About these ads
TVS Apache RTR 200 4V

Test Ride TVS Apache RTR 200 4V, Diferensiasi à la India

Oke, sepertinya EA’s Blog sudah terlalu lama menunda hasil test ride TVS Apache RTR 200 4V dipublikasi (karena berbenturan dengan artikel Kompasiana)… So, lebih baik nggak usah banyak basa-basi lagi, nih dia hasil tes performa streetfighter 200cc asal India tersebut! Cekidots…

 

 

TVS Apache RTR 200 4V 11

 

Awal pengetesan, Saya kebetulan dapat unit TVS Apache RTR 200 4V yang… Beuh, kacau! Koplingnya lemot, Netral-in transmisinya setengah mati, Tangki BBM goyang-goyang, Vibrasinya 9,2 Skala Ritcher, pokoknya komplit deh… Riding lewat kemacetan Dewi Sartika – Bekasi – Karawang, malah saya justru merasa nggak enak ke TVS kalau review motor ini di EA’s Blog. Meskipun akhirnya sih saya tulis juga, wkwkwk…

Usut punya usut, ternyata TVS Apache RTR 200 4V yang saya pakai itu unit test yang dipakai di sentul dulu… Plus juga sudah melanglang buana sebagai unit test dari satu lokasi ke tempat lain. Wooohh, pantesan! Wkwkwk… Untungnya gayung bersambut, saat perjalanan pulang EA’s Blog diberi kesempatan riding unit lainnya yang masih gress a.k.a masih bau pabrik. Yay! Yuk, kita kasak-kusuk sambil gaspol!

 

TVS Apache RTR 200 4V 17

 

Putar kunci kontak ke posisi on, sapaan “wear your gear, race on” dari speedometernya menyapa mata, seolah mengindikasikan kalau kita bakal diajak have fun bareng TVS Apache RTR 200 4V. Tekan tuas elektrik starter, suara yang dihasilkan knalpotnya unik, kalau nggak mau dibilang jelek… Agak ngebas-garing gitu deh, tapi mengeluarkan efek ‘batuk-batuk’ saat gas ditahan di 6.000 RPM, plus ada gejala knalpot nembak-nembak begitu gas dinaik-turunkan dengan cepat – dak dak dak!

Meskipun mereka mengklaim knalpot TVS Apache RTR 200 4V sudah dites suara sebelumnya, bahkan sampai melewati ruangan kedap suara – Tapi menurut EA’s Blog sih masih harus diajak ke ajang pencarian bakat bernyanyi… Syukur-syukur jurinya Aura Kasih, hahahaa…

 

 

TVS Apache RTR 200 4V

 

Naik ke atas joknya, wedyaann, nyamannya jempolan banget deh! Kombinasi busa & kulit jok yang berkelas, sudut & tinggi setang yang rileks dan seat-height bersahabat untuk postur tubuh EA’s Blog (175 cm), membuat (maaf) bokong betah riding lama diatas TVS Apache RTR 200 4V. Dijamin cocok banget buat yang doyan Touring 200 km keatas… Sorry untuk fansboy mopang, tapi yang satu ini bukan lawan sepadan untuk sport 150cc Jepang (sebut saja CB150R Streetfire) yang joknya tergolong menyiksa…

 

TVS Apache RTR 200 4V

 

“Ceklek”, tuas gear saya masukkan ke gigi 1. Lepas kopling sambil putar penuh selongsong gas, power & torsi TVS Apache RTR 200 4V ini benar-benar beda dari motor 150cc yang pernah saya eksplor sebelumnya… Respon powernya terasa lebih ngisi di 3.000 – 6.000 RPM, tapi nggak kehilangan power signifikan di saat RPM berkitir menuju limiter (redline). Ibarat gabungan karakter antara akselerasi New Vixion Advance & Hi-RPM ala CBR150R K45A, tapi dengan tendangan power yang lebih besar – nah begitu deh kira-kira penggambaran karakternya.

Nggak ada gejala ‘ngeden’ sekalipun putar throttle dari gear yang ketinggian, nggak ada garis bar RPM-meter yang sia-sia saat melakukan akselerasi… Dan yang lebih mind-blowing, nggak ditemui lagi ‘vibrasi 9,2 skala ritcher’ seperti yang saya temui di varian Apache-series pendahulunya. Berbeda karakter dengan sport Jepang manapun yang ada dipasaran, juga berbeda jauh dari karakter mesin Apache-series terdahulu. It’s so damn different… tapi disisi lain, It’s BRILLIANT!

