Advertisements
Ban MotoGP Michelin

Nih 10 Fakta Menarik Ban MotoGP yang Belum Kita Ketahui!

Skilled Technicians

 

19 Teknisi Spesialis Ban Untuk Setiap Race

 

Ban MotoGP Michelin

 

Michelin mengirimkan 19 orang teknisi khusus untuk setiap seri MotoGP. Seluruh 19 teknisi ini merupakan orang-orang yang punya skill sangat tinggi, dan tak tergantikan – yang terdiri dari 10 orang teknisi penggantian ban & loading kontainer, serta 9 orang teknisi spesialis ban yang berada di setiap Tim MotoGP. Mereka mengikuti setiap event yang digelar, mulai dari seri pembuka di Losail, hingga seri terakhir yang akan digelar di Ricardo Tormo, 12 November mendatang.

 

 

Uniknya, 9 orang teknisi yang berada di setiap tim ini konon dikatakan sudah menjadi satu bagian dengan team balap itu sendiri… Mulai dari Repsol Honda, Movistar Yamaha, Factory Suzuki, LCR Honda, dll. Mereka bertugas untuk memberikan nasihat dan bantuan dalam pemilihan ban, berdasarkan pengetahuan tentang style riding pebalap dan kebutuhan motor terhadap sirkuit. Mereka juga selalu mengecek temperatur ban, aspal, serta memberikan data spesifik untuk kubu Team Balap & Michelin.

 

Advertisements

14 comments

  • Debat Cerdass

    Pertamaaaxxx

    • Debat Cerdass

      Hahah bisa pertamax, tapi tenang aja mas saya baca dulu kok artikelnya..

      Secara tidak langsung, memang sepertinya penjualan ban michellin akhir2 ini melejit deh.. Terlihat 2 tahun ini banyak banget ban michellin di jalan raya..
      Pengaruh mindset MotoGP kah? Ban dengan DNA MotoGP wkkwkwkkwkkwkwkkw

  • Shiro

    Wah,kontainernya itu ibarat tyre warmer raksasa.
    kayaknya Intermediate udah dihapus deng,cuma slick &wet jadi nggak ada yg setengah2(mengingat di sachsenring yg pake intermediate malah amburadul)

  • ayas

    ban yang gak kepake sama sekali nasibnya gimana kang eno ? masih bisa digunakan untuk race di sirkuit selanjutnya atau ditarik ke pabrik michelin diganti baru ?

    • enoanderson

      Yang nggak kepake tetap balik ke Michelin kang, berlaku buat semua ban, termasuk yg rusak.

  • Firmansyah

    Kebetulan kang saya kerja dipabrik ban, tapi ban mobil semua ga ada ban motor wkwkwkw

  • tsma

    Jadi inget artikel bagus yang pernah ditulis Mang Eno: motoGP vs banGP.
    Saya sependapat 100% dengan tulisan tsb.

    Saya jadi berkhayal mang, apakah akan jadi ide bagus kalau di tiap race motoGP hanya disediakan satu tipe ban slick. Hasil race akan murni ditentukan dari rider dan motornya. Ga ada lagi kemenangan dan kekalahan karena faktor pemilihan ban.

  • Bridgestone pdahal masih disayang para rider mcam marquez dan rossi sblum hengkang. Dan prnah lihat di youtube channel official motogp bhwa bridgestone mmpekerjakan ex rider motogp dri klas 125 dan 250 era 90an untuk jdi analyst ban rider motogp. dan bahkan slah satunya yaitu masao azuma ex rider klas 125 era 90an jdi chief engineering field bridgestone tuk klas motogp. Apa michelin jg sdemikian ya kang?? Make jasa ex rider buat pra rider motogp hhe…

  • mPy

    berarti kalo habir race trus ban buat burn out sampe keluar asep banyak gitu sebenernya merugikan michelin untuk “membaca” data ban ya kang…

  • haneswara

    MotoGP itu pake velg ring brp ya kang Eno? Ban motor saya jg asimetrik lho kang. Tapi nggak cuma ke arah kanan/kiri aja, ke atas juga hehe.

  • Mantap Pak, meskipun masih belum mencapai seperti ban depan Bridgestone yg ada efek servo. Semakin hard braking, area kontak ban dg aspal jdi makin lebar, menambah daya cengkram. Juga feedback yg bagus sebagai indikator pembalap sdh sampai dimana batas grip nya.

    Feedback ban depan Michelin sedikit katanya, Kalau mencapai batas grip bisa lngsung lowside tanpa ada sinyal lebih dulu.

    Mudah2 an komennya ngak ter moderasi seperti sebelumnya

Tinggalkan Balasan