Advertisements
Kawasaki Racing Car Project

Kawasaki Racing Car, Proyek Mobil Balap Yang Terlupakan…

Kawasaki Heavy Industries terkenal sebagai produsen berbagai sektor bisnis menggunakan teknologi yang dahsyat… Tapi, apa jadinya bila mereka membuat mobil balap? Kawasaki Racing Car??

 

Kita sudah melihat mobil balap F1 Honda yang fenomenal dengan mesin gokil plus sosok Ayrton Senna dibalik kemudinya… Kita juga pernah melihat Yamaha membantu Toyota mendevelop mesin dahsyat, khusus untuk ajang balap Endurance… Begitupun Suzuki yang mengikuti balap World Rally Championship (WRC) bareng Swift & SX4… Tapi mendengar pabrikan geng-ijo mendevelop Kawasaki Racing Car Project… Halo? Nggak salah tuh Kawasaki bikin mobil balap??

 

Wikipedia menjelaskan secara detail kalau Kawasaki (KHI Japan) adalah grup perusahaan yang bergerak di banyak bidang… Ada aeronautika, kereta api, perkapalan (shipbuilding), peralatan perang, alat berat, industrial equipment, robot, serta yang paling kita kenal dekat: Sepeda motor. Tapi coba Brosist baca ulang kalimat barusan, adakah Kawasaki Racing Car disana?? Yup! Nggak ada…!

Sebenarnya, Kawasaki pernah memperkenalkan beberapa konsep & prototype kei-car hingga sportcar, tapi nggak satupun yang sampai ke tahap produksi masal… Apalagi mobil balap, tentunya adalah sebuah hal yang (sangat) mustahil dikerjakan oleh Kawasaki. Setidaknya, sampai Brosist membaca artikel EA’s Blog kali ini…

 

Kawasaki Racing Car Project

 

Masih ingat kisah Dave Simmonds yang secara heroik mengangkat nama Kawasaki di ajang balap motor WorldGP? Yup, apa yang bakal Brosist baca di proyek Kawasaki Racing Car ini juga sama persis… Seolah-olah diback-up penuh oleh Kawasaki Factory Racing, tapi kenyataannya justru lebih pahit dari apa yang dilihat.

Proyek Kawasaki Racing Car dimulai tahun 1970 silam… Saat itu, geng-ijo sebagai penyuplai mesin Arctic Cat Snowmobile (kendaraan khusus salju) mendapati kalau mesin tersebut sukses di kancah balap Snowmobile di Amerika Serikat. So, untuk menggaet animo lebih besar di market snowmobile & sepeda motor di negeri Paman Sam, mereka memutuskan untuk melakukan sesuatu yang lebih besar… Sesuatu yang bahkan belum pernah mereka lakukan sebelumnya: Mendevelop mobil balap! Rencananya, proyek Kawasaki Racing Car tersebut bakal dipamerkan pada lap promosi sebelum Race Snowmobile di Minneapolis, serta Balap Motor AMA GrandPrix di Sirkuit Laguna Seca.

 

Kawasaki Racing Car Project

Frame Kawasaki Racing Car, sebagian besar terdiri dari Alumunium

 

Untuk memenuhi ambisi tersebut, Kawasaki merekrut teknisi sekaligus pebalap mereka, Harvey Aschenbrenner… Harvey memiliki waktu kurang dari 10 bulan untuk mengubah seonggok mesin snowmobile berspesifikasi 2-Tak, Twin-cylinder, 440cc, kemudian disulap menjadi mobil balap yang tak hanya kencang, tapi juga sanggup menorehkan laptime fenomenal. Dalam 2 patah kata: Mission Impossible!

 

 

Harvey kemudian membuat sketsa desainnya menggunakan beberapa lembar kertas kosong serta pensil… Karena tahun 1970-an belum ada software desain 3D seperti sekarang. Struktur geometri frame Kawasaki Racing Car dibuat menggunakan gabungan antara Stainless Steel & Alumunium… Sementara bodinya dibuat menggunakan fiberglass untuk menjaga bobot Kawasaki Racing Car seringan mungkin, serta lebih mudah dishape ulang untuk memperbaiki aerodinamika-nya.

 

Kawasaki Racing Car Project

Kawasaki Racing Car Project

Mesinnya? 2-Tak, Twin-cylinder 440cc!

 

Tapi bukan itu bagian paling sulitnya… Karena yang lebih gokil adalah bagaimana merubah mesin 2-Tak snowmobile yang masih “mentah”, menjadi mesin mobil balap super kencang… Dan yang perlu diingat, saat itu Harvey hanya mengandalkan bantuan bengkel custom Amerika, serta hanya beberapa back-up sparepart dari KHI Japan – plus waktu yang sangat mepet sampai hari H. Amazingnya, seminggu sebelum race snowmobile dimulai, Harvey Aschenbrenner sukses menyelesaikan proyek tersebut! Kawasaki Racing Car sukses menjalani lap promosi sebelum acara balap Snowmobile dimulai…

Masalah belum selesai, Harvey kembali dipaksa menyelesaikan problem tersisa di Kawasaki Racing Car sebelum balap AMA GrandPrix di Laguna Seca beberapa minggu kemudian… Momen yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya, karena saat ini mobil balapnya bakal ditonton langsung oleh puluhan ribu pasang mata, sekaligus kompetitor sepeda motor Kawasaki di Amerika yang berlomba di ajang balap tersebut: Honda, Yamaha, dan “The Mighty” Harley-Davidson!

 

Kawasaki Racing Car Project

This is when the disaster began…

 

Kabar baiknya, Ia sukses menyelesaikan seluruh problem, bahkan sempat menyelesaikan painting body fiberglass-nya degan warna kebesaran Kawasaki, Hijau… Tapi kabar buruknya, akibat waktu yang mepet tersebut, Harvey Aschenbrenner tak sempat menguji coba seluruh pembaruan yang dilakukan pada Kawasaki Racing Car. Hasilnya? Disaster…!

 

 

Dalam waktu 30 detik setelah Kawasaki Racing Car dihidupkan, salah satu pistonnya jebol. Butuh waktu satu hari penuh untuk mengganti mesinnya menggunakan spare engine yang disiapkan… Saat berhasil hidup sempurna di sesi percobaan sebelum lap promosi dimulai, rem proyek mobil balap pertama Kawasaki ini mengalami malfungsi yang menyebabkan Harvey melintir keluar lintasan Sirkuit Laguna Seca. Jelang balap dimulai, Kawasaki Racing Car justru terpaksa diderek keluar lintasan lantaran keseluruhan sistem kemudinya gagal total. What a day for Harvey Aschenbrenner…!

 

Kawasaki Racing Car Project

 

Uniknya, setelah momen tersebut, Harvey Aschenbrenner justru kehilangan jejak mobil balap ciptaannya ini lho Brosist! Kenapa? Yup, karena geng-ijo langsumg memutuskan mengakhiri proyek Kawasaki Racing Car, membawa unitnya ‘pulang’ ke markas KHI Jepang, serta menghapus semua jejak sejarah yang ditinggalkan mobil balapnya tersebut. Butuh waktu hampir 4 dekade untuk menguak keberadaan sisa-sisa sejarahnya yang disembunyikan oleh Kawasaki, sebelum Harvey Aschenbrenner menulis biography kisah hidupnya…

 

Sumber: Kneeslider & Harvey Aschenbrenner’s Biography: Running on the Edge…

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

Loading...

 

Advertisements

15 comments

Tinggalkan Balasan