About these ads
Yamaha RX-King

Readers Review: Yamaha RX-King (2004)

Tahun 2005-2006, adalah momen pertama kali EA’s Blog melangkah dari motor 100-115cc, ke motor berkapasitas diatas 125cc – saat itu bareng Yamaha Jupiter MX (Gen. 1). Feelingnya, WOW! Rasa excitement, dikombinasi dengan kekaguman, sukses membuat jiwa seakan berkata: “What a machine…!”. EA’s Blog (sangat) yakin Brosist pasti punya feeling yang sama, begitu menjajal motor yang kelasnya diatas motor yang pernah kita test sebelumnya. Tapi, feeling exciting bareng MX tadi nggak bertahan lama, sekejap berubah drastis saat saya menggeber yang satu ini: The fearsome, Yamaha RX-King !

 

Dikenal sebagai “motor jambret”, untungnya, yang kali ini bakal berbagi cerita dengan kita semua via rubrik Readers Review adalah orang baik… Adalah Kang Naleindra, yang sudah setahun belakangan mengaspal bareng salah satu motor legendaris di Indonesia, Yamaha RX-King – yang selama ini mengaku sebagai silent reader EA’s Blog. Ingin tahu gimana reviewnya? Yuk, langsung aja kita cekidots…!

 


 

 

Desain & Build Quality

 

 

Yamaha RX-King

 

Secara desain, Yamaha RX-King tak ubahnya seperti motor japstyle yang hadir di era 80-90’an… Tangki kotak, Headlamp kotak, Jok tebal, suspensi belakang twin shock absorber, Velg spoke wheel – semua nampak sederhana, tapi tetap terasa berwibawa. Secara estetika, dalam keadaan standar, ABG cabe-cabean penunggang skutik bergaya thailook mungkin nggak bakal paham kalau sport yang satu ini ternyata memiliki power yang bisa 2-3 kali lipat skutik standar.

 

Soal build quality, saya perlu mengakui kalau finishing touch yang diberikan pabrikan garputala pada Yamaha RX-King memang jempolan. Karena meskipun usianya sudah 12 tahun, tapi cat (biru-keunguan) yang menempel masih terlihat prima! Hanya stiker (striping) bawaan saja yang mulai terlihat memudar – yang saat ini sulit ditemui di motor modern… Dan bagian yang saya sukai selanjutnya adalah joknya, terlihat tebal tapi ternyata busanya empuk banget.

Sementara itu, hal yang paling saya nggak sukai dari sektor ini adalah bagian perkabelan-nya (wiring) yang sering kena masalah- seperti di wiring headlamp dan lampu sein, ditambah dengan suspensi belakang yang saat ini sudah mati. Untungnya, saya pakai anting-anting peninggi suspensi belakang, sehingga pantulannya masih terasa agak keras, heheehee…

 

 

Ergonomi

 

 

Yamaha RX-King

 

Di era keemasan pabrikan jepang sekitar tahun 80-90’an silam, motor sport standar dengan kapasitas mesin kecil didesain dengan satu konsep ergonomi: Easy dan Nyaman… Nggak seperti motor 150cc jaman sekarang yang ergonominya sporty, atau terkadang malah kelewatan sporty. Dan itu juga yang bakal Brosist temui di Yamaha RX-King! Posisi ridingnya sangat bersahabat bagi saya yang berpostur 175 cm, kedua kaki pun bisa menapak sempurna ke aspal. Apalagi setelah saya mengganti setang-nya dengan model Tiger Revo, yang membuat posisi berkendaranya makin rileks.

 

 

Power & Handling Yamaha RX-King

 

 

Yamaha RX-King

 

Dibekali mesin 2-Tak, 132cc, Air-cooled, dengan power sekitar 18,2 HP – seperti yang bisa ditebak dan banyak dibicarakan pecinta roda 2 diluar sana… Power dan akselerasi memang terbilang maknyus. Apalagi kalau lihat figur bobotnya yang cuma sekitar 100 Kg, itu berarti angka Power-to-Weight-Ratio nya hanya beda tipis dari 250cc Twin-cylinder modern lho…! Tapi satu hal yang perlu digaris bawahi, kelebihan Yamaha RX-King bukan hanya di powernya doang koq.

