Advertisements
Hyperbike

Hyperbike: The Rise and Fall of the Most Madness Bike!

Hyperbike: The Downfall

 

 

Berkat kegilaan yang dilakukan oleh Suzuki & Kawasaki, akhirnya dimulailah kampanye safety oleh manufaktur Jepang yang peduli terhadap keselamatan berkendara, serta dampak buruk yang ditimbulkan dari “battle of horsepower” tersebut… Perlahan, Suzuki mulai melunak dan mulai mengurangi kegilaan pada Hayabusa – begitupun dengan Kawasaki yang mulai mengubah genre ZX-14R menjadi ZZR-series yang lebih berkarakter sport-tourer.

 

Suzuki Hayabusa vs Kawasaki ZX-14R

 

Ada yang nggak nyangka kalau paragraf diatas menandai mati surinya jenis motor Hyperbike? Yes, kisah panjang, hingga battle speed & power yang dipenuhi kegilaan tersebut, berakhir dalam sekejap… Kerennya lagi, secara gentle.

 

BMW S1000RR

 

Melihat kesempatan yang “melemahkan” kwartet Jepang tersebut, pabrikan Eropa perlahan mulai berulah. Diawali oleh MV Agusta F4R 312 & BMW S1000RR, superbike-superbike keluaran terbaru didevelop dengan mengusung konsep power sebesar-besarnya, namun dengan bobot yang seringan-ringannya… Demi mengejar performa & handling dalam satu paket sekaligus. Membuat genre ini bahkan lebih mengerikan dari Hyperbike yang umumnya punya bobot diatas 220 Kg.

 

Kawasaki Ninja H2R 4

 

Semua berlangsung sangat cepat (bahkan kwartet Jepang pun sampai ikutan), hingga di tahun 2015 lalu Kawasaki memperkenalkan Superbike terdahsyat bermesin 1.000cc Supercharger: Ninja H2R! Saking besarnya power H2R (326 HP), sehingga nggak usah heran kalau sosoknya disebut-sebut sebagai Hyperbike – ketimbang Superbike yang lebih cocok disandang Ninja H2 (versi road-legal H2R).

 

 

Meski bukan motor yang ditujukan untuk road-legal, tapi mungkinkah ini masa depan selanjutnya bagi Hyperbike? Menurut EA’s Blog, nggak menutup kemungkinan koq! Karena secara konsep, jenis motor ini hanya membutuhkan “kegilaan” sebagai resep utama developmentnya.

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

 

Advertisements

22 comments

Tinggalkan Balasan