About these ads
Mesin Liquid-cooled vs Air-cooled

Motor Bermesin Air-cooled = Inferior? Baca Ini Dulu…!

2016 jadi tahun yang berkesan untuk para speedlovers, mengingat ditahun ini berbagai produk anyar digelontorkan dengan spek & performa mesin tinggi… Suzuki Satria F150 Injeksi, GSX-R150, GSX-S150, Honda New CBR150R, CBR250RR, Supra GTR150, hingga Yamaha Aerox 155 adalah contoh yang EA’s Blog maksud. Tapi bagaimana dengan yang menggunakan mesin bertipe Air-cooled (pendingin udara)… Apakah tipe mesin berpendingin udara ini hanya cocok bagi skutik/bebek entry-level dan mulai ditinggalkan oleh genre sport?

 

Tiadakah keunggulannya dibanding mesin Liquid-cooled (Radiator) yang dianggap lebih modern Kang Eno?? Well, sebagai user yang pernah menggunakan motor bertipe Air-cooled maupun Liquid-cooled – Brosist berada di tempat yang tepat… Karena kali ini EA’s Blog bakal membahas lebih rinci tentang keunggulan mesin berpendingin udara tersebut yang mungkin belum pernah terfikirkan sebelumnya. Nuff said, langsung aja Cekidots!

 

Kenali Dulu Perbedaan Air-cooled vs Liquid-cooled

 

 

Mesin Liquid-cooled vs Air-cooled

Kiri: Liquid-cooled, Kanan: Air-cooled

 

Sebelum kita lanjut ke pembahasan yang lebih advance dan detail, alangkah baiknya kalau kita sedikit mempelajari dulu apa perbedaan diantara keduanya… Karena bakal percuma EA’s Blog bahas dari sisi konsep & teknikal, namun masih ada pembaca sekalian yang masih belum paham betul prinsip kerja keduanya. Bener nggak?

Nah, kalau dilihat perbandingannya secara tampilan, ciri khas Liquid-cooled yang bisa dilihat dengan ‘mata telanjang’ adalah keberadaan radiator, yang terlihat laiknya segelonggong box persegi panjang besar diantara mesin dan roda depan… Sementara di motor Air-cooled alias berpendingin udara, ciri khasnya berupa sirip-sirip besi (air fins) yang menutupi bagian cylinder dan cylinder head.

 

Mesin Liquid-cooled vs Air-cooled

Tanda panah biru (keluar dari radiator ke mesin) menunjukkan flow coolant dalam kondisi dingin, sedangkan merah (keluar dari mesin ke radiator) artinya flow coolant panas.

 

Jika fungsi sirip-sirip besi di motor air-cooled adalah sebagai pembuangan hawa panas sekaligus sebagai pengalir udara segar yang membuat mesin jadi lebih dingin, maka di motor berpendingin liquid-cooled beda ceritanya… Motor berpendingin liquid-cooled tidak memiliki sirip air fins, tapi memiliki sistem pendinginan yang lebih kompleks dengan bantuan radiator & cairan pendingin, atau yang saat ini kita kenal dengan nama ‘Radiator Coolant’.

Coolant tersebut bakal bersirkulasi diantara saluran yang menghubungkan Mesin & Radiator (lihat gambar diatas). Jika suhu coolant sudah mencapai titik didih (yang dibaca sensor temperatur), kipas pembuangan hawa panas yang berada di radiator bakal menyala untuk mendinginkan coolant. Dan seperti yang bisa ditebak, kinerjanya dimulai dari awal lagi.

 

Sementara secara tak kasat mata, perbedaan keduanya jelas banyak banget tuh Brosist! Pertama, Motor Liquid-cooled memiliki lebih banyak part internal di area mesin dan pendinginan, seperti radiator, sensor suhu, water jacket, pompa radiator, dan kipas elektrik – yang takkan kita temui di motor berpendingin udara biasa. Kedua, Karena motor bertipe liquid-cooled punya suhu mesin yang jauh lebih stabil, maka kebanyakan tipe motornya dibekali dengan spek teknis yang lebih tinggi (rasio kompresi mesin tinggi, clearance silinder yang lebih rapat, dan cylinder head lebih advanced) ketimbang motor berpendingin air-cooled.

Ketiga, berkat pengaplikasian kompresi dan spek teknis yang lebih tinggi, maka perbandingan power-per-displacement (HP/CC mesin) motor berpendingin liquid-cooled bakal lebih besar ketimbang air-cooled.

