Advertisements
Ganti Kipas Radiator Kawasaki Z250SL - Ninja RR Mono

Mengapa Konsumsi BBM Kawasaki Z250SL Setara Motor 150cc?

Saat dulu ditanya konsumsi BBM ZED (Kawasaki Z250SL), sebagian diantara Brosist nggak percaya kalau angka efisiensinya bisa mencapai 30-35 Km/l, bahkan bisa lebih irit… Karena kalau difikir-fikir secara logika, angka konsumsi BBM tersebut adalah range untuk sportbike 150cc standar, bukan 250cc! So, apa penjelasan dibalik hal tersebut?

 

Dalam 3 bulan pertama EA’s Blog jalan bareng ZED (Kawasaki Z250SL saya), ada satu hal penting yang saya amati: Konsumsi BBM… Ini menarik, karena sebelumnya saya kira konsumsi BBM motor 250cc bakal berada di angka 20Km/l – tapi ternyata nggak sama sekali! Selama 3 bulan pertama pakai dalam kondisi standar ting-ting, angka “mileage” stabil di angka sekitar 30Km/l sekalipun dipakai macet-macetan… Yang berarti, nggak jauh beda dengan motor 150cc yang pernah EA’s Blog test sebelumnya seperti All-New Honda CBR150R & Suzuki GSX-R150! Loh, kok bisa Kang Eno? Rahasianya apa??

 

To be honest, there’s no secret… Nggak ada rahasia apa-apa dibalik konsumsi BBM yang terbilang “irit” dikelas 250cc tersebut. Yang ada hanyalah penjelasan teknis mengapa Kawasaki Z250SL bisa seirit motor 150cc… Cekidots!

 

 

Spesifikasi Mesin

 

 

Ganti Kipas Radiator Kawasaki Z250SL - Ninja RR Mono

 

Penjelasan yang paling sederhana dari poin kali ini adalah karena mesin 250cc milik Kawasaki Z250SL sama sekali bukan ditujukan untuk mengejar performa tinggi… Sementara mesin motor 150cc laiknya All-New Honda CBR150R & Suzuki GSX-R150 didesain untuk mengejar akselerasi dan performa terbaik dibanding kompetitor dikelasnya. Terlalu simpel? Well, jangan khawatir, nih penjelasan yang agak berbau teknis nya…!

 

Konsumsi BBM Suzuki GSX-R150

Konsumsi BBM Suzuki GSX-R150 saat dipakai di sentul, 22,5 Km/l… Maaf fotonya agak sedikit ngeblur euy, wkwkwk

 

Kalau Brosist lihat spesifikasi mesin dan “feel” power yang dimiliki Kawasaki Z250SL (dan juga CBR250R Single-cylinder), maka EA’s Blog jamin Brosist bakal berkomentar: Segini doang motor 250cc? Contohnya seperti Throttle Body (TB) yang ‘cuma’ berukuran 38mm… Padahal CBR150R & GSX-R150 sudah dibekali diameter TB mencapai 30-32mm – yang notabene hanya bermesin 150cc, alias cuma hampir setengahnya.

 

 

Contoh berikutnya adalah rasio kompresi. Jika dibandingkan, motor 250cc laiknya CBR250R & Z250SL hanya memiliki rasio kompresi 10,7 – 11,3 : 1… Masih lebih bersahabat dari rasio kompresi milik GSX-R150 & All-New R15 yang sudah berada diatas 11,5 : 1. Jika ingin perbandingan yang fair, mesin 250cc single-cylinder (pure performance) laiknya KTM RC250 memiliki rasio kompresi mesin hingga 12,5 : 1… Dan EA’s Blog amat-sangat yakin, konsumsi BBM sportbike Austria-India tersebut pasti bakal lebih boros dari angka 30-35 Km/l.

