About these ads
Honda Supra X 125R

Readers Review: Honda Supra X 125R (2010 & 2013)

Ada motor bebek era 2000-an silam yang disukai kalangan anak muda, ada yang jadi bahan modif favorit, dan ada juga yang disukai para speedfreakers lantaran mudah dioprek. Tapi, ada juga 1 sosok yang disukai hampir seluruh kalangan konsumen: Honda Supra X 125R!

 

Sebelum Honda BeAT-series populer dan jadi market leader sepeda motor Indonesia saat ini, pabrikan berlogo sayap mengepak juga punya jagoan yang setara boomingnya: Honda Supra X 125… Jutaan unit cub 125cc ini laris-manis sepanjang era 2000-an. Jutaan! Dan kerennya lagi, nggak ada satupun sosok motor bebek lain yang mampu menyaingi, atau bahkan sekadar mendekati capaian sang ‘rajanya motor bebek’. Nggak heran Honda terus meregenerasi model ini, bahkan masih diproduksi hingga artikel ini ditulis.

 

Pertanyaannya: Kenapa Honda Supra X 125R begitu populer di-eranya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kali ini kita nggak cuma punya satu, tapi 2 review sekaligus dari 2 pembaca EA’s Blog yang mengirimkan kisahnya bersama Supra X 125R : Kang Ilman & Kang Hendrik…! Itu bukti pertama betapa nge-hitsnya motor yang satu ini. Selanjutnya, biarkan review dari para Owner yang berbicara… Cekidots!


 

Honda Supra X 125R

 

Sebelum bahas sosoknya lebih lanjut, mari kita awali cerita ini dengan alasan keduanya memilih Honda Supra X125R… Kang Ilman, readers EA’s Blog pengguna Supra X 125 lansiran 2010 sebenarnya lebih tertarik ke motor second yang lebih menggoda kala itu, seperti Jupiter MX 135 & Pulsar 135LS. Tapi pada akhirnya justru memilih Supra lantaran kagum dengan kehandalan mesin Honda Karisma yang pernah dimiliki orang tua.

Sementara itu, Kang Hendrik mengaku kalau mendapat lungsuran Honda Supra X 125R lansiran 2013 saat masih kuliah dulu. Faktor apa yang bisa kita simpulkan dari alasan keduanya memakai sang ‘raja motor bebek’? Silahkan Brosist analisa sendiri.

 

Honda Supra X 125R

 

Bergeser ke desain, Honda Supra X 125R ini sudah jauh lebih baik ketimbang generasi pendahulunya dengan aura ‘membulat’ dan kebapak-bapak’an… Mungkin tujuannya untuk mencecar target konsumen yang lebih luas, mulai dari bapak-bapak hingga anak muda. Meskipun pada akhirnya, sebutan ‘motor bapak-bapak’ itu kembali didapatkan oleh sosoknya lantaran banyak konsumen berusia 30-40 tahun yang boyong unitnya. Alasanya simpel, nama “Supra” nya yang legendaris seakan jadi ‘magnet’ bagi konsumen yang umurnya tak lagi muda.

Meskipun versi yang beredar sejak 2007-2013 ini sudah mendapatkan banyak improve di sisi desain, tapi problem ‘warisan’ dari Supra-series terdahulu entah mengapa tetap tak bisa hilang… Yakni bodi yang bergetar bak gempa 9,2 skala ritcher dan suara berisik yang menyertainya. Meskipun terasa menjengkelkan, tapi disyukuri saja, karena masih banyak poin plus Honda Supra X 125R lainnya yang bisa diekspos.

 

 

Berbanding terbalik dengan vibrasi bodinya yang menjengkelkan, sektor kenyamanan motor ini justru nggak bisa dipandang sebelah mata. Kombinasi sasis yang stabil, suspensi yang ngepas (nggak empuk tapi nggak keras), serta delivery power yang smooth membuatnya jadi sosok motor bebek yang asik diajak riding harian, ataupun saat riding jarak jauh… All-day-hero banget nih motor! Nggak heran kalau pernah ada tetangga yang rela jual Jupiter MX 135 buat ganti ke HSX125R, hahaha…

Sementara untuk handlingnya saat melibas tikungan dengan kecepatan tinggi, Swingarm Honda Supra X 125R yang terkesan ringkih jadi biang kerok utama dibalik efek limbung dan goyang yang terasa. Solusinya, Brosist sekalian bisa ganti unit swingarm nya pakai milik Blade 125 ataupun New Supra PGM-FI yang model kotak dan lebih kokoh.

