Kapan & Dimanakah Masa Depan Sepeda Motor ?

Ketika EA’s Blog membaca sebuah majalah roda 2 Amerika tahun 1980’an, ada selembar halaman yang membahas tentang semakin berkurangnya jumlah bahan bakar minyak, beserta kemungkinan bahan bakar alternatif di masa depan… Mulai dari Bio diesel, Listrik, Nuklir, Matahari, hingga Air. Uniknya, disitu dikatakan dalam kurun waktu 2 dekade ke depan, sepeda motor bakal berevolusi menjadi alat transportasi yang tak lagi bergantung pada BBM!

 

Tapi faktanya setelah lebih dari 3 dekade artikel tersebut dicetak ke media: Bio diesel jalan ditempat, Listrik mengalami kebuntuan, Nuklir dianggap terlalu mengancam area genital, Matahari sibuk kasih diskon dan Air putih hanya bisa mengisi bahan bakar pengendara roda 2… So, dimana dan kapan kah ‘ masa depan sepeda motor ’ tersebut bakal terjadi?

 

Masa Depan Sepeda Motor

 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kalau kita melihat perkembangan sepeda motor sejak era 1980’an silam hingga saat ini… Apabila perkembangan teknologi yang lambat dijadikan kambing hitamnya, tentu pendapat tersebut nggak sepenuhnya benar. Karena toh, sejak dulu sudah banyak inovasi yang coba diberikan para engineer diluar sana… Motor bermesin diesel, motor berbahan bakar gas, nuclear-powered motorcycle, ataupun motor listrik yang jumlahnya amat banyak. So, bukan itu penyebab utamanya!

Disini, satu-satunya problem yang nampak jelas adalah soal harga. Maksudnya Kang Eno? Yup! Teknologi dalam hal ini sudah terbukti mampu mengurangi ketergantungan sepeda motor terhadap Bahan Bakar Minyak… Tapi, apakah harga dari teknologi tersebut mampu dibuat setara dengan motor bertenaga BBM? Sayangnya, TIDAK! Embel-embel ‘Teknologi Baru’ seakan jadi patokan bagi para produsen untuk menaikkan harga seenak udelnya.

 

 

Tiadakah solusinya? Kalau mau dijawab secara naif, ADA! The power of mass production adalah salah satu jawaban kongkritnya. EA’s Blog mungkin bukan seorang pakar ekonomi industri, tapi itu bukan alasan saya mengetahui konsep produksi masal… Jika suatu teknologi terbaru diproduksi dalam jumlah yang amat besar, maka yang berharga sangat mahal pun pasti bakal terpangkas harganya. Brosist bisa amati sendiri pada produk sepeda motor versi masal & limited-edition: Mengusung teknologi yang nyaris sama, tapi harga keduanya pasti bakal jauh berbeda karena pernak-pernik eksklusif lain.

Sayangnya, itu semua tak pernah jadi jalan keluar bagi konsep masa depan sepeda motor berbahan bakar alternatif. Jangankan berharap pada produsen lokal, bahkan produsen besar yang bertaraf dunia pun seakan masih tutup mata soal hal ini… Entah jalan keluar tersebut memang sengaja ditutup, atau malah kita semua yang justru dibuat tersasar.

 

Masa Depan Sepeda Motor

Neander Turbo Diesel – Motor berbahan bakar Biodiesel…

 

Dan kemudian, semua problem diatas mengerucut jadi sebuah problem klasik yang terkesan mengada-ngada, tapi justru sangat nyata dan masif jumlahnya: Konsumen! Kenapa konsumen? Nah, karena pada akhirnya hakim yang berhak memutuskan masa depan sepeda motor hanyalah konsumen seorang… Jika konsumen menyukai sebuah produk roda 2 berbahan bakar alternatif, maka masa depan tersebut terbentang jelas di hadapan kita – namun berlaku juga sebaliknya…

 

Skuter Listrik Nasional - Gesits

Skuter Listrik Nasional – Gesits

 

Sayangnya, mayoritas konsumen masih berpandangan skeptis soal yang satu ini. Bukan cuma berfikir kalau motor dengan bahan bakar alternatif itu mahal (banget) harganya – tapi dengan sebuah komentar (klasik) dari mereka pun cukup untuk membuat para inovator dunia roda 2 gigit jari:

“Kalau yang ada sekarang sudah mampu memenuhi kebutuhan, buat apa coba sesuatu yang baru dan belum teruji?” – Entah komentar tersebut bisa dikategorikan sebagai sikap ‘gagal move-on’ atau justru merupakan pemikiran yang realistis. Entahlah…

 

 

 

Well. . . Pada akhirnya, untuk sementara ini mari kita ucapkan selamat tinggal pada ‘ masa depan sepeda motor ’. Dan teruntuk motor terbang, motor hybrid, ataupun motor bertenaga nuklir – semoga kita bisa berjumpa saat EA’s Blog masih mengabdi di dunia yang fana ini, semoga dan semoga… Aaminn.

