Advertisements
Honda RC213V 2017

Paceklik Honda RC213V 2017 Belum Berakhir…

Honda. Pabrikan yang sukses mendevelop mesin-mesin GrandPrix fenomenal seperti RC166, NR500, NSR500 Big Bang & Screamer, RC211V, dan seabrek yang lainnya – kini sedang mengalami paceklik untuk mesin RC213V 2017… Oh my god, EA’s Blog hampir nggak percaya nulis paragraf ini.

 

Honda tak perlu diragukan lagi adalah pabrikan tersukses di ajang balap GrandPrix sejak era 60-an… Bukan hanya dari segi pencapaian juara di semua kelas, tapi juga dari sisi pengembangan teknologi dan mesin. Honda RC166 6-Cylinder sukses membuat pebalap bermesin 2-Stroke minder, NR500 menunjukkan bagaimana “kegilaan” mereka dalam hal pengembangan mesin (meskipun gagal), NSR500 Big Bang & Screamer sukses membuat lawan kepusingan, RC211V (V5-Engine) + Valentino Rossi yang undefeated, serta Topspeed RC213V 2011-2014 yang hanya mampu ditandingi oleh Ducati.

 

Mereka mungkin tak selamanya jadi yang terbaik… Tapi dengan pencapaian yang disebutkan tadi, mereka sangat layak jadi favorit EA’s Blog.

 

Repsol Honda 2017

 

Hingga kemudian datanglah satu masalah yang sangat kompleks: Regulasi. Seperti halnya di musim MotoGP 2017 ini, Honda (HRC) masih terkendala masalah penyatuan software (unified software) yang ditetapkan penyelenggara MotoGP… Terhitung sudah 2 tahun berturut-turut (2015-2016) masalah ini belum menemui jalan keluar. Untungnya, masalah ini sedikit tertutupi oleh gemilangnya kiprah Marc Marquez (Factory) & Cal Crutchlow (Satellite) di musim lalu. Ada apa dengan Honda?

 

 

Musim MotoGP tahun ini, mereka coba membuka lembaran baru dengan mengubah firing order mesin V4 RC213V 2017 dari tipe “Screamer”, menjadi “Big Bang”… Perubahan ini diharapkan mampu mengatasi problem over-agresifnya RC213V di tikungan, dan kelemahan akselerasi serta topspeed yang dimiliki oleh para pebalap Honda. Problemnya kompleks, kalau mau jujur malah bisa dibilang sangat kompleks. Apakah ubahan tersebut sejauh ini mampu meninggalkan senyum bagi rider Honda? Sayangnya tidak.

 

Marc Marquez RC213V 2017

 

Marc Marquez, Juara Dunia MotoGP 2016 bahkan masih ragu dengan mesin V4 Big Bang terbarunya. Ia mengakui kalau RC213V 2017 memang lebih terasa lebih smooth, namun masih punya segudang masalah saat keluar tikungan, topspeed yang belum sesuai harapan, serta grip ban yang masih jadi problem utama. Hasil laptime yang ditunjukkan pun tak ada peningkatan dari RC213V musim lalu… Terbukti, di Test Pramusim Sepang pun pebalap bernomor start 93 ini hanya mampu di posisi 2 pada hari ketiga. Hari pertama & kedua? Bad Result!

Kabar buruk nggak hanya berhenti sampai disitu, karena Honda masih akan mengetes prototype mesin terbarunya di test pramusim yang tersisa sebelum musim MotoGP 2017 dimulai… Mereka belum memutuskan untuk memakai engine yang mana, entah itu memakai V4 Screamer musim lalu, ataupun V4 Big Bang di RC213V 2017. Jadi kalau Brosist saksikan Launching Team Repsol Honda di JIExpo Kemayoran beberapa hari lalu, mungkin mereka hanya rilis livery resminya aja tuh Brosist… Karena mesinnya sama sekali belum fix.

