Advertisements
TVS Indonesia

TVS Indonesia: Redup di Domestik, Bersinar di Pasar Ekspor

Lain ladang, lain belalang… Meski di pasar domestik kiprah TVS Indonesia terkesan biasa-biasa saja, tapi di pasar Ekspor mereka justru mampu menyaingi produsen asal Jepang!

 

Kiprah TVS Motor Company Indonesia (TMCI) bisa dibilang biasa-biasa saja… Nggak ada yang spesial, flat, bahkan cenderung menurun jika dibandingkan dengan kompetitor produsen sepeda motor Jepang lainnya (Honda, Yamaha, Suzuki & Kawasaki). Untuk membuktikannya, Brosist nggak perlu survey pasar koq… Cukup tanya ke teman terdekat saja, apakah mereka tahu tentang motor TVS? Jika kadar gearheads-nya rendah, saya nggak yakin semuanya bakal paham brand yang cukup disegani di India tersebut.

 

Tapi, bagaimana dengan kiprah TVS Indonesia di pasar ekspor sepeda motor? Nah, ternyata nggak bisa dianggap remeh lho!

 

 

TVS Indonesia

Line-up Produk TVS Indonesia di 2016

 

Di bulan November 2016 ini, Data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) menunjukkan penjualan TVS Indonesia untuk pasar domestik hanya sekitar 130 unit… Kalau mau membandingkan, angka tersebut hanya 1/4 penjualan Honda BeAT koq! Tapi penjualan BeAT-series dalam waktu 1 jam saja, wkwkwk…

Padahal kalau melihat kiprah mereka di tanah air, sebenarnya nggak terlalu tertinggal lho! Dalam kurun setahun terakhir, mereka merilis TVS Dazz DFI & Apache RTR 200 4V – yang keduanya dibekali fitur unik nan inovatif. Namun, keduanya seakan tak mampu membantu TVS Indonesia keluar dari kegelapan pasar sepeda motor Indonesia… Kenapa? Nah, salah satu penyebabnya pernah EA’s Blog tuliskan sebelumnya.

 

Pabrik TVS Indonesia

Pabrik TVS Indonesia, Kawasan Industri Suryacipta, Karawang

 

Namun pepatah pernah mengatakan: Lain ladang lain belalang, lain tempat lain pula peruntungannya. Nah, itu juga yang terjadi pada TVS Indonesia… Saat market domestik terasa kurang menjanjikan, penjualan mereka justru bersinar di pasar ekspor! Buktinya, pada November 2016 kemarin unit ekspor sepeda motor mereka tembus 1.048 unit, atau 20.399 unit sejak Januari-November 2016… WOW! Angka yang hanya beda tipis dari Suzuki, yang notabene punya banyak produk andalan untuk pasar Ekspor.

Dalam kunjungan EA’s Blog ke Pabrik TVS Motor Company Indonesia beberapa bulan silam… Ternyata mereka mengakui kalau saat ini prioritas utama produksi pabrik TVS Indonesia adalah pasar ekspor ke berbagai negara di Asia hingga Afrika. Mulai dari negara tetangga ASEAN, negara timur-tengah, hingga beberapa negara berkembang di benua Afrika… Dengan produk andalan berupa TVS Max, Neo & RockZ – yang justru ‘dilupakan’ di Indonesia. Lucunya, motor yang EA’s Blog sebutkan tadi justru dinilai tangguh oleh konsumen luar negeri.

 

TVS Apache RTR 200 4V

 

Sebenarnya, TVS juga memiliki pabrik utama yang berada di India… Namun, karena kapasitas produksi yang sudah mencapai limit, pabrik di negeri Bollywood tersebut tak lagi mampu melayani permintaan ekspor. So, semua order yang direquest selain India, bakal diproduksi via Pabrik TVS Indonesia yang berada di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang, Jawa Barat… Termasuk untuk TVS Apache (Akula) 310 yang bakal meluncur sebentar lagi lho Brosist!

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Advertisements

13 comments

  • Tes jaring

    Pertamax, akhirnya muncul juga artikel baru

  • sip….berarti masih jauh untuk mengatakan gulung tikar. biar saja di sini nggak jualan, asal bikinnya di sini, karyawannya orang sini, bayar pajak di sini. keuntungan lari ke mereka ya wajar karena itu punya mereka

    • enoanderson

      betul, yang penting bisa nambah-nambah lapangan kerja… Meskipun (saat ini) karyawannya disana cuma sekitar 300 orang aja 🙁

  • newbiefreak!!!

    aroma aroma nya sih kyk nya keren TVS Akula Arjunaaaaaaaa.. yg mencari konsumeeen.. hehe peace (^_^)v

  • Bray wyatt

    Tvs Apache 200 padahal keren cuma kurang di headlamp-nya aja bentuknya agak gimana gitu kalo diganti lebih kecil model fighter gitu hajar kali ya

  • Koko

    Kalau TVS 200 4V performance nya gimana sih kang?
    Worth mana sama kelas 150cc naked dan saudara jauhnya , si PNS 200 yang juga dari India

  • Anonimus

    TVS kayaknya kurang promosi di iklan (tv) mang eno, produk terbaru mereka (dazz fi & rtr 200) sebebernya bagus cuman kurang dikenal.
    Belom lagi nyari dealer sama bengkel resminya yg susah, tapi untungnya part motor bisa dibeli lewat indomaret.
    Satu lagi, kayaknya line up mereka harus injeksi semua kalo mau, kalo mau ya. Kecuali buat ekspor yg butuhnya karbu. Apalagi si max, kalo dia injeksi ane udah kepincut tuh ^_^

  • hadamoto

    salam kang eno, saya juga pernah pakai apache rtr 160..lansiran tahun 2014, anu kang eno kelemahannya masih di getaran itu loh..brrr, kalau sudah lari diatas 70kpj getarnya gak kuat kang dari tangan sampai ke ke kaki, kalau getarannya gak terlalu hebat aja, gak bakal rela saya jual tuh motor. nuhun kang eno

  • hadamoto

    ehm sekarang apachenya sudah saya ganti nmax, mayan kang nyaman wkwkwk

Tinggalkan Balasan