 

Honda Supra X 125R Honda Supra X 125R

 

Bergeser ke area permesinan, entah mengapa Honda Supra X 125R ini terasa agak downspec ketimbang pendahulunya yang berbodi membulat. Dengan penurunan rasio kompresi dari 9.3 ke 9.0 : 1, efek akselerasi yang dihasilkan jadi sangat inferior ketimbang kompetitor – meskipun nafas powernya terasa tanpa ujung… Belum lagi efek ganti gear yang berbunyi keras “cletak” !! Tambahkan dengan tanjakan ekstrim, maka lengkaplah sudah penderitaan saat memakai Supra X 125R dalam kondisi standar.

Untungnya, karena banyak pengguna motor ini dipasaran, akhirnya banyak jugalah berbagai solusi untuk meminimalisir problem akselerasi tersebut… Beberapa diantaranya adalah mengganti ukuran gearset, mengakali area clutch, sampai bore-up yang aman dipakai harian. Saya sendiri memakai solusi yang pertama dengan mengganti gear belakang ke ukuran 39, and it works!

 

1481072171303_fx

 

Meskipun masih dibekali dengan karburator, tapi bukan berarti konsumsi BBM-nya bakal jadi boros… Nggak sama sekali! Dengan pemakaian ekstrim, Honda Supra X 125R ini masih sanggup punya efisiensi hingga 50-55 Km/l lho. Kalau untuk pemakaian santai, bahkan sesekali saya pernah tembus hingga 60 Km/l… 60 Km untuk 1 liter bensin Bro! Bahkan jauh lebih irit ketimbang skutik injeksi jaman sekarang yang mengusung tagline ‘ serba irit’.

Sementara untuk area pengereman, meskipun sudah dibekali Double-Disc Brake, tapi realnya dilapangan justru nggak lebih baik dari motor yang hanya mengandalkan single-disc brake. Solusinya, saya mengganti kampas rem depan berlabel Daytona yang dikombinasikan dengan piringan cakram lebar… Hasilnya lebih baik daripada rem standar yang sering ‘ngeloyor’. Tapi, apapun kelebihan & kekurangannya, salut untuk Honda yang sukses membuat karakter kuat di Honda Supra X 125R… Sebagai bebek yang simple, easy-to-use, irit BBM, dan nyaman digunakan oleh berbagai kalangan konsumen.

 


 

 

Well… Thanks untuk reviewnya Kang Ilman & Kang Hendrik!! Personally, saya juga masih ingat betapa panjangnya nafas power Honda Supra X 125R yang seakan nggak ada habisnya… Saya juga masih ingat betul parkiran sekolah yang mayoritas diisi sang Supra, betapa annoying-nya suara gear nya yang “cletak-cletok”, serta Striping “race R flag” nya yang pernah jadi salah satu sembako modifikasi akhir 2000-an silam… Meskipun hal tersebut justru berakhir sebagai sosok yang saya nilai: bebek ‘boring’ dan pasaran.

 

Tapi pada akhirnya, perlu saya akui, Honda Supra X 125R memang berbeda dari motor bebek hi-end 115-125cc dimasanya… Saat yang lain berlomba membuat bebek dengan akselerasi superior serta faktor “fun” yang tinggi, bebek satu ini malah tetap mempertahankan karakter power smooth, friendly, kaya fitur, namun tangguh & mampu menghajar segala jenis medan. Dan percaya nggak percaya, itu justru yang jadi selling point utama sang bebek hingga menjadi motor terlaris dari tahun-ke-tahun… Sebelum invasi skuter matik perlahan menghapus cerita ‘raja motor bebek’.

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

About these ads

20 comments

  • silent reader

    Pertamax apa ora kie yah .. article panjang itu memang sesuatu klo di baca .. klo ane masih setia sama supra fit x .. udah 200rb km .. senen – jumat di pake buat kirim2 barang yg beratnya bs sampai 170kg .. dr pertama beli yg namanya kampas kopling belum pernah ganti .. alhasil kalo pas bawa barang di jembatan layang .. musti di gear 1 hahaha .. pemakaian sudah 8 tahun .. utk mesin memang bener2 bandel .. jarang bgt service,yg penting olinya rutin.. udah itu aja .. ehh malah jd ikutan repiu

  • masih pake yang keluaran 2010 kang, mesin sampai hari ini masih halus-lus-lus.. hanya body, getarannya alamak…. untuk urusan body, sebenernya ga banyak komplain, lha wong biasa buat bawa barang kodian (baju). wkwkww.

