Advertisements
Yamaha Mio 2006

Readers Review: Yamaha Mio (2006)

Honda BeAT-series boleh menjadi leader kelas skuter matik, dan Yamaha NMAX boleh jadi andalan penjualan Pabrikan garputala saat ini. Tapi kalau bicara soal skutik, para fans-nya diluar sana harus banyak-banyak berterima kasih pada sosok yang satu ini: Yamaha Mio!

 

Medio pertengahan 2000-an silam, Yamaha coba menggebrak bareng Nuovo & Mio yang bergenre skuter matik… Nouvo mungkin bisa dibilang gagal, tapi Yamaha Mio? Beda cerita Bro-sist! Skutik mungil yang satu ini sanggup terjual ratusan ribu, bahkan jutaan unit – dan terus jadi favorit konsumen hingga masa baktinya berakhir tahun 2011 lalu… What a fantastic little scooter! Bahkan, generasi penerus-nya yang bermodal Injeksi (YMJET-FI, kemudian diganti Blue Core) pun belum mampu menyamai kedigdayaan Mio generasi awal tersebut. Pertanyaannya: Kenapa Mio bisa begitu populer dikalangan masyarakat?

 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, EA’s Blog punya cerita dari seorang pembaca, Kang Hendy Yoseptian, yang ingin berbagi kisahnya bersama Yamaha Mio 2006. Yup, Generasi Mio pertama yang hadir di Indonesia lho Brosist! Mio yang bahkan (dulu, 2007) sempat membuat Ibu saya ngambek minta diajarkan naik motor setelah melihat sosoknya, wkwkwk. So, tanpa panjang lebar lagi, yuk kita mulai sesi Readers Review-nya… Cekidots!

 


 

Yamaha Mio 2006

 

Setiap yang pertama pasti bakal meninggalkan kesan yang amat mendalam… Pacar pertama, istri pertama, rumah pertama, selingkuhan pertama, hingga motor pertama – semua punya ceritanya masing-masing. Begitupun dengan Yamaha Mio 2006 ini, yang merupakan motor pertama saya dari jaman SMP hingga kuliah. Awal ceritanya juga sudah sangat kompleks, mulai dari menjual Mocin bermerk Jincheng dan mengumpulkan uang tabungan saya untuk memboyongnya (second) tahun 2009 silam.

Pertama kali menaiki motornya ada perasaan unik, karena entah kenapa Yamaha Mio ini seolah-olah bukan ditujukan untuk konsumen seperti saya. Dengan tinggi badan 175cm dan postur yang ideal, badan saya terasa membungkuk diatasnya… Yang berakibat cepat pegel saat diajak riding jarak jauh. Sepengamatan saya, ergonominya justru sangat ngepas bagi kaum hawa! Nah, sekarang terbukti kalau pada era awal populernya skutik, genre motor ini memang diciptakan untuk para konsumen wanita. Any comment?

 

Yamaha Mio 2006

 

Tampilannya, jika dibanding motor bebek lain di era yang sama, Yamaha Mio tak diragukan lagi sebagai yang paling “cute”, imut dan bersahabat. Brosist bisa lihat sendiri dari garis desainnya yang ‘membulat’, striping bunga-bunga, serta dimensi mungil – yang seolah membuat sosoknya sangat bersahabat bagi kaum hawa… Nggak mengintimidasi laiknya motor bebek dikala itu.

Sementara untuk build quality-nya bisa dibilang so-so… Nggak terlalu bagus, tapi nggak bisa dibilang jelek juga. Poin plusnya, hingga kini part body dan pernak-pernik lain Yamaha Mio masih banyak ditemui di bengkel – mulai dari yang kenamaan, hingga pedagang loakan di pinggir jalan… Bukti betapa suksesnya motor ini pada medio 2006-2010 silam.

 

 

Untuk mesinnya sendiri saya rasa cukup untuk penggunaan sehari-hari… Meskipun mesin 113cc, SOHC 2-Valve, Berpendingin udaranya justru berbeda karakter ketimbang motor bebek Yamaha lain yang mengutamakan akselerasi – karena yang satu ini justru sebaliknya, baru terasa mantap di kitiran RPM Tinggi.

Tapi sebagai basis mesin yang paling sering dipakai balap pada eranya, oprek dan upgrade juga pernah saya lakukan. Contohnya dengan mengganti roller yang lebih ringan, efeknya mesin jadi responsif saat dijalanan datar, tapi justru ‘ngeden’ parah saat bertemu tanjakan. Karena lebih banyak nyusahinnya, akhirnya saya kembalikan lagi jadi standar pabrik, wkwkwk…

Drawback yang terasa dari segi performa & handling datang dari Ban Yamaha Mio yang sangat mungil… Terasa nggak nyaman meskipun cuma menghajar lubang mungil. Ditambah getaran yang masih sangat terasa di bagian setang, agak berat saat dibawa boncengan, serta belum ada footstep boncenger (ada di versi selanjutnya, Mio Sporty/Smile). Selebihnya masih asik koq buat diajak selap-selip ataupun cornering!

 

Yamaha Mio 2006

 

Meski sering disebut sebagai mesin yang ‘rapuh’ dibanding skuter matik lain, tapi selama 7 tahun bareng Yamaha Mio, soal perawatan mesin saya justru puas lho! Bagian yang paling menyebalkan dari mesin ini ada dibagian Kampas Kopling & Roller yang sudah beberapa kali ganti selama masa pemakaian.

