About these ads
Market Share Sepeda Motor Indonesia

Ada Apa Dengan Market Share Sepeda Motor Indonesia ?

Oke, EA’s Blog paham. Tema artikel ini mungkin terkesan membosankan bagi beberapa pembaca sekalian… Lagipula, pembahasan yang seperti ini bukan ‘Style EA’s Blog’ banget deh pokoknya. Tapi, ada 1 hal yang menarik… Dari angka market share sepeda motor Indonesia yang mencapai ribuan bahkan jutaan unit tersebut, ternyata ada keanehan yang kini melanda Industri Roda 2 kita. Dan sebagai pelaku aktif di dunia yang kita sukai ini, rasanya nggak lucu kalau cuma berdiam diri dan membiarkan keanehan tersebut terus menjadi-jadi. Setuju?

 

Nah, untuk membuka rubrik diskusi terbaru di EA’s Blog… Kita bakal membahas tentang market share sepeda motor Indonesia yang kini makin “edan”. Kenapa? Karena kondisinya semakin menggila setelah dikuasai secara dominan oleh 1 brand saja – sementara yang lain ibarat terjun bebas dari gedung pencakar langit… Tinggal memikirkan bagaimana cara mereka mati, atau bagian tubuh mana yang harus diamputasi jika berhasil survive. What the hell is goin’ on?

 

Market Share Sepeda Motor Indonesia

 

Keanehan ini berawal saat EA’s Blog membaca artikel seputar Data AISI Oktober 2016… Dimana, as always (in boring way), PT Astra Honda Motor masih berada di puncak tahta market share sepeda motor Indonesia. Tapi kali ini ceritanya berbeda, jauh beda. Karena Honda, secara menyebalkan, sukses menyabet lebih dari 78% pangsa roda 2 tanah air! Menyisakan hanya sekitar 22% untuk dibagi dengan 4 produsen lain yang tergabung dalam Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI): Yamaha, Suzuki, Kawasaki & TVS.

 

Parahnya lagi, Yamaha merebut sekitar 20% dari ‘jatah sisa’ tersebut… Yang artinya, Suzuki, Kawasaki & TVS harus berbagi pasar yang jumlahnya bahkan tak sampai 2%. Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Adakah hal yang salah dari keunggulan Honda tersebut Kang Eno?

Jawabannya, NGGAK ADA! Karena kalau kita mencari tahu seputar sumber daya yang dimiliki Honda, rasanya nggak aneh kalau mereka menguasai market share sepeda motor Indonesia… Secara produksi, distribusi, penjualan, jaringan 3S, dan tetek bengek lainnya, sampai saat ini sulit bagi kompetitor untuk menyaingi kedigdayaan mereka. Meskipun Brosist harus tetap ingat satu hal: “Bisnis itu Kejam”, pasti ada trik-intrik dibaliknya. Tapi kalau angkanya hampir menembus 80%? Seriously!? Ini sih udah terlalu mutlak namanya! Kenapa sampai bisa segokil itu Kang Eno?

 

 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pertama, EA’s Blog coba mengumpulkan data-data seputar market share sepeda motor Indonesia – mulai dari tahun 2010 hingga 2015 kemarin… Dan hasilnya, malah membuat EA’s Blog tambah kebingungan euy! Nih, data market share sepeda motor Indonesia periode 2010-2015 antara 2 penguasa pasar yang sudah saya rangkum via tabel dibawah ini.

 

 

Data Market Share Sepeda Motor Indonesia (Honda vs Yamaha) 2010-2015

 

 

HondaYamaha
20103,4 Juta Unit (46%)3,3 Juta Unit (45%)
20114,2 Juta Unit (53%)3,1 Juta Unit (39%)
20124 Juta Unit (57%)2,4 Juta Unit (34%)
20134,6 Juta Unit (60%)2,5 Juta Unit (32%)
20145 Juta Unit (63%)2,3 Juta Unit (30%)
20154,4 Juta Unit (68%)1,7 Juta Unit (27%)
Oktober 2016446 Ribu Unit (78%)119 Ribu Unit (20%)

 

 

Perlahan tapi pasti, penjualan Honda terus bertumbuh secara pesat mulai dari 46% hingga 68% dalam kurun waktu 5 tahun saja… Berbanding terbalik dengan Yamaha yang justru makin tahun, makin kehilangan titel sebagai satu-satunya rival Honda di Indonesia. Bahkan penurunannya sampai anjlok hampir 50% lebih lho… Dari 3,3 juta unit di tahun 2010, hingga kini (2015) hanya sekitar 1,7 juta unit saja pertahun-nya.

Kalau demikian, berarti ada Pabrikan lain diluar Yamaha & Honda yang ikutan berkembang dong Kang Eno? Sayangnya Nggak tuh Brosist! Suzuki contohnya… Pabrikan berlogo “S” tersebut bahkan kehilangan pasar dari sekitar 7%, kini jadi cuma sekitar 1%. Ah, mungkin itu cuma prosentase kali Kang Eno! Gimana kalau angka penjualannya justru sedikit ada kenaikan? Well, ini faktanya… Kalau di 2010 silam mereka sukses menjual 560 ribu unit lebih sepeda motor pertahun – kali ini (januari-oktober 2016), PT Suzuki Indomobil Sales 2W hanya mampu menjual sekitar 48 ribuan unit saja. Things just keep getting worse!

 

 

Market Share Sepeda Motor Indonesia

 

Jika bicara soal produk terbaru, sejak 2010 silam, sebenarnya ada banyak tipe motor yang mendapatkan acungan jempol dari EA’s Blog… Khususnya dari produsen selain PT Astra Honda Motor. Ada sosok seperti Jupiter Z1, New Vixion Lightning, X-Ride, Address, Satria F150 Injeksi, Ninja 250R Injeksi, New Ninja RR, New KLX150, NMAX, Aerox 155, sampai duet GSX-R150 & GSX-S150 terbaru.

Tapi kalau melihat data market share sepeda motor Indonesia yang sudah EA’s Blog jabarkan di paragraf sebelumnya, to be honest, semua motor jempolan yang disebutkan tadi justru terasa useless! Karena sama sekali nggak mampu membuat keadaan membaik. Jika kondisinya 60-40 persen, dimana 40% harus direbutkan antara Yamaha-Suzuki-Kawasaki-TVS, mungkin kondisi saat ini masih dibilang kondusif… Tapi lebih dari 70%? Bahkan hampir 80%?? What the hell???

 

 

So, ini waktunya Brosist memberikan pendapat, komentar, masukan serta berdiskusi tentang “keanehan” yang melanda market share sepeda motor Indonesia… Sebelum keadaan makin memburuk – yang tentu sama-sama nggak kita inginkan. Jika kolom diskusi ini ramai dan kondusif (seperti biasanya), nggak menutup kemungkinan EA’s Blog bakal buatkan sebuah forum sederhana dimana Brosist bisa posting secara mandiri. Yuk, kita mulai diskusinya…!

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

About these ads

125 comments

  • amlbuton

    Gelo ahm sampai hampir 80% gitu msnya

    • enoanderson

      wkwkwkwk, makanya saya agak ngeri juga kang dan bikin artikel ini πŸ˜€

    • MUHYI

      Menurut ane siih ketepatan strategi AHM di beat atau motor entry level…. Penduduk infonesia hampi mencapai 300 jt an… Kalau di level ekonomi MAPAN… MENENGAH…. RENDAH….jelas perbandingannya jomplang pake banget…. Lebih banyak masyarakat. Ekonomi rendah…. Kang Eno tau lah apa yg mereka. Butuh kan buat bertahan hidup… Harga murah… Irit… Serba gampang dan seterusnya… Itu yg dibuat AHM di produk entry level nya…. Akhirnya mendarah daging daah sampai 7 turunan… Itu kuncinya…. Terbukti kalau orang tuanya Fbh anak bangsa nya pun biasanya nya FBh juga

  • amlbuton

    Mungkin karena merk honda udah identik dengan motor, coba aja liat di medan kata temen disana klo nyebut motor itu yah honda

    • Coef

      Ga cuma dimedan bro dipelosok desa desa ya demikian gtau deh saking goblok kah masyarakat indo soal motor saya rasa gaa juga,

      Semakin banyak populasi honda semakin penuh antrian juga waktu service alhasil gaa maksimal bahkan ga sesuai prosedur, fakta berbicara .