Selain ergonomi nyaman dan power yang maknyus, diluar dugaan, Handling Yamaha RX-King ternyata juga patut diacungi jempol lho! Asik diajak belak-belok, dan terasa ringan banget. Dan hal lainnya yang asik dari motor yang discontinue akhir 2000-an silam ini adalah perawatannya yang terbilang sangat minim… Cukup perawatan standar plus oli samping sudah lebih dari cukup untuk membuat “sang raja” tetap prima dipakai sehari-hari.

 

 

Tapi, dimana ada kelebihan disitu pula bakal terdapat kelemahan… Dan yang saya rasakan adalah konsumsi BBM-nya. Karena Yamaha RX-King milik saya ini adalah lungsuran dari Om yang sempat upgrade mesin ke 140cc, powernya memang tambah maknyus… Tapi konsumsi BBM-nya gokil banget, 14 Km/L. Setelah mesinnya saya tune-down ke standar, akhirnya konsumsi BBM-nya bisa tembus hingga 28 Km/L… Meskipun belum bisa dibilang “irit” juga sih, hahaaa. Drawback lain yang saya rasakan adalah vibrasi di sekitar 8.000 RPM keatas. Membuat seluruh badan terasa pegal saat riding jarak jauh.

 

 

Yamaha RX-King

 

Dan hal lainnya yang saya dapat dari setahun riding bareng Yamaha RX-King (malah lebih berkesan dari kelebihan teknisnya), adalah komunitas & club nya yang solid banget! Nggak terhitung berapa kali saya disapa member komunitas RX-King dijalanan… Padahal saya nggak ikut komunitasnya, dan nggak kenal yang menyapa sama sekali, hahahaa. Apa yang lebih exciting dari sesosok motor legend, berkarakter khas, plus rekan sesama user dengan solidaritas tinggi?

 


 

 

Spesifikasi Yamaha RX-King

 

Engine2-Tak, Silinder Tunggal, Air-Cooled
Bore x Stroke58 x 50 mm
Capacity132 cc
Rasio Kompresi6.9 : 1
Penyuplai BBMMikuni VM26
Sistem StarterKick Starter
Transmisi & Final-Drive5-Speed, Chain Drive
Max Power18,2 HP @ 9.000 RPM
Max Torsi15,2 N.m @ 8.000 RPM
Dimensi (PxLxT)1.970 x 735 x 1.065 mm
Jarak Sumbu Roda1.245 mm
Ground Clearance160 mm
Tinggi Jok770 mm
Kapasitas Tangki BBM9,5 Liter
Berat Isi100 Kg
FrameSteel Cradle Frame
Suspensi DepanTelescopic Fork
Suspensi BelakangDual Shock Absorber
Rem DepanCakram Hidrolik, Kaliper 2 Piston
Rem BelakangDrum Brake (Teromol)
Ban Depan2.75 – 18
Ban Belakang3.00 – 18

 

 

 

Well. . . Melanjutkan cerita awal EA’s Blog bareng Yamaha RX-King diatas, beberapa tahun kemudian saya juga sukses menggeber beberapa motor dengan akselerasi yang nggak kalah dahsyat… 150cc 2-Tak, (Old) CBR250R, CBR929RR, bahkan saat ini sukses boyong Z250SL yang performanya lebih gokil dari ‘sang raja’. Tapi tetap saja, sensasinya seperti nggak tergantikan euy! Kalau kata Bang Ipang BIP: “Ada yang hilang dari perasaan ku”, hahahaa…

Kenapa tuh Kang Eno? Karena (IMHO) pada dasarnya, basic konsep Yamaha RX-King memang bukan ditujukan untuk kecepatan tinggi… Apalagi sampai digunakan untuk balap, dan lain sebagainya. Jadi, ketika sebagian besar user RX-King tuning mesinnya untuk mendapatkan performa lebih, itu berarti mereka sukses mengubah motor bapak-bapak jadi motor ABG belasan tahun! Dan kadar excitement yang didapatkan, It’s one of a kind…! A very, very different Animal.

