Yamaha New Vega R

Readers Review: Yamaha New Vega R (2006)

Era 2000-an silam, motor bebek entry-level selalu dikaitkan dengan tipe motor yang murah-meriah, irit, efisien, namun punya power dan tampang seadanya… Berbeda dengan kelas diatasnya seperti Jupiter Z, Supra X 125R, ataupun Shogun 125 SP dengan seabrek keunggulannya. Pemikiran yang EA’s Blog utarakan tadi nggak salah koq – terlebih kalau Brosist menganggap kandidat pengisi segmen tersebut hanyalah Honda Supra Fit dan Suzuki Smash (Gen.1). Tapi, as always, selalu ada pengecualian! Dan salah satunya adalah Yamaha New Vega R, bebek entry-level yang sempat jadi favorit EA’s Blog semasa masih menghandle Supra Fit dengan power yang… Gitu deh.

 

Yes, tepat sekali! Pada kesempatan kali ini, kita bakal kupas-tuntas secara mendalam motor entry-level yang sempat jadi ikon Yamaha selama kurang lebih setengah dekade tersebut: Yamaha New Vega R…! Dan yang lebih spesial, kali ini EA’s Blog kedatangan seorang pembaca setia yang bakal memberikan review mendalam tentang generasi kedua Vega-series ini, Kang Hanes dari Jogja… Penasaran seperti apa review motor yang juga EA’s Blog favoritkan ini? Yuk, sama-sama disimak! Cekidots…

 


 

Desain & Build Quality

 

 

Yamaha New Vega R

 

Secara desain, bagian depan Yamaha New Vega R menurut saya adalah yang terbaik… Headlamp memberikan karakter kecil tapi manis, sementara bentuk sayapnya simple dan mengalir, tidak membosankan. Bagian samping nampak standar, tanpa ada yang istimewa, sedangkan bagian buritan laiknya antiklimaks di film Box Office – membuat penonton ingin bergegas pergi dari kursi bioskop. Sekilas, saya seperti melihat desainernya agak setengah hati mendesain lampu belakang. Apalagi jika melihat rear grip yang masih memakai pipa besi ala motor 90’an (*colek supra fit & suzuki smash). Sebagai solusi hemat namun brilian, saya pun menggantinya dengan rear grip milik Mio Smile supaya nggak telihat jadul-jadul banget. Tapi secara overall desain, menurut saya cukup enak dipandang koq…!

 

Yamaha New Vega R

Rear Grip (Behel) Yamaha New Vega R diganti pakai Mio Smile…

Yamaha New Vega R

 

Salah satu yang paling disukai dari motor Yamaha sejak dulu kala, adalah kualitas finishing cat-nya yang nggak setengah-setengah. Dan asiknya, hal tersebut juga bakal kita temui di sosok Yamaha New Vega R, jika dibandingkan dengan kompetitor dikelasnya…! Meskipun ada sedikit yang mulai memudar pada bagian yang terkena panas matahari berlebih seperti di batok lampu dan spakbor depan, Tapi untuk motor yang berumur 10 tahun, cat motor yang berwarna biru abu-abu ini tidak menunjukkan perubahan warna yang drastis, bahkan masih kentara efek glossy-nya. Intinya nggak buluk lah. Cakep!

Untuk build quality di bagian plastik bodi, ini salah satu yang harus jadi perhatian Yamaha kedepannya… Sambungan antar body harus ditingkatkan lagi, karena desain klip rawan patah dan aus. Sementara itu, slow moving parts yang sudah diganti pada Yamaha New Vega R saya sejauh ini hanya berupa shock breaker belakang, karena olinya sempat bocor. Selebihnya tidak ada. Silahkan dinilai sendiri untuk kategori motor modern (setelah era 2000-an) dengan umur yang sudah genap 10 tahun…

 

Ergonomi & Handling

 

 

Yamaha New Vega R

 

Sebagai motor yang ditujukan khusus untuk commuter harian, handling saudara dekat Jupiter Z ini layak diacungi jempol, ringan dan lincah. Cornering high speed atau low speed pun tak ada masalah, tetap stabil tanpa gejala limbung. Selap selip saat macet, masuk sela-sela mobil dengan manuver 90 derajat pun gampang. Intinya, untuk pemotor yang butuh tunggangan dengan handling mumpuni untuk berkendara sehari-hari dijalan raya, Yamaha New Vega R ini bisa diandalkan. Pokoknya “TOTAL CONTROL” banget deh, hehehe… Asumsi pertama saya, mungkin karena bebek entry-level ini memiliki wheelbase yang pendek dan dibekali dengan karakter suspensi yang tergolong stiff (kaku).