  • yunus

    Dirumah ada supra x125 2010 karbu, selain kepalanya yang klotok2 semua sektornya masih enak banget kang, mlintir gas sampe 110km/h on speedo masih enak, Meski berkorban bensin yang agak boros.

  • Rendra

    Saya malah masih setia dengan supra lansiran 2007. Mesinnya bener2 bandel, gak pernah ada kendala. Paling berkesan ketika saya pake ke ranu pane dari Malang pas mau naik semeru. Saat itu saya bawa carrier 25kg. Temen2 yg naik MX dan new vega harus turun dari sadel, sedangkan saya anteng aja di gigi 1.

  • CiBiker

    di rumah ada kang supra x beli di tahun 2004 kalau g salah.. pertama kali beli motor itu bapak saya.. awalnya buat harian.. di rawat servis rutin di beres. sampai umur 6 tahunan g pernah ada masalah.. terus ada rejeki bapak beli lagi motor jupiter mx thn 2010. jadi nya si supra di buat untuk angkut buah sawit sama bapak d ladang. skok belakang di ganti pake punya honda win 100. sampai sekarang hingga saya lulus kuliah.. dan alhamdulillah sudah punya r4 bapak d rumah.. waktu saya tanya ke bapak saya.. knpa supranya g d jual aja.. bapak bilang.. kerena dia yg sudah membantu bapak sampai sekarang dan alhamdulillah banyak memberi rizki. dan sampai sekarang.. supra ttp d pake untuk angkut buah sawit di ladang.. g pernah ada masalah sampai sekarang.. tidak ada modifikasi sama sekali.. gear set meain masih standart. cuma untuk body audah protolan.. xixi..
    kalau ada kesempatan pulang k sumatra saya foto kan kang.. itung2 sapa tau d jadikan artikel kayak gini.. xixi soalnya saya di malang sekarang..

  • kang eno mau share dikit nih, Motor pertama saya dulu Supra fit New, motornya iriit banget, sekarang setelah ganti matic 125 cc, berasa kangen pengen pake motor bebek, iseng-iseng search di google buat referensi tentang motor bebek paling irit ataupun motor teririt pemakaian bensinnya, naah disini terdapat sesuatu yang aneh menurut saya, beda blog atau situs yang membahasnya maka beda juga hasilnya, ada yang bilang revo F1 teririt, lalu di situs/blog lain ada yang bilang jupiter z1, lalu ada juga vega force, ada juga yg bilang supra X 125 Fi ada juga Satria 115 rising star dll, jadi bingung mana sih sebenarnya yang bisa dipercaya kang eno ?

    • haneswara

      Masalah iritan yg mana menurut saya faktor merk/mesin cuma selisih beberapa sendok aja, faktor yg paling ngaruh ya tangan kanan rider yg naik hehe. Tekanan ban sama kekencangan rantai jg menurut saya ngaruh banget ke konsumsi bbm walaupun sebagian orang suka mengabaikan.

  • newbiefreak!!!

    sorry bukan BC,
    pengalaman pribadi..
    sya pernah punya supra x 125 taun 2006,
    warna hitam pelk jari2..
    rutin servis, ganti oli, gapernah telat..
    tapi ntah knp gas nya ngedennnnn,,, klo body yg getar udh bukan rahasia lgi..
    pake dlm kota pun gaenak,
    akhirnya dijual gnti honda vario 125, which is better in every aspect 🙂

  • banyak kekurangan gt tetep dibeli yak… padahal merek Suzuki gak kalah irit dan bandel nya, body yg gak gmpng geter (kcuali smash gen 1). Dan lainnya. tapi org tetep beli Honda.

    Vega RR yg gw pake sendiri tiap hari malah lebih irit drpd Supra X 125 (mgkn faktor cc, gak tau klo revo). Tp yg jelas termasuk nyaman dan tenaga nya dibawah menghentak, buka gas dikit jalan, meskipun top speed pas2an. yg jelas bekasi-gunung putri cm 10rb tiap hari.

