Advertisements

Shibo Pattern, Penjelasan Plastik Kulit Jeruk di Sepeda Motor

Bagi Brosist sekalian pengguna skuter matik, cub underbone, motor sport, hingga 250cc pastinya sudah nggak asing lagi dengan bahan plastik kulit jeruk bertekstur kasar… Yup! jenis plastik ini jamak ditemui di dek skutik & bebek, fender spakbor belakang, hingga penutup bodi samping di motor sport – bahkan sampai di moge 650cc sekalipun. Pertanyaan terbesar di benak Bro & Sist mungkin berbunyi: “Kenapa sih pabrikan roda 2 memakai jenis plastik yang mudah pudar dan nggak tahan lama seperti ini?”.

Well, jika memang itu yang masih jadi pertanyaan, maka Brosist sekalian berada di tempat yang tepat… Karena via artikel Tech Talk kali ini, EA’s Blog bakal mengupas tuntas seputar bahan plastik kulit jeruk yang terkenal dengan nama lain ‘Polipropilena’ atau ‘Shibo Pattern’ – mulai dari penjelasan detail hingga kelebihan dan kekurangannya. Cekidots!

 

Plastik Kulit Jeruk alias Shibo Pattern: Apaan Sih?

 

 

Plastik Kulit Jeruk Polipropilena

Plastik Kulit Jeruk (Polipropilena) bertekstur Carbon-look milik Vario 150

 

Kalau berbicara secara kimia, plastik kulit jeruk yang kita temui di dek/dashboard skutik hingga motor sport tadi punya nama ilmiah polipropilena… Ditemukan pertama kali oleh Dr. Karl Rehn pada tahun 1951 silam, Wikipedia menjelaskan polipropilena sebagai sebuah polimer termo-plastik yang digunakan dalam berbagai aplikasi serta dapat didaur-ulang. Pada bodi sepeda motor, proses produksinya melalui teknik moulding (pencetakan) dan sandblasting, sehingga didapatlah tekstur kasar atau yang kita kenal dengan ‘kulit jeruk’.

Menurut penjelasan via otomotifnet, selain bertekstur kasar, plastik kulit jeruk alias polipropilena ini juga bisa dibuat menjadi tekstur lain semisal carbon-look, bergaris ataupun segi enam… Seperti yang bisa Brosist temui pada bagian bodi Honda Vario 150 ataupun Yamaha Mio Z. Perbedaannya dengan tekstur kasar biasa, model ini harus melewati pengikisan oleh bahan kimia, hingga didapatlah tekstur yang diinginkan.

 

Plastik Kulit Jeruk Polipropilena

Yamaha Mio J Teen – Contoh Plastik Kulit Jeruk (Polipropilena) berwarna-warni

 

Apa perbedaannya dengan plastik bodi ABS biasa (bodi depan, batok lampu, hingga buritan belakang) Kang Eno? Nah, plastik kulit jeruk ini ternyata jauh lebih lentur dan fleksibel, beda dengan plastik bodi ABS yang kaku. Selain itu, menurut penuturan Honda & Yamaha plastik polipropilena ini pada dasarnya nggak bisa dicat lho Brosist (mungkin ini sebabnya mengapa kalau dicat malah gampang ngelotok) – berbanding terbalik dengan plastik ABS yang bisa dicat sesuka hati… Itu alasannya bodi plastik kulit jeruk di sepeda motor kebanyakan berwarna hitam, alias warna asli yang keluar setelah proses pencetakan.

 

 

Untungnya, ada metode lain untuk membuat tampilannya lebih menarik… Yakni dengan penggunaan bahan dasar (bijih plastik) yang berwarna-warni, sehingga menghasilkan plastik kulit jeruk yang berwarna-warni pula. Hasil inovasi ini banyak kita temui di motor keluaran Yamaha sejak 1 dekade silam (Mio Soul, Mio J, Mio GT, X-Ride, Jupiter Z1, dll), serta di skutik Honda keluaran terbaru seperti Honda Vario 150 2016.

 

 

 

Kelebihan dan Kekurangan Plastik Kulit Jeruk (Shibo Pattern)

 

 

Plastik Kulit Jeruk Polipropilena

Penggunaan Plastik Kulit Jeruk (Polipropilena) di Spatbor Belakang

 

Kelebihan utama bahan bodi berbasis polipropilena alias plastik kulit jeruk ini adalah berdasarkan karakteristiknya yang lentur dan fleksibel. Hal ini menjadikannya tak mudah patah, serta tak mudah rusak ketika terkena benturan. Nah usut punya usut, itulah alasan utama mengapa kita sering menemui jenis plastik ini pada dek penutup mesin & filter udara skutik, serta pada bagian fender spakbor belakang… Karena bagian tersebut-lah yang paling sering dibongkar pasang (saat servis dan ganti busi), serta rawan terkena benturan.

 

 

Selain itu, bahan plastik kulit jeruk juga dikenal tahan panas serta tak mudah meleleh & terbakar – meski tetap akan meninggalkan bekas jika salah satu bagiannya terkena impact langsung… Ini merupakan salah satu kelebihannya terhadap jenis plastik ABS, sehingga bisa ditempatkan di bagian yang berhubungan langsung dengan permesinan. Tutup mesin Spacy BOB & Kipas radiator ZED juga memakai material ini lho Brosist!