 

Yamaha New Vega R

 

 

Namun, poin asumsi itu juga punya sisi yang berlawanan… Karena suspensinya yang tergolong stiff, Yamaha New Vega R ini justru jadi terasa kurang nyaman saat melewati jalan rusak atau bergelombang. Satu hal lagi, Vibrasi motor sangat terasa – bahkan lubang kecil pun jadi terasa besar, karena getarannya sampai ke tangan dan pinggang. Selanjutnya, ergonominya pun menambah parah keadaan… Meskipun seat height-nya cenderung bersahabat, tapi sebagai motor harian, menurut saya ergonominya jadi terlalu racy bagi rider yang punya tinggi badan 170 cm.

Posisi tangan terlalu ke bawah dan kaki terlalu menekuk ke belakang, membuatnya terasa kurang rileks untuk ukuran motor bebek. Mungkin pengaruh wheelbase yang pendek berakibat posisi pengendara jadi terbatas. Akibatnya, buat perjalanan jauh badan jadi pegel masbro… Tapi poin yang satu ini hanya berdasarkan opini saya semata koq, karena sekali lagi, beda rider bakal beda pula karakter dan kebutuhan ergonominya.

 

Performa

 

 

Yamaha New Vega R

*Note: Yang jelas, Rider yang naik Yamaha New Vega R ini bukan Kang Hanes… wkwkwkwk

 

Berbicara urusan performa, Yamaha New Vega R dibekali mesin yang identik dengan Jupiter Z yang performanya terkenal brilian di kelas bebek 110-115cc. Dan asiknya, unsur “fun” tersebut juga bakal kita temui di ‘adik beda kelas’ nya yang satu ini…! Tarikan responsif, mantap untuk kondisi riding stop and go. Feel powernya terasa presisi di setiap putaran gas, tanpa efek delay seperti yang ditemui di generasi 100-125cc Honda. Power dan torsi sangat terasa di RPM bawah-menengah, dan mulai menurun saat memasuki RPM atas. Transmisinya halus, tanpa ada fitur suara tambahan ‘cekrek-cekrek’. Top speed maksimum yang pernah saya coba sampai saat ini sekitar 110 km/h on speedometer, dengan nilai penyimpangan speedometer (Deviasi) sekitar 5-7 km/h via Ulysee GPS.

 

Yamaha New Vega R (Crypton T110)

Yamaha New Vega R di Eropa (Crypton T110)

 

Kalau Supra-series terkenal sebagai motor irit, dan Smash-series punya julukan ‘Si Gesit Irit’, maka yang satu ini punya kombinasi keduanya tanpa banyak embel-embel marketing. Dalam kondisi sehat, konsumsi BBM Yamaha New Vega R yang pernah saya coba dengan metode full to full sukses tembus hingga 55-57 km/liter, bahkan sesekali pernah tembus hingga angka 62 km/liter. Satu hal yang agak disayangkan, karakter mesin motor ini kalau sudah overheat atau menempuh perjalanan >3 jam non-stop tenaga jadi terasa agak letoy. Tapi yang jelas, mesinnya termasuk tidak rewel dan tidak ada penyakit bawaan seperti suara klotok-klotok ataupun knalpot ngebul, hehehe…

 

Yamaha New Vega R

 

Sekian review dari saya, dan semoga bermanfaat untuk pembaca EA’s Blog yang lain. Harapan saya semoga buat pemilik motor-motor “biasa” supaya tidak minder dan mau berbagi pengalamannya. Dan buat Mas Eno, semoga kedepannya bisa review motor-motor yang “standar” seperti ini, supaya memperkaya wawasan permotoran dan bisa jadi rujukan untuk calon buyer motor-motor bekas… Karena sepengamatan saya, blog motor kita masih banyak membahas seputar motor yang brand new atau motor-motor super saja. Kurang lebihnya saya mohon maaf, terimakasih.