 

 

Mesin yang akan digunakan RC213V 2017 terbaru akan diputuskan pasca sesi Test terakhir di Sirkuit Losail, Qatar, 10-12 Maret 2017 mendatang… Yang artinya, Honda hanya memiliki waktu sekitar 2 minggu untuk membuat 35 mesin baru yang akan digunakan oleh 5 rider Honda di musim ini – sebelum diserahkan ke panitia sebelum hari pertama Race MotoGP 2017. What a disaster…!

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Advertisements

15 comments

  • shiro

    halah marc itu cuma solu2,kemaren dia cuma pake ban medium sedangkan MVK soft(katanya),mungkin sekarang mreka nggak mau sesumbar kayak 2015 yg bisa mecahin rekor sepang 1,58 tapi hasilnya zonk

    • nasib emang ngaruh tp secara skill Vinales bisa jadi kontender juara dunia 2017, siapa tau thn ini Marc yg ngebul…

      • enoanderson

        Jangan ngomongin ngebul om, nanti fans mbah rossi ngamuk2 disini, wkwkwk πŸ˜€

        • killwill

          Hahahaha
          Kejamnya dikau, jawaban kang eno langsung bikin si @ROY MUKA SYEMPAK, Kayak keselek sendal..
          Ngomongin ngebul, dy gak sadar klo yg ngebul justru zagoannya sendiri VR46,
          Mbah rossinya jee sampe malu minta ampun gara2 ngebul d kampungnya sendiri…
          Eee ini penyembahnya gak sadar diri
          Hhhhh..
          *klo jadi ROY MUKA SYEMPAK mungkin langsung tutup muka pake ee’ kebo
          Hhhhhh

  • FNL

    Beuhh pertamax di blog fenomenal

  • beruntung banget Honda punya MM93 yang brilian.. tumben nih Honda gak fenomenal secara mesin dan sasis.. pecat dah desainer nya wkwkwk

    http://kobayogas.com/2017/02/07/begini-kurang-lebih-gambaran-sekeluarga-naik-gsx-r150/

  • efbees

    Marquez naik motor apa aja kayaknya bisa juara. Memang alien

  • Sebut saja bunga :p

    Kang eno anderson
    Tolong, konten tulisan tertutup iklan
    Saya jadi kesulitan membaca artikelnya
    Mohon ditata lgi iklan nya

  • Vendeta

    Terkadang letak permasalahan utama bukan pada teknologi ataupun dana…HONDA adalah pabrikan terkuat dari sisi ini…tapi bisa jadi masalah pada WILL dari penguasa tertinggi…jika visi dan misi pemegang kekuasaan saat ini tdk sama dengan pendahulunya, pasti tidaklah sama hasil akhirnya

    • enoanderson

      Kalau saya sih mikir yang bisa bikin susah Honda di ajang beginian (selain salah rider), pasti regulasi deh kang… Soalnya udah dari dulu sih, wkwkwk

  • IMHO, 1 hal yang membuat ane kagum sm Honda, meskipun katanya masih banyak masalah sm motor nya tapi sampai detik-detik akhir tim masih mencari dan memecahkan masalah dari motor mereka disaat pabrikan lain sudah merasa puas/pede dengan motor nya, ini yg menurut ane Honda bisa juara dunia 2016 disamping tentu tanpa mengecilkan peran Marquez yang memang punya skill alien.. πŸ™‚

    • enoanderson

      Yup bener kang, Faktor #MM93 juga nggak bisa dibohongin… Apalagi ditambah mental calm-nya kayak tahun kemaren, juoss deh!

      • setuju kang, Honda + Marquez kombinasi yang mengerikan, Yamaha punya potensi mengalahkan mereka tapi harus tau betul sedetil-detilnya kekuatan dan kekurangan M1 dan juga tidak mentolerir kesalahan sekecil apapun (engine, rider, dll)

  • ryan

    regulasi/unified software kan seragam, toh tim lain juga menghadapinya, apakah tim lain, suzuki, yamaha, ducati, aprilia, ktm tidak ada masalah/sudah sukses adaptasi dgn software?
    menurut saya orang2 yang menangani motor honda yang bermasalah. Dan ini berlaku untuk semua tim mengingat regulasi kan berlaku untuk semua bukan cuma honda saja.

Tinggalkan Balasan