 

 

Putaran RPM + Fuel Loss

 

 

 

Jika dibandingkan pembahasan poin sebelumnya, hal lebih besar yang mempengaruhi konsumsi BBM suatu motor adalah hubungan antara Powerband, Putaran RPM & Fuel Loss nya… Kapan momen yang paling membuat motor Brosist boros BBM? Apakah saat digeber 100 Km/h secara konstan? No! Momen yang paling membutuhkan lebih banyak BBM adalah ketika melakukan deselerasi, mengerem, kemudian berakselerasi kembali.

 

LaFerrari Hy-KERS

LaFerrari Hy-KERS

 

 

FYI: Itulah alasan mengapa mobil Formula 1 memiliki sistem canggih bernama KERS (Kinetic Energy Recovery System), begitupun dengan Hybrid Supercar laiknya Ferrari LaFerrari (my favorite) yang punya mekanisme Hy-KERS. Hal ini disebabkan Power & BBM yang terbuang saat melakukan deselerasi + mengerem sangat besar… Nah, itu alasannya Mobil F1 & Hybrid Supercars memakai teknologi tersebut, supaya Power loss yang terbuang tadi bisa disimpan sebagai bantuan tenaga saat melakukan akselerasi.

Piranti ini nggak cuma meningkatkan akselerasi serta power secara keseluruhan, tapi juga mampu membuat konsumsi BBM jadi jauh lebih hemat… Lantaran saat melakukan akselerasi (momen dimana BBM digunakan maksimal), piranti penyimpanan tenaga tersebut menambah power untuk membuat kinerja mesin jadi lebih minim.

 

Kawasaki Z250SL ZED 6

 

So, apa hubungannya sistem canggih laiknya KERS dengan konsumsi BBM 250cc single-cylinder Kang Eno? Nggak ada, wkwkwk… Yang coba saya jelaskan diatas adalah penggambaran betapa besarnya bahan bakar yang terbuang saat melakukan deselerasi & pengereman. Terlebih, untuk mesin yang berkitir di RPM yang lebih tinggi ketimbang standar.

 

 

Nah, seperti yang pernah EA’s Blog bahas beberapa waktu lalu, karakter mesin motor 250cc single-cylinder laiknya Z250SL & CBR250R punya kurva powerband yang sempit – dengan power & torsi maksimal diraih pada kitiran RPM rendah… Ini berbeda 180° dengan motor 150cc laiknya GSX-R150 & All-New R15 yang harus dipaksa meraung di RPM tinggi untuk mengail power maksimum.  Jika Z250SL bisa mengail 130 Km/h sambil santai berada di low RPM gear 5. Maka butuh raungan RPM tinggi di gear 6 Suzuki GSX-R150 untuk mencapai kecepatan yang sama.

 

Konsumsi BBM All-New Honda CBR150R

Konsumsi BBM All-New Honda CBR150R untuk daily review (sedikit macet-macetan) bisa diangka 32 Km/l

 

Artinya apa? Yup, mesin 150cc dipaksa bekerja lebih keras ketimbang mesin 250cc single-cylinder seperti ZED… Dalam kondisi deselerasi & pengereman, drop putaran RPM di mesin 150cc jauh lebih tinggi ketimbang 250cc single-cylinder, begitupun saat melakukan akselerasi setelah pengereman… Pengguna motor 150cc dipaksa membejek gas lebih dalam untuk mendapatkan power maksimum yang biasanya berada di RPM tinggi. Sementara Kawasaki untuk Z250SL & CBR250R? No worry, karena di 5.000 RPM pun akselerasinya sudah cukup membuat badan serasa ‘dijambak’.

 

Momen inilah yang membuat mesin 150cc bakal jauh lebih boros ketimbang mesin 250cc single-cylinder seperti Kawasaki Z250SL ataupun Honda CBR250R… Jadi, jangan heran kalau di kondisi jalanan ramai yang membutuhkan stop-and-go, konsumsi ZED bisa lebih irit dibanding motor 150cc Brosist. Meskipun angka efisiensinya sih sebenarnya tak terlalu berbeda jauh, hehehee…

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Advertisements

67 comments

  • Krisandra

    150 cc standar mau ngebut??
    naik kelas aja mending
    ya minimal jadi 155

  • Bukannya pas deselerasi/throttle ditutup itu injektor stop semprot BBM mon? Pas ngegas Baru nyemprot lagi.
    Yg Boros emang habis tutup buka lagi (full throttle) Dan begitu terus.. kecuali ngegas nya diurut.. afaik..

