Advertisements
Review Suzuki GSX-S150

First Ride Suzuki GSX-S150, You Can’t See Me!

Setelah mengetahui Review Suzuki GSX-R150 yang mendapat penilaian bagus dari EA’s Blog, banyak pertanyaan selanjutnya tentang Suzuki GSX-S150… Apakah naked-bike ini punya “feel” yang sama exciting-nya dengan Baby GSX-R?

 

 

On paper, alias diatas kertas? YES! Faktanya, Suzuki GSX-S150 punya sasis, suspensi & kaki-kaki yang sama persis dengan GSX-R150… Dan yang lebih menariknya lagi, Brosist bisa mendapatkan sensasi mesin 147cc, (Overbore) DOHC 4-Valve “semi-race” laiknya GSX-R150 yang bakal meninggalkan senyum bahagia – karena Suzuki GSX-S150 punya basis mesin dan settingan performa yang sama persis dengan GSX-R! Ditambah dengan riding position yang jauh lebih nyaman, plus banderol (cuma) 23,9 jutaan, what else could be worse? It’s a Real Deal!

Tapi jangan lupa: ON PAPER!

 

Suzuki GSX-R150 & GSX-S150 Launching Bandung

 

On the real world, menurut EA’s Blog, ada seabrek love-or-hate dari sosok Suzuki GSX-S150… Khususnya dari sisi desain, which is, as you know, saya nggak begitu suka konsep yang diberikan Suzuki pada naked bike 150cc terbarunya. Headlampnya cuma bagus kalau dilihat dari samping, kebanyakan part plastik penutup body, serta jok boncenger yang amat-sangat menyiksa.

 

 

Sampai di point ini, mungkin banyak yang bakal nggak setuju dengan pendapat EA’s Blog barusan… Dengan alasan supaya common parts lah, supaya biaya produksi bisa ditekan lah, supaya harga jual bisa lebih murah dari kompetitor lah, dan inilah itulah yang lainnya. Tapi, nahas bagi Suzuki, sebelum saya geber Suzuki GSX-S150 di Trans Studio Mall Bandung, sebelumnya saya juga sempat geber Honda CRF250 Rally… Yang sudah kita ketahui bersama (via review) sebagai salah satu motor yang punya filosofi common parts terbaik. Tetap menekan cost produksi, tapi juga tetap membuat konsumen terpuaskan.

Tapi, bukannya sektor desain & tampilan itu sifatnya relatif? Bukankah yang diunggulkan dari Suzuki GSX-S150 adalah power & performance-nya Kang Eno??

 

Review Suzuki GSX-S150

 

Yes! Semua pertanyaan tadi jawabannya jelas sesuai dengan apa yang Brosist fikirkan… Suzuki GSX-S150 adalah cerminan GSX-R150 yang datang dari dunia berbeda. So, yang kita harapkan tentu powernya bakal meledak-ledak, eksplosif, serta menjadi benchmark terbaru segi performa kelas 150cc. Tapi sayangnya, dari sini keadaan makin memburuk…

 

Review Suzuki GSX-S150

 

Setelah ngobrol lama dengan Pak Yohan Yahya & Jajaran Petinggi Suzuki Jawa Barat, EA’s Blog langsung bergegas ke main hall untuk foto dokumentasi & mengikuti sesi testride… Sayangnya, saat EA’s Blog sampai ke lokasi, unit test Suzuki GSX-S150 hanya tersisa 2: Titan Black & Triton Blue MotoGP. Kemudian, saat registrasi dan minta izin ke panitia sesi testride (dengan sangat sopan), saya diacuhkan. Unit test GSX-S150 hitam yang sedang terparkir rapi pun nggak diperbolehkan untuk saya geber, dengan alasan “Tunggu nu eta (biru) weh, ieu (hitam) mah ulah dipake!”, mendengar jawaban (sangat) ketus tersebut, EA’s Blog hanya terdiam & sabar menunggu giliran.