      • enoanderson

        No, no, no, menurut saya nggak ada yang bodoh karena mereka punya pilihannya sendiri. Case closed.

        Yg jadi problemnya, kenapa trend pilihan konsumen justru selalu terpaku ke Honda, Honda & Honda…? Nggak bisa gitu yang lain bikin sesuatu yang wow, setidaknya buat maksa Honda kembali kayak tahun 2010-2013 dulu? Kalo nggak bisa, kenapa?

      • bagggong

        @amlbuton & Coef

        what??? orang taunya motor cuman honda??
        lha tahun 2010 pas MS yamaha n honda imbang? berarti sebagian dari mereka yang beli honda saat ini adalah konsumen yamaha tahun 2010 dong?

        kalahnya yamaha menurut saya karena yamaha sendiri, kurang dengerin konsumen. Contohnya, honda udah berkali2 bikin motor all new (ya meskipun ini tidak lepas dari pro kontra, tapi sisi positifnya honda mau mendengar keluhan konsumen, dan di buktikan dengan memproduksi motor all new yang sesuai dengan keinginan konsumen), yamaha? vixion udah brapa tahun bro cuman minor change doang, Mio? emang sih udah all new juga, tapi telat.

  • Coef

    Karna honda itu maruk bin serakah.
    Semua segmen dihajar , yg awalnya cuma sekian pabrikan yg bermain honda ikutan nimbrung , ya meskipun produknya ga lbh baik dari yg lama bermain tetep aja laku aneh emang org indo tuh , mungkin indonesia menuju satu pabrik buat kendraan kali kang. Motor harus honda mobil harus toyota , kalo iya hahaa lucunya negriku tercintaa dibodohi iklan

    • Adie

      ane g setuju bro sma komen ente.

      Jd mnrut ente honda mnguasai ms di indonesia hanya krna orng indonesia it bodoh gt…? Noo..noo…

      Brpkrlah lbih jernih..
      Gk se simple it broo, honda jg prlu perjuangan dan strategy yng baik buat bisa nguasai penjualan di indonesia.

      Stop mnyalahkn masyarakat indonesia dan blng mreka bodoh pembeli skrng udh ckup cerdas koq mnrut ane, toh klo mau bnr2 jujur produk2 honda it g kalah baiknya koq dri yng lain cma trkadang yng bruk2 lbih terekspose dripda yng bagusnya.

      Sorry ane bkn fansboy ane cma nyampein isi pkran aja.

      Peace.. ✌️

    • enoanderson

      Apa di dunia R4 kasus dominasi markrt share kayak begini pernah kejadian??

      • Adie

        Wah g tau deh kang kayanya g pernah deh klo d R4, mungkin krna pjualan r2 di indonesia jauh lbih bnyk dripda r4 mungkin…
        mungkin loh kang… hehe..

      • budi

        Roda 4 toyota dominan di mpv sektor laennya masih tipis tipis gitu kaya hatchback, sedan, suv lawannya masih mayan tangguh jadi gak separah di R2 .

        • enoanderson

          Berarti Toyota masih belum unggul di smua kelas nih ya di R4? Thanks infonya kang… πŸ˜€

          • snoopy

            setiap kali honda mengeluarkan product baru MS toyota turun kang eno… mobilio dateng avanza turun. brio dateng agya turun. hrv dateng rush turun

  • bisikan setan

    Amat sangat perlu digaris bawahin MS yang aneh ini karena ada satu fenomena yang namanya BEAT. Untuk segmen yang lain, saya rasa masih aman, walau trendnya cenderung ngeri ngeri sedap.

    Well, apa yang terjadi saat ini bukan tindakan tindakan monopoli, tapi posisi monopoly. Salahkah? nope, karena honda achieve posisinya secara bersih. Walau banyak orang yang bilang AHM itu “amati, pelajari, duplikati”, toh itu fair dalam bisnis otomotif dan bukan merupakan aksi monopoli pasar. Justru yang salah kompetitornya karena cenderung tidak melawan.

    Apa yang terjadi adalah proses pendewasaan pasar. Ane melihat tahun depan adalah penentuan dan peak time dimana MS akan stagnan, dilihat dari forecast motor baru yang tumpah ruah di 2017 dan 2018.

    Sikap apa yang perlu diambil? tidak ada, sebagai konsumen yang kita inginkan adalah which is value most to us, bener gak kang? so yang kita harapkan adalah para parikan lebih serius dalam menyebar benih untuk dituai belakangan seperti yang ngondah lakukan pada bebeknya. Ingat you reap what you sow. Yamaha melakukan kesalahan fatal dengan membiarkan benih matiknya diambil honda. Hati-hati aja ama maxi scoot dan motor batanganya! which became truer every month.

    Lastly kang. menjadi fanboy itu pasti, bike enthusiast? not everyone does. wkwkw dari panboy sijuki penungkang seport ngondah.

    sory longpost(soalnya disuruh diskusi buat naikin trafics hehehe)

    • enoanderson

      Ssttt, trafiknya jangan dibahas atuh kang, hahaa…

      Soalnya saya melihat kalau MS AHM terus-terusan seperti ini, lama-kelamaan kita jadi nggak punya pilihan lain yg masuk akal selain Honda. Pilihan produk lebih baik dari brand sayap pastinya bakal tetep ada (dan itu alasannya EA’s Blog eksis)… Tapi yang ditakutkan, nantinya kelebihan produk tsb jadi nggak make sense lagi kang.

    • fari.fairis

      naah… coba deh kang, eno.. kalo segmen skutik dihapus dari perhitungan presentase.. ane yakin kondisi MS msh terlihat lebih ‘normal’..

      • enoanderson

        Ada bener nggak-nya juga sih, soalnya sekarang kondisi sport Yamaha lagi ambles… Nah kalau Bebek mungkin seimbang deh kang

  • dimdim

    Karyawan ahm “Sunnah muakkad” pakai motor Honda, kalo pake merk lain ada diskriminasi soal parkir. Kalo 1 plant ada 10.000 karyawan pakai motor Honda ada berapa plant di Indonesia? Belum karyawan tsb beliin motor Honda lagi buat istri/anak/saudara..FBH attack!

    Begitupun pabrik penyuplai ban ahm tempat sy bekerja, ada diskriminasi juga soal parkir layak merk Honda dan non-honda.. entah pabrik penyuplai part yg lain memiliki kebijakan yg sama atau tidak.
    Mau gak mau, suka gak suka ya beli motor Honda..

    Ditambah Dealer Honda dg Yamaha dlm 1 kota perbandingan 3:1, You know lah hasilnya..

    Tapi itu cuma pendapat Dr apa yg sy lihat sih.. besar/kecil pengaruh ke ms nya Wallahu alam kang hehe..

