Masatoshi Sato, The Man Behind New Honda CBR1000RR Fireblade SP

Dari seabrek motor yang dipajang di pameran Intermot 2016 kemarin, New Honda CBR1000RR Fireblade SP jadi salah satu sosok paling mengundang perhatian pecinta roda 2 dunia… Wajar, pembaruan yang diterima sportbike flagship pabrikan berlogo sayap tersebut cenderung radikal. Bahkan di beberapa poinnya malah cenderung keluar dari trademark ‘Fireblade’ yang sudah diciptakan Tadao Baba sejak 24 tahun silam. Saya yakin, Brosist pasti sudah lebih dahulu mengikuti perkembangannya ketimbang EA’s Blog… Iya kan?

Beruntung, majalah roda 2 kenamaan asal Inggris, motorcycle news, sukses mewawancarai Masatoshi Sato, Project Leader New Honda CBR1000RR Fireblade – dan bertanya soal sejumlah perubahan yang tergolong ekstrim tersebut. So, kini EA’s Blog coba merangkumnya untuk tambahan informasi Brosist sekalian… Cekidots!

 

New Honda CBR1000RR Fireblade SP

 

Kenapa perubahan New CBR1000RR Fireblade baru dilakukan sekarang ini?

 

“Sejak tahun 2008, kami sudah melakukan perubahan yang cukup besar bagi CBR1000RR Fireblade. Akan tetapi, pada tahun 2014 kemarin kami mulai berfikir untuk menguprade nya ke level yang lebih tinggi, serta apa saja yang harus kami berikan kepada generasi penerus sang ‘Fireblade’. Di ajang balap dunia (WSBK), kami sadar hasil yang ditorehkan Fireblade tak terlalu mengagumkan… Jadi akhirnya kami memutuskan untuk membuat perubahan yang revolusioner bagi Next Fireblade di sektor performa”, Ujar Masatoshi Sato.

 

 

 

Aslinya, sosok Fireblade adalah sportbike yang menghindari penggunaan piranti elektronik canggih. Mengapa semua justru berubah di New CBR1000RR Fireblade SP?

 

“Bagian terbesar yang kami lakukan untuk membuat New CBR1000RR Fireblade berada di level performa yang lebih tinggi adalah dengan membuat bobotnya jadi seringan mungkin… Tapi hal yang tak kalah penting, adalah dengan memberikannya berbagai piranti elektronik terbaru. Ketika kami berfikir bagaimana membuat sebuah motor yang enjoyable saat diajak riding, maka disaat itulah kami memutuskan untuk menambahkan elektronik – dengan tujuan untuk lebih memudahkan rider, tanpa menyusahkan apalagi mengorbankan pengalaman berkendara usernya.”

 

New Honda CBR1000RR Fireblade SP

New Honda CBR1000RR Fireblade SP

 

Apa trik yang dilakukan sehingga bobot New Honda CBR1000RR Fireblade bisa dipangkas signifikan?

 

“Totalnya, kami telah mengurangi bobot New Honda CBR1000RR Fireblade hingga 15 Kg (dibanding versi lawas). Beberapa kilogram bobotnya bisa kami pangkas dari penggunaan system ABS terbaru, Knalpot Titanium, Tangki BBM titanium, serta baterainya. Tapi itu belum semuanya, karena bagian yang terpenting dalam pemangkasan bobot Fireblade adalah dengan mendesain ulang seluruh bagian dari motor ini… Baut, Mur, bahkan Rantainya pun kini jauh lebih ringan – kami berhasil mendesain ulang hampir seluruh aspek yang ada di Fireblade terbaru.”

 

 

New Honda CBR1000RR Fireblade SP

 

Mengapa power New CBR1000RR Fireblade tak mampu menembus angka 200 HP?

 

“Jika kami memutuskan untuk membuatnya bertenaga 300 HP, kami bisa… Jika kami ingin membuatnya bertenaga 200 HP, itu juga bukan masalah. Tapi sejujurnya, anda takkan bisa mengendarai motor 300 HP seperti motor pada umumnya, dan banyak orang diluar sana juga belum mampu menggunakan power 200 HP tersebut semaksimal mungkin!

Apa aspek dari sebuah motor yang anda nilai saat pertama kali menungganginya? Ya, agility-nya. Mengurangi bobotnya hingga 15 kg tentu bakal terasa lebih fun, ketimbang sebuah motor bertenaga 300 HP. Kami yakin New Honda CBR1000RR Fireblade bakal terasa jauh lebih menyenangkan, ketimbang jika kami memaksakan angka-angka yang tertera di spek brosur kompetitor.”