    • enoanderson

      No, afaik pas deselerasi, braking, apalagi downshift juga masih nyemprot BBM mang, dan itu sumber masalahnya.

      https://www.fueleconomy.gov/feg/factors.shtml

    • amplop folio

      nein, kecuali pengen mesinnya mati. Tetep semprot lah mang, tapi sedikit sesuai bukaan katup, saat deselerasi tetep kena engine break mesin masih perlu muter, apalagi pakai turun gigi, jadilah rpmnya naik, sedotannya kenceng.
      sedot oom.

    • efbees

      mungkin maksudnya kalo ga ada deselerasi ga bakal ada akselerasi. proses borosnya berawal dr situ, stop n go.
      atau mungkin deselerasi itu momen ketika bbm terbuang percuma, krn injektor ga semata menyetop suplai bbm, cz kalo stop mesin langsung stall/mati.
      cmiiw

      • gimana ceritanya bensin tetap disemprotkan sesuai rpm mesin, padahal throttle body yg mengalirkan udara ditutup penuh, dan hanya menyisakan celah untuk putaran idle. jadi pembakaran super kaya dong (udara sangat sedikit)? apa gak merusak blok silinder? sama aja seperti mesin banjir.

        berdasarkan yg saya baca, efek deselerasi didapat dari kevakuman silinder karena throttle body tertutup penuh, misalnya pada mesin diesel, mesin diesel tidak menggunakan butterfly valve sehingga tidak memiliki engine brake. nah solusi untuk itu digunakan butterfly valve di exhaust agar terjadi kevakuman yg tinggi pada saat deselerasi.

        contoh gampangnya karburator. apa mungkin bbm tetap masuk ke ruang bakar kalau aliran udaranya ditutup? seperti di karburator vakum, yg skepnya hanya naik kalau ada aliran udara. seperti yg kita ketahui tinggi rendahnya skep yg menentukan jumlah bbm yg ikut terbawa udara.

        jadi tidak mungkin bbm tetep disemprotkan ketika deselerasi. selain merusak silinder juga bisa mempercepat penumpukan karbon. bayangin aja bbm tidak terbakar menempel di exhaust yg panas banget, bisa2 terjadi kebakaran dong.

        • Wayo

          Untuk motor injeksi apalagi yg udah kenal ama ecu aftermarket pasti sudah tau adanya fitur deceleration yg fungsinya memberikan semprotan bahan bakar walaupun TPS sudah 0%
          Fitur ini untuk menghindari backfire (knalpot nembak/meletub) saat deselerasi. Rentan kerjanya yg pernah sy baca (di manual juken 3) biasanya di range rpm 3000- 5000

          Kemungkinan d ecu bawaan motor jg mengaplikasikan fitur ini meskipun sifatnya locked gak bisa diutak atik

      • Yookee

        Saat berdeselerasi, injector ttp nyemprot sebanyak ketika motor dlm keadaan statis (misalnya lagi panasin motor di depan rumah). Hal ini diseting supaya motor bisa ttp hidup ketika kita berdeselerasi.

        Jd ketika berdeselerasi, raungan RPM mesin motor yg berangsur turun yg bisa kita dengar itu adalah sisa bensin yg terbakar di ruang silinder. Raungan mesin berangsur turun menuju idle karena campuran bensin + udara di ruang bakar akan berangsur berkurang menuju jumlah debit bensin + udara yg disemprot injector untuk posisi idle (grip gas tertutup)

        • labib habibi

          Mantap soul lah nih blog
          Omongan pengunjungnya gakalah berisi sama pemilik warung
          Mantap lah.

    • Yookee

      Kalo nutup throttle bikin injektor brenti nyemprot kite gak bs manasin motor di garasi donk. 🙂 Masa manasin mesin kudu pegangin grip gas terus.