    • enoanderson

      Wait a sec, maksudnya di pabrik ban AHM juga harus pakai motor Honda seperti di Plant Produksi AHM ?? Loh, ini baru tahu saya kang, serius deh…

      Seandainya semua karyawan anak perusahaan ‘Astra’ juga pakai kebijakan serupa, ya bubaran wess… πŸ™

      • budi

        Lho itu realita kang eno..
        Jadi pegawai astra pada umumnya kalo beli motor yaa honda, kalo mobil yaa toyota ato daihatsu .
        Orang mobil dealer astra aja kebanyakan innova sama avanza, apalagi pick up buat anter unit tu pake pick up daihatsu semua

      • snoopy

        karyawan yamaha dan suzuki juga wajib kang…

      • Juki

        Gak semua anak perusahaan Astra kok kang , saya magang di salah satu anak perusahaan Astra kok make Kawasaki dan parkirnya disamain

        • enoanderson

          Berarti belum semuanya nih ya kang? Soalnya saya kira semua anak perusahaan Astra euy, wkwkwk, gokil kalau demikian πŸ˜€

  • Sbg konsumen dan masyarakat, kita sering melihat hasil akhirnya tanpa pernah mendalami bagaimana honda bisa spt ini dalam 5 thn terakhir.

    Simpel saja, yamaha mungkin tidak punya ambisi yg cukup kuat utk “menguasai” MS, yaah minimal target positioning lah.

    Terlepas dari “keserakahan” honda (menurut istilah beberapa rekan), perusahaan adalah badan usaha yg profit oriented, apa saja yg menguntungkan ya pasti dijalani selama tidak melanggar hukum.

    Jadi saya melihat mungkin saja honda sudah punya ambisi penguasaan MS ini sejak 5 thn lalu, lalu mereka menyusun langkah taktis dan strategis mulai dari sisi produk hingga penjualan.
    Semua langkahnya terukur dan termonitor.

    Apakah yamaha lakukan hal ini? I don’t know
    So far, saya memahami yamaha itu:
    1. Tidak pernah “head to head” dg honda utk type produk yg sdh eksis, lebih memilih menjadi “trendsetter”, buka varian baru

    2. Desain yg pas dan cocok menurut versi desainer-nya dan penggemar loyalis-nya (bukan desain yg pas secara mainstream)

    Suzuki, kawasaki, dll lebih sadar diri di tengah kancah peperangan ini.

    Yg bisa “mengehentikan” honda mungkin cuma proyek pemerintah dalam mengoptimalkan angkutan umum secara total (armada, jaringan, tarif, kulaitas layanan).
    Jujur aja, saya kangen naik angkot ke terminal tengah kota lalu ganti bus kota ke tujuan akhir, tanpa macet.
    Atau naik bus antar kota, lalu nyambung angkot sampe ke desa tujuan dg nyaman

    • Adie

      Ane stuju sama komen anda..

      Nmanya prushaan ya psti yng di cari adalh profit jd kata “serakah” sbnrnya g cocok krna semua prusahaan psti tujuannya adalah mnguasai pasar, dan biasanya yng punya strategy dan produk yng baik yng akn berhasil.

      Peace.. ✌️

  • Abi

    Nah bener banget..sepupu ane aja sekeluarga pke motor honda semua gara2 dia kerja di ahm 8 tahun lalu..alhasil secara gak langsung mempengaruhi keluarga lain termasuk ane yg dlunya suzuki minded

    jadi FBH tulen wkwk

    • enoanderson

      Promosi gila2an sudah, perluasan jaringan secepat kilat sudah, nambah plant produksi sudah, sekarang ‘pengaruhi’ semua karyawan yang terikat semua grup mereka pun sudah, lah terus gimana ini strategi suzuki, yamaha & kawasaki? Sedih banget ya kang… wkwkwk

    • snoopy

      karyawan suzuki tambun aja motornya Honda.. tp parkirnya di luar… tiap hari lihat dan banyak lagi

  • fby

    kalo yg sy rasakan honda banyak sekali keluar produk baru, serta sering sekali update produknya, sementara pabrikan lain gak mampu mengimbangi dengan alasan-alasan tertentu. mungkin gak cukup dana atau juga mungkin takut apabila produknya di update malah gak laku padahal lg laris-larisnya. takut karna ya cuman itu yg bisa kasih profit ke perusahaan, jadinya serba salah.
    kalo cuman dilihat dari eksternal perusahaan kayaknya nggak cukup, harus internal juga perlu dilihat datanya terutama kekuatan finansial.

    mbuhlah…aku yo ra ngerti…seng penting tetep fby!!

    • Adie

      Ane setuju sama akang fby ini sprtinya dana ahm lbih besar daripda pesaing2nya mkanya mreka bisa lebih bebas mengembangkan dan mngeluarkn produk2 barunya.

  • Catch Me if You Can

    Menurut saya kang…semua itu adalah hasil kerja keras marketing AHM, strategi yg dibangun dari tahun ke tahun mulai terlihat hasilnya saat ini…mengenai angka 80% akan kita amini apabila kita melihat ke berbagai daerah di indonesia, memang mayoritas motor adalah honda. So, its just marketing strategy, when another sleep in peace, they still working to make an inovation and do their best to sell…

  • Siapa Kamuh???

    Menurut saya kang…semua itu adalah hasil kerja keras marketing AHM, strategi yg dibangun dari tahun ke tahun mulai terlihat hasilnya saat ini…mengenai angka 80% akan kita amini apabila kita melihat ke berbagai daerah di indonesia, memang mayoritas motor adalah honda. So, its just marketing strategy, when another sleep in peace, they still working to make an inovation and do their best to sell…

  • fby

    data 2010. penjualan boleh hampir sama, tapi isi dompet siapa yang tau……..

  • CBunpadjatinangor

    Bukannya menggeneralisir, tp kebanyakan pengguna motor adalah masyarakat dgn ekonomi pas2an (dihalusin ah bahasanya). Mereka pst mencari produk yg cocok dgn dompet (murah). Bkn cm soal harga jual, tp jg soal sparepart. Parts ori “sayap” sebenernya harganya mirip2 dgn merek lain. Namun KWnya bejibun dan tersebar di berbagai bengkel umum. Dr situlah terbentuk mindset kalau parts “sayap” murah. Ini hasil pengamatan saya sebagai mahasiswa anak kost yg lg bangun cb gelatik. Dgn demikian, maka org2 secara logis berpikir ngapain beli motor merk sebelah yg partsnya jarang distock d bengkel umum (apalagi kalo bengkel resminya sedikit) nanti ogut servis motor susah. Motor bnyk dijadiin alat transportasi utama utk cari nafkah oleh sebagian bsr masyarakat jd harus siaga terus. Motor pertama saya beat krn org tua blg dealernya dekat rumah jd kalo kenapa2 gampang. Ada berapa orang yg berpikiran sama dgn org tua saya?

  • fby

    menangkanlah hati ibu2, emak2, dan mbak2, karena merekalah pengambil keputusan finalnya…..

  • toejah

    hahahaha…tidak ada yg aneh dan menguatirkan dengan penguasaan 80% oleh Honda. Bahkan jika 100% dikuasai oleh Honda-pun bukan merupakan bencana atau malapetaka roda 2, SEPANJANG proses yg terjadi adalah alami bukan krn praktek curang atau monopoli. Ketika sebuah merk/produk menjadi pilihan konsumen, maka merk/produk itu memenuhi kebutuhan konsumen (transportasi, gaya hidup atau passion). Toh, mereka membeli bukan krn paksaan atau tidak ada produk lain yg sejenis (walaupun secara tangible dan intangible tidak sebaik penguasa ms). Menurut saya, sangat logis apa yg terjadi sekarang ini…Produk yang sesuai kebutuhan (matik fungsional, bebek nyaman, sport kencang dan keren – ga kayak sebelah matic sok kencang, bebek kayak roket, eh giliran sport gembar-gembor dna motogp tapi lemot) serta baik (bukan berarti semua produknya terbaik), jaringan delaer dan beres yg tersebar, after sales yg merata, promosi dan program berjalan masif dan terstruktur, jaringan leasing kuat, mindset konsumen ter-maintain secara konsisten (memengaruhi harga jual) dan yg tak kalah penting, lawannya memble! Belum lagi jika dikaitkan dengan momentum Marc Marquest. Jadi dgn akumulasi dr keadaan2 yg terjadi, sangat wajar, logis, ga mengherankan dan pastinya bukan hal aneh jika AHM menguasai 80% ms.

