Advertisements

Bukan KTM, Tapi Sinnis Apache SMR Setara Kerennya!

Genre supermoto, ditambah desain ciamik plus kombinasi warna hitam dan oranye yang eyecatching, apa yang pertama kali terlintas di pikiran Bro & Sist?? Jika jawabannya KTM, maka selamat, Brosist cocok untuk ngopi dan ngobrolin soal motor bareng EA’s Blog, hahahaa… Nah, yang bakal kita bahas kali ini juga punya ciri khas yang sama, akan tetapi bukan produk yang berasal dari Austria ataupun India, melainkan dari China-Inggris yang bernama Sinnis Apache SMR Supermoto!

 

Sinnis Apache SMR Supermoto

Sinnis Apache SMR Supermoto (Orange)

Melanjutkan artikel tentang sepeda motor yang masih asing ditelinga Bikers Indonesia, kali ini kontestan yang bakal kita bahas masih 1 pabrik dengan pembahasan sebelumnya, Heist 250… Akan tetapi berbeda dengan genre produk sebelumnya yang berbasis Chopper, yang satu ini dibekali genre Supermoto bermesin 125cc (versi 250cc rumornya menyusul tahun depan), bernama Sinnis Apache SMR ! Jangan tertukar dengan TVS Apache RTR 200 4V yaa Brosist, karena meskipun sama-sama ‘Apache’ tapi jelas keduanya beda ibu-bapak.

EA’s Blog menyarankan agar tidak menilik desain Sinnis Apache SMR Supermoto secara detail, karena (jika Brosist salah satu fansboy Produsen Roda 2 tanah air) bisa menyebabkan rasa kesal, geram, gondok dan berfikiran: “Kenapa mereka nggak bisa bikin yang model begini sih?”.

 

Sinnis Apache SMR Supermoto

Sinnis Apache SMR Supermoto (Black)

Sinnis Apache SMR Supermoto

Sinnis Apache (STD)

 

Tapi karena EA’s Blog doyan memanas-manasi fansboy diluar sana, so mari kita bahas desainnya. Meski dirakit di Tiongkok alias berstatus ‘Made in China’, tapi tampilan Sinnis Apache SMR Supermoto tetaplah menggoda… Jujur, jika dilihat sekilas ibarat produk Supermoto KTM Austria bermesin 250cc kebawah – karena sampai artikel ini ditulis, KTM hanya memiliki range motor Naked & Sportbike dikelas tersebut (Duke & RC-series).

 

 

Jadi, apa yang membuatnya begitu spesial Kang Eno? Well, Sinnis Apache SMR Supermoto sudah dibekali dengan berbagai detail yang membuatnya terlihat sedap dipandang… Kombinasi apiknya terdiri dari desain yang tajam dan sporty, Frame trellis yang dikelir oranye, Suspensi depan upside-down, Velg cast wheel Y-spoke, Swingarm asimetrik, Linked-suspension, Wave disc brake, Speedometer digital, Port USB charger serta Ban bertipe touring. Ah, pokoknya silahkan Brosist pelototin sendiri deh! Keren kan?

 

 

Soal dapurpacu nya, Sinnis Apache SMR Supermoto menggendong mesin yang identik dengan versi standar Supermoto-nya, Apache (non SMR) series… Mengusung spek mesin 125cc, 4-Tak, Silinder tunggal, SOHC 2-Valve, Berpendingin udara – mesin yang berbasis Suzuki TU125-series ini mampu memuntahkan power maksimum hingga 11 HP. Dan yang lebih kerennya lagi, mesin tersebut dirakit langsung oleh Haojue China, partner Suzuki Motor Co. yang baru-baru ini merilis GSX250R & V-Strom 250. Nah…!

 

 

Well. . . Berhubung masih tergolong baru, jadi soal harga Sinnis Apache SMR Supermoto ini belum diumumkan ke publik… Namun banyak media di negeri Ratu Elizabeth meyakini kalau banderolnya takkan jauh berbeda dari Sinnis Apache (standar) yang kini dilego £1695 alias sekitar Rp. 25 jutaan. EA’s Blog punya pertanyaan sederhana nih buat Brosist sekalian, “Pernah nggak sih kepikiran: Kenapa model motor yang begini nggak pernah diproduksi di Indonesia?”

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

Scomadi TL200 VTC

Scomadi TL200 VTC, Vespa Racing Modern dari Inggris!

 

triumph-street-triple-2012

Benda Dance 250, Kloning Triumph Street Triple!

 

lexmoto-dart-125

Lexmoto Dart 125, Kembaran Yamaha Mio Soul dari Inggris !

 

loncin-lx250gs-2-c

Kala Suzuki GSX-R & Honda CBR Bergabung, Hasilnya Loncin LX250GS-2 !

 

 

Advertisements

27 comments

  • willy

    imho,krna mayoritas knsumen indo lebih demen yg mainstream scra desain kang

  • My answer simple kang, karna sang pionir sbut sj yeiemem blum mgeluarkan model kayak gini, ntar kalo sdh kluar yg lain pasti follow it, ,#berlaku untuk pabrikan japan, I do not knows pabrikan non mainstream. .