 

 

 

 

Bagian mana yang paling sulit saat merealisasikan sosok New Honda CBR1000RR Fireblade?

 

“Dari segi teknis, problemnya adalah ketika kami harus mendesain Tangki BBM & Knalpot baru yang terbuat dari titanium… Tapi bagian tersulitnya adalah ketika kami harus melewati cobaan gempa bumi yang mengguncang Jepang. Pada bulan April 2016 silam, bagian R&D terkena efeknya dan itu memaksa progress pengembangan New Honda CBR1000RR Fireblade terlambat dari jadwal sebelumnya. Jadi, motor ini adalah salah satu achievement terbesar dari seluruh tim yang ikut terlibat,” tutup Masatoshi Sato.

 

 

 

Well. . . Meskipun mengusung banyak teknologi terbaru dan sedikit-banyaknya telah berubah haluan dari konsep ‘tradisional’ ala Sang Pedang Api yang selama ini kita kenal.. Ternyata pada dasarnya, pengembangan New Honda CBR1000RR tetap didasari pada konsep awalnya: Fun, Enjoyable & Total Control – tanpa mengurangi unsur performanya yang juga improve signifikan. Nah, gimana menurut Brosist sekalian? Ada yang mau berkomentar??

 

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

all-new-honda-cbr250rr-twin

Power All New Honda CBR250RR Tembus 36,4 HP, Ada yang Kaget?

 

Tadao Baba & CBR900RR 2

Kisah Tadao Baba & SejarahTentang CBR Fireblade !!

 

CBR600F

Perjalanan Panjang Honda CBR-Series !!

 

 

Sumber : motorcyclenews

 

 

28 comments

  • Farid

    Intinya motor sport seri CBR memiliki karakter utama yaitu handling dan agility nya yg bagus sesuai taglinenya ‘total control’ yg membuat motor tersebut stabil,mudah dikendara dan fun to ride,buat apa tenaga besar,lebih kencang tapi gak fun dan susah dikendalikan.walaupun beberapa model seri CBR tenaganya paling kecil dan sedikit lambat dibanding kompetitor namun ada kompensasi di handling dan agilitynya

    • Adie

      Setuju, “Total Control” konsep yng sama dlam mengembangkan cbr250rr. Hehehe…
      Orng yng gagal paham adalah orng yng melihat sebuah motor hanya dari power dan torsi pdhal msh bnyk aspek lain yng bisa mempengaruhi fell saat berkendara.

  • gunawan

    jinak di brosur dan penggunaan harian, tapi kalo dah di stel buat balapan ka ya bringas juga ni motor.

  • dut

    Bukan seberapa besar power yg dikeluarkan, tapi seberapa maksimal power tersebut digunakan ..

  • Assasin

    Power without control is nothing
    kayak pabrikan sebelah katanya motor dewa turunan asli gp di gembar gembor power dll, pas di kompetisi WSBKI masih aja kalah sama Pedang Api Tua…
    Ironis ya…

    • Sorafenib

      Sebenernya yang lebih ironis lagi adalah omongan ente, yang menyiratkan kalo kekuatan R1M itu di power.
      Kenyataannya, kekuatan R1M itu di handling dan elektronik. Kelemahan R1M itu ada di peak power. Makanya R1M hampir selalu nyerah di trek yang banyak lintasan lurusnya.
      Selain itu biarpun kalah di WSBK, R1M jadi raja di MotoAmerica, dan masih di atas Honda di Superstock 1000.

      Emang sebenarnya nggak adil sih membandingkan performa motor keluaran 2015 dan keluaran 2013. Tapi semoga bisa meluruskan pemahaman ente.

      • juragan rondo = pengepul janda

        Mindset penggemar otomotif 2 wheels, jelas WSBK lbh familiar dibanding AMA yg sekelas kejurnas cung..
        Knp ente bisa bilang kekalahan niu RAWON EM adalah d pe’ak power..? Toh entu motor sdh punya bekal 200hp on stock, elektronik tercanggih turunan motoBIJIH,
        Bandingin dgn CEBOKer tuwir yg tekno zadul , minus elektronik ,power yg cuma 170an HP
        Di WE ES BE KA niu rawon EM masih doyan aje nyium asep CEBOKER yg masih bisa menang &rajin podium , RAWON jangankan berebut podium bergelut dipapan tengah je kemencret2.
        ojo ngeles lh, itu fakta cung.
        Faham ente..!!!!