      • kalau itu lain lagi. makannya pada karburator ada choke, dan pada mesin injeksi ada sensor temperatur agar durasi penyemprotan bbm lebih lama pada saat mesin dingin.

        • Yookee

          Jadi jumlah bensin yg disemprot injektor ketika berdeselerasi itu kurang lebih sebanyak jumlah bensin yg keluar lewat pilot jet karburator ketika skep dalam keadaan tertutup penuh.

      • Yookee

        Karburator contoh yg bagus buat belajar hal ini. Karena di karburator ada lobang angin yg jd saluran udara untuk mengabutkan bensin di posisi idle. Pertanyaannya gini, kalo ketika grip gas ditutup saat deselerasi bensin ttp masuk ke ruang silinder gak? Secara kan tuh lobang gak ketutup walau skepnya ketutup.

    • Ncex

      Kalo pas nutup gas injector stop semprotin bbm mesinnya mati dong mang

  • buset bang, satria f saya aja ga sampe 30 kpl loh, waktu masi standar tingting dapetnya 35 apalagi uda korekan kaya skarang. paling irit cuma dapet 25 kpl. kalo dipake ngebut dikit cuma dapet 16 kpl.. hadeh

    • efbees

      satria sy jg boros, 25 km-an/liter standar pabrik.
      tapi memang buat geber riding.

    • saitama gundul

      punya saya juga boros kok wkwkw. eh ada yg bilang pake karbu pe28 bisa lebih irit dari karbu standar bener gak tuh bro ?

      • Ananda Bilal

        Kalo ane pengalaman punya kalajengking 225cc pake PE28 bisa lebih irit 15% dari karbu bawaannya BS30 vakum masbro

        Tapi balik lagi ke motornya apa masbro
        Kalo Thunder 125/GL100/GL-Max/Megison/NMP malah lebih boross asli 2 kelinci masbro
        Kalo dipasang ke Tiger nga pengaruh ke fuel consumption
        Dipake Scorpio/Thunder 250 baru kerasa irit masbro
        Kuncinya: Diameter venturi+settingan karbu standar (skep/vakum)

        • saitama gundul

          harga karbu pe28 ori berapa bro ?
          pengen nyobain make

          • Ananda Bilal

            Ane beli PE28 ori tahun 2015 nyampe 750rb masbro
            Sekarang siapin aja 900Rb belum termasuk intake manifold masbro
            Btw motornya apa mas?

          • saitama gundul

            satria f masbro

          • Ananda Bilal

            Untuk Satria F150 Karburettor, ganti ke PE28 nga akan berefek ke fuel consumption masbro, tapi larinya ke tenaga, sekitaran 15% naik power masbro (jangan lupa porting sama dipolish headnya masbro, biar lebih ngibrit larinya)

            Saran: JANGAN PERNAH pake ban cacing terutama buat F150, nanti traksi minim dan power nga semua kepake gara2 ban cacing sialan itu (kenapa coba diciptakan ban cacing bin alay tapi malah mengurangi tire contact dan jelas menambah power loss ye?), pake aja ban MX-King (belakangnya, depan standar nga apa apa kok) ukuran 120/70 R17 biar joss gandoss masbro

          • saitama gundul

            oh gitu masbro, saya pengennya sih maen 3 pilar(karbu,cdi,knalpot) tambah porting n polish wah makin mantap, pertama mungkin karbu dulu baru yg lain nyusul… duit belom cukup hehehe
            untuk ban cacing ga akan saya pake kok wkwkwk lebih banyak kerugian yg kita dapet… pake ban standar aja masih kurang enak menurut saya apalagi make ban yg lebih kecil.
            thanks sarannya masbro

          • Ananda Bilal

            Betul tuh masbro, 3 pillar main (Karburettor, CDI, Sendalpot)
            Kalo menu ane dalam pillar itu (Murmer jos gandos) dalam motor Satria F150 paling:

            – Karbu PE28 (bagusan PWK28 Airstrike Sudco cuma harganya naudzubillah nyampe 2jt)
            – CDI bisa pake BRT atau Cheetah
            – Sendalpot modelan Freeflow Custom (Bikin sendiri di tukang sendalpot bisa mengurangi cost) dari pipa Alumunium/Stainless Steel diameter 3 inci

