Advertisements
Automatic Emergency Braking Technology 5

Honda Patenkan Automatic Emergency Braking Technology!

Honda mengembangkan satu lagi teknologi yang berpotensi jadi terobosan di dunia roda 2, bernama Automatic Emergency Braking Technology… Didevelop dengan basic imajinasi yang amat-sangat fantastis, mampukah sistem pengereman ini mengurangi angka kecelakaan dijalan raya?

 

Teknologi pengereman di sepeda motor kian hari semakin pintar dan pintar aja tuh Brosist… Setelah ada Rem ABS, Combined/Dual-Channel ABS, serta Cornering ABS, kali ini ada lagi teknologi terbaru yang bernama Automatic Emergency Braking Technology. Patent teknologi tersebut sudah disahkan oleh Honda Motor Co., dan kelak bakal diaplikasikan di dunia roda 2. Seperti apa fungsinya? Dan bagaimana cara kerjanya Kang Eno? Yuk, kita bahas bareng-bareng Brosist… Cekidots!

 

Automatic Emergency Braking Technology

 

 

Automatic Emergency Braking Technology

Contoh penerapan kamera & radar sensitif Automatic Emergency Braking Technology di Mobil Honda

 

 

Automatic Emergency Braking Technology atau yang Bahasa Indonesianya bisa diartikan sebagai Teknologi Pengereman Darurat secara Otomatis, sebenarnya nggak terlalu memusingkan banget seperti namanya koq. Fungsinya juga simpel… Anggap saja Brosist punya sebuah sistem motor pintar yang mampu mendeteksi kapan kita berada dalam kondisi rawan kecelakaan frontal… Dan hasilnya, sistem tersebut mampu memperlambat laju motor secara otomatis, sebelum Brosist sadar kalau sedang berada dalam kondisi berbahayaGot it?

 

Automatic Emergency Braking Technology 4

Contoh penerapan Automatic Emergency Braking Technology di Dunia Roda 4… Makin merah “phase” nya, makin kuat pula bantuan pengeremannya.

 

Teknologi ini kabarnya sudah diaplikasi untuk mobil terbaru Honda di tahun 2017, dengan nama yang agak berbeda: ‘Collision Mitigation Braking System (CMBS)’… EA’s Blog kurang paham soal dunia Roda 4, jadi belum tahu mobil mana saja yang menggunakan fitur baru tersebut. Yang jelas, Teknologi CMBS menggunakan radar sensitif dan sebuah kamera untuk menganalisa potensi keadaan berbahaya. “Data” hasil analisa tersebut kemudian dikirimkan ke modul CMBS untuk mengatur penggunaan rem otomatis… Selanjutnya? Kita bahas di poin cara kerjanya yaa Brosist!

 

Nah, Ternyata Honda Motor Co. juga berniat mengadopsi teknologi yang sama persis buat dunia Roda 2 tuh Brosist… Namun khusus untuk sepeda motor, Honda bakal menghadapi tantangan besar untuk memberikan sensasi pengereman yang pas agar tak mengganggu ‘feel’ sang rider sendiri… Karena jika sistem kerjanya terlampau ekstrim atau terlalu intrusive bagi rider, justru malah membuat pengendaranya cilaka. So, Gimana solusinya?

 

 

Cara Kerja Automatic Emergency Braking Technology

 

 

Automatic Emergency Braking Technology

Bagan Patent Automatic Emergency Braking Technology (1)

 

Seperti yang bisa Brosist lihat pada gambar diatas, diagram tersebut adalah cara kerja Patent Automatic Emergency Braking Technology dari Honda… Kalau Brosist sering pakai fitur rumus logika “If/Or/So” di Microsoft Excel, maka software yang satu ini juga punya prinsip kerja yang kurang lebih sama.

Jika kamera dan radar (S1) menerima sinyal berbahaya, maka informasi tersebut bakal diteruskan ke modul Automatic Emergency Braking Technology (S2)… Disinilah info tersebut akan diolah untuk mengaplikasikan rem otomatis. Sementara itu, jika sensor radar dan kamera tidak menunjukkan potensi bahaya, bagian S2 diatas langsung dilewati dan berakhir… Dan yang perlu diingat, sistem ini berjalan terus-menerus selama motor dijalankan yaa Brosist!

