Advertisements
Review Honda CRF250 Rally

First Ride Honda CRF250 Rally, Factory Brilliance!

Orang bilang rasa penasaran mampu mengalahkan segalanya… Well, siapapun orang yang berkata demikian, EA’s Blog sangat setuju – karena jarak 550 Km (PP) pun tak jadi halangan untuk mengobati rasa penasaran saya untuk bisa geber motor paling hot di Februari 2017: Honda CRF250 Rally!

 

 

Jika berbicara tentang motor 250cc Honda, maka kita bisa menemukan koleksi produk mulai dari yang “amazing” laiknya RC166, “exotic” NSR250SP, “screaming” CBR250RR (Inline-Four), hingga “one-of-a-kind” Honda AX-1… Tapi sejak era kesuksesan tersebut berakhir, 250cc berlogo sayap mulai kehilangan arah.

Terlebih saat mereka memperkenalkan Honda CBR250R – motor dengan konsep yang baik, tapi bukan sesuatu yang kita harapkan dari pabrikan sekelas Honda. Kemudian di 2014, mereka memperkenalkan New CBR250R Dual-Keen-Eyes dan akhirnya sukses mengubah konsep “kehilangan arah”, menjadi terjerembab ke jurang kegagalan yang dalam… Rubbish bike of 2014!

 

Tapi mulai tahun lalu, Honda nampaknya memecat seluruh desainer & team development generasi CBR250R, kemudian menggantinya dengan 3 sosok anyar yang diketahui sebagai Ducati fansboy, Bocah berumur 10 tahunan & Pria berkepribadian ganda. Ketika 2 sosok pertama tadi sukses menciptakan motor fenomenal bernama New Honda CBR250RR… Sosok yang terakhir hadir dengan mahakarya yang nggak kalah brilian dari sang “RR”. Yes, Please welcome: Honda CRF250 Rally…!

 

Review Honda CRF250 Rally

Perlu dicatat, tinggi badan saya 175cm dengan BB sekitar 65 Kg

 

EA’s Blog fikir semua kalangan bakal percaya kalau saya bilang Honda CRF250 Rally adalah sosok motor dengan tampilan yang ciamik, spesial, dan one-of-a-kind… Kecuali jika Brosist seorang Honda-haters. Tapi yang perlu dicatat, nggak semua detailnya bagus koq! Contohnya seperti speedometer ala Sonic 150R yang useless saat dipakai dibawah terik matahari, rem yang seakan dicomot dari sisa part mocin, hingga area kemudi yang nothing special laiknya motor 15 jutaan.

Jadi saat naik keatas motornya, hal pertama yang EA’s Blog fikirkan adalah: “Konsumen keluarin uang Rp. 62 jutaan cuma buat motor yang kokpitnya sampah begini?”… Feel “on-bike” nya juga nggak sebaik yang dikira sebelumnya. Saat duduk diatas motornya sih no problemo, feelingnya oke… Tapi ketika diajak melewati rintangan sambil berdiri di footstep ala pebalap Rally Dakar, setangnya justru terasa terlalu rendah, membuat badan membungkuk. Menyusahkan! Karena harus tambah raiser (peninggi setang) untuk mendapatkan ergonomi yang sempurna.

 

 

Tapi yang paling menyusahkan dibanding hal diatas, adalah jika Brosist punya tinggi badan kurang dari 170cm… Problemnya bukan ketika hendak menaiki Honda CRF250 Rally, tapi justru saat sering berhenti (di lampu merah contohnya) – yang membuat rider bertinggi 150-160cm bakal nampak laiknya idiot, dengan satu kaki, sambil belajar teknik balerina. Yang menariknya, ketika Brosist bisa mengakali problem tadi dan bisa langsung geber Honda CRF250 Rally, things were getting better… To be honest, so much better!

 

Review Honda CRF250 Rally

Ini posisi riding yang sempurna…

Review Honda CRF250 Rally

Sementara ini posisi riding yang membuat Brosist berharap punya budget tambahan membeli raiser (peninggi setang)

 

Seperti yang sudah pernah dibahas tuntas sebelumnya, mesin 250cc single-cylinder seperti yang digunakan Honda CRF250 Rally punya keunikan tersendiri – atau bahasa kasarnya: kekurangan… Beberapa diantaranya adalah vibrasi (getaran) berlebih, panas mesin mengganggu, serta torsi awal yang menghentak begitu throttle dibuka di gear rendah (gear 1/2). Untuk motor naked seperti Kawasaki Z250SL (ZED) milik EA’s Blog, tentu saja rasanya fun dan menantang… Tapi untuk motor dengan suspensi depan jenjang dan ban trail laiknya CRF Rally? Salah buka gas, yang ada justru bisa kehilangan keseimbangan gara-gara wheelie: Disaster!