  • Farid

    nih motor desainnya bagus,cocok bagi yg pengen supermoto KTM tapi gak kebeli jadi beli aja yg KW super

  • Trabas

    Krn pabrik mikir margin$, &konsumen kbnyakan mau praktis irit simpel gaya & minta”murah”

  • Naleindra

    Kalo ane sih tinggal ganti sticker ktm, jadi dah ktm wannabe :v

  • menyan

    Kalo sering pelototin motor model trail, bentuk kayak gitu gak masuk. Secara bentuk body dah lumayan, tapi diliat bentuk keseluruhan gak ada gagah gagahnya. Terutama bagian tanki yang kurang keatas. Mo bandingin ktm…ya jauuhh

  • Davy

    Majority konsumen Indonesia ga mau ribet, pengen produk murah dan irit buat dipake berkomuter ria. Udah jarang kita temuin dijalan kita;orang kerja, dandanan rapi pake pantovel, motornya sport…apalagi supermoto. Yang kuliah atau sekolahan masih ada lah ya…banyak malah. Jujur saya pengguna Dtra*ker X dipake kerja tiap hari lama-lama pengen beli Spa*y dengan alasan: bensin lebih irit, ga ada shara kipas pas macet, ga muncrat ke sepatu, spare part murah (ban matic depan belakang 500rb udah bagus, lah Dtrac*ker X depan doang 1,1jt yang bagus), minim dan mudah perawatan (ga usah ngencengin rantai, mau ngencengin rante harus oake jackstand) gampang nyuci nya (matic kan yang dicuci cuma bodi, kaki-kaki sama cvt doang….kalo motor batangan?). Jangan lupa, bagasi juga jadi alasan kenapa Skutik laku bak rokok kretek.

    • Davy

      Btw pilih mt 25 apa duke 250 kang ih? Jawabannya jangan Ninja 250 2nd

      • enoanderson

        Kalau saya sedikit condong ke Duke 250 sih, 250cc 50 jutaan ya pastinya harus dapet pride, kegantengan maksimum… Duit semua lho itu. Perawatan tinggal menyesuaikan sama keahlian ngerawat motor, kalo saya sih insyaallah no problem.

        • Davy

          Sip nuhun kang. Masalah kipas ribut mah sudah terbiasa lah ya sama mesin DtrackerX yang 11-12 sama si ZED jadi ga usah adaptasi lagi hahaha (duke juga kipasnya rese)

    • enoanderson

      Mau tanya nih kang: DtrackerX itu gampang panas & suara kipasnya berisik juga nggak sih? Soalnya kan sebasis nih sama ZED (meskipun beda made in)…

      • Davy

        Yoi kang gampang panas dan kipas nya ngahiung nepi ka marelongkeun hahaha apalagi kalo macet semenit sekali nyala, tapi bentar nyala nya…

  • kasih merek sayap… pasti laku keras biar kata di kasih mesin verza jg

  • “Pernah nggak sih kepikiran: Kenapa model motor yang begini nggak pernah diproduksi di Indonesia?”

    Hitungan bisnisnya menurut pabrikan jepang nggak masuk, return of investement-nya (balik modal) bisa diatas 5 thn kalo ngambil contoh volume penjualan trail series-nya kawasaki.
    Investasi disini mulai dari gedung, line produksi, tools & jig assembly, sampai ke dies/mold komponen, termasuk biaya training orang utk produksi, quality, dan engineering, belum lagi development komponen di supplier.

    Viar berani “produksi” disini karena masih banyak komponen utama (engine) yg beli dari China,
    jadi nilai investasinya nggak terlalu besar, mereka bisa mengelola produksi dg biaya dan overhead yg rendah, serta nggak ada beban royalti ke principal

    • enoanderson

      Iseng nanya aja nih kang: Jadi engineer pabrikan motor sekarang juga harus jadi bisnismen ya? Soalnya kayaknya saya udah mulai nggak minat walaupun ditawari kerja di produsen R2,

  • Ya sudahlah aja kang, syukur2 KTM mau impor ni motor, cause kalau berharap pada yahmurah, ahmahal,waksaki & susahi produksi supermoto pasti ono rego ono rupo. . .

  • iwan

    kalau viar yang baru 200 sama 250 cc itu bodinya kyak gini, pasti klx gugur deh. desain body keren abis. tinggal ganti ban pacul, mantap dah. viar baru dari spk mesin sdh asyik. tp berhubung saya gak tinggi tinggi amat, bannya kebesaran menurutku.

  • Harry Hidayat

    Sudah terlalu lama berharap duo kampret YIMM & AHM produksi model beginian, terutama YIMM WR125X/R sgt berharap dilokalin scr Basic Engine nya udh lama Exsis di Indonesia, SOHC LC4V, tapi semua hanya harapan Hampa…Duo Kampretos…!! Murni Kapitalis Penjajah Ekonomi Bangsa ini…!! mana mau mereka produksi klo market nya kecil…di otak mereka hanya keuntungan yang sebesar-besar nya…!!! Go To The Hell…!!

Tinggalkan Balasan