Advertisements
Honda Tiger Reborn

Nih 5 Kelemahan Honda Tiger yang Justru “Dirindukan” Fansnya!

Salah satu berita paling ditunggu oleh lebih dari 250 komunitas yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia, adalah kehadiran sosok Honda Tiger Reborn… Yes! Honda Tiger boleh saja memiliki komunitas paling banyak, serta yang sering dibilang paling solid di Tanah Air – tapi tidak dengan update sosok motornya. Padahal kalau mau dibahas lebih rinci, peminatnya ada, fansnya bejibun, marketnya jelas, segmen harganya pun masih logis – tapi rasanya itu belum cukup membangkitkan gairah PT Astra Honda Motor untuk menghidupkan kembali motor sport legendaris ini.

 

 

Padahal kalau mau merunut cerita kebelakang, Honda Tiger justru punya banyak kelemahan dan kekurangan lho Brosist! Bukan cuma di 1 aspek, tapi di banyak sektor sekaligus…! Uniknya, kelemahan tersebutlah yang justru “dirindukan” oleh para fansnya lho Brosist. Nah, apa saja kelemahan Honda Tiger yang EA’s Blog maksudkan?

 

Honda Tiger Reborn

 

Rantai Keteng: Problem pertama yang melegenda di Honda Tiger adalah soal LAT (Lift Assy Tensioner)… Piranti yang berfungsi mengatur ketegangan dan kerenggangan rantai keteng (kamprat) Honda Tiger ini justru gampang lemah, dan menyebabkan suara berisik di area mesin lantaran disebabkan rantai keteng kendur. Jika didiamkan problemnya bisa bikin mesin jebol loh Bro & Sist…!

 

Rantai Honda Tiger

 

Rantai Roda: Selain rantai keteng (kamprat) masih ada lagi 1 rantai lainnya yang juga menjadi problem (kelemahan) utama di Honda Tiger: Rantai penggerak roda! Yup, rantai dan gearset OEM milik Honda Tiger terkenal berisik dan gampang kendur, sekalipun usernya rajin melakukan perawatan. Umumnya, para owner Tiger mengakalinya dengan menggunakan rantai & gearset aftermarket yang lebih berkualitas dan anti berisik.

 

 

Tangki Bocor: Selama kurang lebih 1 dekade mencintai dunia sepeda motor, mungkin inilah kelemahan yang paling legendaris dari sosok motor sport 200cc idaman era 2000-an ini… Yup, Tangki BBM yang gampang kemasukan air! Konon, problem ini disebabkan oleh material tangki yang tipis, gampang keropos, serta seal tutup tangki yang sangat lemah, sehingga menyebabkan air mudah masuk ke tangki BBM saat dicuci ataupun diguyur hujan – yang akhirnya terkenal dengan sebutan “Tangki Bocor”.

 

Riding Honda Tiger

 

Power Loyo: Berbekal mesin 200cc, tentunya Brosist bakal berfikir power Sang Tiger jauh lebih dahsyat dari motor sport 150cc bukan? Nope, salah besar! Lantaran masih dibekali mesin era 80-an dengan 2-valve per cylinder, kompresi rendah, serta pendingin udara yang jauh lebih inferior dari sport 150cc modern – maka hasilnya power Honda Tiger pun tak terlampau spesial laiknya sport 150cc masa kini. Bahkan jika dibandingkan Suzuki GSX-R150 & All-New Yamaha R15 yang punya output power 19 HP, power Honda Tiger yang hanya diangka 17 HP tentu bukan lawan sepadan.

 

 

Kaki-kaki Mungil: Selain area mesin dan fitur yang jelas kalah telak jika dibandingkan motor 150cc modern, masih ada satu lagi satu bagian yang jadi kelemahan Honda Tiger: Kaki-kaki. Yup, jika motor 150cc saat ini dibekali kaki-kaki gambot dengan ukuran ban hingga 140/70 berdiamater velg 17 inch, maka Sang Tiger hanya dibekali velg 18 inch jadul dengan ukuran ban yang jauh lebih mungil. Yang tambah mengecewakan, lantaran space di area swingarm & tabung suspensi depan yang terbatas, ownernya bakal kesusahan untuk menjejali Tiger dengan velg & ban aftermarket tapak lebar… Duh, harus modifikasi dong?

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Advertisements

One comment

Tinggalkan Balasan