 

Bagaimana dengan karakter mesin milik Honda CRF250 Rally Kang Eno? Pertama, saat digeber gear 1 vibrasinya tak terasa mengganggu laiknya yang EA’s Blog temui di ZED ataupun CBR250R… Powernya pun terasa jauh lebih smooth, nggak menghentak-hentak apalagi mengintimidasi. Feelingnya pure honda banget deh! Tentu saja, saya amat-sangat yakin power ZED jauh lebih mumpuni ketimbang CRF Rally, I can guarantee that

Tapi kalau diminta untuk memilih, saya lebih suka delivery power milik Honda CRF250 Rally – absolutely love it! Sayang, panas mesinnya nggak lebih baik dari Z250SL, karena hanya dengan beberapa putaran area test ride, kipas radiator langsung menyala “wuusshhh”

 

Review Honda CRF250 Rally

 

Sebelum bahas seputar handling, alangkah baiknya saya pertegas dulu ya… Ini adalah yang pertama kalinya EA’s Blog review motor Adventure berbasis Dual-sport di trek off-road bebatuan yang khusus disediakan panitia. Awal sebelum sesi test ride dimulai saya sempat berfikir “Can I do it?” – karena jika dilihat dari tampilannya yang ala motor Rally Dakar, saya berfikir motor yang satu ini bakal jauh lebih kompleks dan menyusahkan ketimbang Kawasaki KLX150. Tapi setelah geber throttle Honda CRF250 Rally, ekspresi muka saya justru seperti ini…

 

Jeremy Clarkson Smug Face

 

Faktanya, Honda CRF250 Rally jauh-uh-uh nggak se-ekstrim yang Brosist kira sebelumnya… Berbasis Honda CRF250L yang memegang gelar sebagai dual-sport 250cc paling friendly saat ini, CRF Rally juga punya esensi riding yang sama! Setangnya penurut sekalipun dipaksa U-Turn, kestabilannya luar biasa saat melibas rintangan yang ada di area tes, serta delivery power yang smooth bikin pede sekalipun gas dibejek dalam-dalam ala pebalap Rally Dakar.

 

 

Satu hal yang jadi perhatian saya adalah rem belakangnya (karena di tipe motor seperti ini, rem belakang jauh lebih sering digunakan ketimbang rem depan) yang terlalu keras dan nggak pakem – meskipun saat bertanya ke Mang Kobayogas & Macantua yang pakai unit tes berbeda, problem rem belakang tersebut justru nggak ditemui… Mungkin saya kebagian unit tes yang salah, i hope so!

 

Review Honda CRF250 Rally

 

Tapi, jika Brosist berfikir kalimat diatas adalah klimaks artikel review sederhana ini, tetott, salah besar!

Karena menurut saya, hal yang paling mengagumkan dari Honda CRF250 Rally bukan tentang mesin, desain, handling, friendly-ness, ataupun stabilitas – tapi justru kembali ke personal Brosist sekalian… Dengan harga Rp. 62,9 juta (OTR Jakarta), tentu saja Brosist bisa membeli CBR250RR dengan karakter power jauh lebih baik, atau MT-25 yang lebih bersahabat sebagai motor 250cc harian, ataupun Ninja/Z250 jika ingin lebih ‘moge look’.

Tapi satu hal yang perlu dicatat, pengguna 3 sport 1/4 liter yang disebutkan tadi dijamin bakal menoleh dan takkan berhenti terkesima saat bertemu langsung dengan Honda CRF250 Rally. Ditambah dengan bonus desain, handling, friendly-ness, dan stabilitas yang disebutkan diatas – this bike, really is, ohh god… Bloody staggering, stunning & stupendous!

 

 

Thing is, Honda CRF250 Rally mengajarkan kita bahwa konsep simplisitas & penghematan (common parts) tak selamanya berakhir menjadi bully-an seorang blogger penganut paham clarksonism bernama ENOANDERSON… Karena kalau Brosist lihat sosoknya sebagai CRF250L (basis pengembangan CRF Rally), tentunya kesimpulan artikel ini bakal terbalik 180°… Tapi dengan penambahan seabrek fitur, pemilihan bodywork ciamik, positioning harga yang tepat & pemaksimalan potensi yang ada – yang menghasilkan sosok bernama Honda CRF250 Rally – Brosist bisa simak sendiri bagaimana hasil akhirnya.

