Test Ride TVS Dazz DFI, Deja Vu!

2014, EA’s Blog berkesempatan mengetes TVS Dazz versi Karburator… Dan pada sesi Factory Visit TVS Motor Company Indonesia di acara Joy Ride bareng Kompasiana, alhamdulillah, saya berkesempatan mengetes ability TVS Dazz DFI – versi terbaru yang sudah dibekali pengabut BBM Fuel-Injection.

Lirikan pertama membuat EA’s Blog seolah mengalami ‘Deja Vu’. Bukan gara-gara lihat mantan pacar loh ya, tapi karena tampilan antara TVS Dazz DFI dan versi lawasnya memang sama persis bak pinang dibelah kampak. Kemudian yang jadi pertanyaan selanjutnya: Apakah sensasi riding yang ditawarkan pun serupa dengan pendahulunya Kang Eno? So, Let’s find out!

 

Test Ride TVS Dazz DFI

 

Selain pilihan warnanya yang kini makin colorfull dan ahem, unyu-unyu (Biru-Putih, Hitam-Oranye, Merah-Putih & Pink-Putih), sekilas saya nggak bisa menemukan perbedaan yang signifikan antara TVS Dazz DFI dan versi lawasnya… Begitupun saat menaiki skutik dengan bobot sekitar 93 kg ini. EA’s Blog masih ingat betul feeling dan kenangan test ride 2 tahun silam, dan versi injeksi ini seperti mengulang kisah tersebut. Benar-benar nggak ada bedanya! Ini nggak bisa dibilang ide yang buruk, tapi juga bukan sebuah gagasan yang bagus… Maksudnya?

 

 

Ada beberapa poin yang memang ditonjolkan oleh sang pendahulu dan masih dipertahankan di TVS Dazz DFI: Material plastik dan cat kualitas wahid, Socket USB charger, Velg Cast-wheel Y-Spoke serta Ban Tubeless adalah yang EA’s Blog maksud. Tapi yang patut disayangkan, beberapa kelemahan pendahulunya pun ikut terbawa ke versi terbaru ini… Contohnya seperti Area dek yang sangat sempit alias mentok dengkul (Tinggi badan saya 175 cm), Bagasi terlalu mungil, serta Penempatan Kick starter yang kerap terinjak sewaktu menurunkan standar samping harus jadi perhatian utama TVS. Terlebih, apabila melihat pergerakan skutik entry-level Produsen Jepang yang makin bersahabat dan kaya fitur terbaru.

 

Dazz 12

Memori Test Ride TVS Dazz (Karburator) 2014 Silam, Ergonominya Sama Persiss-siss-sisss!

 

Busa jok empuk dan ergonomi yang bersahabat seakan jadi sambutan hangat yang diberikan TVS Dazz DFI. Feeling ergonominya superb! Ibarat naik Yamaha Mio versi lawas tapi dengan body yang lebih mungil dan jauh lebih ringan… Pendapat saya, sedikit lebih berkarakter dari skutik penguasa Market Share Indonesia yang justru terlalu rileks. ‘Life is too short to ride boring scooters’Bukan begitu?

Tekan tuas starter, sahutan suara knalpot dan mesin TVS Dazz DFI terdengar senyap. Lebih sopan dari versi pendahulunya yang agak garing gemerincing. Coba geber-geber gas sambil tarik handle rem, tenaga tersalur apik ke suspensi depannya yang seakan nggak mau diam. “Wuihh, jadi penasaran sama torsi & karakter powernya nih,” ucap saya dalam hati. Untungnya yang saya geber ini motor tester dan unitnya masih gress dari pabrik pula. Soalnya kalau skutik sendiri sih ogah diginiin, sayang CVT-nya, hahaaa… Karena area test sudah makin menantang nyali, yuk kita gaspoll beneran!