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

Fakta Tentang Regulasi EURO4

3 Fakta Mencengangkan Tentang Regulasi EURO4

 

Skuter Listrik Nasional - Gesits

Potensi Tak Terbantahkan Skuter Listrik Nasional Gesits !

 

Scooter Life

Suka Nggak Suka, Harus Suka Skutik…

 

Sentul International

Mimpi Anak Negeri – Sang Pemimpi MotoGP Indonesia 2017 !

 

 

14 comments

  • Naleindra

    Nah ane baru seneng kalo ada artikel kaya gini, lebih menunjukkan realitas yg terjadi di dunia roda 2 bahwa inovasi kadang tidak semulus yg diharapkan (the truth is bitter), btw kang eno dari kemaren kehabisan kuota kah? :v

  • Joni

    Motor tenaga Surya dan tenaga hujan atau tenaga keringat dan panas tubuh manusia gak ada kang Eno, atau motor berbahan bakar tinja manusia (misalnya dari gas septictank, dirumah setiap orang mesti diadakan keran atau semacam pompa seperti selang di SPBU khusus utk gas septictank yang mengalirkan gas septictank ke dalam Tanki motor setiap ingin mengisi, ini baru tekhnologi terbarukan pertamandiri

  • Joni

    Kotoran manusia saja bisa jadi pupuk kualitas bagus, ditangan para ahli team mobil sedot ninja

  • ‘The power of mass production’

    Rasanya ini hanya relevan di market Asia dan pabrikan Asia. Eropa dan Amerika masih terlena dg zona nyaman eksklusifitas mereka. Ini kalau pakai pendekatan Geografis.

    Secara global, intinya akan tetap ada segmen market kecil yg “berani bayar” berapapun harganya, apapun teknologinya, yg penting konsumen suka (subjektif) dan beli.

    Tapi jangan juga lupakan faktor regulasi dari pemerintah tiap wilayah (contoh kasus: Euro-3, 4 , dst…) ini juga bisa jadi faktor pemicu lain bagi pabrikan utk berpikir “masa depan”.

  • paling ideal sih nuklir gak usah gede2 lah cem ukuran aki jg cukup smp 5 taon. abis itu lngs daur ulang gnt baru. klo LN mgkn bisa klo Indonesia kekx gak mungkin. di mari asal motor msh ngegelinding tetep di pake biar kata ngerem udah senen kemis jg

  • Handi

    I’m a simple man, riding bike using clutch and manual gear

  • anonimus

    Membuat energi membutuhkan energi juga, gak ada yg namanya energi yg gak habis2, adanya energi yg tahan lama. Alterntatif buat sekarang sih fokus di efektivitas si mesin, gimana caranya dengan bahan bakar yg sedikit bisa maksimal. contoh mudah, aeorodinamika, kompresi mesin, stroke length, sama transfer power. Kalo masalah bahan bakar yg jelas jangan yg bikin fatal efek sampingnya (nuklir), kecuali metalurginya udah kelas dewa. sekian aja sih dari ane, yg bersyukur udah bisa make motor…

  • andai saja kang eno bisa liat perkembangan motor listrik di taiwan sini! di taiwan regulasi jelas, motor terkelompok dengan warna plat nomer. ada banyak hal positif harusnya bisa di ambil dari sini!

  • Orgrasional

    Saya termasuk konsumen yg gagal move on sepertinya kang. Motor kl gak bensin dan gak mesin inline-4,2,3 v-twin L-twin v4 dkk gak asik haha. Walaupun mesin non-konvensional bisa lebih ekonomis,torsi jauuuh lebih gede, dan ramah lingkungan tapi saya ttp milih mesin konvensional

  • Wilsen Frendy

    Menurut saya, kebanyakan orang (konsumen) takut akan hal yang baru. Intinya, mereka sudah terlalu nikmat dengan teknologi saat ini.

  • dimdim

    Masa depan sepeda motor??

    Hmm.. coba kita bertanya pada stang yang bergoyang.. :v

  • fari.fairis

    di endonesa..
    cenderung karena sikap boss2 besar yg fokus mncari keuntungan semata..

  • bambang

    kanzen pernah membuat prototype motor dengan bahan bakar gas, tapi setelah itu kemana ya kang? lenyap begitu saja. terakhir saya melihat spesies taurus tahun 2010an masih wira-wiri dijalan

Tinggalkan Balasan