga depan rumah rider CB150 pulang kerja aja saya tau dari suara rantenya.

  • Fansboyholix

    Common part itu istilah yg sring dipake ketika motor tirai bambu datang menjajah diera 2000an..para salesnya tanpa malu mengatakan “ga usah khawatir dgn sparepart, semuanya sepakean dgn hondah”..

  • Setdah

    Banyak..sampe2 beda merk pun bisa..ky ompas kopling tiger,mega pro lama..bs di pasang di vixion..kampas rem dpn dtracker bs pake mega pro..

  • tukang tanya

    common parts SL sama kakak2nya apa aja sih kang?

Tinggalkan Balasan