 

 

Setelah giliran tiba, waktunya bersiap memakai riding gear dan pemanasan sebelum geber Suzuki GSX-S150… Ini dia momen yang sudah lama saya tunggu-tunggu – EA’s Blog akhirnya berkesempatan mereview naked bike yang paling mengundang perhatian diawal 2017 ini! Meskipun area testridenya terbatas, tapi no problemo, anggap saja ini first ride…

Tapi, loh kok perlengkapan safety ridingnya cuma helm doang? Serius nih?? Saat ditanya tentang jaket, panitia menjawab dengan bahasa sunda yang kalau ditranslate menjadi: “nggak usah, itu sudah pake baju, sudah cukup”… Jawaban yang (IMHO) sangat konyol, karena di tangan panitia tersebut sebenarnya sudah memegang jaket & perlengkapan safety riding yang seharusnya diberikan.

 

Review Suzuki GSX-S150

 

Sambil mengelus dada, saya coba geber Suzuki GSX-S150 di gear 1-2… Tapi, disinilah EA’s Blog benar-benar merasakan kekecewaan sejadi-jadinya! Saya masih bisa sabar saat diacuhkan ataupun dianggap nggak penting untuk mengenakan piranti safety riding… Tapi saat dikasih unit Suzuki GSX-S150 yang throttlenya seakan “nyangkut”, power terasa brebet saat digeber gaspoll dari gear 1, serta baut plat nomor kendor yang membuat efek suara gempa 9,2 skala ritcher, saya kira ini sudah keterlaluan. In one word: Parah. Mengecewakan!

Tentu saja, “feel” diatas motornya tipikal Suzuki banget – membuat ZED serasa lahir dari buangan sampah bantar gebang, jika mau dibandingkan… Untuk segmen naked bike, motor ini serasa MT-25 versi 150cc, which is surprisingly great! Dipakai melibas tikungan pun no problemo, meskipun tak seekstrim laiknya GSX-R150 (Ban Slick) yang saya tes sebelumnya. Tapi begitu keluar tikungan sambil gaspol, gejala brebet tersebut kembali EA’s Blog temui, dan dalam sekejap langsung mengobrak-abrik mood bagus saya tentang hal “unscientific” Suzuki GSX-S150 yang tengah saya eksplorasi.

 

Review Suzuki GSX-S150

 

Thing is, Suzuki GSX-S150 ini benar-benar menggambarkan kondisi Suzuki Indonesia yang sebenarnya… EA’s Blog paham betapa bergeloranya para petinggi, team R&D, serta jajaran loyalis Suzuki lainnya menyambut kehadiran duet sport 150cc. Begitupun saya, seorang pemuda yang sempat terkesima saat melihat konsep yang disuguhkan GSX-R150 – feel on bike, handling, power, build quality, fitur, harga, benar-benar fantastis!

Saya mengerti kalau Suzuki GSX-S150 takkan bisa segokil GSX-R150 (karena harga & fitur juga beda), dan saya juga mengerti kalau GSX-S150 bisa jauh lebih berkesan dari yang sekadar Brosist baca di artikel ini… Tapi somehow, i can’t see it, saya nggak bisa melihat kelebihan motor ini yang sebenarnya.

 

 

Ah, mungkin Kang Eno lagi bad mood aja kali? Tentu saja saya langsung bad mood setelah geber Suzuki GSX-S150! Brosist bisa tanya langsung ke Dulur D’Gujubar lain yang ikutan hadir ke Trans Studio Mall Bandung saat itu… Tapi, satu hal yang jelas, EA’s Blog menulis artikel ini dalam kondisi good mood. Karena kalau tidak, Brosist pembaca setia disini pasti paham bagaimana tingkat “ke-brutalan” artikel ini nantinya.

Lupakan saya, yang sekadar penghibur dahaga otomotif Brosist sebagai Brosist… Aku mah apa atuh? Yang sangat saya takutkan, konsumen (yang baru pindah merk) bisa melihat sisi baik dari Suzuki GSX-S150, tapi nggak bisa melihat dimana kelebihan & kekurangan GSX-S yang sesungguhnya! Apalagi, sampai meragukan “keuntungan” bagi mereka untuk menjadi salah satu family Suzuki Indonesia… Terdengar sepele sih, tapi bukankah pepatah pernah mengatakan: “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga”?