    Apalg Tornado GS gw, beuh alot body nya, mesinnya bandel (jarang serpis bro), mesin klo dah menyalak DOHC aja bisa di uber.

    tp tetep kalah ama nama Supra yg geter2, lemot bawh nya etc

    aneh…

  • Yoyok Sieup

    Gw user Supra X 2008 kang sampai sekarang.. Ada aja masalahnya… Udah 2x ngebul, shock depan bocor, sekali ganti kunci yang baru, dll.. Untuk angkut berat berlebih mending jangan dah, karena konstruksi suspensi belakang yang terlihat ringkih 😀 untuk performa oke, buat kencang lumayan, cuma kalo boncenger beruang, nyerah dah 😀 rem standar, tapi harus genggam dengan amat sangat kuat 😀 handling agile, di jalanan Jayapura sini mirip banget isle of man kang, gak jarang bisa bersaing dengan motor 150cc karena handling mantap buat libas jalanan 😀 kapok pake sproket 36, balik ke 35 yang lebih hi speed.. Tapi ketebalan plastik di body masih lebih oke ketimbang motor sekarang 😀 sekian dan terima kasih 😀

  • Motor yg “soul-less” menurut saya. Pernah pake boleh minjem doang sih, tapi semuanya ga ada yg enak dipakai. Power ga ada, tarikan lemes, kalo masuk gang seluruh penghuni kampung bakal ngerti ente datang karena gradak gruduk suara bodinya.

  • Wah kebetulan saya pengguna Supra X 125R tahun 2008, motor ini saya gunakan untuk keseharian dari bogor-jakarta, jujur egronomi motor ini nyaman dan santai.

    Memang untuk akselerasi motor ini agak payah maka dari itu saya upgrade gear belakang ke 36 (gearset new supra fit), setelah diganti jadi lumayan. Selain itu lampu depan bawaan motor ini kurang bisa diandalkan di malam hari, harus hafal lobang di jalanan 😀 . Untuk konsumsi BBM, saya cuma bisa tembus 48 km/l dengan Pertamax Turbo dan sekitar 40 km/l dengan Pertamax 92, mungkin karena efek pengendaranya 😀 .

    Selain yang kang eno sebutkan di artikel dan saya sebutkan di komentar sepertinya tidak ada masalah yang berarti. Impian kedepannya pengen ganti swing arm, ganti gear belakang ke 37, dan ganti muffler sama punya satria fu (CBU thailand).

  • haneswara

    Dengan semua keluhannya nggak tau kenapa motor ini tetep jadi idaman saya. Pernah sekali pinjem rasanya nyaman banget buat harian. Dan itulah yg paling memikat buat rider yg mengedepankan kenyamanan.
    Bodi getar sama sound effect perseneling “ceklek-ceklek” memang agak mengganggu. Aselerasi kurang spontan uhuy, tapi napas gasnya panjang. Buat nikung & manuver cenderung limbung, mungkin faktor suspensi disetting nyaman (soft) + swing arm kurang kokoh. Overall semua yg ada di artikel review ini memang benar adanya.
    Dan dilihat dari sepak terjang dan popularitasnya Supra menurut saya masih jadi rajanya motor bebek. Salam dari penunggang New VegaR hehe…

  • jono

    yang bikin bingung memang kenapa supra gen 1 (lampu depan 1 mata) kompresi 9,3 waktu masuk gen 2 (lampu depan mata 2) kompresi turun jadi cuma 9,0. Akibatnya akselerasi supra gen 2 kalah cepet dari supra gen 1. Ditambah lagi supra gen 2 ketika speed diatas 100 km/h getaran mesin lebih terasa, bandingkan dengan supra gen 1 minim getaran. Kalau soal body kepala sih sama aja geter :v. Supra gen 3 (alias helm in) juga downgrade pengencang rantai keteng pake hidrolik seperti mesin c100, speedometer pake kabel roda depan. biarpun kompresi balik lagi 9.3 tapi soal top speed masih bagusan supra gen 1. Supra gen 4(alias supra fi) pengembangan dari mesin supra gen 3 (helm in) torsi sih nambah karena gear belakang menjadi ukuran 39, tapi kenapa gak pake mesin gen 1 aja yang diupdate power dan torsinya?

  • bescorpio

    pernah pinjem punya kawan, Supra x 125 kok rasanya berat tarikan dan handlingnya, jauuuuuhhhhhhh bener sama Shogun 125 yang biasa saya pakai, kalau konsumsi BBM ga ngerti dah mungkin bener lebih irit, intinya menurut saya konsumen kita lebih beli merk

  • Respirator

    Pernah pake punya bapak mertua padahal masih baru, catnya gampang k gores apa lagi yg warna hitam, Shock belakang empuk banget gk stabil mesin kok agak beda ya dibanding kharisma, masih enak kharisma tahun 2004 tarikannya sma napasnya panjangan kharisma. Urusan tanjakan extrim mah ampun dah gak kuat Untuk Bodi ringkih banget..

Tinggalkan Balasan