Advertisements
Dovizioso Mugello 2017 5

Forza (Pebalap) Italia!

Buat para fans sepakbola Italia yang kecewa karena semalam Juventus dibantai Real Madrid, berbahagialah, karena di balap MotoGP pebalap Italia sukses mempecundangi pebalap Spanyol di semua kelas sekaligus!

 

 

Ada yang unik dari gelaran GP Mugello 2017 barusan… Bukan karena perseteruan Vinales vs Rossi yang makin memanas, tapi tentang Pebalap Italia yang entah kerasukan dedemit apa, tiba-tiba langsung on fire saat main kandang. Bukan cuma di kelas MotoGP lho ya, tapi juga di kelas Moto2 & Moto3 sekaligus!

Nah, karena tadi Moto2 (apalagi Moto3) nggak ditayangkan di stasiun TV Transjakarta77, jadi nggak ada salahnya kalau EA’s Blog sedikit bahas juga 2 balap penjenjangan ke MotoGP tersebut deh! Jangan salah lho, balap Moto3 itu 46% lebih seru dibanding balap MotoGP.

 

Moto3

 

Sky Racing Team VR46 - Andrea Migno 2

Andrea Migno (16) & Fabio Di Giannantonio (21) – The Local Hero!

 

Khusus di Sirkuit Mugello – yang sekaligus menandai 60 seri Sky Racing Team VR46 berkiprah – mereka menggunakan livery spesial dengan corak ala bendera Italia, merah-putih-hijau… Tapi, itu bukan berarti Tim balap milik Valentino Rossi ini seketika jadi unggulan, karena sebenarnya EA’s Blog lebih menjagokan Joan Mir & Romano Fenati sebagai kandidat jawara Moto3 Mugello. Kenapa? 

Simpel, karena kita nggak perlu meragukan bagaimana skill & konsistensi keduanya… Selain itu, tunggangan keduanya adalah Honda NSF250RW, motor yang jauh lebih berprestasi dimusim 2017 dibanding KTM RC250R yang digunakan Tim Sky VR46. Terlebih trek lurus (straight) Mugello terkenal sebagai salah satu yang terpanjang, which is menguntungkan motor Honda.

 

Sky Racing Team VR46 - Andrea Migno

 

Tapi di akhir race? Siapa sangka… Bukan Fenati, bukan Mir, bukan McPhee, bukan Bulega, malah Andrea Migno yang jadi jawara! Padahal EA’sBlog pun baru dengar namanya sekarang. Setahu saya, Migno adalah pebalap kedua di Sky Racing Team VR46 Moto3, dibawah Nicolo Bulega yang jadi pebalap utama… Jadi saya nggak kaget saat wawancara seusai race do’i berkata “Saya nggak tahu apa yang terjadi tadi, tapi terasa incredible” – lahwong dia sendiri juga nggak nyadar bisa di posisi pertama.

 

 

Dan bukan cuma Migno, Fabio Di Giannantonio juga nggak kalah kesetanan – kayak pakai NOS di straight lurus sirkuit Mugello. Do’i sukses sabet runner-up, sekaligus berkali-kali memimpin jalannya race Moto3 yang amit-amit mendebarkan. Jatah podium kemudian dilengkapi dengan seorang pebalap Spanyol keturunan Che Guevara: Juanfran Guevara, wkwkwkw…

Kemana Fenati, kemana Mir, kemana Bulega? Ketiganya mungkin punya skill-to-win, tapi yang jelas mereka kalah will-to-win di Moto3 Mugello.

 

Moto2

 

Mattia Passini Moto2 Mugello 2017

Mattia Pasini – Pecundangi Alex Marquez & Thomas Luthi dengan style “Classic Overtake”ala Rossi

 

Feeling kuat kalau Moto2 juga bakal dijuarai oleh pebalap Italia hadir saat Franco Morbidelli sukses menyingkirkan Alex Marquez (which is incredibly brilliant) di detik-detik akhir sesi kualifikasi… Kesimpulan awal sebelum race, Tim Marc VDS Kalex Moto2 pasti bakal happy bisa finish 1-2, dengan Morbidelli yang keluar sebagai juara. Tapi setelah 10 lap berselang, who the hell is Pasini!?

Mattia Pasini, pebalap kawakan yang tiba-tiba jadi sensasi sepanjang Free Practice & Kualifikasi, tiba-tiba (lagi) mengacaukan duel antara Alex Marquez & Thomas Luthi – meninggalkan Franco Morbidelli yang nampak from-hero-to-zero di posisi 4 tanpa progres signifikan. Nggak hanya membuat 2 rider lainnya kesusahan, Pasini juga sukses mengadopsi style overtake “Classic Mugello Overtake” ala Valentino Rossi dan merebut posisi pertama.