 

Review Suzuki GSX-S150

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Advertisements

34 comments

  • Kalau jejerin sama xabre desainnya bagusan mana kang

  • jebhe

    yg item mungkin malah lebih parah kali kondisi nya. kaga bisa idup wkwkwk

    sabar ya bro.. yg penting tetep ditulis daripada engga sama sekali karena pengalaman gaens wkwk

  • anonimus

    kalo ane malah dilayani dengan baik :v
    ane “mendekat” ke sales, setelah “basa-basi” ane nanya mau test ride gimana? eh, malah dianterin sampe2 dikasih safety gear lengkap dan dikasih kesempatan nyoba 2-2nya (r sama s), abis itu dimintain kesan, dikasih hadiah gantungan kunci + stiker, how good is that? :v

    bicara motor : entah kenapa rpm tengah ngeden (padahal bawahnya meledak2 dan atasnya gurih!), yg r terasa mungil buat ane (tb 175cm, berat 59kgan) sampe2 gak bias nunduk kaya pembalab :v
    yg s luamyan lah, agak santai, pas buat postur ane :v

    setelah test ride, ane pun bertolak menuju ciwidey karena ane bosen :v (ane kuliah di sebuah universitas swasta di bandung yg deket sama tsm)

  • Renhan

    Nah..sekarang mang eno bisa tau persis gmana rasanya mau beli motor scr cash tp dipaksa harus kredit..iya..ya gitu itu..

  • headlamp pecah2

    comont part crf 250 disandingin sm 150cc harga 24jt??gimana si kang???

  • Venomania 2

    Kalau menurut Kang Eno, jika dibandingkan dgn Satria FI lebih baik yg mana? Terlepas soal beda jenis antara sport naked bike dgn ayago

  • Robert

    saya ngetest duke 250 ajah, di tawarin ngetest rc250 juga tadinya, tapi saya ogah (duke aja udah ganas apalagi rcnya—posisi riding), cuman bekal helem sama kek eno di sini, bawa ke jalan raya lho, teman saya cuman celana pendek dan sandal, saya jaket ama jins, ama sepatu kets

    habis itu ke mall ada royal enfield tanya2 bentar, salesnya nyodorin data pengunjung, saya isi aja, pas kolom motor saya tulis duke 250, salesnya nawarin test ride…, (khan saya barusan test ride duke 250)

    sienta juga, nanya2 bentar di tanya sales mobilnya apa, saya bilang aja mobilio, trus di tawarin test ride (padahal habis dari acara habis naik taksi “biru” yg armadanya pake mobilio)

    intinya gimana caranya pdkt aja, sama kek mas anonimus di atas

    • enoanderson

      Jadi saya kudu samperin panitianya sambil bilang saya punya GSX-S1000 gitu kali ya? wkwkwkwk…

  • Mustapha

    Sebagian rider memilih motor sebenarnya se simple liat, suka, dan beli. nggak peduli faktor harga dan seabrek spesifikasinya sih, contohnya para pemilik Brutale 800 yang harganya 500jt, disaat disebelahnya si Kawasaki mengeluarkan Z900 dengan harga separuhnya dan bonus 100cc lebih banyak, dan fitur yang nggak kalah oke, dan power yang lebih besar. yang penting they feel pride when ride it (entahlah itu rider bego, atau justru rider sejati)

  • Iya tuh sales suzuki di pameran kaya ga pada terdidik..kayaknya mrk dah lama ga pegang konsumrn..ini konsumen bukan dimanjain skalipun cm sekedar test ride..lupa ya konsumen itu raja dari mulut konsumen ntar citra bisa terangkat..ingat kalian itu baru mau bangkit lagi jd jangan dirusak usaha insinyur yg dah bikin motor bagus, petinggi suzi yg dah pol2an hanya karna krlakuan sales yg ga terdidik

  • dden

    Ngerakeun wae urang sunda eta panitiana, meuni acuh kitu,, mana sopan santuna komo eta aya di Bdg… Wekkkk

    • enoanderson

      wkwkwkwk, saya mah teu kunanaha kang, yang penting mah motornya… Karena saya datang jauh-jauh dari Tangerang – Bandung cuman buat nyicip motorna, 🙁

