Yamaha Nouvo 2004

Readers Review: Yamaha Nouvo Gen.1 (2004) !

Jauh sebelum Mio-series fenomenal dan menjadi ‘god-of-bike’ bagi kaum hawa & hipsters, Yamaha punya jagoan lain di segmen skuter matik. Tapi, berbanding terbalik 180 derajat ketimbang Mio, yang satu ini mungkin nggak familiar di telinga banyak orang… Meskipun sebenarnya punya seabrek keunggulan ketimbang skutik mungil tersebut – bahkan juga disebut-sebut sebagai pembuka jalan kesuksesan Mio-series pada akhir 2000’an silam. Kabar baiknya, motor tersebut bakal kita kupas tuntas pada rubrik Readers Review berikut ini… Please welcome, Yamaha Nouvo (Gen.1) !!

 

Seperti artikel New Vega R sebelumnya, kali ini juga ada seorang pengunjung setia EA’s Blog lain yang bakal mengirimkan ceritanya bersama tunggangan kesayangan. Adalah Kang Fadhil, user Yamaha Nouvo yang (ternyata) sudah setia dengan motor yang akrab disapa “Nouvo Lele” tersebut selama kurang lebih 12 tahunan… WOW! Akang yang satu ini dijamin sudah paham banget deh soal semua aspek teknis, feeling, sampai ke detail-detailnya. So, nggak usah kelamaan lagi… Langsung aja kita simak reviewnya, cekidots!

 


 

 

Desain Yamaha Nouvo “Lele”

 

 

Yamaha Nouvo 2004

 

Bagus atau buruknya tampilan motor, menurut saya tergantung cara setiap orang menilainya… Dan menurut saya, desain Yamaha Nouvo ini bisa dibilang unik untuk sebuah skuter matik yang dirilis perdana tahun 2002 silam. Mengusung Headlamp lebar yang terpisah dari batok setang, Shape bodi yang agak membulat, Lampu sein belakang yang menonjol keluar, Dimensi yang panjangnya hampir 2 meter, Velg 16 inci, Suspensi belakang dual shock absorber – desain skutik satu ini dulu sering dibilang aneh. Bahkan, sampai ada yang menyebutnya mirip ikan lele, yang kemudian mendarah daging di kalangan pecinta roda 2 hingga berakhir dengan sebutan akrab: “Nouvo Lele”. Padahal, saat ini kita kenal konsep seperti ini sebagai kombinasi antara maxi-scoot dan skutik standar.

 

Yang jadi kelemahan terbesar di sektor ini adalah ketersediaan sparepart bodi yang sangat langka, jika bagian bodi ada yang rusak… Karena selama masa baktinya, penjualannya di tanah air terkenal kurang impresif, plus fase discontinuenya yang sudah sejak 2005 silam – yang kemudian digantikan sosok Nouvo Z yang lebih fresh. Sekali sparepart bodinya tersedia, banderolnya kadang membuat saya berfikir 2 kali untuk membelinya.

 

 

Detail Masa Depan?

 

 

Yamaha Nouvo 2004

 

Beberapa fitur & detail Yamaha Nouvo bakal saya bahas secara lebih mendalam ya… Cekdisot!

 

Yamaha Nouvo 2004

Bagasinya terbilang cukup luas jika dibandingkan dengan bagasi moped lain di awal 2000-an silam. Selain luas, sepengalaman saya bagasinya juga sanggup untuk ‘menelan’ 1 Helm Full face berukuran L. Meskipun di era 2000-an juga ada skutik lain dengan bagasi gambot dan diklaim muat satu helm fullface (Suzuki Skywave), menurut saya bagasi milik Yamaha Nouvo ini sedikit lebih luas.

 

Speedometernya model analog standar… Tampilannya berkesan elegan, yang menunjukkan kecepatan, indikator bensin, sein, odometer, dan lampu jauh dengan tulisan “Automatic smart vehicle” di bagian paling bawah.