 

Spesifikasi Yamaha New Vega R (Crypton T110)

 

EngineSilinder Tunggal, SOHC 2-Valve, Air-Cooled
Bore x Stroke51 x 54 mm
Capacity110,3 cc
Rasio Kompresi9.3 : 1
Penyuplai BBMMikuni VM17SH
Sistem StarterElectric & Kick Starter
Transmisi & Final-Drive4-Speed, Chain Drive
Max Power8,9 HP @ 8.000 RPM
Max Torsi9,0 N.m @ 5.000 RPM
Dimensi (PxLxT)1.890 x 675 x 1.030 mm
Jarak Sumbu Roda1.195 mm
Ground Clearance135 mm
Tinggi Jok770 mm
Kapasitas Tangki BBM4,2 Liter
Berat Isi99 Kg
FrameSteel Underbone Frame
Suspensi DepanTelescopic Fork
Suspensi BelakangDual Shock Absorber
Rem DepanCakram Hidrolik, Kaliper 1 Piston
Rem BelakangDrum Brake (Teromol)
Ban Depan70/90 – 17 (38P)
Ban Belakang80/90 – 17 (44P)

 

 

Bloody hell! Review yang sangat luar biasa dari Kang Hanes, yang tahun 2016 ini merayakan 10 tahun kebersamaannya bareng Yamaha New Vega R… WOW! Sekaligus memberikan inspirasi dan masukan untuk EA’s Blog juga pembaca lain yang setia mantengin blog sederhana ini untuk tetap pede dengan apapun jenis motor yang kita punya… Baik itu yang entry-level, ataupun yang super-mahal. Bahasa sunda-spanyolnya berbunyi: IT’S NOT ABOUT THE BIKE YOU RIDE, IT’S ABOUT THE WAY YOU RIDE IT… Terima kasih banyak untuk kiriman Reviewnya Kang Hanes… Thank you!

 

 

 

Well. . . Kalau EA’s Blog boleh memberikan kesimpulan, nggak salah kalau EA’s Blog menyebut Yamaha New Vega R ini sebagai motor entry-level terbaik dari era 2000-an. Saya masih ingat betul perasaan ‘iri hati’ saat coba geber New Vega R anyar milik teman semasa SMA silam…

“Kenapa Supra saya nggak bisa kayak begini padahal harganya nggak jauh beda?”, “Kenapa Supra nggak bisa bikin senyum-senyum kayak bocah baru selesai belajar motor kayak waktu saya geber Vega kembung ini?”, tutur bocah ABG tersebut… Damn, How I miss those moments!

 

 

Meskipun saya nggak suka rear grip (behel) dan swing arm belakangnya yang terkesan cheapy – tapi untuk urusan motor yang dijual di kelas entry-level, which is ber-banderol terjangkau, (IMHO) Yamaha memberikan paket yang cukup komplit untuk New Vega R.

Tampilan everlasting, handling yang mumpuni, efisiensi tinggi, performa ciamik ala Jupiter-series, serta faktor “FUN” yang tergolong tinggi untuk motor sekelasnya – membuat produsen lain saat ini harus belajar banyak soal konsep motor entry-level dari sosok New Vega R (sedihnya, termasuk juga untuk Yamaha yang punya banyak PR membenahi generasi penerus Vega/Force-series)Affordable price, More FUN, Less Shi*te!

 

Yamaha New Vega R (Crypton T110)

 

*Note: Untuk Brosist yang ingin mengirimkan catatan review beserta motor kesayangan, apapun tipenya, apapun merk-nya, silahkan langsung kirimkan saja e-mail ke eno.anderson.ericko@gmail.com – atau bisa langsung kirimkan via halaman Kontak EA’s Blog… Ditunggu cerita menariknya Bro-sist!!

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

63 comments

  • Wah ini membahas motor bebek…saya suka.. saya suka….saya suka

    • enoanderson

      Iya kang, kebetulan ada yang bantu ngasih bahan artikel juga 😀

      • tian

        Kang eno mh bikin saya baper,,ini mtor ksyangan saya yg dulu stia ngater bolak balik jaman SMP_SMA dulu, skrng mh d jual buat DP c byson fi.. Haduh pngen nangis kang euy.. Saya dulu d beliin bpak taun 2005 akhir.. Bneran kang ini mtor edan pisan,, irit perawatan,irit bbm juga, dan wktu jman smp nih,,saya paling kece kang,, bnyak cwek yg naksir,,haha sempet pke jtoh blpan ama smash,,wkwkwk,,artikel na mantap kang,saya jdi tmbah stia bca blog na akang,,hatur nuhun kang

        • enoanderson

          Wah kang tian ternyata nggak kalah pengalamannya sama kang hanes euy, wkwkwk… Iya sih, emang dulu meskipun entry-level, tapi kalau SMA udah pakai Vega lumayan lah buat nampang, wkwkwk :v

  • Uzusi

    Ini baru blog motor anti mainstream,bosen klo semua blog bahas cbr250rr mulu,fb pada ribut koment banding2gin topspeed,paling jasjos liat photo doang beli kagak hehe,

    • enoanderson

      Bahas motor baru nggak masalah, soalnya itu yang bikin blog ini ada (tambahan) pengunjungnya… Yang penting personal experience nggak boleh kelupaan kang 🙂

    • Adie

      Klo ane sih g masalah artikelnya yng bkin eneg tuh komen2nya fb yng makin lama makin g masuk akal omngannya, mkanya ane suka klo komen di blog kang eno soalnya jarang ad fb pekok dsni.