 

Anyway, thanks banyak untuk Kang Naleindra yang sudah berbagi cerita & review tentang kebersamaan setahun bareng Yamaha RX-King. Semoga makin awet terus bareng ‘Sang Raja’ ya Kang…! Dan semoga juga bisa menginspirasi pembaca EA’s Blog yang lain supaya makin akrab dengan tunggangannya masing-masing. Great story from an Iconic bike!

 

 

*Note: Untuk Brosist yang ingin mengirimkan catatan review beserta motor kesayangan, apapun tipenya, apapun merk-nya, silahkan langsung kirimkan saja e-mail ke eno.anderson.ericko@gmail.com – atau bisa langsung kirimkan via halaman Kontak EA’s Blog… Ditunggu cerita menariknya Bro-sist!!

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

About these ads

41 comments

  • Emang rajanya motor laki era 80-90′, tarikanya grrrr…nggilani kang….bisa njegat.

  • Naleindra

    Makasih kang udah mau publish reviewnya 😀

  • saitama gundul

    entah kenapa sering takut dulu pas zaman sd kalo ketemu motor ini

  • Miirr

    Waktu sma pernah nyobain nih motor pertama kalinya, pas pegang stang “lah kayak naik sepeda ibu2 yg ada keranjang depan” dan tiba2 dibuat ketawa pas di gas lebih dalem.. Ini motor tarikannya kebangetan wkwk

  • Joss, komunitas dari motor tipe ini memang terkenal solid dan loyal!

  • cavalera

    kapan2 ane ikut ngirim testi pakai old mx 09,njmx 12,sama mx king 15 kang eno…. Sekalian sama nmp karbu 12….. Tapi kq males ngetik nya ya?

    Apa kang eno aja yg ngereview kuda besi ane?? Hehehe

    • enoanderson

      Ngetik review seperti yang dirasain aja kang, nanti saya yang edit artikelnya koq, biar joss & enak dibaca… Tapi kalau berkenan, Monggo MX-King & Old MX-nya saya yang review kang, saya tertarik 2 motor itu buat ngisi rubrik testride saya euy 😀

  • fby

    motor pertama saya….punya yg lansiran 1994 sama 1998, kondisi standart. nggak pernah di upgrade meskipun cuman ganti knalpot, la wong yang saya suka suara knalpot standartnya. asli nyaman, pernah punya juga yang 2 silinder 125cc (sukses buat ngapel hehehehe)

    • enoanderson

      Yamaha RX-Twin kang? Boleh tuh dikirimin reviewnya, xixixi 😀

      • fby

        itu motor dapatnya udah setengah ancur kang, jadi kalo di review apanya ya? yang paling berkesan pas bawa itu motor ketemu motor yang sama di jalan yang bawa kakek2, masih kinclong. ngajak tarikan, yaelah kalah punya saya kang, huehehehehe. akselerasi mantap, cuman nggak bisa lari, trus karburatornya sering rewel sebelah. konsumsi bensinya yang mantap 1l untuk 10km. yah gitu juga demi ngapel, hehehehe

      • fby

        sebenarnya pengen ikut review juga sih, cuman mulai darimana ya? pengenya review kharisma 125d sama kharisma x. salah satu generasi bebek 125cc mantap bagi saya.

  • newbiefreak!

    sampe skrg kang, di benak saya motor ini msih “motor jambret”,, karna tlah menjambret hatiku.. #halah hehehe
    syg wktu dulu ortu ga ngijinin punya motor 2 tak alasan keamanan soale emng kuenceng2 sih motor 2 tak,,
    skrg pengen beli udh diskontinyu, mau beli yg 2nd sya ga ngerti mesin, mau beli 150cc yg skrg harganya udh pada kmahalan, vixion pake dimaling sgala, huff.. #curhat
    RX King, OLD BUT GOLD!!!