 

Yamaha Nouvo 2004

– Berbeda dengan ciri khas motor yamaha yang sporty dan agresif, Headlamp milik Yamaha Nouvo justru didesain melebar dengan lampu sein yang agak meruncing ke atas. Hasilnya, julukan ‘mirip lele’ jadi yang paling sering saya dengar tentang headlamp Nouvo generasi pertama ini. Sementara itu, pancaran sinar dual-bulb 25 wattnya cukup bisa diandalkan koq!

 

– Bentuk Jok yang lebar, panjang dan empuk, memberikan kenyamanan ekstra buat rider dan juga boncenger… Ini salah satu keunggulan utama Yamaha Nouvo dibandingkan skuter matik mungil zaman sekarang. It’s all about comfort!

 

Yamaha Nouvo 2004

Knalpotnya model tabung khas ala motor era 2000-an, plus sudah dilapis chrome… Yang sama sekali nggak ditemukan di skutik masa kini. Kualitas material dan finishing chrome-nya juga bisa dibilang sangat baik! Meskipun ada bagian yang menguning – tapi overall untuk motor yang berumur 12 tahun, kondisinya masih lumayan kinclong koq!

 

 

Kaki-kaki Yamaha Nouvo dibekali velg berukuran 16 inci, serta shockbreaker ganda di belakang… Efeknya, motor jadi lebih stabil saat menghajar lubang dijalanan, serta terasa lebih mudah dikontrol.

 

 

Ergonomi

 

 

 

yamaha-nouvo-2004-9

Seperti yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya, Jok yang luas, serta busa yang empuk punya andil besar untuk membuat karakter Yamaha Nouvo jadi lebih nyaman ketimbang skutik mungil lainnya… Baik itu bagi rider ataupun boncenger. Dengan postur sekitar 170 cm-an, kaki saya bisa menapak ke aspal dengan mudah koq. Nggak pake dingklik! Selain itu, area pijakan kakinya juga terasa nyaman, nggak membuat dengkul mentok area dek depan, rileks dan membuat rider nggak gampang lelah saat berkendara jarak jauh.

 

 

 

Pada Yamaha Nouvo generasi pertama (Nouvo lele), letak footstep boncenger berada agak kedepan dekat dengan pijakan kaki rider… Meski bakal terasa nyaman untuk boncenger, namun sayangnya justru inilah poin yang “annoying” banget bagi pengendara. Karena posisinya mengakibatkan kaki rider seringkali bersenggolan dengan kaki boncenger, saat ingin menapakkan kaki ke aspal. Terdengar sepele memang, tapi efeknya bisa menyebabkan motor oleng dan akhirnya terjatuh.

Pada Nouvo generasi selanjutnya, Yamaha akhirnya melakukan perubahan letak footstep boncenger… Dimana kini posisinya agak dimundurkan, sehingga semakin jauh dengan pijakan kaki pengendara.

 

 

Performa & Handling

 

 

yamaha-nouvo-2004-8

 

Kalau beberapa poin diatas membuat skutik ini seakan-akan minim kelemahan, nah pembahasan inilah yang bakal merubah pemikiran tersebut… Disinilah letak kelemahan Yamaha Nouvo yang paling terasa. Mengusung mesin yang identik dengan Mio-series (4-Tak, 113cc, Silinder tunggal, SOHC 2-Valve berpendingin udara), output powernya yang sebesar 8.8 HP terasa kurang cukup untuk menopang bodinya yang gambot. Pabrikan garputala coba mengakali problem tersebut dengan menjejali karburator berukuran lebih besar (Mikuni BS25), yang setara Jupiter MX135. Namun prakteknya dilapangan, mereka malah membuat keadaan bertambah buruk… Karena bukan power yang didapat, mesin Nouvo ‘Lele’ justru jadi lebih boros BBM.

Penggunaan velg berukuran 16 inch juga sedikit banyak berpengaruh terhadap sisi performa Yamaha Nouvo, yang menyebabkan akselerasi jadi semakin berat. Namun kabar baiknya, penggunaan velg berdiameter besar ini dapat membuat motor lebih stabil saat menghajar lubang. Pun demikian dengan handlingnya… Berbekal suspensi belakang ganda, handling dan kestabilan Yamaha Nouvo termasuk bisa diandalkan untuk kategori skuter matik standar.