 

Automatic Emergency Braking Technology

Bagan Patent Automatic Emergency Braking Technology (2)

 

Sementara itu, bagan kedua diatas menunjukkan apa yang bakal terjadi jika Automatic Emergency Braking Technology diaktifkan dari bagan pertama diatas (S2)… Pertama, modul Automatic Emergency Braking bakal mengecek apakah pengendara sedang menggunakan rem atau tidak… Dari sini, bakal ada 2 opsi yang menentukan kinerja berikutnya. Yakni:

(*Note: Jika Brosist pernah menonton film unik berjudul Mr. Nobody, saya jamin penjelasan berikut bakal terasa sangat mudah, hahahaa… Jika belum, baca secara perlahan yaa.)

 

– Jika Rider SUDAH Menggunakan Rem: Pertama, akan dilakukan deteksi penggunaan rem – yang dikombinasi dengan pengukuran (estimasi) jarak sepeda motor dan kemungkinan kecelakaan… Jika masih berpotensi berbahaya, maka penggunaan rem akan dimaksimalkan secara otomatis sampai tak ada lagi potensi bahaya. Namun jika potensinya sudah berkurang, pengereman hanya digunakan untuk membantu memperlambat laju sepeda motor sampai tak ada lagi potensi bahaya.

 

– Jika Rider BELUM Menggunakan Rem: Pertama, Sistem akan membuat rem belakang bekerja secara otomatis untuk membantu memperlambat laju motor – yang dikombinasi dengan pengukuran (estimasi) jarak sepeda motor dan kemungkinan kecelakaan… Jika masih berpotensi berbahaya, namun bantuan rem belakang tersebut sudah terlampau optimal (dan berpotensi mengunci), maka sistem akan memaksa penggunaan rem depan + belakang secara optimal sampai tak ada lagi potensi bahaya. Namun jika bantuan rem belakang tersebut sudah lebih dari cukup sampai tak ada lagi potensi bahaya, maka sistem kerja Automatic Emergency Braking Technology pun berakhir.

 

 

 

Terdengar sangat rumit? Memang! Apalagi kalau kita mengetahui cara kerja yang amat sangat kompleks tersebut dilakukan dalam waktu sepersekian detik saja tuh Brosist… Dijamin tambah mumet deh, wkwkwk… So, itu alasanya EA’s Blog menempatkan fungsi Automatic Emergency Braking Technology di awal artikel – Karena memang inti yang harus Brosist ketahui adalah sistem ini difungsikan sebagai bantuan pengereman darurat saat ada potensi kecelakaan. That’s it!

Di beberapa forum luar negeri, uniknya, banyak pecinta Roda 2 yang justru (agak) menentang terobosan safety Honda yang satu ini. Karena menurut mereka, di sepeda motor, nggak semua kemungkinan accident harus dihadapi dengan mengerem – selagi masih bisa dihindari bareng refleks cepat dengan latihan yang terus menerus… Karena roda 2 memiliki dimensi yang sangat mungil, berbeda dengan roda 4 yang membutuhkan space besar dijalanan.

 

 

EA’s Blog mengapresiasi keputusan Honda yang susah-payah mengembangkan teknologi pengereman super kompleks ini… Tapi saya pribadi punya pandangan lain. Jika teknologi ini digunakan di Indonesia, apalagi di kota-kota besar yang kondisi lalu-lintasnya super padat plus jarak antar kendaraan yang ekstrim. Saya justru berfikir teknologi ini malah bakal membuat motor hanya bisa berjalan 30 Km/h, plus membuat kampas rem belakang habis 3x lebih cepat ketimbang biasanya… Bagaimana menurut Brosist?