 

TVS Apache RTR 200 4V

 

Satu hal yang nggak luput dari pengamatan EA’s Blog, perpindahan gear di TVS Apache RTR 200 4V ini nggak semulus yang dikira… Untuk penggantian gear secara normal sih no problem, tapi begitu kita paksa tekan kopling dan tuas gearnya dengan cepat (ala quickshifter gitu deh, hehee) plus blip throttle gas sepersekian detik, justru respon yang didapatkan malah sama saja dengan pergantian gear normal. Alias bar RPM meter masih berkurang signifikan saat melakukan ‘quickshift’… Aneh!

Dan nggak lupa, untuk memindahkan transmisinya ke Netral (N), butuh perjuangan ekstra lho Brosist… 10 detik adalah rekor tercepat yang bisa EA’s Blog raih. Kalau menurut pihak TVS, ini adalah karakter clutch dari kebanyakan motor India, yang susah untuk dinetralkan. Menurut mereka bakal lebih cepat kalau kita sudah terbiasa… Tapi yang perlu dicatat: EA’s Blog nggak mau terbiasa pakai clutch yang seperti ini! Sampah, Titik. Entah problemnya disebabkan oleh oli standar mereka (TRU4) yang memang dipakai di TVS Apache RTR 200 4V tunggangan saya, atau TVS yang justru masih harus belajar bikin sistem kopling bagus.

 

TVS Apache RTR 200 4V

 

Diajak meliak-liuk di Jl. Raya Wanayasa yang terkenal akan spot cornering mendebarkan, TVS Apache RTR 200 4V yang berbodi gambot justru terasa sangat ringan… Jauh lebih mudah dikendalikan ketimbang Z250 ataupun MT-25 dengan ukuran bodi yang hampir mirip. Kalau Brosist first user yang baru naik kelas dari bebek/skutik, saya yakin bakal PeDe dan cepat beradaptasi dengan handling & stabilitas-nya – sekalipun jika bertemu dengan kemacetan kota-kota besar. Terlebih, oil-cooler nya juga membuat mesin tetap dingin meski dipaksa antre macet di trafik padat, cakep nih euy!

Bagaimana dengan kemampuannya melibas cornering Kang Eno? Well, kombinasi frame yang rigid dan karet bundar Pirelli Sport Demon membuat grip bannya maksimal di aspal. Melahap tikungan dengan kecepatan 60 Km/h (yang EA’s Blog test) terasa enjoyable, seperti bersandar di bahu Aura Kasih yang mulus… Beuhh, bannya memang bikin menghayal banget deh euy! Hahahahaa. Rasanya koq jadi ngiler Ban Pirellinya TVS Apache RTR 200 4V dipasang di ZED yang ban standarnya (Dunlop) sampah banget… 🙁

 

TVS Apache RTR 200 4V

 

Yang jadi pengamatan EA’s Blog selanjutnya adalah engine brake… Begitu gas ditutup tiba-tiba (tanpa kopling), efek back-torque yang dihasilkan TVS Apache RTR 200 4V cukup besar. Selain itu, feedback dari rem depannya juga nggak terlalu impresif – terlalu soft (lembek) dan harus menekan handle rem jauh ke dalam saat ngerem mendadak… Berbanding terbalik dengan rem belakangnya yang ciamik! Entah karena memang unitnya masih baru (fase bedding) atau memang karakter aslinya demikian.

 

TVS Apache RTR 200 4V

 

Sampai di Jl. Lingkar Luar Karawang, EA’s Blog sempat beberapa kali mengetes kecepatan maksimum sang TVS Apache RTR 200 4V sementok-mentoknya… Dengan estimasi bobot sekitar 75 Kg, angka 100 Km/h dengan mudah didapatkan saat berpindah gear dari 3 ke 4. Geber terus ke top gear (5) sambil bergaya ala pebalap drag race, angka 126 Km/h via speedometer jadi rekor tertinggi bersama Streetfighter berkapasitas 200cc tersebut. Not bad! Meskipun masih ada sesuatu yang ‘mengganjal’…

 

Begitu sampai ke Main Dealer TVS Dewi Sartika, EA’s Blog sempat celingukan mencari tahu kenapa hasil tes topspeed tadi seakan tak bertambah meski mesin terdengar masih meronta ingin jauh lebih cepat lagi… Setelah mendapat pencerahan dari Pihak TVS, akhirnya saya dapat kesimpulan kalau gear sprocket 14-45 (yang tergolong besar dan pastinya bakal mengurangi topspeed) adalah salah satu poin yang mempengaruhi topspeed dan engine brake yang dibahas sebelumnya.