Dan untuk konsumsi BBM-nya, saya kira masuk batas kewajaran sih (meskipun banyak yang bilang boros). Karena memang tangkinya sangat mungil, dan masih dibekali karburator. Tapi untuk urusan tenaga, meskipun umurnya sudah 1 dekade, tapi Yamaha Mio generasi awal ini nggak kalah koq dari skutik entry-level lainnya yang lebih modern…!

 


 

Spesifikasi Yamaha Mio (2006)

 

 

Engine4-Tak, Silinder Tunggal, SOHC 2-Valve, Air-Cooled
Bore x Stroke50 x 57.9 mm
Capacity113 cc
Rasio Kompresi8.8 : 1
Penyuplai BBMKeihin NCV24
Sistem StarterElektrik & Kick Starter
Transmisi & Final-DriveAutomatic, CVT
Max Power8.2 HP @ 8.000 RPM
Max Torsi7.8 N.m @ 7.000 RPM
Dimensi (PxLxT)1.820 x 675 x 1.050 mm
Jarak Sumbu Roda1.240 mm
Ground Clearance125 mm
Tinggi Jok745 mm
Kapasitas Tangki BBM3.7 Liter
Berat Isi94 Kg
FrameSteel Underbone Frame
Suspensi DepanTelescopic Fork
Suspensi BelakangSingle Shock Absorber
Rem DepanCakram Hidrolik, Kaliper 1 Piston
Rem BelakangDrum Brake (Teromol)
Ban Depan70/90 – 14M/C 34P
Ban Belakang80/90 – 14M/C 40P

 

 

 

Well… Thanks banyak Kang Hendy, udah mau sharing & berbagi cerita pengalamannya bareng salah satu motor paling ikonik di Indonesia. Semoga awet terus bareng Yamaha Mio kesayangannya! Saya masih ingat betul betapa populernya Yamaha Mio sewaktu masih SMA silam, bahkan sampai ‘enek’ juga lho… Karena setiap main ke tongkrongan baru, pasti ketemunya Mio lagi, Mio lagi. Entah yang dimodif Ceperis, Thailook, hingga Lowrider – Komplit deh euy! Hahahahaaa…

Seperti yang dibilang tadi, Yamaha Mio adalah motor yang paling “groundbreaking” di era 2000-an silam… Fenomenanya bahkan lebih dashyat dari kehadiran V-ixion, ataupun larisnya Supra X125R di era yang sama. Mio memang bukan skuter matik pertama di Indonesia, apalagi di Dunia… Tapi motor inilah yang jadi pondasi awal dan trendsetter gokilnya populasi skutik – yang kini laku jutaan unit pertahun.

Seperti halnya momen pembacaan proklamasi kemerdekaan 71 tahun silam, jika Brosist bukan tipe penyuka pahlawan nasional, yang jelas (dan harus), mari kita berikan Respect yang paling besar. Respect bagi Yamaha Mio!

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Advertisements

11 comments

  • Illumination

    Ya ini motor perkasa. Saya punya yg 2009, wuiiiih…. Itu motor badan kelihatannya ringkih tapi dalemannya itu lhoo…. Serasa besi2 nya ditempa di Asgard. Bandel parah, banjir tingginya hampir setengahnya mio bisa dihajar dan baik2 saja beberapa minggu setelah kena banjir baru saya servis dan gak ada masalah signifikan. Paling cuma karbu yg ada isi airnya doang

  • niceguy

    Saya juga pernah punya mio keluaran pertama tahun 2006 masih pake spoke wheel. Untuk konsumsi bbm memang ga bisa dibilang irit, tapi mesinnya bandel. Tahun 2013 dijual ganti mio j, sebenarnya sayang juga sih, kondisi motor masih bagus banget, catnya hampir mirip seperti barunya, cuma sekali ganti shock belakang dan gilanya lagi mio karbu ini masih bisa diajak lari 110 km/jam (on speedo, entah berapa deviasinya).

  • jimmoth

    Ini motor mbakyu aku di kampung nih… masih awet aja sampe sekarang…alhamdulillah…

  • Fajri

    Yamaha Mio. Yang pertama, selalu dan selamanya *eh wkwkwkwk 😀

  • Hatma

    Modelnya emang longlast sih, enak dilihat.

  • mio

    duh gue pingin banget ngerasain mio ini, tp gue pernahnya minjem mio gt sm mio m3 doang…

  • Ardoid

    Sayang bngt punyanya yg soul 2009. Ini termasuk kesalahan yamaha nih…bikin motor terlalu awet jadi ngga gonta-ganti motor deh.

  • karnos

    alhamdulillah motor saya mio soul 2009, mesin bandel sampe sekarang masih dipakai

  • haneswara

    fotonya di underpass Jombor nih :p

  • fari.fairis

    jangan2 mocin jincheng yg kang Hendy jual itu motor jincheng yg ane beli second dulu, sama2 jogja nih.. wkwkwkwkkw 😀

  • Asal perawatan sesuai, awet kok.
    Kata orang boros???????
    Cobain saja deh

Tinggalkan Balasan