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Advertisements

14 comments

  • Fbhy

    Kayak mobil ford ya
    Lupa seri apa yg bsa otonatis ngerem kalau ad obyek d dpannya

    • Farid

      *ford focus,yg salah satunya

    • niceguy

      Ya salah satunya ford focus, selain itu ada juga merk eropa lainnya, lupa juga sih. Sistem bekerja untuk menghindari menabrak obyek tertentu (misal pejalan kaki menyeberang, dll) sensor2 langsung bekerja mengurangi kecepatan dan ngerem sekaligus. Tapi kalau nggak salah hanya bekerja untuk kecepatan rendah saja.

  • chory

    Kang eno. Kok ini web EA’s blog enggak bisa dibuka ya halaman utamanya? Ini buka lewat link di fb. Bingung kang, takut kehilangan bacaan bagus dan bermutu

  • PenunggangCBgelatik1973

    Salut kang artikelnya bagus, bermutu, dan nambah ilmu. Kalo lagi gabut daripada baca line today lebih enak baca blog kang eno. Kang ane udah khatam loh baca blognya favorit ane sih yg tech talk, engine holic, sama historical bike itu asli langka banget pembahasan kayak gitu kecuali emang doyan browsing. Keep antimainstrean kang. Seru kayaknya ngobrol sama kang eno pasti wawasannya luas. Kang kapan2 kopdar kuy.

  • Rasyid

    Di mobil mazda 3 yg baru udah ada kok kang eno teknologi seperti ini

  • Semphax rider

    Gampang kang eno,tinggal on offin aja fiturnya kaya idling stop system..diluar kota hidupin,dlm kota matiin..atau bs jg system ini berfungsi di kecepatan 70 km ke atas..

  • Yoyok Sieup

    Kalo saya gak salah sih di Pajero Sport versi luar negeri juga ada.. Tapi yang versi Indonesia fitur itu ditiadakan 😀

  • topman

    iya, di ford focus yg pernah dijual di indo pernah ada, tapi kalo di kemacetan malah dimatiin sama drivernya soalnya ngerem nya ga smooth n sensitif, jadinya yg dibelakang bikin kagok… ABS dulu deh di motor lebih perlu dan diwajibkan, terus yg kepikiran gw teknologi anti gravitasi neh motor yg ga bisa jatuh, miring doang tapi ga jatuh pake magnet kek atau apalah… tapi bukan motor yg bisa jalan sendiri ya yg pernah ditayangin disini, beda

    • Odi

      Teknologi anti gravitasi yang makek sensor gyroscope maksudnya kang?
      Kayaknya susah diterapin di motor itu kang, bukan apa apa saat kita belok ngerebahin motor dia akan memberikan gaya dorong balik keatas agar motor seimbang.
      Nah gimana kalo bisa dibantu ECU dan menerima inputan lain dari speed sensor dan bank angle sensor? Tentu gaya dorong balik ini akan bisa diminimalisir pada kecepatan dan kemiringan tertentu, agar bisa bekerja secepat itu, secara otomatis ECU harus cepat dalam memroses dan harga motor akan semakin tinggi, dengan konsekuensi 10 tahun ++ harga jual motornya akan(sangat) jatuh karena sensornya sudah pada error. Juga besar kendaraannya akan lebih mirip lcgc dari pada motor

  • Odi

    Maaf nih, bukannya yang dimobil sejenis mazda make teknologi i-stop, jadi dia ngerem secara langsung apabila sudah berbahaya, kalo liat flowchart honda yang diataa dia makek jarak, ada jarak yang mengambil rem sedikit, dan yang paling berbahaya walaupun rem udah ditekan, tapi dia tetep bekerja mengerem lebih keras lagi, semasih ban belum ngunci. Kenapa sampe ban belum ngunci, karena ABS yg bekerja.
    Pertanyaan saya, apakah engine brake ikut membantu kinerja pengereman seperti automatic retarder pada kendaraan besar?

  • niceguy

    Bukan sepenuhnya teknologi baru karena pabrikan lain sudah punya teknologi ini sebelumnya, malah mobilnya sudah mass pro. Mungkin pendekatan yang dilakukan honda berbeda dgn pabrikan lain.

  • AL

    Teknologi ini di benci buat para pelaku late braking.. kayak mbak rossi..stoner..marqonah..dkk wkwkwkwkwk

Tinggalkan Balasan