    • fby

      betul….., yang aneh bukan honda-nya tetapi kompetitornya. kok bisa2nya penjualan tambah jebluk, produk semakin jelek/ atau anti mainstream. kalo konsumen kayak saya sih cuman bisa bilang, “mosok pabrikan selain honda gak bisa kasih produk yang mirip sama itu produk honda: nyaman, fungsional, kencang dan keren, plus wajib irit. kenapa? insinyurnya kurang ilmu? desainernya kehabisan akal atau bos lagi kesulitan dana?

  • Badthegonx

    Image irit, murah, spare part melimpah, kualitas lebih baik dari yg lain udah sangat melekat kang Eno. Pas sy beli new soul gt banyak yg nanya “nih motor boros gak?. Mungkin ba yak yang kurang tau teknologi baru yamaha yg iritnya 11 12 ama Honda. Belom lagi keluarga juga pada bilang” kok gk beli Honda Beat?. La busyeet males amat beli mtor 10 juta umat. Klo dikasih mh mau. Hehe
    Ya intinya Brand image yg kuat, promo besar-besaran, sering ngadain event-event menarik bikin Honda semakin meraja lela. Pabrikan lain?? Jualan mtor alakadarnya. Basa Sunda nya mh “daek heug henteu kajeun”.

    • enoanderson

      Tah kata-kata β€œdaek heug henteu kajeun” eta nu bikin sayah gondok teh kang…. Kesannya, “yaudah deh gue bikin produk yang gini aja, promosinya gitu aja, buzzer-nya yang butut aja, ngapain yang bagus2″… Pan gelo eta teh, sataun-duataun ge bangkrut, wkwkwk

  • Davy

    Dijadiin tema tesis mantep nih.

    Oke…pertama pandangan dari mata konsumen.

    Konsumen tentunya berakar menjadi jutaan tipe yang saling berbeda dengan cara pandang yang berbeda pula.

    “Kenapa pilih Honda?”
    1. Motor honda yang paling laris ya matic nya. Dari konsumen kelas borjuis sampe grasroot BUTUH motor matic. Bisa untuk kerja, nganter anak, belanja, nganter barang, ngangkut gabah, ojek, komuter kalo ngehindarin macet, dsb.
    Jadi secara tidak langsung target pasar AHM sangat luas. Dari yang beli cash sampe kredit 6 tahun dp 500rb, ADA!

    Jawabannya: semua kalangan konsumen Indonesia BUTUH motor fungsional, alias matic.

    Oke butuh motor matic, lalu “kenapa ga pilih yang lain?”

    2. Kita bahas matic ya, anggap kita konsumen sport sama bebek adalah kaum marjinal. Skuter matic di Indonesia emang cuma Honda? Kaga bro. Yamaha, TVS, Suzuki pun ada. Ga kalah bagusnya malah. Lalu kenapa pilih Honda? Nah ini!
    Menurut hemat saya ada beberapa faktor.
    Cara pandang konsumen:
    1. Banyak yang pake=spare part gampang.
    2. Bengkel resmi menjamur bray, gampang kalo mau servis.
    3. Harga terbilang murah, padahal bisa jauh lebih murah lagi kalo kasus KARTEL HARGA SEPEDA MOTOR MATIC AHM DAN YIMM diungkap.
    4. Kualitas. Ada yang bilang matic ahm jelek? Banyak. Tapi kenapa laku keras? Coba tanyakan pada skuter AHM yang seliweran dijalanan.
    5. Skuter AHM paling ngerti konsumen bray. Beat, spacy, scoopy, vario. AHM kaya nanya ke konsumen “lo butuh skuter macam apa?”
    6. Harga jual kembali tergolong tinggi. Ini nyata loh…kenapa nyata? Kita liat pencairan dari leasing aja untuk skuter bekas AHM, pasti PH nya diatas brand lain. Penyusutannya juga kecil setiap taun nya.
    7. Testimoni konsumen lain. Kalo saya nanya ke orang yang pake skuter honda, jawabannya pasti “irit, 20rb bisa dari sini ke sono, itu juga cuma habis setengah”, kalo nanya ke yang pake skuter yimm? “Kaki-kaki keras, cvt berisik”. Bener begitu?. Yang pake suzuki “spare part mahal, iya kalo mahal tapi ready, lah ini aja harus indent sekian minggu”. Yang pake TVS belum pernah nanya…

    Meskipun kita liat YIMM terus bebenah, Suzuki juga, tapi kok tambah nyungsep? Mungkin pandangan saya diatas bisa jadi betul…atau salah.

    Belum puas sih nulisnya, tapi segini dulu deh.

    Gimana menurut anda?

    • enoanderson

      So, intinya ini semua tentang skutik doang ya kang… Dan satu-satunya solusi keluar dari kegilaan skutik ini cuman Transportasi masal (kayak yg dibilang Kang Handoyo), atau Beneran terjadi kartel (kayak yg dibahas komentar akang). Intinya sudah diluar kemampuan kompetitor gitu deh,

      Nah gimana soal Sport, Bebek atau Maxi-scoot kang? Karena menurut saya NMAX sukses bikin MS yamaha setidaknya masih ada di 20%,,, kalau nggak ada NMAX? Yaaa, cuma tuhan & mereka yg paham πŸ˜€

      • Davy

        “Nah gimana soal Sport, Bebek atau Maxi-scoot kang? Karena menurut saya NMAX sukses bikin MS yamaha setidaknya masih ada di 20%,,, kalau nggak ada NMAX? Yaaa, cuma tuhan & mereka yg paham ”

        Perasaan NMAX juga skuter ya kang? Maxi-scoot(er). Jadi intinya yang ngangkat MS YIMM juga skuter kan? Bukan begitu?

        • enoanderson

          Gubrakk, iya juga sih ya, wkwkwk… Tapi sebelum NMAX juga ada Vixion & MX King juga sih ya, mungkin itu juga bisa jadi case study lain kang πŸ˜€

          Anyway, nice comment !

  • budi

    Menurut ane kang eno, inilah hasil yang dipetik dari 2007 atau 2008..
    Butuh sekitar 9 taun lebih honda bangkit dari “keterpurukan” dan bisa dominasi mutlak lagi .
    Dari produk mereka yang itu itu aja sampe 2010 terus 5 taun terakhir banyak inovasi kaya kluarin produk buat tes pasar yang akhirnya diriset lagi buat nyesuain pasar indo dan munculah dari 2014 sampe 2016 produk all new dan bahkan produk uji coba ato produk lama langsung suntik mati walaupun umurnya minimal 2 taun paling lama vario karbu sisanya 3 taun doang..
    Mungkin kobdisi ini bakal bertahan sampe minimal 5 tahun kedepan tergantung improvement pabrikan laen juga..hehe

    • enoanderson

      Nah pertanyaannya, Apa yang dulu dilakukan Yamaha & Suzuki buat bisa pepet MS Honda sampai cuma beda tipis??

  • B lmp

    Klo menurut ane mah produk ahm itu sama saja dengan yg lain bahkan kadang lebih jelek kualitasnya dri produk kompetitor… Yg bikin ms ahm sampe 80% ya karna dana promosi dan marketing yg jempolan…
    Produk biasa biasa aja bisa laris jika marketinginya jempolan..
    Ya tau sendiri kan promosinya ahm di lapangan media masa smpe bloger semua di di rangkul….