 

 

Sayangnya, penyakit ‘khas’ Yamaha kembali ditemui di sosok Nouvo ‘Lele’ yang satu ini… Shockbreaker belakang yang disetting stiff (kaku) sukses mengocok perut jika dibawa berkendara sendirian melewati kontur jalanan non aspal. Pada generasi selanjutnya (Yamaha Nouvo Z), pabrikan garputala coba memperbaiki kekurangan ini dengan menjejali suspensi yang lebih lentur. Namun, (lagi) perubahan yang dilakukan Yamaha tak membuat keadaan membaik – karena jika dipakai berboncengan malah terasa terlalu soft, yang berakibat buritan belakang jadi terasa terpantul-pantul. Beruntung, kombinasi rem cakram dan teromol-nya bisa diandalkan untuk memperlambat laju skutik berbobot 101 kg tersebut.

 


 

 

Spesifikasi Yamaha Nouvo

 

 

EngineSilinder Tunggal, SOHC 2-Valve, Air-Cooled
Bore x Stroke50 x 57.9 mm
Capacity113,7 cc
Rasio Kompresi8.8 : 1
Penyuplai BBMMikuni BS25
Sistem StarterElectric & Kick Starter
Transmisi & Final-DriveAutomatic, V-Belt
Max Power8,77 HP @ 8.000 RPM
Max Torsi8,63 N.m @ 7.000 RPM
Dimensi (PxLxT)1.935 x 675 x 1.070 mm
Jarak Sumbu Roda1.280 mm
Ground Clearance135 mm
Tinggi Jok755 mm
Kapasitas Tangki BBM4,9 Liter
Berat Isi101 Kg
FrameSteel Underbone Frame
Suspensi DepanTelescopic Fork
Suspensi BelakangDual Shock Absorber
Rem DepanCakram Hidrolik, Kaliper 2 Piston
Rem BelakangDrum Brake (Teromol)
Ban Depan70/90 – 16
Ban Belakang80/90 – 16

 

 

 

Well. . . Review yang sangat menarik dari Kang Fadhil, seorang pembaca EA’s Blog yang mengirimkan cerita 12 tahunnya bersama sosok Yamaha Nouvo (Gen.1), skutik andalan pabrikan berlogo garputala yang mungkin nggak diketahui orang banyak… Karena jujur, meskipun sering lihat unitnya seliweran dijalanan (karena dulu teman SMA cewek juga ada yang pakai), tapi yang paling EA’s Blog ingat dari skuter yang satu ini hanyalah batok setang serta cover CVT-nya yang jadi incaran para modifikator di era 2000-an silam. Sementara skutiknya? Well, sayangnya saya sudah kepalang ilfeel saat melihat desainnya yang membuat selera makan hilang, wkwkwk…

Namun, artikel reader review kali ini sepertinya bakal berakhir dengan kesedihan nih Brosist… Pada tahun kebersamaan yang ke-12 ini, empunya bakal berpisah dengan Yamaha Nuovo karena akan segera dilego – efek dari konsumsi BBM yang tak lagi bisa diandalkan di jaman yang harus serba ‘irit’ ini. But anyway, thanks banyak buat sharing-nya Kang Fadhil! Semoga bisa bermanfaat dan menginspirasi pembaca EA’s Blog lain yang juga punya tunggangan kesayangan masing-masing… By the way, mau ganti apaan nih Kang? Aerox 155 VVA – kah? 😛

 

Yamaha Nouvo 2004

 

*Note: Untuk Brosist yang ingin mengirimkan catatan review beserta motor kesayangan, apapun tipenya, apapun merk-nya, silahkan langsung kirimkan saja e-mail ke eno.anderson.ericko@gmail.com – atau bisa langsung kirimkan via halaman Kontak EA’s Blog… Ditunggu cerita menariknya Bro-sist!!