      • PRIKITIWWW

        Lha….
        Kenapa ga bilang om, sy bloger datang jauh2 dr planet namex hanya utk memcoba motor itu…
        Pasti panitianya merespon dgn ramah plus teh botol

  • siapa bukan sih

    pernah iseng mampir ke lounching cbr250rr di mall daerah BSD, salesnya langsung nawarin suruh test ride padahal ane cuma mau liat2 karena penasaran sama disain ini cbr, ahirnya nyoba dan disambut dengan hangat, helm, jaket , sarung tangan dipinjamkan, pas testride tiba2 ternyata itu motor bensinnya abis( mungkin ini cbr250rr yang mogok keabisan bensin pertama didunia kwkwkk ), ahirnya ada yang lari2 bantu dorongin, dan disuruh nyoba motor yang lain karena ada beberapa motor disitu.

    btw mengenai disain gsxs ini, ane setuju sektor headlamp emang jelek banget, kondenya parah, dan anehnya ane pernah baca di sebuah blog ada yang komen gini ” mungkin orang sini belum biasa dikasih headlamp kayak sugomi “… WTF sugomi ? gsxs ? SUGOMI ?…

  • choopper

    sama…. untuk desain nya enggak banget.. (untuk saya pribadi)

  • ryan

    “Sambil mengelus dada, saya coba geber Suzuki GSX-S150 di gear 1-2… ”
    hebat geber motor sambil ngelus dada, dada nu saha kang?

  • Kamen_Keder

    Itu gsxs yg kang eno coba brebetnya kira2 emang karakternya kaya gitu ato kurang setelannya kang………. kayaknya ceroboh sekali klo motor yg mo di testride tdk disiapkan dengan baik…

    • enoanderson

      kayaknya sih setelannya kang, dan unitnya nggak dicek dulu sebelum digelandang ke arena testride… poor suzi 🙁

  • eSTeh 12

    Saabar kang eno. Pinjem ‘punya’ wakji taufik atau lik iwan aja lah buat ripiu gsxs nya. Wkwkk

  • topman

    kalo motor seharga itu ( yg no promo), desain belakangan, power selevel kok sy malah milih klingon ya..

  • wkwkwkw sungguh terlalu tuh Suzuki Bandung, ehh karyawan Suzuki Bandung nu jaga stand tesride maksudnua…

  • Classic

    Mungkin itu sales nggak kenal kali kang sama kang eno , blogger yang paling jujur kalo soal mengulas motor

  • Desuka Buitenzorg

    Maksudnya gimana ini Om Eno ?

    Untuk segmen naked bike, motor ini serasa MT-25 versi 150cc, which is surprisingly great!

    Soalnya saya lebih banyak pakai MT-25 untuk keperluan harian ketimbang R-25 yg lebih banyak bobo di garasi rumah saya, karena MT-25 lebih friendly di jalanan perkotaan. Bagaimana nih penjelasan perbandingan nya ? … hehehe

    Sukses dan sehat selalu ya Om Eno …
    Thanks Om …

  • Firmannoorsyahdi

    Kang eno saya minta bantu pilih cb150 ato gsxs150 saya butuh buat harian ngantar anak, ngantor, saya pilih stop n go ok ketimbang speed kang eno rekomendasikan yang mana, trims

  • Yookee

    Maksudnya artikel ini, “Itayama San, kemaren ane test ride di Bandung kurang puas. Besok dikirimin aja ya yg unit test ride hariannya kerumah biar lbh puas nyobainnya” 🙂

  • yulian rachmat

    wah.. kok gitu sih SDM internal suzuki, saya klo jadi mas eno mah ud marah2 kesel ngelabrak ke suzuki itu, “kalian mau saya bilang bagus ke masyarakat, apa mau saya curhatin ketidak ramahan sodara2 dalam acara ini ya?”
    #niat ga niat itu lauchingnya

  • bescorpio

    tempo hari kang kobay juga ngerasa kurang sreg waktu test ride di Citos (setelan jarak kopling yang tidak pas), sekarang kang Eno yang ngerasain brebet,, waduh saya nunggu ulasan dipakai harian komuter nih

Tinggalkan Balasan