    Tpi buat ane mah ms100% pun gak ngaruh.. Ane ttp pke produk yg ms nya cma 1% dan ane ttp damai sma yg ane pake wkwkwkwk

    • enoanderson

      Jadi semua ada hubungannya karena Yamaha & Suzuki nggak pernah rangkul Blogger tes produk yang sebenernya bisa ngehits dipasaran? Termasuk EA’s Blog (kecuali pas FU Injeksi, dan ngehits, saingan sama Sonic)…? Nah, ini nih, wkwkwk

    • Adie

      Apa yng ente bilang emngk bnr tp klo g d ikuti dengan produk yng ckup baik apa bisa cma promosi promosi dan promosi trus laku..? Noo…

      Gk bisa mau ikalan e muncul tiap hari d media klo produknya buruk mana mau orng beli..?

      Ahm it bnyk hatersnya jd smua produk ahm d anggap biasa2 aja atau lbih bruh dri kompetitor padhal pabrikan lain yo sama aja, ane pnya yamaha mio soul gt sma r15 dua2 nya ngaco kualitasnya satunya bermasalah di mesin satunya bodynya bunyi mulu, dan ane pnya cbr150 k45 dan mesin e bunyi kletek2 mulu smpe akhir e ane jual.

      Smua produk psti ad kurang lbihnya hanya saja kadang para fansboy masing2 merek terlalu berlebihan menanggapinya.

  • Orgrasional

    Ya seharus nya sih dalam persaingan pasar yg sehat, jangan sampai ada satu atau dua pihak yg memonopoli. Jangan sampai yg lain nya gulung tikar terus kita cuma bisa melongo dikasih satu pilihan brand doang. Amit2 cabang bayi. Jangan kan industri otomotif, dulu perusahaan minyak asal AS yg bernama standard oil pun pada akhir nya kena kasus dan harus memecah perusahaan nya menjadi beberapa bagian agar kondisi persaingan pasar ttp sehat, nggak… Saya gak bilang AHM harus dibegitukan, tapi Negara dalam kasus ini harus hadir atau ikut campur agar kondisi pasar dan industri otomotif kita ttp sehat. Tapi disisi lain, Honda juga gak bisa disebut melanggar juga, kan dia hanya menjalankan aturan main yg ada yaitu kompetisi. Kecuali nanti ditemukan kecurangan dalam berbisnis. Nah…. Yg nama nya kompetisi kan mengharuskan setiap pihak yg ikut serta utk tampil all-out. berkaca dari hal tsb gimana nih dengan pabrikan yg lain? Ayo dong MS nya honda disalip, ente mau untung kan? Kl mau ayo kerja yg maksimal (pesan ini saya tujukan utk semua perusahaan motor KECUALI Kawasaki dan hobby oriented brand lain nya). Saya dengar KPPU sedang menyelidiki kasus ini, ada yg tahu perkembangan nya? Terima kasih.

    • enoanderson

      Nah ini dia kang, KOMPETITOR nya itu lho yang harusnya kita perhatikan… Bukan Honda-nya. kalau soal kartel & KPPU saya belum dapat update terbarunya euy πŸ™

  • wahyu

    Berbanding lurus kang sama pertumbuhan dealer.. secara dealer Honda sekarang hampir setiap kecamatan ada *di daerah ane.. jadi permintaan distribusi makin banyak.. kalo yang sampai ke konsumen.. blum tentu juga

  • fby

    bagi pabrikan lain khususnya yamaha yg saat ini dianggap rival honda, kayaknya nggak susah untuk bikin skutik (karna saat ini ms skutik yg gila) seperti beat, nyaman, irit, murah, good looking (mio? hehehe), akselerasi yahut, bisa diajak kencang (xeon saya dikentutin), fungsional, apa lagi ya…….? wes pokoknya segala kelebihan beat. permasalahanya yamaha kuat promo gak? terus apa honda gak facelift lagi buat dongkrak value. anggap yamaha ngikut, begitu seterusnya. ujung2nya tarung banyak2an duit. terobosan apapun yang dilakukan paprikan dengan sumberdaya terbatas apabila terus di follow oleh kompetitor dengan dana serta brand yang kuat kayaknya akan sia2. terus terang sebagai fby sy bingung, jadi ikut2an mikir (emang siapa? hehehe). seperti nonton film batman vs superman. mana mungkin batman bisa menang lawan superman kalo nggak main curang.

    • fby

      baru juga mio pake eco indikator, sekejab mata beat make juga, lebih advanced malah kayaknya.

    • fby

      yah nanti 2017 ada yang bisa dijadikan contoh, ketika “gesit” sudah mengaspal. bagaimana reaksi brand penguasa? bagaimana perjuangan si pendatang baru?

    • Adie

      Komen ente masuk akal jg bro, hebat ente jarang2 ad fby yng pkran e waras, ane lhat d blog2 sblah fby sma fbh cma bsa saling tebar kebencian.. hahahah

      Sip..

  • Adie

    Wah rame kang komennya dan syukur rata2 komentatornya pada waras2 pkrannya alias bukan fansboy cz klo udh lawan fansboy mah repot mereka g pnya pkran waras yng penting bc dan tebar kebencian… wahahaha…

    Lanjut kang…

  • LUQMAN I

    Memang benar masalahnya ada di kompetitor Honda. Riview produk untuk Yamaha menurut saya R15 perlu facelite
    untuk Suzuki Banyak produk yg dinati tapi tidak hadir
    untuk Kawasaki mainnya sifatnya baddas

  • stream

    Ketika market share di kuasai oleh satu merk, maka para bloger roda dua akan kebosanan, dan jenuh membuat artikel.

  • silent reader

    Klo ane perhatiin ms dari 2011 .. itu angka penjualan ahm konsisten di atas 4jt unit pertahun,sedangkan pas di 2010 nya kaga beda jauh sama yamaha ..

    Selebihnya honda tetap bs bertahan penjualanya di atas 4jt unit .. yamaha yg makin terjun penjualanya ..

  • Boy Setiawan

    Di tempat saya emang dominan make honda om. Alasannya macem2, mulai dri iritnya (kayanya irit=honda, mnurut orang2), bawanya enak (fyi ane punya beat sama soul gt d rumah, dan saya akui enak make honda beat bawaannya, meski joknya tipis ), sampe dengan promo gila2an yg bahkan dp 0 pun bisa bawa pulang sebuah honda hehe..

  • hardireinan

    Mungkin image honda sudah melekat di benak masyarakat indonesia.

  • Sadhana

    Urun rembug sebagai pemakai kendaraan bermotor. Di r2, salah satu faktor yg mgkn mendorong AHM merajai adlh faktor eksternal yaitu blunder kompetitor sendiri. Baik dari produk (macam/jenis, fitur, model), 3S terutama service center. Kl internal, resources AHM sebagai salah satu divisi Astra semua sudah tau seberapa besar kekuatan mereka, hulu ke hilir mereka py, dan pembiayaan pembelian r2 hanya ujung makin tajamnya AHM merajalela (dp 0% misalnya). Meskipun produk AHM kualitasnya gitu2 aja, konsumen maunya beli yg simpel, gak terkesan ribet ketersediaan service center, banyak “temannya” di jalan. Blunder terbesar YIMM selama ini yg fatal adalah tragedi Mio dan Vixion. Backbone produk tidak segera berbenah, pongah dng petinggi2 nya yg entahlah, dan mungkin kegamangan jadi pemimpin market di salah satu tipe/varian. Bangkit lagi susah. Di r4 pun, grup Astra sangat dominan, you name it mulai dari merk Jepun sampai Eropa (Peugeot, BMW) dipayungi Astra. Solusi atas konklusi? Gak ada. Sejarah berulang, jadi selamat datang kembali masa kegelapan otomotif, khususnya r2.