 

Test Ride TVS Dazz DFI

 

Putar selongsong gas perlahan sambil menikmati beberapa tikungan, beneran deh, EA’s Blog Deja Vu banget bareng skutik yang satu ini… Sama seperti pendahulunya, riding TVS Dazz DFI itu ibarat bawa motor 50cc: Enteng banget! Lebih gampang meliak-liuk ketimbang Beat FI yang juga pernah saya test sebelumnya. Karena ringan, handlingnya pun jadi terasa maksimal saat keluar masuk tikungan. Apalagi untuk yang biasa bawa motor sport 150cc, ebusyet, dijamin kayak bawa mainan deh, hahahaa…

Selepas tikungan ‘U-Turn’, gas saya betot sejadi-jadinya… Kabar baiknya, akselerasi TVS Dazz DFI ini mengalami sedikit peningkatan ketimbang sang pendahulu – penyuplai BBM Fuel-Injeksi dari Keihin adalah tokoh utama dibalik peningkatan performanya. Soal karakter power, Dazz Injeksi ini terasa ‘ngisi’ saat speedometer menunjukkan angka 20-70 km/h, sangat smooth ketika gas dibuka penuh (mendadak) dalam kondisi diam… Yang berarti bakal bersahabat bagi pemula ataupun kaum hawa yang baru punya SIM C. Tapi bukan berarti lemot, karena boleh diadu cepat dengan skutik entry-level Jepang lain kok!

 

 

Karena keasikan eksplore karakter powernya, sampai-sampai lupa ngerem. Dari kecepatan sekitar 60 km/h, ini pertama kalinya saya pede ‘panic brake’ pakai skutik. Bahkan sampai diulang lagi dan lagi, hahaaa. Feedback rem depan (Twin Pot Disc Brake) & belakang (Teromol) TVS Dazz DFI sukses bikin EA’s Blog mesam-mesem – beneran T.O.P.B.G.T! Pakem, tanpa limbung (ban belakang geal-geol) dan bikin pede. Dikombinasikan dengan power responsif serta bobot yang luar biasa ringan: Abso-bloody-lutely fun-tas-tic!

Sayang sewaktu rem mendadak, dengkul saya selalu terpentok deknya yang super-duper sempit, lama-kelamaan terasa nggak asik juga lho… Untungnya bukan disitu posisi otak saya. Apalagi untuk user yang posturnya diatas 170 cm. Ini poin minus paling ‘annoying’ dari Dazz Karburator yang terbawa ke versi Injeksi – setelah kick starternya yang bikin stress!

Untuk top speed, sayangnya saya nggak kebagian test di Jl. Lingkar Luar Karawang (karena fokus gaspoll TVS Apache RTR 200 4V). Tapi menurut penuturan teman-teman kompasianers lain, angka 90-95 km/h adalah kecepatan maksimal yang bisa digapai TVS Dazz DFI. Itupun dengan satu catatan penting: Limbung alias nggak stabil di kecepatan tinggi – apalagi di trek tersebut hembusan anginnya memang kencang. Sepertinya ini plus-minus yang dialami tiap skutik yang berbobot relatif ringan: Saat kecepatan normal gampang meliak-liuk, tapi jadi limbung saat mengail top speed.

 

 

Well… Dibanderol seharga Rp. 12,6 jutaan (OTR Jabodetabek) atau lebih murah sekitar 3 jutaan ketimbang skutik entry-level Jepang, TVS Dazz DFI tentu punya nilai plus minusnya tersendiri. Jika berbicara soal fitur terbaru atau nama besar, jelas Skutik India ini bukan lawan sepadan bagi Mio-series ataupun Beat-series… Tapi urusan material & riding quality, Dazz Injeksi tentu pilihan yang valuable! Terlebih jika Brosist berada di lingkup Jaringan 3S TVS Indonesia. This one ain’t bad, just an underrated scooter!

 

Tester : Ericko Anderson (Kang Eno)

Tinggi Badan : 175 Cm

Berat Badan : 75 Kg

Helm : MDS Super Pro

Jaket : Contin TVS

Boots : Karrimor Trekking

Note : Sorry foto-fotonya sedikit, karena pas EA’s Blog test nggak ada yang fotoin *hiks

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

TVS Apache RTR 200 4V

Test Ride TVS Apache RTR 200 4V, Diferensiasi à la India

 

TVS Apache RTR 200 4V

Apa Saja Sih Kelebihan & Kekurangan Fisik TVS Apache RTR 200 4V?

 

TVS Max 1

Test Ride TVS Max 125, Sport Murah Tapi Tak Murahan !

 

Dazz 8

Test Ride TVS Dazz, Skutik Mungil dengan Ability Mumpuni !!

 

 

 

 

14 comments

Tinggalkan Balasan