        • @Janda

          ah masih kalah ama Kawasaki aja banyak gaya parikan gede kalah ama pabrikan gurem

          :v

          • juragan rondo = pengepul janda

            @roy muka sempak.
            Ee duu duu eee
            Ente Pake nyempil di pantat KAWSAKITI aje.
            Faktanya ceboker tua masih bisa menang & berebut podium dgn motor2 terbaru, laahh RAWON yg katanya motor kekinian keturunan motoBIJIH bisa apa cung.?
            Sama yg tuwir aje klenger apa lagi entar sama ceboker terbaru
            Catet..

          • ammar

            Lanjutin dong …
            Ane mau gelar tiker nih… seru kek nya

    • Rio

      mampu beli kaga, bacot nya kenceng

    • Rio

      mampu beli kaga, bacotnya kenceng, ironis

  • Nova

    Agak unik pendekatannya. Mau perbaiki di sektor performa (terdengar ttg mesin) berdasar hasil di WSBK, tp arah pengembangannya di power to weigh ratio, yg mana lebih diungkapkan penurunan bobot, bukannya update sektor mesin langsung dng alasan handling motor 200/300 HP; dan seolah brp HP pun bukan halangan mereka..
    Apakah R&D utk mesin benar-benar berantakan krn gempa kmrn?

  • Sorafenib

    Jelek.

    Sebagai fanatik Fireblade, saya pikir Total Control Fireblade seharusnya didapat dari engineering, bukan elektronik. Semoga aja sistem bantuan kendali elektronik di Fireblade baru ini bisa di on/off.

    Buat saya Fireblade terbaik adalah keluaran 2004/2005 (motornya dr House di serial House MD).
    Selain itu keliatannya pabrikan Jepang seperti kehilangan jati diri. Kenapa semua desain superbike Jepang makin kesini makin niru desain superbike Eropa?
    Yang desainnya masih berbau Jepang cuma GSX-R1000R. Itupun dengan desain single headlamp yang nggak semua orang suka (saya sendiri masih ngefans dengan desain dan performa GSX-R1000 K5 K6).

    • enoanderson

      Soal desain sebenarnya urusan selera sih, tapi kali ini saya kudu setuju sama akang… Arah desain fireblade 2017 ini malah aneh, mirip ducati nggak, honda juga nggak… Urusan elektronik semoga cuma sekadar assist rider aja ya dan bisa di off

  • iwan

    kalimat-kalimat si orang Jepang sangat kental filosofisnya. Bikin motor ternyata harus juga punya nilai-nilai yang dalam ya.

  • “Tapi sejujurnya, anda takkan bisa mengendarai motor 300 HP seperti motor pada umumnya, dan banyak orang diluar sana juga belum mampu menggunakan power 200 HP tersebut semaksimal mungkin!”

    Itu disebutkan oleh Masatoshi Sato, sang project Leader CBR Fireblade 1000RR Terbaru.

    Memang benar, selama ini kita hanya disuguhkan oleh Luar Biasanya power, torsi, dsb di brosur brosur.

    Padahal dalam kenyataannya, Mang Eno dalam artikel tentang CBR 250R kemarin bilang “Lahwong saya pribadi yang pakai motor ‘cuma’ 28 HP masih suka gemetaran waktu geber diatas 140 Km/h.”

    Nah, motor dengan power segitu pun kita sudah keteteran dengan jambakan dan tenagan, dan beratnya, apalagi motor motor kelas Badak. Ditambah dengan sulitnya mengontrol motor motor tersebut yang pada akhirnya membuat kita capek sendiri.

    Toh semua orang ingin membeli motor ingin menikmati, bukan makanhati. Jadi yaa, power, speed, and torque are useless if we can’t control it.

  • Fbhy

    Bisa buat 300hp
    Wah pertanda honda bakal ngeluarin penantang h2r nih kayaknya

  • cari_ilmu

    Seharusnya dengan kehadiran elektronik power sebesar apapun bisa dijinakkan bukan?. Lah yg bisa maksimalkan juga banyak. Coba deh liat video2 di autobahn misalnya. Ya itulah pentingnya penjenjangan sim seperti di eropa. Memastikan mereka memang bisa make nya.

  • Rakha

    Yg penting ngga hilang filosofi fireblade nya, mantap

Tinggalkan Balasan