            Tambahannya (suplement):

            – Porting and Polishing heads
            – Klep lebih gambot
            – Noken as Racing

            Salam Satu Aspal masbro 😀 😀

          • saitama gundul

            salam satu aspal juga masbro
            ini mau nabung dulu biar project modif motor saya tercapai hehe

  • haneswara

    Nah jarang2 nih bahas efisiensi bbm, ikutan nimbrung yah. Kalau menurut saya sih faktor penentu lainnya adalah cara berkendara dan kemampuan membaca situasi arus lalu lintas. Main gas kalau bisa pas di rpm dengan power maximal pada kendaraan kita, di zona hijau lah, jangan over jangan kurang juga. Tapi ya harus main feeling juga dimana bisa dapat power maximal, soalnya tiap gigi perasaan saya beda2.Pengalaman saya naik VegaR masih sanggup kok tembus 60 km/l walaupun motor non injeksi. Untuk membaca traffic pernah liat di pelatihan supir bis Scania ada pernyataan bahwa saat akselerasi mesin butuh hampir 4x bbm lebih banyak ketimbang saat langsam / coaster kalo nggak salah istilahnya. Jadi kalau bisa jalan ngalir gitu lah, kurangi stop n go. Contohnya kalau di depan ada perempatan agak rame ya kurangi kecepatan aja sampai agak selo baru ngegas lagi, jangan dari banter > ngerem > gaspol lagi. Selain itu menurut saya tekanan angin ban, kekencangan rantai juga sedikit ngaruh ke konsumsi bbm. Maaf kalau kepanjangan 😀

    • CBeAT

      Eala om.. Gakpopo.. Dowo2 tpi manfaat.. Dri pda fansboy tolol.. Yg komen dikit “klotok2 lah yang ngebullah, xxx motor buosok” yg cuma nebar kebencian doang..

  • yohaan

    si domba garut juga 25-35km/liter padahal cuma 125 sese

  • Yookee

    Kang Eno Anderson!! Hehehe

    Inget gak dulu waktu AHM rilis CBR 250 jomblo gen terakhir, iklannya bilang ini motor memang super irit. Bisa tembus 40km/l tergantung cara bawa motornya.

    PWR punya pengaruh yg significant. Analoginya Tukul arwana akan bth energi lbh besar untuk ngangkat segalon air ketimbang Ade Rai.

    Kebalikannya,
    Energi yg dibutuhkan Ade Rai untuk ngangkat galon air sejauh 100m akan lbh sedikit dr pada si Tukul.

    Intinya, Tukul sama Ade Rai sama sama bisa ngangkat galon air sejauh 100m, tapi jelas Tukul akan lbh “kelelahan” dr pada Ade Rai.

    Special note : CBR 250 jomblo dan Ninja 250 SL series memang di set sebagai commuter bike. Apalagi si SL sejak awal terkenal bensinnya terlalu irit, makanya di gen awal motornya suka mati2 sendiri kalo di lampu merah.

    • enoanderson

      Yes! punya saya juga gen awal, memang suka stall sendiri kalo pas habis dipake jauh terus ketemu lampu merah…

      Kurang semprotan bensin & belaian kasih sayang keknya kang, wkwkwk

    • dingdong

      sering mati2 sendiri gimana sih maksudnya?terus penyebabnya apa? ._. kalo udah kena kek gitu,emang gak ada solusinya kah kang?

      maaf baru denger problem kek gini,jadi nggak dong wkwk

      btw kalo baca kata2nya kang yookee,berarti yg kena cuma gen awal doang ya?itu berarti keluaran kapan?