  • fby

    coba yimm buat divisi baru seperti nismo-nya nissan, kan sejalan dengan karakter yamaha yg kata orang sporty (sporty nggak harus sport)

  • XNash

    Saya termasuk yg seneng banget kalo market share honda 78%, sehingga motor yg 22% itu aman dari maling dan begal.

  • topman

    khusus buat yamaha deh yg harusnya mampu mengimbangi
    1. YIMM ga serius di segmen entry level, padahal inilah volumemaker, Honda R4 sampai nurunin kualitas dan harga agar bisa masuk ke kelas bawah, kelas ini yang dicari adalah kenyamanan hati daripada hal teknis
    2. Konsisten (keras kepala) di satu segmen, apa2 di sport-in ga peduli ltu matic entry level
    3. Lebih suka jadi trendsetter bukan follower, minusnya ‘budeg’ walau produk ga laku dipasar
    4. Iklan yg ga mengena di hati (touching your heart), jadi kangen iklan keluarga bebek dan musik Dewa
    5. Kekuatan yamaha selama ini ada di inovasi nya (mio, vixion, jupiter) sekarang cuma fokus di matic middle up
    6. Klub pemakai Yamaha kurang dirawat, liat Honda bikersday
    7. Potensi yg tidak dimaksimalkan, bayangkan byson mesin scorpio, xabre mesin mt25, mesin byson buat nyaingin verza
    8. Pelaku marketing di lapangan yg gitu deh

  • reteng

    Mungkin karena banyaknya model baru yang dikeluarin pabrikan honda kan yang serasa tiada henti2nya dan kecenderungan konsumen kita yang dimana ada produk baru pasti pengen ganti gak peduli yang lama masih bagus, atau layak pake .
    Nah terus ada lagi kecenderungan gampang bosen, mungkin kayak dlu waktu motor sport awal2nya vixion datang dengan keunggulan yg saat itu begitu banyak nahkan dia juga langsung hit. Nah sekarang gilirang honda ngeluarin yang bagus dengen banyak keunggulan kompetitor seperti wait and see. Mungkin jika di biarkan begini dan semua motor mandeg inovasinya pasti akan terjadi kejenuhan pasar. Seperti dulu kala.
    May be

  • Idris

    Sebenarnya gk da masalah kang. Hanya memang Honda yg terlalu kuat. Pertarungan sebenarnya bukan antara produk vs produk, tetapi strategi vs strategi.

  • Betul sekali apa yang sudah rekan rekan sebut diatas. Ada apa sih dengan kompetiror yang lain? Kesan yang saya dapat ketika MS AHM di Indonesia sudah sampai di angka 80% adalah, pabrikan yang lain hanya terdiam, melongo, dan tidak tahu harus bebuat apa dengan strategi AHM. Mereka terkesan pasrah pada keadaan sambil menelan ludah.
    Sebagai contoh sebagai saingan terdekat AHM, YMI punya produk laris yang sekarang lagi ‘Happening’ di masyarakat. Yup, dialah Yamaha N-Max yang punya daya gedor cukup di segmennya. Namun, walaupun laris produk tersebut sangat rapuh terhadap serangan AHM. Jikalau produk tandingan dari AHM sudah ditelurkan untuk berhadapan Head to Head dengan N-Max maka alamat produk Yamaha tersebut akan terpinggirkan, karena yang saya tahu sebagian konsumen yang membeli N-Max adalah mereka mereka yang ingin memiliki Honda PCX, IMHO.

    Jikalau keadaan ini makin memaksa pabrikan lain untuk mengkeret dalam hal penjualan, maka 99% penguasaan pasar oleh AHM akan menjadi kenyataan dalam waktu kurang dari tiga tahun ke depan menurut saya. mungkin pabrikan lain tidak berdaya karena sekalinya mereka dihadapkan dengan situasi head to head dengan pasuka AHM mulai dari lini produk,
    sales marketing,promotion,media effect, community gather, dsb. Mereka bagai menghadapi gelombang TSUNAMI yang amat dahsyat. Semoga ke depan saya berharap market akan berangsur angsur membaik, saya malah berharap pabrikan selain Honda dan Yamaha bisa bangkit sehingga bisa sejajar dan mengedepankan kualitas.IMHO

    When Honda’s Move with all power, other just can stand still

    • enoanderson

      Aamiin… Semoga setelah ada artikel ini, produsen yang lain jadi bisa belajar dan paham kalau beberapa hal yg mereka lakukan salah besar… πŸ˜€

    • fby

      kenapa harus pcx? seandainya honda bener ngeluarin pcx seperti yg ada sekarang cuman dilokalin, apakah nmax bisa langsung KO? hal begini yang saya tidak mengerti. kenapa harus pcx? bener kata kang Eno ” Tapi yang ditakutkan, nantinya kelebihan produk tsb jadi nggak make sense lagi kang”

  • ujang bedog

    judul artikelnya biasa aja, pas dibuka buset dah tawuran semua komentator nya.. mantap kang eno πŸ˜€

    • enoanderson

      hahahaha, disini mah udah nggak aneh kang, saya juga jarang2 sih filter komentar yang “tengil”, soalnya alhamdulillah reader-nya antusias semua euy πŸ˜€

  • LUQMAN I

    Intinya jangan beli produk Honda (AHM) dan bahkan jangan beli produk Yamaha . Beli saja produk selain ke duanya bila ingin pasar roda 2 tetap stabil

    • enoanderson

      Loh ya jangan demikian dong, soalnya saya nggak dibayar apa-apa sama Honda nih kang… Kalo dibayar NR750 gress sih hayohh deh, wkwkwk πŸ˜€

  • jarang2 ada blog yg artikelnya dimoderasi + isinya diskusinya smart /bukan BC antar fansboy dengan bahasa yg cukup santun..respect πŸ˜€

  • Gunduloye

    Klo bung eno punya temen yg kerja di AHM, coba deh iseng tanya2 mereka.. bagaimana perubahan yg terjadi sejak 2009.
    AHM sangat berterima kasih sama yamaha karena mulai mempepet penjualan di 2009.. mereka bangun tuh dari zona nyaman.
    Bagaiman mereka membangun values bahwa motor honda is the best dan mereka harus bangun karena ahm adalah tempat mereka dapat uang..
    Program2 internal dan eksternal terus dijalanin.. contoh aja, karyawan ahm dididik untuk jadi marketing karena itu motornya harus honda..
    Jadi walaupun sekarang sudah hampir 80% mereka puas? Jawabannya ngga..
    Ngga akan kejadian 2009 terulng kembali..

    Jadi bukan hanya selain honda yg bermasalah, tapi bagaimana ahm bisa bangkit itu yg bisa diberi jempol..

  • niceguy

    Saya setuju dgn kpmen gan fby diatas, yg salah bukan AHM (Honda) tapi kompetitornya yg ga becus. Waktu Yamaha masih dijalankan YMKI terlihat betapa sikap jumawa dan budeg ga ketulungan. Di saat mio masih berjaya merajai pasar skutik nasional, konsumen sdh mulai teriak2 minta fino, dan hasilnya? AHM dgn cerdik menyalip di tikungan!
    Scoopy muncul sbg jawaban hasrat konsumen akan skutik retro. Yg jadi pertanyaan besar bagi saya sampai saat ini ga pernah paham dgn strategi YMKI saat itu yg tdk mau memback-up mio dgn skutik lain (minimal fino). Di saat yg sudah sangat amat terlambat, barulah fino masuk Indonesia. Ga ada gunanya!!!
    Mudah2an YIMM tdk mengulangi kesalahan YMKI dahulu, apalagi sekarang dipimpin boss baru yang terlihat “europe oriented”. Yang jelas butuh waktu bagi yamaha untuk bisa mengimbangi honda kembali. Produk berkualitas dan harus didukung layanan yg akan menarik minat konsumen untuk beralih dari honda.