  • idadzzz

    konsumsi bensinnya hiperbola.. ane paling bagus juga 1:48 kualitas si boleh lah.. powernya juga rpm bawah tengah enak.. buat miring2 nanjak juga enak.. spare part murah dimana mana ada

  • dimdim

    Mantap.. 10 thn masih kinyis-kinyis..
    Dibandingkan Revo saya baru 3 tahun keadaannya sangat… ah sudahlah

    • enoanderson

      Tahun 2010 babeh saya juga pernah punya ABS Revo CW kang, warna catnya itulho yang nggilani… Makin sering dicuci pake KI*T malah makin cepet buluk 🙁

  • bisikan setan

    Azek, segmen tulisan baru nih. Berasa baca segmen history, tapi kalau yang ini pernah ikutan nyemplak hahaha, sip sip.

    • enoanderson

      Hampir semua bebek 4T dulu pernah saya cobain sih kang, kecuali yang 2-tak jadul… Maklum, saya gede di era bebek 2000-an euy, pengalaman ridingnya, modifnya, excitement ala anak mudanya nggak terlupakan. Sayang, dulu belum punya temen yang motornya aneh2 euy, semisal RK Cool, Tornado GS, atau Cagiva Stella, dll 🙁

      • klo mw tarikan enak F1ZR, tp klo mw long straight enak tornado GS, klo cuma megapro, verza, GL Pro std mah cincay…

        cm ya itu problem utamanya karbu nya cuilik cm VM16SS ama Vega aja kalah gede 1mm.

        Oli samping ngocor terus biar kata gak di pake juga, pas dinyalain lngs ngebul kek fogging. klo olsam nya bagus lama2 tipis kok.

      • amlbuton

        Kalo ane dulu jaman smp pake sijuki crystal trus sma ganti kaoskaki kaze r dan sijuki satria 120s thn 99 dan ts125, sempat juga nyicipin sijuki rgr150 dan kaoskaki ninja 150 pas kuliah di bandung, vakum naik motor pas nguli di negeri seberang, balik ke Indonesia thn 2012 naik mio j ajah berhubung istri yang pengen matic eh 2 bulan kmaren kemalingan tuh mio j, ganti mio Z soalnya bini demen Yamaha katanya padahal ngebet ganti beat yang model baru, gpp lah biar ntar bisa ada alasan bobol celengan buat nunggu crf 150 #upskokcurhat

        • enoanderson

          Kaze, Satria S, TS125, RGR, Ninja, beuh seleranya ganteng euy si akang pas jaman dulu…. Jempol.

          Tapi kenapa pas udah berkeluarga pakenya motor semacem Mio J ya?? wkwkwkwk #PissKang 😛

        • haneswara

          KazeR suaranya khas banget, sampai sekarang nggak ada yg nyamain.

  • Surya

    Ikut cerita gpp ya Kang : D . Senyum2 sndiri kaya org gila baca artikelnya. Vega R itu tunggangan ane juga loh! . Si Neng ( begitu ane panggil motor ane ) juga jelang 1 dekade nemenin ane. Dulu kalo gasalah awal 2007 ane meminang doi,baru,kinyis2 dah : D . Sejak punya sampe sekarang,si Neng ga ane modif apa2,Mesin, Body,Velg,Knalpot,Spion masih sama persis. Cuma stiker body aja yg baru,krna uda lecet dimana-mana. Menurut ane doi emang enak bgt dinaekin,ga rewel,ga pernah masuk bengkel untuk servis berat. Yg paling mahal palingan cuma pernah ganti gear set aja. Ergonomi nya juga pas banget buat body ane yg ga terlalu besar (T:165cm ,B:52kg). Sekian tahun nemenin aktifitas ane kerja,kuliah,ngapelin pacar , ga pernah ngecewain deh .Oiya,ke 3 aktifitas itu cuma sekitaran Depok ya.