      • enoanderson

        Pernah ngerasain idle gas kerendahan sampe mesin suka mati sendiri pas lewat poldur? Nah persis begitu rasanya… Tapi anehnya kalo distarter langsung hidup lagi dan normal kek standar. Problemnya di ECU kang, dan so far, belum ada obatnya kecuali upgrade ecu/piggyback. Punya saya lansiran November 2014 kang

        • Orgrasional

          Punya saya hampir gak pernah lho kang (very very rarely) . Akhir2 ini aja habis ganti pake pertamax turbo (ada pengaruhnya gak sih?) , itu pun cuma sehari doang. Besok nya udah normal lagi. Motor saya juga yg lansiran 2014

        • Juki

          Saya kalo abis jalan jauh suka kang
          Pas digas dari langsam kaya yg molor dulu pas digas sebelum naik

        • joni

          Motor gak punya kualitas kang Eno sangat mengecewakan buatpecint speed freak, suara kipas radiator berisik, mesin biasa banget kayak bukan 250cc, pindah gigi tak sehalus N250fi 2 cyl, dan kopling z250 1 cyl gampang haus dan pernah selip rasanya menyiksa narik kopling koq enteng dan oper gigi sangat keras mengecewakan kang, speed juga biasa saja lebih vote Satria Fu buat 0-100km/jam

      • Yookee

        Kalo di motor karbu berpendingin udara, biasanya kalo lagi nyeting spuyer pilot jet, motor dibawa ngebut2an, trus brenti, Kalo motornya mati, berarti pilot jet kekecilan. Artinya pilot jet ngga mampu mensuplay bensin sesuai kebutuhan disaat mesin dlm keadaan panas setelah putaran tinggi.

        Dalam sistem injeksi, perannya ada di sensor suhu dan sensor oksigen. Makanya owner z250sl atau Ninja mono generasi awal ngakalin mesin stall dgn cara pake O2 manipulator. Fungsinya memanipulasi data yg dikirim sensor oksigen ke ECU.

        Believe it or not, bensin yg terlalu irit dan seringkali bikin motor mati itu secara jangka panjang akan memperpendek usia mesin. Kenapa bs begitu? Yg punya warung lbh berhak menjawab. Hehehe

        Btw, itu si TriHard yg dr kmrn ngotot injector brenti nyemprot koq ilang? Apa udh ganti nickname? 🙂

  • sangat jelas kalau konsumsi bbm tidak serta merta dipengaruhi oleh kapasitas silindernya saja. contohnya motogp 800cc dan 1000 cc. walaupun beda kapasitas tapi limiternya yg 800 cc pasti lebih tinggi dari 1000 cc juga berpengaruh pada konsumsi bbm karena udara (air flow (Liter/s)) yang dikonsumsi oleh mesin 1000 cc pada 15000 rpm dan mesin 800 cc pada 17000 rpm (hanya contoh) kemungkinan besar sama. oleh karena itu penggunaan bbm juga harus sama untuk menjaga afr-nya.

    intinya yg 150 cc termasuk high performance karena bisa mengkonsumsi bbm dan udara (energi) di rpm tinggi yang sama besar dengan mesin 250 cc pada rpm yg lebih rendah (dengan asumsi peak horsepowernya sama, mis. 25 hp @8500 rpm dan 25 hp @12000 rpm)

    ingat, airflow (liter/s) yg menentukan seberapa boros konsumsi bbm, karena airflow dipengaruhi oleh putaran mesin, tuning intake, dan lain-lain. tidak peduli seberapa besar kapasitasnya karena airflow bisa diatur dengan desain intake dan profil noken as. mesin 150 cc tapi tuning intakenya sangat bagus bisa2 airflownya lebih besar dari 250 cc yg tuning intakenya hanya untuk harian. contohnya mesin balap 150 cc yang volumetric effiencynya bisa lebih dari 100% pasti airflownya lebih besar dari 250 cc yg volumetric efficiencynya cuma 80%.