Common parts untuk menekan cost produsen? Oke! Finishing touch brillian yang membahagiakan konsumen? Juga terpenuhi! Honda CRF250 Rally is a win-win solution, otherwise its a factory brilliance!

 

Siapapun desainer Honda CRF250 Rally, nggak peduli do’i lebih fokus ke marketing ataupun teknis sepeda motor diantara kepribadian gandanya… Thank you so much, man! Saya harap, Honda Indonesia (AHM) bisa merekrutnya suatu saat nanti.

 

Review Honda CRF250 Rally

 

Motor : Honda CRF250 Rally (STD)

Pelumas : Standar AHM

BBM : ?

Tester : Ericko Anderson (Kang Eno)

Tinggi Badan : 175 Cm

Berat Badan : 65 Kg

 

Riding Gear : Pinjeman PT. Daya Adicipta Motora

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Advertisements

12 comments

  • uterus bermata

    tinggal test ride versys x 250, baru bisa ngasih kesimpulan ala enoanderson

  • Ananda Bilal

    Kang ane punya beberapa pertanyaan (maaf kepanjangan)

    – Kalo sama KLX250 menurut akang tetep enakan CRF250 Rally (dalam keadaan nyantai maupun keadaan saat akang bilang minta handlebar raiser)
    – Itu kata akang ada kata2 “Fansboy Ducati, Bocah berumur 10 tahunan, dan Pria berkepribadian ganda”, disitu juga ane gagal paham kang
    – Lokasi test drivenya itu dimana kang?

    Ditunggu jawabannya kang
    Hatur nuhun

  • Silent reader

    Itukan udah jelas om, memecat 3 desainer honda, di gnti dgn yg bru, pecinta ducati, bocah umur 10 th dan kepribadian ganda.” Itu mksdnya di 3 org desainer bru yg di sebutin mang eno .. Haaha krna bs menciptakan cbr250rr yg mirip2 ducati, dan bs mnciptakan crf250 rally jg .. Klo yg di mksd bocah umur 10 th, krna di umur tsb, liat motor yg di bahas diatas, pasti langsung terkagum dan ucapan keren di hati.” Jawaban ngawur ane wkwk

    • Ananda Bilal

      Siap makasih jawabannya masbro
      Soalnya ane dijalan pernah ketemu CBR250RR dan baru liat aja dah bilang “Anjrit kece banget itu motor, ane pengen geber” (belum lagi raungan mesinnya yang aduhai mantap jiwa)

      • kolong langit

        Ane jg bantu jawab..

        kerjasama 3 orang diatas mampu menciptakan motor yg memiliki garis desain ducati yg cantik, yg bisa membuat jiwa anak kecil yg trjebak ditubuh pria dewasa berontak ingin punya mainan baru,dan punya karakter mesin yg berbeda (ridding mode)..bner ga kang eno…

  • kolong langit

    Njir..clarksonisme…ntar loe nikah sama motor kang…wkwkwk

  • Amplop Folio

    Kalo buat orang tb 165 cm dan bb 1 kwintal cocok gak kang?

  • siapa bukan sih

    memang benar kayaknya ada disainer baru yang di hire, honda sejak cbr 250rr udah keluar dari pakem nya, yang biasanya paling nyaman, skrg paling nunduk motor sportnya ahahaha good job, semoga ini awal dari kapoknya honda kasih disain motor kebapak2an

  • Tito

    Memang motor ini adalah motor yg nyaman..adventure bike…perubahan pada throtle body,exhaust,airfilter,fueltank,suspensi dll dari crf250l membuatnya nyaman untuk aktivitas touring…

    Memang dirtbike yg dibuat nyaman untuk adventure purpose…beda dgn versys 250 yg street bike yg DIPAKSA jadi dual sport wannabe…….hahaa..no offense

    sy sdh beli..dan sdh nyoba geber2…above 100kmh vibrasinya sangat minimal…membuat nyaman untuk highway riding…kekurangan yg saat ini dirasakan pada suspensi..terutama belakang…cm ohlins sdh ada rear shock n spring usd fork untuk crf 250 rally

  • semut merah

    Bahasanya tinggi, serasa berkelas dan apa adanya, ciri khas kang Eno,,, dari kesimpulan diatas, IMHO jika pengen power pilih CBR250RR, kalo mau lebih bersahabat dijalan pilih MT25, tapi kalo mau mainan baru pilih CRF250.

  • Andhi

    Kapan ya punya africa twin
    Rongatus seket wes tuwuk

  • Hr15de

    Jujur ane baca ulasan kang eno berasa liat video top gear nya Clarkson. Cerdas dan bernas. Tetap semangat nulis, kang. Saya pembaca setia blog nya.

Tinggalkan Balasan