    Cuma ada sedikit keluhan nih Kang,,jadi sekitar 3 tahun lalu,ane dipindah kerja ke luar kota,& mesti kost disana. Si Neng ga diajak,yg pakai Bapak/Babeh ane buat aktifitas sehari-hari.
    Alhamdulillah, bulan April 2016 kmaren, ane dipindah kerja lagi,kali ini ke Bekasi. Ane pun pake lagi si Neng buat kerja, tiap hari Depok-Bekasi PP kira2 50 Km. Awal2 sih lancar aja. Nah tapi lama2 si Neng ni mulai ada aja penyakitnya. Pertama,doi suka ga mau nyala,bahkan pernah nginep di kantor,gara2 gagal dinyalain,baru diambil besoknya setelah dibantu temen ane yg ngerti motor.Ternyata ada problem di kelistrikannya &mesti ganti tu rumah sekringnya. Selepas itu,berturut2 tuh si Neng minta jajan,ganti gear set lagi krna rante nya pernah putus,ganti shockbreaker krna olinya bocor, pernah juga masuk bengkel karena rem depan keras bgt, trakhir ganti rumah kunci starter.

    Jadi mikir,ni selama di pake Babeh,apa kurang dirawat ya? (Maap ya Beh ,suudzon dikit : D ),ataukah si Neng kaget dipake prjalanan yg lumayan jauh,, atau emang tu kerusakan yg wajar,mengingat pemakaian yg memang uda lama.

    Tapi ya sudah ane turutin deh maunya si Neng, Dan alhamdulillah sekarang ga (belum?) rewel lagi.

    1 problem yg belum solved dari si Neng, headlamp nya getaarr,, kayanya ada yg kendor/patah gitu. InsyaAllah kalo ada rezeki mau di beliin baju baru..eh masih ada yg jual ga ya ? : D

    Demikian kang testimoni ane,maap jadi puanjang banget yah.. hahah.

    Regards,

    Pembaca Setia Blog Kang Eno dari Depok : D

    • fari.fairis

      thanks, bro..sharingnya..
      mslh headlamp getar, biasanya karna dudukan baut pengaturnya udah patah.. solusinya biasanya cuma ane ganjel pake busa atau dikawat.. hwehehehe…

      kalo sparepart, cari KWnya msh ada kok..

    • haneswara

      coba bantu jawab deh…

      -rantai: sering dicek kekencangannya sama rutin isi ban masbro. biar kerja rantai gak berat
      -susah nyala: coba cek air aki, kalau kering biasanya sih kalo abis diisi gampang distater
      -shockbreaker bocor: saya juga ngalamin, mungkin pengaruh diameter tabungnya yg kecil. Ganti punya jupiter aja masbro, lebih gampang carinya plus lebih keren ada chrome-nya
      -rem depan keras: ganti master rem, gak mahal kok
      -headlamp oblak: kalau punya saya headlamp aman, cuma batok yg klip bracketnya udah aus, jadi gak mau nyantol. Kalau saya sih batok lampu sama batok yg item (tempat speedo) saya bor trus saya ikat pake tali kabel. Tapi ya harus rela melukai batok lampu sih hehe

    • enoanderson

      Thanks banyak kang sharingnya, Moga jawaban dari Kang Fairis & Kang Hanes bisa bantu jawab pertanyaannya 😀
      Tenang, kita sama koq, sama gede bareng bebek 4-Tak, jadi iknow what you feel kang… #Toast 😀

  • Total control.
    Mirip vega 98 saya dong.
    hahaha
    Dengan rangka dan getaran yg……….(bahasanya suah, klo teman saya bilangnya buat kecanduan, hahahaha) memang stabil.
    Minus: shock memang keras dan komstirnya tu lho, sesuatu bgt.

    • enoanderson

      Dulu saya sempet pinjem vega gen.1 juga kang, sayangnya spek udah semi plus bodi udah trondol ala liaran – jadi reviewnya pasti gokil-gokil aja deh, wkwkwkwk 😀

  • haneswara

    Untuk swingarm mas Eno kelupaan 1 hal. Walaupun ujung swingarm tetep pipih tapi bracket baut shocknya udah 2 sisi lho. Nggak cuma plat 1 sisi kayak yang lain.

    • enoanderson

      Sudah breket kayak Jupe juga ya? Saya nggak ngeh euy, sumpeh kang… Tapi as always, tetep nggak ngurangin rasa nggak suka saya ke model swingarmnya, wkwkwk

      Thanks banyak sharing & masukannya kang, semoga bisa jadi inspirasi buat yg lain 🙂

      • haneswara

        Udah bracket mas, bukan plat. Cuma ya tetep aja ujung swingarm gepeng gak kotak kayak Jupiter hahaha…
        Oiya mas Eno kelupaan satu lagi, dulu Vega punya tagline iklan juga kok. Kalau gak salah “Motor murah tapi bukan murahan” sama “Asli standar Jepang”, bintang iklannya pak Dedi Mizwar sama alm. kang Didi Petet.