  • Stevanie

    Smart analisa……..semua hal om eno paham.
    Lulusan apa sih om?
    Jadi cerah pandangan vanie tentang per-enjim-nan…

    • enoanderson

      Lulusan S3 mbak, wkwkwk, dan nggak semuanya saya paham kok. Elektrikal contohnya, saya paling ogah bahas gituan

  • Ananda Bilal

    Oh iya kang tambahan, Driving style bisa pengaruhi konsumsi BBMnya lho, sampe 20%

    Ane juga pengen nanya kalo akang rata2 kecepatan berapa?
    (Kalo ane jangan ditanya, selalu lewat dari 100km/jam pake kalajengking, dan membuat 225cc+karbu PE28 seboros Kijang Innova bensin, 1:11Km hehehehe)

    • enoanderson

      Betul, riding style (y)
      Kalau saya? Dalam kota pasti pelan bgt, mental slow-rider. Lepas jabodetabek variasi, 100-120Km/h paling nyantai

      • Ananda Bilal

        Keluarlah aura tulen akang&ZED begitu luar jabodetabek hehehe

        Ane bawa kalajengking kesayangan Top Speed 165Km/jam di lurusan Rajamandala-Cianjur kang, kalo pake WTF? 115Km/jam dah engap kang :’D

  • Masoed

    Expert pada ngumpul seru nih, sambil nambah pengetahuan

  • Dimdim

    Sampe pusing baca komennya.. wkwkwk

  • Vendeta

    Kang teh miluan ngabahas produk anyar kawasaki z900…cuenah mah mirah ngan 225jt…nunggu bahasan ala EA…heheheh

  • Nah ini enaknya klo para komentator berusaha memberi komentar dengan dasar ilmu pengetahuan……… Semua berusaha untuk pintar (bukan sok tahu). Isi komentar komentarnya cerdas, dan yg membuat bahasannya pun memberikan tulisan yang menggiring para pengisi warung untuk lebih maju, setidaknya dalam perbendaharaan ke ilmu roda dua an…….. Mangga lajeng Mang Eno….

  • Sadeanjam

    Lantas, motor 250cc lain yg seirit z250 silinder jomblo apa lagi kang Eno? Sapa tau ada rejeki minang motor 250cc hehe. Skrg pake cb150r new dan bensin sekitaran itu 30km/l. Dulu sogun R125 2004 juga sekitaran itu 30an km per ltr. Berarti kerja mesin sogun R 125 ku berat dong ckckckckc. Konsumsi bensin segitu kalo dipake mudik Banjarnegara-Jogja sekitar 120km dan pasti geber geber siksa di jalan dan istirahat sekali supaya adem dikit mesinnya.

  • anonimus

    Any bike that has high torque on low RPM, is a fuel-efficient bike

    Kalo dipikir2, kenapa truk itu irit (padahal berat)? Karena ya torsi bawahnya Naudzubillah minzalik, 8 mobil lcgc pun bisa dia angkut 😀

    Ini diluar gaya riding & medan jalan ya…

  • goezman

    Skutik yamaha ane 3.3 l/100 km, gas pol2an. Sedihnya pake skutik ya gini, lari gak seberapa tapi konsumsi bensin mirip2 ama motor sport. Tapi entah kenapa tiger jadul ane jual n beli skutik 1 lagi buat istri

  • Halo kang, dulu di topgear UK pernah ada segmen yg bahas fuel consumption antara sportcar sama mobil biasa. Ane lupa judulnya. Pokoknya dibuat balapan di track.

    Si mobil biasa disuruh ngegas pol sekenceng-kencengnya. Sedangkan si sportcar cuma disuruh ngikutin dari belakang sedekat-dekatnya.

    Hasil akhirnya, fuel consumption si sportcar jauh lebih irit daripada mobil biasa.

    Kesimpulannya sih ya dari riding style sama performa mesin.

  • Mantep bgt dah kang Eno,, artikelnya dibuat se sederhana mungkin,, semudah mungkin buat dipahami,,(bahkan untuk yg awam dunia otomotif sperti ane) .. & keren nya lagi,komentator nya trnyata bnyak yg pinter pinter,,informatif,, & sopan.

    Jagain y kang,,jgn sampai di masuki Sales yg ga takut dosa & fansboy sakit jiwa kaya di blog populer yg laen.