  • rizal

    Sebenarnya jawabannya gampang sh kang,karena orang kita tu latah & cenderung panasan.disaat ada sesuatu yg lg booming,bisa dipastikan itu akn menjadi trendsetter.ada kalanya semua ini berubah.pertinyiinyi adalah,apakah anda termasuk orang yg “ikut” latah??

    • Fby/h/$/k & dll

      setuju juga tentang latah orang indonesia raya memang rata2 gampang panas juga, dan yimmi memang budeg bgt. Terlalu bnyak faktor brand sayap goreng bisa menjadi skrg ini.
      Untuk brand laen tetap tunjukan gusi_Mu didunia persilatan r2 dibumi ini.

  • Numpang komen ya kang, kalo menurut ane sih IMHO ya, honda mulai kuat lagi saat group astra masuk, dapet suntikan dana gede kali ya, pernah baca kalo petinggi ‘yamaha’ pasrah karena lihat kapasitas produksi aja udah beda, honda punya 4 plant dan yamaha cuma punya 2, dan semenjak jadi AHM, jadi sering banget gelontorin produk baru baik produk yang bener-bener baru atau cuma facelift aja (lirik CB dan CBR).. CMIIW yaa.. πŸ˜€

  • Aldy

    Gak ada yg salah dari honda… memang kompetitornya yg terlihat loyo dan tidak aggresif mau share utk masalah skutik… knp ahm begitu perkasa di segmen skutik entry dan mid level jawabannya karena produknya dan jg marketingnya yg jempol… salah satunya gk ada pasti penetrasi produk tidak akan maximal… tp menurut gw andil produknya lbh besar drpd marketingnya… gw dr kecil selalu di jejelin produk honda karena ortu memang honda minded bukan fanboy ya tp trust honda aja mereka gk menolak merek lain tp memang sudah kadung trust sama honda susah kalo harus beli motor selain honda dan gw udh cobain mulai dr honda karisma yg bodinya kaya krupuk, megapro primus, verza dan terakhir vario 110 kemudian setelah bisa beli motor sendiri gw coba ambil nmax… menurut gw nmax sebagai genre maxi scoot kenyamanannya msh dibawah vario karena karakter shock yg keras bahkan verza yg motor laki dan terkenal shocknya keras… kalo jalannya mulus” mah no complaint gw sering buat touring lewat pantura yg jalannya mixed dg jarak 400kman PP… shock nmax bisa bikin perut mules pdhal dg jarak yg sama sebelumnya pake verza yg sama dual shock diblkg dan pake setting no. 5 paling keras shocknya lbh manusiawi gk pernah bikin mules… bahkan buat dalkot pun nmax ini kurg cocok karena karakter akselerasinya yg kurg nendang kalo dibanding vario keluaran terbaru. utk detail finishing cat dan handling mah khas yamaha mantap power atasnya jg beringas… cuma memang sebagai genre maxi scoot syg sekali seharusnya kenyaman diatas vario 125/150 padahal ini cuma 1 part lho shockbreker tp bs buat riding quality jd berkurg drastis. mgkn nex kalo ada rejeki mau upgrade kaki” ada saran. yg hemat kantong aja hehe.

    • enoanderson

      Coba main ke blognya mang kobayogas kang, doi pernah upgrade suspensi NMAX nya tuh… Soalnya saya belum punya, jadi cuman bisa nyimak aja kang, xixixi πŸ˜€

  • Pasti gara2 darmo dkk

  • arvi

    Dari tahun 2010-2016 kalo semua unit motor dari semua pabrikan di totalin kira2 jumlahnya ada berapa yh kang,,
    Jalanan indonesia tiap tahunnya di jejali terus menerus jutaan unit kendaraan sepeda motor.
    Ibarat manusia,yg lahir perminggu/bulan/tahunnya semakin bertambah tpi yg matinya gak ada,lama kelamaan kn populasi manusia tsb gak seimbang,dan hal tsb terjadi pda sepeda motor,gak kebayang kan kedepannya nnti jalanan indonesia kya gimana….

  • atiq mujtaba

    numpang komen om eno, saya lulusan teknik industri ugm, dulu ahm tahun 2010 pernah jadi sponsor utama acara ethnographi design workshop (EDW) yang diadain teknik industri ugm, diworkshop itu dosen2 teknik industri ugm menjelaskan bagaimana mendesign suatu produk yang disesuaikan dengan perilaku sadar atau dibawha sadar konsumen ketika menggunakan motor, disesuaikan budaya dan etnis orang indonesia, dalam mendesign motor dll ilmu yg didapat. di 2 hari terakhir workshop diadakan lomba mendesign produk motor dengan konsep ethnographi tersebut oleh para peserta dan gilanya, konsep saya dan tim saya yang memenangkan lomba design tersebut, pada tahun depannya menjadi inspirasi ahm dlm mendesign motor. yang mau saya garis bawahi adalah AHM dalam mendesign suatu produk didasarkan pada ilmu ethnographi design yang memang menjadi mata kuliah wajib di teknik industri ugm yang ilmu ini sangat diapresiasi oleh perusahaan2 dalam mendesign produknya. seperti di malaysia, honda yang laku kan malah honda star nya indonesia kan dan baru saja di discontinue. nah inilah hebatnya honda dalam memahami culture masyarakat yang ada disuatu negara dan menggunakannya sebagai acuan design,

  • LUQMAN I

    Kalau menurut saya di kelas 250 cc. Kawsaki Ninja 250 FI perlu di produksi di Indonesia dan fitur dan powernya menyamai Honda CBR250RR harganya naik dikit ga papa. Soalnya biar ada yg berani head to head sama Honda. Jadi Ninja RR Mono versi murah di kelas 250 cc, kalau Ninja 250 FI versi mahalnya. Btw bener gitu Yamaha R25 bakalan di Facellite , kalau bener baguslah perbaiki rangkanya pake Deltabox

  • LUQMAN I

    Tamabahan untuk Suzuki emang bener Suzuki GSX-R250 mau di bikin di Indonesia via liat di motorplus kalau bener baguslah biar makin rame persaingannya

  • fby

    kang Eno, menurut sampeyan kenapa yamaha begitu lama tidak gencar berpromosi utamanya di tv? secara umum kok adem ayem seperti lagi menikmati sejuknya udara di puncak jaya wijaya? padahal di bawah udaranya lagi panas nggak ketulungan?

  • iwan

    menurut saya Honda kasi kelebihan pada motornya di mana kelebihan itu yang dibutuhkan konsumen. Yamaha kasi lebih di cat yang bagus tp itu kan masalah perasaan saja lihat cat mulus dan kusam. Tapi bensin lebih hemat ada fakta duit yang keluar. bukan perasaan. Cat kusam kita bisa tahan duit untuk mengecat ulang. Bensin boros kita tidak bisa mengurangi uang atau pengeluaran untuk menghemat. Ke-2, motor Honda selalu lebih berat dari Yamaha. sepertinya Honda kualitas besi-besinya lebih kuat dari Yamaha. All new vixion lebih ringan dari cb pertama padahal velg dan ban lebih besar. Dari banyak kejadian kecelakaan parah, garpu depan vixion mudah patah. artinya ketebalan dikurangi untuk mencari bobot yang lebih ringan. velg mungkin seperti itu juga. Motor Yamaha cenderung makan oli(sudah banyak testimoni). kebanyakan Orang indonesia butuh motor nyaman. Yamaha selalu tren motornya aura racing. Di matiknya, di bebeknya, di sportnya. Selalu mau lebih kencang dari Honda dan lebih pas dipakai kencang. Tapi sayang hanya sebagian kecil orang Indonesia yang butuh itu. Beat diadu cornering rebah rebahan sama mio 125, mio jauh lebih nyaman. Tp orang lebih banyak butuh nyaman daripada enak diajak balap balapan .