Kelebihan lainnya, plastik kulit jeruk ini juga lebih mudah saat dicetak serta membutuhkan biaya produksi yang lebih murah ketimbang plastik bodi ABS biasa (untuk Brosist para ahli di dunia plastik, sangat diharapkan koreksinya, CMIIW)… Karena tak membutuhkan proses pengecatan, hingga finishing yang membuat biaya produksi membengkak.

 

Perawatan Plastik Kulit Jeruk Polipropilena

Tuh lihat parahnya warna Plastik Kulit Jeruk (Polipropilena) yang memudar

 

Ada kelebihannya, ada juga kekurangannya. Yup! Kekurangan bodi berbahan plastik kulit jeruk yang pertama adalah sifatnya yang rentan terhadap sinar UV. Menurut EA’s Blog, ini adalah kekurangan terbesar apalagi bagi Brosist yang sering memarkir kendaraan di tempat yang terkena terik matahari langsung… Tak hanya warna dasarnya yang jauh lebih cepat memudar ketimbang plastik ABS yang dicat – jika sering terkena hujan, bahan kimia, BBM atau terik matahari langsung, ternyata juga bisa membuat teksturnya rusak dan retak-retak tipis.

Selain itu, plastik kulit jeruk alias polipropilena juga terkenal sebagai material bodi dengan tingkat perawatan yang paling sulit – bahkan bagi para kalangan detailing sekalipun… Berbeda dengan plastik ABS, material ini membutuhkan perawatan yang jauh berbeda, baik dari segi alat & bahan yang dibutuhkan. Warning, jangan sekali-kali menggunakan wax, pengkilap bodi apalagi compound di bahan plastik kulit jeruk jika Brosist tak ingin menyesal nantinya.

 

 

Perawatan Plastik Kulit Jeruk (Shibo Pattern)

 

 

Perawatan Plastik Kulit Jeruk Polipropilena

 

EA’s Blog sudah pernah menulis tentang perawatan bodi berbahan kulit jeruk di sepeda motor, baik itu yang tanpa modal hingga yang membutuhkan kocek tidak sedikit… Brosist bisa menggunakan cairan pengkilap ban yang dioleskan secara merata, cairan penghitam bahan dashboard, bahan pengkilap seperti lemon pledge, ataupun langsung berkonsultasi ke suhu-suhu detailing yang lapaknya beredar di dunia maya.

EA’s Blog sangat tidak menyarankan untuk melakukan perawatan yang sama seperti perlakuan yang Brosist berikan terhadap plastik ABS yang dilapisi cat… Sekalipun bagi pengguna motor dengan bahan plastik kulit jeruk berwarna-warni seperti Jupiter Z1, X-Ride, Vario 150, Mio J, GT, dll. Karena sekali salah, beuh ribet pisan euy buat balikin warnanya seperti semula! Apalagi material ini juga sangat sulit untuk dicat ulang.

 

 

 

Well. . . Setelah mengetahui penjelasan, perawatan, serta segala kelebihan dan kekurangan material bodi plastik kulit jeruk, maka kita bisa sedikit ambil kesimpulan… Meski banyak diantara kita yang benci material satu ini dan memprotes penggunaannya (termasuk EA’s Blog), tapi pada kenyataannya memang dibutuhkan dan punya fungsinya tersendiri. Jadi kesimpulannya saat ini, semoga produsen roda 2 kedepannya MENGURANGI penggunaanya hanya ditempat tertentu saja yang dibutuhkan (penutup mesin, knalpot, spatbor, serta bodi samping motor sport) – serta membiarkan bagian bodi yang lainnya tetap mengkilap menggunakan plastik ABS dan cat berkualitas.

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Linked Suspension

Nih Dia Cara Kerja & Fungsi Linked Suspension!

 

Motor Transmisi 5-Speed

Motor 5-Speed = Inferior ??

 

Fakta Tentang Regulasi EURO4

Nih Dia Kelebihan & Kekurangan Regulasi EURO4 di Sepeda Motor!

 

 

Advertisements

10 comments

  • Juniperxt

    Di panasi bisa baru lagi katane mas

  • Moga penggunaanx di tempat yg akang sebut, jangan lama2 ntar menyebar sampai ke body. .

  • hello

    minyak goreng….

  • hiswell

    Kaloane pake semir sepatu warna netral mang. Tapi semir yg cair biar gampang aplikasinya

  • Bagian ini harus jadi perhatian konsumen, kalau gak ntar pabrikan seenaknya pakai plastik daur ulang yang lebih murah jadinya kasar ntar namax jadi plastik kulit durian, kan gak enak mau ngelus2 motor. .

  • PP (Polypropylene) tu warna aslinya bening agak keruh mas. kalo hitam tuh dah dikasih masterbatch (pewarna) hitam. yang daur ulang biasa disebut PP prosesan. biasa dipake di gayung atau ember. kenapa dipilih warna hitam? karena kalo didaur ulang gak kelihatan. Dari harga perkilonya juga jauh mas antara ABS & PP. Itu kenapa sekarang pada berlomba2 pada pake bahan PP. Liat aja tuh body samping matik aja sudah mulai terjamah oleh PP. haha. Trus untuk proses surfacing, emang bisa pakai sandblasting, bisa juga pakai etching (digerus pakai bahan kimia) hasil lebih bagus dan bisa dibuat berbagai model. Kalo mau, plastik ini juga gak kalang kinclong sama ABS. Asal molding dipolesh kinclong atau di chrome. karena sifatnya kayak berminyak gimana gitu. wah jadi kebanyakan.

Tinggalkan Balasan