  • ChUrUtZz

    Contoh lain nih kang eno, ane pernah pake nissan x trail yg 2500 cc dan avanza 1500 cc, pas di tol ane bandingin rpm si x trail pas kecepatan 100 km/jam cuma 2000 rpm sedangkatn avanza sudah mencapai 3000 rpm dan pas dibandingin fuel cosumption nya yah beda beda dkit aja sih , wlaupun agak boros x trail dikit, mkin krena akselerasi pas stop n go, lagian x trailnya pake matic, tp kalo ane boleh milih mending cc besar sekalian krena mesinnya masih rileks banget nggak nggerung walau dikecepatan rata rata 80 ampe 100 an, masalah boros enggaknya tergantung kaki aja nyekolahinnya gimana toh bila dibandingin ama cc yg lebih kecil juga ngga gitu signifikan bedanya

  • vai

    Nex karbu ane dgn riding style/speed sama +ron92 dapet 1l:48km vs FuFI ane dapet 1l:51km. Malah ketika FuFI ganti ron95 dapet 1:57km (jalan lancar lukot Malang raya)
    Intinya skutik susah utk adu irit vs sport injeksi torqy..

  • Somplak

    Panjang stroke dan gear ratio juga pengaruh…contoh cs1 vs Supra 125 bensin lebih irit Supra pdhl cc sama…lari 60kpj cs1 ada dikisaran 7000rpm sedangkan Supra cukup 4000rpm

  • ada 1 anomali nih,… itu verza tembus 165kpl lho, motor paling irit sedunia. jadi artikel ini gak berlaku buat honda verza

    huahahahaha

  • Firmansyah

    Gini aja deh untuk membuktikan mana yang lebih irit antara sport 150 injeksi dengan sport 250 cc injeksi single silinder. Keduanya di tes jalan keluar kota atau keliling kota beriringan minimal 100 km terus dihitung konsumsi bahan bakarnya. Baru jelas keliatan mana yang lebih irit mana yang lebih boros, cukup adil kan? Tapi saya yakin yang 150cc masih lebih irit

    • dengan jarak tempuh harus 1 jam atau speed harus 80kph/100kph? 250cc Single…

      • Su'eb

        Ngoahahahaha.. ini knp disandingkan 250 vs 150cc secara kasta beda fungsi dari motor tersebut pun beda2
        Bahkan profil cam,pengapian,klep,intake,afr,gir ratio , bobot kendaraan belom lagi yg naek itu motor punya BB 100kg .
        Masih berani adu irit 250cc-150cc dgn catatan mulai profil cam,intake,pngapian , bobot kendaraan ,Gir ratio hingga set torsi dan power di rentang rpm yg sama ???
        Inti nya disamakan semua sekalian tutup pentil ban nya juga dan yg berbeda hnya volume silinder nya ??
        Gmn ada yg mau nyoba bersama-sama mungkin ??? Tapi modal untuk buat motor yg kek gitu duit nya patungan ya..
        Hahahahaha…

        • Firmansyah

          Nah kan yang bandingin duluan yang punya warung alias kang eno, kita hanya menanggapi, berkomentar dan memberi pendapat om

      • Firmansyah

        Jarak tempuh ga bisa dipatok berdasarkan 1 jam atau 2 jam tergantung kondisi jalan, minimal jarak tempuh 100 km. Lah speed harus terus2an 80 atau 100 kph? Speed dalam kota kan bervariasi tergantung kondisi lalu lintas dan jalan tersebut. Kecuali ada jalan lurus sepanjang 100 km
        Gini aja om lebih mudahnya, bawa touring aja misalkan dari jakarta ke tangkuban parahu atau kemana kek lah wkwkw terus hitung deh rata2 konsumsi bahan bakarnya, fair.

  • andrisr26

    MX 135 Bore Up 150 ane awal masang blok vixion bisa dapat 40-45 km/liter. Setelah setahun lebih cuma 30-35 km/liter. tepi pemakaian kasar sih hahaha

  • amlbuton

    Super sekali kang, artikel dan komentar yg ada saling melengkapi
    Ini baru namanya artikel cerdas, mencerdaskan pembaca dan gak saling gontok2an

Tinggalkan Balasan