    Intinya Honda lebih mampu melihat apa yang sebagian besar masyarkat Indonesia butuh dari sepeda Motor dan sekaligus lebih mampu membuatnya terwujud pd motor-motornya.

    • fby

      kalo dulu iya, kalo sekarang kayaknya nggak. untuk produk2 tertentu (saat ini) kedua merk masalah kekurangan dan kelebihan sama saja. anggapan (seperti komen kang Iwan diatas) adalah sekedar anggapan (tanpa komparasi teknik yang kredibel), cuman masalahnya anggapan tersebut bisa dimanfaatkan honda dengan baik, sehingga pejualanya ya seperti sekarang ini, terlepas dr faktor lainya.

  • pangeran

    Sekarang posisi honda emang dalam posisi monopoly karna usaha honda sendiri. Liat aja motor2 barunya, gak heran kalo sport 150 cc dikuasai CBR sama CB150R, ditambah kakaknya 250cc baru meluncur. Dibandingin R15 jelas cakepan CBR, lebih new, all led, lcd display. Siap yg gak tergoda?

    Terus siapa yang salah? Yamaha, Suzuki, Kawasaki kemana?
    Kalo menurut saya tidak ada yang salah, setiap pabrikan jelas punya goal masing2, nah goal ini yang kita tidak tau. Siapa tau emang cita2 yamaha cuma sebagai pelengkap? Penggembira pasar? Ya to?
    Tapi kalo diliat dr segi bisnis harusnya tiap pabrikan punya goal menguasai pasar agar dapet profit banyak.

    Jika tujuan yamaha menguasai pasar dan sekarang ternyata gagal saya tau penyebabnya, jelas ini versi saya. Apa dong?
    1. Yamaha gak fokus
    Kasus matic, trendsetter, akar belum kuat kena goyang AHM malah dilepas. Harusnya dr awal harus terus2an branding SKUTIK ya yamaha, membenamkan mindset itu penting!
    2. Nggak totalitas alias setengah2
    Kasus awal vixion muncul sih keren, trendsetter lagi, anak muda banget sedangkan sebelah belum punya sport tandingan, eh setelah sebelah punya sport tandingan (CB150SF) mirip ovi, yamaha facelift jdi NVL, nah kesalahan mulai ketika NVL ke NVA hanya berubah lampu dan motong spakbor belakang. R N D kemanaa? Udah bagus selangkah lebih maju dr kompetitor.
    Akhirnya muncul ANCB, mati deh vixion
    3. Pembenahan kualitas dealer
    Ini penting karna dealer tulang punggung pabrikan, yg ketemu langsung sama konsumen. Harus bener2 friendly, ramah, pelayanan memuaskan gak cuma dari selling, spare part maupun servis. Harus ada training khusus sesuai masing2 peranan. Sering baca kasus mau beli cash disusah2in, malah disuru kredit. LOL
    Untung perlu, kepuasan konsumen jangan lupa

    Kalo kedepan masih tetep kek gini, mending yamaha kukut aja dr Indo, biar pemegang MS honda doang.

    Ini bahaya bagi honda juga kalo menguasi pasar secara penuh, akan ada masa dimana konsumen bosen dengan apa yg diberikan, tidak ada persaingan, bisa memonopoly harga, ibaratnya pabrikannsudah malas inovasi karna gaada saingan.

    Oya, harga motor jepang sekarang kelewat overprice, bisa diliat deh NJKB brapa, harga OTR berapa, selisihnya cukup jauh.
    Saya malah tertarik ke brand india.

  • Zuardian Egar

    Kondisinya ternyata berbeda jauh dengan mobil ya kang Eno.

    Saya kira semua yang komentar disini tahu alasannya kenapa honda lebih unggul yaitu dari faktor kualitas produk dan 3S.

    Saya sendiri pemilik Honda dari dulu bukan karena FBH (karena saya juga punya Mio J), cuman ada beberapa alasan ane milih honda:
    1. feel dari mengendarai motor beda banget sama yamaha, vibrasinya, built quality.nya (terutama yang kelas low-end)
    2. Tempat servis honda di kota ane lebih jos kang, bisa dapat roti, ruang tunggu AC, sama kopi gratis (serasa servis mobil) sedangkan yang lain masih biasa banget. Apalagi MPM sekarang udah ada big wing, wah bisa cuci mata liat 1000rr wkwk
    3. Oh iya tagline Honda yang OneHeart udah melekat banget di orang Indonesia, disini ane yakin gak ada yg gak hapal jingle lagu OneHeart yg dinyanyiin giring sama agnes monica. Itu strategi pasar yang bisa merubah alam bawah sadar calon konsumen ke honda loo.

    Tapi doain aja tahun depan yamaha bisa ngeluarin produk yg lebih value lagi daripada sekarang dan lebih menggandeng konsumennya. Pasti market share bisa meningkat pesat.

    Ane ngiler banget sama Aerox 155 serius :’) Kalo ada duit beneran beli ane.

  • Rio

    Ga bisa nyaingin emak2 sama anak sekola yg kalau mau beli motor matic ya ambil bit

  • Revix

    Salam kang,, saya fans nya kang eno. Sempet vakum dari info seputar sepeda motor, karena sempet ngerasa ilfil n desperate dgn keadaan r2 di indo. Saya bukan fb satu ATPM. Motor saya juga ada vario n suzi fufi, dulu pernah icip vixi juga.

    Pas baca2 artikel kang eno, nemu yg beginian. Kalo saya rasa, dulu pas saya mau inden vixi, ribetnya stengah mati. Ada uang jaminan or tanda jadi lah, bilang sales, seminggu dateng. Tp g dateng2 juga. Disini perlu kita garis bawahi, yamaha bermasalah di sales nya. Suzi, sebetulnya produknya bagus cuma people termakan issue spare part mahal, belok lagi ke honda n cenderung bosen dgn fu as backbone(telat mah gsx r n s). Kawak, not everyone have much money buat di beliin motor. Motor mahal lah. Ya akhirnya, honda again2.. tren ini kayaknya bakal terus-menerus deh. G tau kapan berakhir

  • Agalugina

    Min saya mau tanya dapet data aisi dari mana yah?

  • eSTeh 12

    Baru tau ada artikel ginian nih kang eno. Asik2 lagi komennya. Jadi pengen ikutan urun opini.
    Kalo menurut saya ada beberapa hal yg bikin honda meraja lele (wkwkk):
    1. Faktor kompetitor, udah banyak yg bilang, jd skip aja
    2. Faktor honda, baik produk maupun hal yg mendukung, kaya sales (iklan yg masif), sparepart, servis, udah dibahas jg
    3. Ini yg paling penting menurut saya, yakni faktor ASTRA. Suka nggak suka, nyatanya, sebelum honda motor Indonesia jadi ahaem, MS bisa terbagi secara (relatif) adil dan makmur. Tapi setelah astra support honda? Melejit tuh MS honda. Karena astra grup kan gak cuma jualan motor (dan mobil) aja, tp jg pendukungnya macem sparepart (terutama yg KW) sampe pembiayaan (leasing) semua astra ada, jd itu yg ngedukung pesatnya pertumbuhan MS honda. Selain dana yg besar jg tentunya.
    Sekian opini saya kang, salah benarnya mohon dikoreksi, matur nuwun.

Tinggalkan Balasan