    • tian

      Si tua perkasa, mtor yg gk ada matinya,, motor yg penuh akan sejuta cerita, gk kya mtor saya, sejuta perbulan…wkwkwk

    • enoanderson

      Coba pakai Ninja 2-Tak kang, yang tipe SS / L aja buat belajar miara 2-Tak, worth it banget itu motor sekarang… Kalo RX-King kondisi mulus, harganya lumayan euy soalnya, hahahaa 😀

      • tian

        Waduhhh saya mh gk minat ninja 2 tak mang..takut ahh,, nguras isi dompet, bsa2 rebutan jatah anak istri ieu mh…wkwkwk

        • enoanderson

          bwakakakakak, padahal udah saya kasih info sekenan yang worth it eta teh, wkwkwk 😀

          • tian

            Susah mang ah udah punya buntut mh. Pdhl umur mh 23 ini th,, klo bli ninja,d sangka ny beger lg mang,,,,hahahaha. Tpi c mang eno baik pisan msihan saran na,, nuhun mang…

  • fari.fairis

    trueengggg… sensai 2-tak memang gak akan pernah tergantikan!
    jadi inget punya kenangan dengan yamaha sigma.. 🙂

  • Yookee

    Yawla. Motornya di review. Motor pertama dan msh ttp awet drmh. 🙂

  • bisikan setan

    Salah satu motor yang punya kemampuan untuk membunuh si pengendaranya. (pengalaman)

  • Ardoid

    Waah plat R M. Jgn2 tangga desa hahaha.
    Ini motor bikin ngiler pada jamannya. Sampai skrg pun masih.

  • adie

    Motor yg gila n gokil nih kang…saya ga bsa berpikir lg utk membandingkan motor ini dgn motor lain ..lha ini kan motor jenis touring tp tenaganya gila abis…bandingkan dgn motor sekarang kang sparepartnya mahal tp larinya setara motor alfa jaman dlu ..bgtu katanya dibilang sport…spare part motor sekarang 2 jt cma dpt sparepart isian di head silinder doang di motor rx king 2jt sudah bsa terbang tu motor kang…wkwk

  • Febryo momo

    Saya jga seorang silent reader sejak blog sblum ini kang..saya jga punya lnsiran taun 96..sudah hampir 4 taun buat sehari hari..tpi ya itu klo di bawa knceng trus rem ngdadak ban blakang ga mw diem..geol geol..tpi artikel ini yg saya tunggu”

    • Fby/h/$/k & dll

      Mulai force 1 fiz r rx king udah pernah punya, memang kebgetan ini motor suka bgt klo ada 4t alay, yg aneh pengendara 4t alay malah marah2 ketika saya ikutan betot Gas hahaha…
      2t memang tak tergantikan sensasi teriakan knlpot kolong dan aksel nya

      • zzz

        Yah… itu rider ga ngerti karakter macam2 mesin.
        Klo gw sbg 4T rider woles aja klo ktemu 2T. Mrk biasa pamer aksel yg emang yahud. Tp klo dibuntuti terus 2Tbiasa capek krn mikir bensinnya hehehehhe

        • klo gw sih males2 betot2an, dah capek. jd skrg maen tampilan n selow rider aja. huehehehe…

          si noda pengen gnt shock USD n belakang nih, tapi klo variasi ngeri nya pas betot mendadak n hardbrake tkt patah

          wakakakka

  • followers IG tanpa following

    Emang legend banget nih motor

  • Mau tanya ni kang,kenapa rx king begitu fenomenal padahal saudaranya sendiri(touch 125)jauh lebih superior(tenaga 23hp torsi 19nm,deltabox,model keren dll).
    *125cc,135cc.what’s wrong ??

Tinggalkan Balasan