 

Mesin Byson Air-cooled

Mesin Air-cooled

 

Kalau demikian, apakah suhu di motor Air-cooled bisa dibilang nggak stabil Kang Eno? Nggak juga! Dalam proses developmentnya, para engineer sudah menghitung suhu yang dianggap “normal” bagi mesin motor berpendingin udara. Misalkan (ingat, angkanya cuma contoh doang) suhu normal yang ditetapkan berada di angka 100-120º C, maka para engineer bakal mendevelop mesin yang penggunaannya dilapangan tak mampu menembus lebih dari 120° C…

Caranya bagaimana? Yakni dengan meracik spesifikasi teknis yang tepat! Itu alasannya motor air-cooled punya spek teknis yang jauh lebih rendah ketimbang motor Liquid-cooled – seperti yang sudah disinggung di paragraf sebelumnya.

Nah, setelah mengetahui perbedaan antara tipe mesin berpendingin Air-cooled dan Liquid-cooled… Kali ini mari kita bahas ke point utama artikel kali ini: Apa saja sih keunggulan motor berpendingin udara konvensional, Kang Eno?

 

 

 

Mesin Air-cooled = Simpel

 

 

 

Setelah membaca perbedaan mesin liquid-cooled dan air-cooled yang dijelaskan EA’s Blog diatas, apa kesimpulan paling sederhana yang bisa kita dapatkan? Yes! Motor berpendingin udara jelas jauh lebih simpel ketimbang motor yang sudah dilengkapi dengan radiator… Baik secara spesifikasi ataupun jika melihat banyaknya part yang digunakan.

Efeknya, Brosist nggak perlu repot urus Pengurasan coolant, serta Bersihkan radiator berikut kipasnya yang idealnya dilakukan per 10.000 Km jarak tempuh… Alias bakal lebih irit dalam urusan perawatan.

 

Ganti Kipas Radiator Kawasaki Z250SL - Ninja RR Mono

Pengecekan coolant dan kipas radiator, kerjaan ‘ekstra’ setelah pelihara ZED… *hufftt

 

 

Hal yang patut diperhatikan selanjutnya adalah efek negatif yang dimiliki sistem pendinginan kompleks laiknya Liquid-cooled… Maksudnya, Brosist nggak perlu khawatir soal Pompa radiator yang bermasalah, Kipas radiator gosong, Klem radiator bocor, dlsb. Karena jika salah satu saja hal diatas menimpa user motor berpendingin liquid-cooled, dampaknya bakal terasa sangat menyebalkan lho: OVERHEAT ! Sementara motor air-cooled bisa terus lancar hanya dengan bermodal perawatan standar, plus oli yang berkualitas.

 

 

Efisien & Affordable

 

 

Honda Verza Facelift 2015

 

Keuntungan lain yang terkenal dari mesin bertipe air-cooled adalah efisiensi BBM-nya yang luar biasa… Hal tersebut dikarenakan mesinnya mengusung spek teknis yang lebih sederhana ketimbang mesin liquid-cooled. Sebagai contoh, Brosist bisa bandingkan antara Verza 150 vs New CB150R (sama-sama 150cc + PGM-FI)… Dalam kondisi standar, Verza jauh lebih irit dalam hal konsumsi BBM. Selain itu, untuk kapasitas mesin 125-250cc, mesin berpendingin udara tersebut juga membutuhkan space yang lebih minim di area permesinan.

Dan jangan lupakan juga kalau motor yang dibekali pendingin mesin Air-cooled dibanderol lebih murah ketimbang motor bertipe liquid-cooled… Brosist bisa lihat perbandingannya pada Byson FI vs New Vixion Advance yang dibekali fitur hampir setara. Kombinasi efisiensi & harga yang terjangkau ini membuatnya jadi opsi yang paling logis untuk daily activity.

 

 

Low RPM Master

 

 

KLX 150 BF 2

 

Berkat penggunaan Liquid-cooled yang lebih stabil dalam pendinginan mesin, motor yang menggunakan pendingin cairan kini makin-makin-makin powerful ketimbang sebelumnya… Bisa dilihat dari angka Horsepower di brosur motor terbaru yang kian hari kian bertumbuh. Efeknya, kini power sebagian motor sport justru bergeser ke putaran mesin menengah hingga tinggi (Mid-to-High RPM) – demi mendapatkan kombinasi power & torsi yang lebih besar. Jangankan “motor batangan”, bahkan kini skutik pun powernya diset di RPM yang lebih tinggi.

Nah kondisi ini berbanding terbalik dengan motor berpendingin udara yang output power & torsinya berada di rentang RPM yang lebih rendah… Apa kelebihannya? Jawabannya bakal lebih asik buat stop n’ go, serta kuat dibawa tanjak-menanjak di kondisi yang ekstrim sekalipun. Plus, Durable pula!