        • enoanderson

          Yang iklannya obrolan sambil naker bensin pakai sendok itu kan kang? saya lupa tuh tagline-nya… Soalnya nggak seheboh “Si Gesit Irit” sih, wkwkwkwk 😀

          • haneswara

            Yups betul. Konsep iklannya memang mengena buat menyasar kalangan menengah ke bawah. Yamaha/Suzuki setau saya jaman dulu iklannya gencar. Nggak heran kalau market sharenya bisa bersaing sama Honda. Nggak kayak sekarang iklan Yamaha di tipi paling cuma Mio jet sama eneMax hehehe…

  • Motor pertama ane nih.

    Hampir seluruhnya setuju ama reviewnya, kecuali posisi riding. Menurut saya nyaman2 aja tuh. Beberapa kali saya pake Malang-Jember 200km lebih, ga kerasa capek berlebih.

    Konsumsi bensin pernah bikin kaget, 200km cuma pake setengah tangki, sekitar 2 liter. Soalnya hujan sepanjang jalan, jadi pelan2 banget hehehe..

    Percaya ga percaya, ane pake 3 tahun pertama ga ada part yg diganti. Bener2 awet ini motor. Sekarang mertua yg pakai motor ane ini. Mesinnya masih bertenaga kayak dulu ane pakai.

    • enoanderson

      Itu alasannya saya tulis soal ergonomi itu beda jauh banget antar personal kang… Saya bilang nyaman, orang lain belum tentu. Dibilang nggak enak, buat orang lain mungkin beda cerita… Mungkin keawetannya setara Supra jadul saya nih, 5 tahun cuma gantii tensioner & keteng doang, wkwkwkwk 😀

      • Sampe detik ini mertua msh pake motor saya itu. Mesinnya msh perawan tingting. Cuma ganti oli doang, itu aja suka telat. Bandel itu mesin menurut saya.

  • fari.fairis

    woaah… I like it, kang… nostalgila bgt dah…

    btw, ane kirim review motor Jincheng ane boleh gak? wkwkwkwk… XD

    • zzz

      Jialing, zhongshen, garuda , kaisar, kymco, ka te em , dkk waktu dan tempat dipersilahkan 🙂

    • enoanderson

      Jincheng, Sanex, Turbo, Jialing, APP KTM, or whatever it is…. Dipersilahkan kang, penghargaan buat saya bisa share kisah orang lain bareng motornya. Jangan khawatir, nanti saya editkan sedikit koq, biar makin enak dibaca yang lain – kayak cerita Kang Hanes ini 🙂

  • Alif Fahmi

    Jadi kangen motor vega ini. Soalnya dulu bapak sempat dapet motor kantor ini tapi karena dapet versi yg spoke wheel dan drum brake sampek” bapak nekat nebus velg, shock depan dan disc brake OEM yamaha. Sempat juga dulu tak pakai praktek ujian SIM C dan karena kelincahannya, sekali dateng langsung lulus. Tapi sayang gara” bapak pindah kantor cabang motornya sekarang digantiin RevoFIT. IMHO motor ini super duper ngebosenin

  • Alif Fahmi

    Jadi kangen motor vega ini. Soalnya dulu bapak sempat dapet motor kantor ini tapi karena dapet versi yg spoke wheel dan drum brake sampek” bapak nekat nebus velg CW, shock depan dan disc brake OEM yamaha. Sempat juga dulu tak pakai praktek ujian SIM C dan karena kelincahannya, sekali dateng langsung lulus. Tapi sayang gara” bapak pindah kantor cabang motornya sekarang digantiin RevoFIT. IMHO motor ini super duper ngebosenin

  • rizal

    Sumpah…jd baper gara2 review ni motor.jujur ni coment prtama ane setelah sekian lama melanglang buana di jagat perblogeran indonesah sbgai silent reader,dan itu jatuh kpda:”…….kang eno!!!”.ini motor prtama ane kang,dan review diatas bnar adanya.sumpah ni motor bandelnya mnta ampun.pemakaian hampir 10th tp blm prnh tuh jajan yg aneh2.kalau sekedar ganti gear set & shock sh msh terbilang wajar lh yaaa.pdhl ni motor ibarat kata sudah dibawa jalan keliling dunia kang(lebay)(buat kerja,bolakbalik mudik krna kbtln ane org jawa yg mengais kehidupan di kerasnya ibu kota,dlsb).yg bikin ane trenyuh,si “cebluk” sekarang sudah mulai tersisihkan semenjak kehadiran si “mukalele” 2th belakangan(kebetulan sekarang dipake istri buat antar-jemput anak sekolah).