 

 

15 comments

  • MT_Rider

    Dri desain inilah terlahir vario 110, dg sdikit modifikasi

  • ane hampir 4 th punya nouvo lele, untuk konsumsi bbm tidak terlalu boros, lebih irit dibandinkan konsumsi skutik karbu lainya. Tarikan awal memang agak berat, tapi untuk putaran atas lumayan kenceng, karena untuk cvt memang beda dg mio series, terutama rasio, sliding sheave, dan kampas ganda jg beda. Keluhan yang paling terasa memang pada shock belakang yg keras.
    mengenai ketersediaan spare part masih banyak mas, apalagi sekarang komunitas nouvo menjamur, memang untuk spare patr oem agak mahal, tapi setara dg kualitasnya.
    dan yg terakir penyakit yg sering ditemui pd nouvo adalah suara ngaung pd cvt

  • jupiz

    Ini yang sekarang lagi banyak di cari ya..barengan sama cbr 150 thailand yg slim..bahkan katanya harga bekas untuk yang kondisi bagus bisa nyampek 9 jeti kang..waah kalah jupiku….btw ni motor waktu pertama tama keluar…liatnya aneh..karna tdak umum..scara waktu itu bebek sedang merajai..prediksiku waktu itu ..motor matic gk akan sukses…dan bner aja..nouvo tdak sukses…eehhh tiba2 datang adiknya…si kucing…dan…….semua berubah kang…..sekarang kbalik..bebeknya yang jdi tdak umum..(nglirik jupiku)..hhhhhhhh……

    • bisikan setan

      nah ini, ane juga bingung kok nih nouvo lele bisa hype lagi. Kalau yg gen 2 masih bisa dimaklumi, lah ini gen 1 cuy. Muke Lele wkwkwk

      • enoanderson

        Lah itu maslahnya, kalo yang Gen.2 sih setahu saya memang tinggi harganya… Lah kalo yang ini? wah nggak habis pikir deh, wkwkwk

  • vario Sumedang

    Lebih suka yang gen 2, jarang banget yang masih “perawan” lebih sering lihat yang udah di modif Thai look,,

  • Pernah nyoba nouvo z punya teman yang baru ditebus untuk menggantikan old vixion yg hilang… Saat dicoba handling nya maknyus dan performanya lumayan punya… Jujur saya nagih dibuatnya

    Dan karena “feel” itu teman saya bela2in beli lagi nouvo lele yg kondisinya alakadarnya ( karena yang z dipakai bokap teman ) dan langsung direstorasi lalu dimodifikasi ala thailook

  • orang awam

    Punya bagasi yg bisa muat helm tapi malah ngga digembar-gemborkan, walhasil terciptalah mindset bahwa honda adalah pelopor skutik berbagasi besar yg muat helm

  • kolong langit

    Dan dari headlamp nouvo z lah yg jd pelopor lahirnya fairing fiber kaki lima buat motor sport..

  • Fadhil mra

    Saya jadi sedih kang abis baca kalimat terakhir artikel ini kang…. hehe. Aerox 155 menggoda banget memang kang, modelnya juga pas buat pengganti nouvo. Tapi niat untuk jual motor ini mungkin saya urungkan dulu kayaknya kang, banyak kenangan sama ni motor (sebenernya sih dana buat ganti motornya sih yang belum kekumpul). Mau direstorasi dulu aja pelan-pelan. Btw artikelnya mantab kang jadinya. Terima kasih juga buat Kang Eno,

  • ikhsanlie jual nih motor msh perawan new old stock, jd yg minat kontak aja orgnya di kaskus.

    satria 2t nya dah kejual ama dia, padahal gw minat berat ama satria 2 t nya

  • haneswara

    Wah ada motornya Michael Owen, bagasinya bisa muat bola itu…

  • yang saya ingat, saat berbarengan lewat tanjakan tuh motor enteng2 aja ngelibasnya.

  • fari.fairis

    sodara pernah ada yg beli baru pas awal2 rilis.. dan jadi perhatian byk orang, karna bingung tuas persnelingnya dimana.. 😀

Tinggalkan Balasan