 

 

Not-so-Simple

 

 

 

TVS Apache RTR 200 Engine

Contoh pengaplikasian Oil-cooled di TVS Apache RTR 200 4V

 

Dan yang terakhir, kalau Brosist mengira motor berpendingin udara hanya identik dengan motor irit BBM dan berpower rendah semata, maka pemikiran tersebut salah besar…! Motor berpendingin air-cooled juga bisa memiliki rasio kompresi tinggi, clearance sempit, serta cylinder head yang lebih kompleks – dengan bantuan pendingin oli, atau yang saat ini kita kenal sebagai Oil-cooler. Prinsip kerjanya persis radiator, namun tidak mrmbutuhkan banyak part serta desain cylinder yang kompleks.

 

Seperti nama yang diusungnya, Oil-cooled menggunakan sirkulasi oli sebagai pendingin mesin ekstra… Berbeda dengan radiator yang menggunakan coolant khusus. Oil-cooled mampu membuat sebuah motor berpendingin udara mempunyai rasio kompresi 10-11:1, serta Head Cylinder DOHC 4-Valve sekalipun, hanya dengan bermodal kapasitas pelumas yang sedikit lebih banyak… Seperti yang diaplikasi di FXR150 ataupun TVS Apache RTR 200 4V.

Gimana, Ada yang masih mau menganggap mesin Air-cooled inferior dari segala aspek??

 

 

Baca juga yang lainnya  yaa Brosist…

 

 

About these ads

19 comments

  • paling asssoooyyyy sih mon mesin konvensional premium ready hahahahahaa 😀

  • saitama gundul

    nanya kang
    ada gak motor yg pake radiator+oil cooler+sirip-sirip besi sekaligus?

  • bagolmeong

    Air cooled / oil cooled inferior? Sabar2…
    Ducati Monster 696/795/796/1100evo, Honda CB1100, BMW GS1200 K25 jawara Paris-Dakar, Triumph, Norton Comando, Kawasaki W800, HD…
    Kalo ada yg bilang inferior sih monggo, tapi I pecinta air cooled engine. Because of the big size cylinder bank make it beautiful. Classic Broooo…

    • enoanderson

      Saya seneng karakternya yang torquey kang, nggak banyak loading tapi powernya pun nggak bisa ngarep banyak2…

  • goezman

    Salah satu point yg bikin motor jaman dulu (ya gak begitu lama sih) “keliatan awet n reliable” ya faktor air cooled ini kang. Ama rem teromol xixixixxi

    • enoanderson

      Rem teromol sih ogah kang, kalo mesin air-cooled ayok deh! 😀

      • bagggong

        rem tromol kalo kampasnya udah abis jadi besi gesekan sama besi, kadang malah bisa bisa lebih pakem drpd rem cakram kang, sampek ngunci rodanya, hwahahahaha

        • enoanderson

          Haiyahhhh, berarti kalo punya rem belakang tromol nggak usah genti kapas ya kang? Biar lebih bagus dari rear disc, wakakakak 😀

  • black vixi

    Kalo dari segi tampilan paling suka motor model jap style air cooled, mesin motor terlihat garang, beda lagi ceritanya kalo modelnya uda lancip2 street fighter tapi pakai air cooled/ full fairing pakai air cooled, aneh banget

  • armandx3m

    Enaknya mesin air cooled adalah: less part, less things to worry about

    • enoanderson

      Betul, dan nggak perlu gondok denger suara kipas yg kenceng buanget kayak di ZED saya 🙁

      • tian

        Klo syah sih enak yg pke air cooler, yah wlaw d pke ngebut mngecewakan sih,byson fi sya cuman mentok d 112 top speedny, tpi mantep d tnjakan,saya bolak blik garut subang jlan tngkuban prahu,enak tuh d tanjakan emen gear 3 60km..

  • Saya kebetulan di rumah ada supra125 karbu, allnew CB150 sma Verza eu.3…

    klo stop n go dalam kota sangat maknyus naik verza, responsif dan nyaman buat nyelap-nyelip (nguntit honda sonic yg lincah nyelip2 pas macet bisa jabanin.. gitu jalan kosong dia menghilang , irit buat ukuran sport dan cukup pertalite saja sudah oke)

    Baru kalau keluar kota AllnewCb150 ueeenak dibawa… kencang stabil dan halus (versah stabil juga cuma getarannya wah2 dan respon atasnya y gitu deh) hanya saja mesinnya musti minum pertamax atau min. Pertalite kalau mau enak (bisa minum premium tapi tenaga bawahnya jd payah)

    Supra125? Buat ngirit2 oke bgt dan nyaman buat belanja ke pasar.. napas panjang ( getaran putaran atasnya lbih bersahabat dibanding versah, kecuali getaran bodinya *inmyfeel)

  • Badthegonx

    Tormax kang eno, air cooled tapi powerfull, mesinnnya masih selonjoran pula. Pengen minang tapi unitnya jarang.

Tinggalkan Balasan