 

 

Momen yang mendebarkan datang ketika memasuki last lap… Meski kalah di straight Mugello oleh motor Marc VDS & CarXpert Interwetten, ajaibnya, Pasini mampu menyalip Marquez & Luthi masing-masing hanya lewat 2 tikungan menjelang last corner! Meski terus dikuntit dan jadi sasaran slipstream kedua pebalap dibelakangnya, tapi pebalap berusia 31 tahun tersebut sukses mempertahankan posisi pertama hingga bendera finish dikibarkan… What a race! 

 

MotoGP

 

 

Setelah Moto3 & Moto2 dikuasai oleh pebalap Italia, bukankah bakal semakin dramatis kala “The Local Hero”, Valentino Rossi yang jadi kampiun di GP Mugello? Di depan ratusan ribu para fansnya yang asap flare-nya terinspirasi suppoter sepakbola Indonesia?? Ya, begitulah yang EA’s Blog fikirkan kala itu… Setidaknya hingga pertengahan race – sampai prediksi tersebut terbukti salah (lagi).

Jorge Lorenzo hanya mengigit di awal race, RC213V Honda terbukti jadi bintang paling lemot di Mugello (yang bahkan nggak mampu salip Bautista – pebalap tim satellite kuadrat), sementara sosok yang diunggulkan? Yes, Valentino Rossi justru lebih nyaman melihat duel Petrucci vs Vinales vs Dovizioso dari posisi ke-4. Yang sedihnya, nggak berubah sampai akhir race.

 

Pebalap Italia Kuasai MotoGP

Dovi & Petrucci sempat membuat YZR M1 ngos-ngosan

 

Kisah Heroik justru ditunjukkan oleh Danilo Petrucci & Andrea Dovizioso. Bermodal motor yang bagaikan rocket vengeance di Straight Mugello, Maverick Vinales yang digadang-gadang memiliki skill lebih mumpuni dari Marc Marquez pun dibuat nggak berdaya selama 20 lap… YZR M1 yang near-perfect di segala karakter sirkuit dibuat ngos-ngosan oleh motor Team Sattelite & Rocket Ducati.

Kredit layak diberikan pada Danilo Petrucci, pebalap spesialis hujan ini membuktikan kalau dirinya juga bertaji ketika main di kandang, meski hanya bermodal “motor kasta kedua” – dengan menahan laju Vinales sampai 2-3 lap jelang finish.

 

Dovizioso Mugello 2017

 

Meskipun Vinales menemukan ritme terbaik di akhir lomba, namun hal tersebut tetap tak mampu menggoyang Andrea Dovizioso yang kokoh di posisi pertama hingga bendera finish dikibarkan… Sebuah hal amazing mengingat “Desmo Dovi” sempat mengidap sakit perut sebelum race dimulai. Mungkin jadi kenceng banget gara-gara kebelet ke toilet kali ya? Anyway, what a day for Ducati! And what a day for Italian Riders…! 

 

 

Rasanya, EA’s Blog sudah sangat lama mendengar lagu Italia lebih dari 1 kali di podium tertinggi – setelah era Rossi & Schumacher menguasai akhir pekan di balapan MotoGP & Formula 1…

Well, kalau nggak ada kesimpulan, pasti ada pelajaran yang bisa diambil dari race yang menggembirakan bagi publik Italia ini. Italia belum sepenuhnya kalah dari Spanyol soal pebalap bertalenta di MotoGP koq! Pebalap Italia jelas punya kombinasi skill-to-win & will-to-win yang luar biasa. Tapi masih ada satu hal yang jadi pekerjaan rumah: Bagaimana cara menbuat will-to-win tersebut jadi lebih konsisten…?

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

Loading...

 

Advertisements

7 comments

  • wans

    Yg seru race moto3, barisan posisi depan para riders hampir tiap tikumgam berubah, Ayamu sasaki jg hebat

  • widhy980

    Ini nih yang ane demen dari kang eno .. selalu menyuguhkan sisi lain dari sebuah produk atau even kek motoGP ini …

    Oiya ralat kang eno … setau ane Petrux pake motor yang sama dengan Dovi atau JL99 … dan cuman Petux satu-satunya pembalap satelit yang pake GP17 .. kelihatan salad box di buritan …

    Mudah-mudahan lolos moderasi …

    • andi

      Betul, gp17
      Yg kasta kedua nya itu mgkn nama tim nya kali ya, which is kasta pertamanya ya tim pabrikan itu sendiri ,(tp mana ya si jorge gk nongol dibarisan depsn)

  • Utuh

    Petrux d’percaya Ducati pake GP 17 bang musim ini..

  • Gema

    Penasaran kang, kenapa filosofi tiap2 pabrikan di motogp beda2 dan berbeda pula dengan yg diterapkan di motor massalnya

  • MV Gusty

    Ane sih brharap suatu saat ntar ad pmbalap asli Sunda yg sukses di dunia balap sprti Italia. . .
    #Forza (Pebalap) Sunda

Tinggalkan Balasan