drumcharger-5

Drumcharger, Alternatif Turbocharger Sepeda Motor Masa Depan!

Siapa yang nggak ingin tambahan power hingga 30-50% di motor kesayangannya? Ditambah suara nguiingg-cess yang addicting, dijamin bakal tidur Brosist bakal semakin nyenyak. Yes! Itulah kelebihan & ‘magic’ yang ditawarkan oleh Turbocharger…! Tapi saat mengetahui harga dan kerumitannya, nah ujung-ujungnya dijamin jadi mimpi belaka. Dan itulah yang coba dibantah oleh piranti yang satu ini, Drumcharger!

 

Drumcharger pertama kali diperkenalkan pada ajang EICMA 2016 silam oleh AlterEgo Hardware, dan langsung mendapat gelar sebagai turbocharger sepeda motor untuk masa depan! Bahkan nggak cuma motor, piranti ‘doping’ power yang satu ini juga berpotensi membuat industri otomotif (motor, mobil & kendaraan berat) selangkah lebih baik dalam hal power, emisi gas buang & efisiensi bahan bakar… EA’s Blog yakin, yang ada di fikiran Brosist setelah membaca kalimat tadi adalah: Memangnya sehebat apa sih fungsi dan manfaat Drumcharger? Kemudian, bagaimana cara kerjanya?

Nah, jika itu yang menjadi pertanyaan, maka saat ini Brosist berada di tempat yang tepat! Karena pada pembahasan Tech Talk kali ini, kita bakal kupas-tuntas seputar Drumcharger – alias Turbocharger masa depan… Cekidots!

 

Drumcharger

 

 

Sebelum bahas lebih jauh tentang Drumcharger, yuk kita rewind dulu apa saja yang menjadi kelemahan Turbocharger untuk Industri Roda 2 saat ini. Pertama, dan pastinya kita ketahui bersama adalah harganya yang tergolong tinggi… Mungkin bakal masuk akal jika dipadu dengan mesin moge berkapasitas 1.000cc, tapi saat disandingkan dengan motor 250-400cc? Dijamin, harga motornya seketika melejit drastis!

 

Kedua, Turbocharger versi modern memiliki kerumitan tingkat tinggi… Dimana kini semuanya diatur secara elektronik agar lebih presisi, serta sangat kompleks saat memasang piranti ini ke motor non-turbo. Ketiga, Turbo juga butuh part mesin yang jauh lebih advance, untuk menahan lonjakan tenaga yang signifikan. Dan terakhir, jika ingin mengaplikasikan Turbo Konvensional yang lebih sederhana, kita bakal dihadapkan dengan masalah space yang minim di sepeda motor, turbo lag parah, plus bobotnya yang berat.

Nah, dari 4 kelemahan turbo bagi dunia Roda 2 itulah kemudian muncul ide pembuatan Drumcharger!

 

 


Sebelum baca prinsip kerjanya, simak dulu video penjelasannya berikut yaa Brosist… 

 

 

Prinsip kerjanya? Sebenarnya masih mirip dengan turbocharger, hanya saja metode yang diterapkan keduanya berbeda… Jika Turbocharger menggunakan baling-baling (turbin) sebagai aktor utama pengubah gas buang menjadi udara segar… Maka di Drumcharger, ceritanya sedikit berbeda. Alat ini menggunakan membran carbon fiber elastis yang bisa kembang-kempis saat menerima tekanan dari gas buang knalpot. Simpelnya, proses tersebut menghasilkan udara segar yang nantinya diinput ke jalur intake mesin. Nah, nggak jauh beda kan? Intinya sama-sama memanfaatkan gas buang knalpot, menjadi suplai udara segar bagi mesin motor.

 

 

Drumcharger hanya berbobot sekitar 1 Kg per unitnya – sehingga nggak bakal menambah bobot motor secara keseluruhan. Mungkin yang jadi kekurangan terbesarnya adalah dimensinya yang tergolong gambot, yakni berdiameter 22cm untuk motor 250cc, dan 27cm untuk motor diatas 400cc. Selain itu, lantaran satu membran hanya bisa bersinkronisasi untuk 1 silinder, jadi dibutuhkan 2 unit apabila motor Brosist bermesin 2 silinder. Oleh karena itu, piranti ini hanya ditargetkan untuk mesin maksimum 800cc 2 silnder.