    Thx kang eno,semoga sukses.tetap jadi bloger yg apa adanya karena tulisanmu menunjukkan kecerdasanmu

    • enoanderson

      Thanks buat apresiasi & sharingnya kang, jadi terharu saya jadi tempat yg dikomen pertama kali… hahaahaa… Kadang kita emang butuh artikel begini juga sih ya, biar sadar betapa valuenya motor perjuangan kita jaman dulu, dan ungkap kelebihannya yg mungkin sama sekali nggak kita sadari sebelum disadarkan… 🙂

  • gw pake vega rr buat harian sih, klo handling emg enak klo diajak cornering cm klo diajak ngebanting alias belok kiri terus kanan malah goyang tuh motor. gak enak, enakan Jupe Z Burhan yg pernah gw cobain dulu.

    bensin juga irit, bekasi bogor 120km pp bisa 1.5L alias ceban ngisi pertalite, top speed cm 80kph itu jg udh meraung2 minta turun.

    skrg lampu depan mati efek AHO yg bikin lampu depan NYAHO…
    gear set awet krn tiap mgg gw kasih chain lube n bersihin kotoran, rem depan lumayan pakem, cm rem belakang knp klo abis berendem banjir di bantar gebang mendadak pakem bngt 😆

    beberapa x kebanjiran di bantar gebang so far so good beda ama merek sebelah, metik nya laku keras tp menyerah di banjir bantar gebang yg mampu ngerendem mesin n knalpot 😆

    planning mw ganti shock depan n belakang yg agak kerasan dikit, depan pengennya USD n belakang YSS paling, ban gedein n ganti rante pny vixion.

    • enoanderson

      Vega RR yang saya suka cuman bagian bodi depan & velg jari-jarinya, keren euy… Tapi yg lainnya, nggak deh om, apalagi clutch-nya.

      Eh, lagipula nggak ada yang rekomen lagi sih dikelasnya, wkwkwk

    • haneswara

      VegaRR itu yg persis VegaZR yg ring velgnya item ya?
      Pernah coba yg ZR memang feel handlingnya beda sama VegaR

      Persamaannya kalau abis buat basah-basahan rem belakang memang jadi mendadak pakem banget hahaha…
      Kalau buat nerabas banjir tinggi 1/2 ban masih aman. Mesin kecelup tapi knalpot masih bisa nongol.

  • masjhon

    teringat mbak vega di rumah
    kencang iya irit BBM enggak sama sekali
    kualitas cat jempolan lah
    masih kinclong.

  • iwan

    VEGA yg dibahas memang punya kualitas yang mirip dengan Jupiter Z. Tapi Vega yang body F1ZR borosnya ndak ketulungan. Sepupu saya sampai bilang motornya itu MINUM bensin. Top speed saya coba waktu masih baru cuma 80 km/jam di spido. Pain quality asli hebat. Saking rapatnya sambungan body plastik, kalau mau dibuka rada susah. Supra mah gampang banget tp renggang banget juga.

  • loeloeng

    motor ane ini mah, ditunggu2 nu kieu teh kang! mantaps lah!

    emang bener, tarikan bawah ke atas itu loh, wiih, klo di jalan berpasir sering spin loh kang, gigi 1 hahah! ane sering ampir jatoh klo lagi di jalan berpasir. tapi emang, shocknya itu loh, bikin lompat2. hahah

    • enoanderson

      Hahahaha, emang persis banget sih kaya Jupiter Z… Cuma di rpm atas aja si Vega ini agak kurang keknya. Sekarang masih dipake kang Vega-nya?

      • loeloeng

        masih kang, sehari2 malah, kemarin baru servis karbu setelah 9 tahun, bayangin kang..

        • loeloeng

          kalo rpm atas emang, pengap kang hahah

          • enoanderson

            tapi jadi sebanding koq sama konsumsi BBM-nya kang… Soalnya Jupe saya dulu gokil dah, mungkin cuma 1:30-35, gara-gara digeber mulu keleus ya? wkwkwk

        • enoanderson

          Ebuset?? 9 tahun nggak servis karbu? Nggak diberisihin sama sekali gitu kang maksute? Gokil pisan, wkwkwkwk 😀

          • loeloeng

            yoi kang, baru kemaren habis pulang, besoknya brebet2, yah bwa lah ke bengkel. wkwkwk tapi emang out of cornering speednya itu… kadang spin kang wakkaka. tapi sayang drum brake belakangnya itu lo.. kadang ndolossoorr…

    • Yap Sering spin :v tarikan bawahnya galak

  • Motor jaman masih sekolah, sebelum jadi Fbh pernah punya sampe 2x, yg pertama Vega tahun 2002 full modif roadrace warisan dari owner sebelumnya yg kebetulan seorang pemilik bengkel, motor ini yg bikin saya ngerti gimana rasanya nyium aspal dan masuk RS. FYI karena alasan safety mengingat sejarah motor yang selalu bikin Ridernya crash dan masuk RS baik itu yang minjem atau ownernya sendiri, akhirnya motor itu dijual. Yang kedua Vega 2004, diomelin sama seisi rumah gara² bandel minta beliin motor sampe² babe rela ngejual Kambingnya demi ngabahagian anaknya, belinya dulu 7jt, harga yg pantas untuk sebuah motor yg memang sangat² Saya favoritkan semasa Smp-Sma… Dan akhirnya dijual lagi oleh abang saya, ketika saya mulai merantau… Thanks.

  • jupiz

    hduh….ngomongin vega…vega R…silver hitam…motor pertamaku tu kang….dan jadi saksi kisah cintaku sama mantan terindah..hehe….banyak kisah kang…tapi yang tidak terlupakan ketika si vega ku pakai ke pantai balai kambang malang…batu-balaikambang sekitar 2,5 jam….aq cuma bawa duit IDR 20.000 ..cukup buat beli bensin seliter dan ticket 2 orang…makanya???..makan bekal yang di bawa si cinta dari rumah untuk di makan di sekolah…(critanya menculik doi di sekolah..hee)…..terbukti gk perlu banyak duit untuk menulis kisah indah sama vega R…irit…tangguh melewati macam2 medan..mau hujan..panas…performanya gk terganggu…gara2 artikel kang eno….jadi pengen balik ke masa lalu….heee

  • HR

    Best gen of yamaha, masih ada 1 dirumah tahun 2008 dan gak akan dijual, biar kata beli 2nd di tahun 2012 tapi sampe sekarang servis cuma 1kali itu juga baru bulan ini cuma ganti seal,mesin waras wiris.. coba yamaha keluarin produk kayak ini lagi, entah kenapa saya ngerasa vega zr dan jupiter z yg mesinnya identik sama vega zr itu ndak bagus, baik desain apalagi mesin. Masih nunggu produk yamaha yang kayak new vega r ini, mesin top desain jos, kualitas jempolan. Gak kayak yang sekarang yang digembar gemborin cuma catnya aja.

  • B lmp

    Ini yg engine nya bagus.. Tahan dan bandel..
    Setelah era vega zr.. Daya tahan engine bisa di bilang gak bagus.. Gampang rontok.. Sering sya temui vega zr yg udh ngebul biar tahun muda..
    Oh iya harga scond msh lebih tinggi vegaR di banding vegaZR sodara jokul di hargai 4jt jga susah laku..

  • huhuhu saya terharu kang, ini persis motor saya biru silver, cman beda tahun, yg punya saya thn 2007.
    jadi pengen cerita nih wkwk.. motor ini mantep, irit, bandel, dibawa touring tanjakan anteng padahal sambil boncengan hahaha.. malah motor temen saya vario yg mati kepanasan di tanjakan hehehe.. kelemahanya bener banget tuh, shock nya keras gila wkwk.. tpi klo jalan mulus stabil banget ni motor dibawa belok jg enak jos.. trus batoknya getar harus diakalin pke tali ripet.. kualitas cat nya top dah.. klo udh kehujanan rem belakang jdi pakem banget hahaha kadang smpe bunyi ‘ckiit’ wkwkwk..

  • fby

    punya vega (second) dulu tp yang masih model f1z. yang paling saya suka konsumsi bensinya, dulu saya beli, harga bensin masih 5000 seliter, itu udah bisa nyampe mana-mana. sayang karna kepengen jupi mx manual warna merah (2006) itu vega saya jual. terus terang saya fby, (pernah beli merk lain kecuali honda). motot favorit: rx king (motor pertama thn 1994, 1998), mio sporty, jupi mx. sekarang pake xeon rc…hehehe semua kelas entry level.

Tinggalkan Balasan