 

 

Meskipun jauh lebih simpel dari Turbocharger, tapi yang satu ini nggak bisa dipandang sebelah mata lho… Karena pada prinsipnya, membran drumcharger bagaikan bersinkronisasi dengan mesin – memberikan input udara yang berbeda di setiap rentang RPM. Jika berada di RPM rendah, maka suplai udara yang dihasilkan pun tak terlampau tinggi, mulai meninggi kala throttle gas dibejek semakin dalam, dan seterusnya. Plus jangan lupa, yang satu ini juga sifatnya mekanikal – alias nggak membutuhkan elektronik canggih untuk mensupport kinerjanya.

 

Efek peningkatan power Drumcharger di KTM RC390... Cakep!

Efek peningkatan power Drumcharger di KTM RC390… Cakep!

 

Seberapa besar power yang dihasilkan? Well, jangan samakan hasilnya dengan turbocharger yang jauh lebih kompleks… Drumcharger hanya mampu menambah tekanan udara yang masuk ke ruang bakar sampai 0,6 bar. Artinya, piranti simpel ini sanggup meningkatkan power & torsi hingga 15% – lewat tes yang dilakukan via KTM RC390.

Jadi, apabila ZED milik EA’s Blog punya power 28 HP, nantinya bakal berpotensi naik menjadi 32-33 HP hanya dengan penggunaan 1 part doang tuh Brosist. Hebatnya lagi, Drumcharger juga diklaim sanggup mengatrol emisi gas buang, serta meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 30%. Nah, asik kan?

 

 

Selanjutnya, mari kita bahas apa saja yang biasanya (bakal) jadi pertanyaan Brosist sekalian…

 

Lag seperti di Turbo? Nggak ada tuh Brosist… Karena Drumcharger memanfaatkan membran yang sensitif terhadap tekanan gas buang di rentang RPM manapun. Jadi, sekalipun masih di RPM rendah, mesin tetap tersuplai udara.

Butuh part (piston, setang piston, dll) yang berkualitas tinggi? Nggak! Karena pada dasarnya Drumcharger bersifat universal dan Plug n’ Play (PNP). Meskipun demikian, IMHO tetap perlu sedikit penyesuaian soal debit BBM, dan Air Fuel Ratio.

Butuh elektronik tambahan? Nggak! Karena piranti satu ini sifatnya mekanikal, alias hanya dikontrol oleh gas buang dan membran yang berada dalam unit drumcharger…

Mahal Nggak sih? Harga secara pastinya sih belum diumumkan… Tapi menurut AlterEgo Hardware, Drumcharger bakal memiliki banderol hanya 1/10 dari harga pasaran Turbocharger dipasaran.

Apakah membrannya nggak cepat rusak? Untuk ketahanan membran carbon fiber nya terhadap tekanan (dan frekuensi) yang dihasilkan gas buang, nampaknya bukan masalah… Tapi masalahnya ada di problem panas tuh Brosist, oleh karena itu dibutuhkan jarak sekitar 50cm dari Head Silinder saat pemasangan Drumcharger- supaya terhindar dari hawa panas berlebih.

Untuk tipe motor apa saja sih? Semua motor dibawah 800cc Twin-cylinder diklaim bisa menggunakannya koq Brosist! Entah itu 2-stroke, 4-stroke, injeksi, bahkan masih karburator sekalipun.

Penyesuaian part terhadap Drumcharger? Brosist masih bisa menggunakan knalpot standar lho… Hanya saja dibutuhkan header knalpot khusus, serta box air filter yang dibuat khusus agar terintegrasi dengan Drumcharger.

 

 

Baca Juga yang lainnya yaa Brosist…

 

6 comments

Tinggalkan Balasan