Selain itu, deviasi speedometer motor asal India memang diketahui sangat dekat dengan kecepatan real di lapangan. Hmm, mungkin itu alasannya 150cc (baca: New Vixion Lightning) yang sempat panas di sesi test topspeed sulit mengejar – Meskipun EA’s Blog belum mengujinya dengan GPS…

 

 

 

Well… TVS Apache RTR 200 4V ini memang begitu berbeda dan punya ciri khas tersendiri bila dibandingkan dengan Sport 150cc ataupun 200-225cc Jepang yang sudah discontinue beberapa waktu silam… Membuat EA’s Blog harus banyak banyak dan banyak memahami karakternya secara keseluruhan sampai lupa mengetes fitur USB Charging yang juga jadi salah satu keunggulannya.

Jika Brosist adalah first user yang memiliki motor sport terbaru di rentang harga 23-25 jutaan, ingin tampil beda dengan Sport 150cc Jepang lain yang sudah ‘pasaran’, plus berada dalam lingkup jaringan 3S TVS Motor Company Indonesia – Maka TVS Apache RTR 200 4V ini sejujurnya boleh banget untuk dilirik…

Tapi satu hal yang perlu diingat, sisakan sedikit uang untuk memodifikasi area clutch/kopling serta pastikan daerah Brosist terjangkau jaringan aftersales TVS yaa… Karena selain punya sentuhan desain yang berbeda, streetfighter dengan banderol Rp. 23,9 juta ini juga punya karakter power dan sensasi berkendara yang jauh berbeda dengan motor kebanyakan. It’s your time to learn something different, time to learn a new experience!

 

TVS Apache RTR 200 4V

 

Kelebihan TVS Apache RTR 200 4V (+)

– Desain Keseluruhan Fresh

– Material & Kualitas Bodi Kelas Atas

– Vibrasi Minim

– Power Responsif & Kenyamanan Maksimal

– Bobot Terasa Ringan & Handling Superior

– Ban Pirelli Sport Demon dengan Grip Maksimal

 

 

Kekurangan TVS Apache RTR 200 4V (-)

– Tanpa Kunci Kontak Berpengaman Magnet

– Clutch (Kopling) Merepotkan First User

– Rem Depan Terlalu Soft

– Harga Jual Kembali Tergolong Rendah

 

 

Spesifikasi dan Harga TVS Apache RTR 200 4V

 

Mesin : 4-Tak, Silinder Tunggal, SOHC 4-Valve, Oil-Cooled

Bore x Stroke : 66 x 57,8 mm

Kapasitas Silinder : 197 cc

Sistem Penyuplai BBM : Fuel-Injection (DFI Logic by Bosch)

Rasio Kompresi : 9,7 : 1

Transmisi : 5-Speed Gearbox

Starter : Elektrik Starter

Max Power : 21 PS @ 8.500 RPM

Max Torsi : 18.1 N.m @ 7.000 RPM

 

Dimensi (PxLxT) : 2.050 x 790 x 1.105 mm

Jarak Sumbu Roda : 1.353 mm

Berat Kosong : 140 Kg

Berat Isi : 148.5 Kg

Kapasitas Tangki BBM : 12 Liter

Frame : Double Cradle Split Synchro Stiff Frame

Suspensi Depan : Teleskopik Fork

Suspensi Belakang : Monoshock

Rem Depan : Cakram Hidrolik, Disc 270mm, Kaliper 2 Piston

Rem Belakang : Cakram Hidrolik, Disc 240mm, Kaliper 1 Piston

Ban Depan : 90/90 – 17 (Pirelli Sport Demon)

Ban Belakang : 130/70 – 17 (Pirelli Sport Demon)

 

Harga : Rp. 23.900.000 (OTR Jakarta)

 

 

 

Tester : Ericko Anderson (Kang Eno)

Tinggi Badan : 175 Cm

Berat Badan : 75 Kg

Helm : MDS Super Pro

Jaket : Contin TVS

Boots : Karrimor Trekking

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

TVS Max 1

Test Ride TVS Max 125, Sport Murah Tapi Tak Murahan !

 

Dazz 8

Test Ride TVS Dazz, Skutik Mungil dengan Ability Mumpuni !!

 

Sport 150 cc Suzuki

Test Ride All New Satria F150 Injeksi, Ayago Bertenaga Badak !

 

All New CBR150R Facelift K45G

Test Ride All New Honda CBR150R Facelift 2016, Berganti Sensasi !

About these ads

33 comments

  • Rider_Xabre

    Kirain cuma pulsar aja yg susah netral, ternyata tetangga sebelahnya juga susah

  • yanyan

    keren, ketika kang eno bilang “Sampah”….
    super deh kang eno mah jujur, meski dipinjemin ama TvS,itu juga merk ban(Moto2) tanpa sensor dikatain sampah juga..hahaha

    • enoanderson

      kalau sistem koplingnya TVS emang nggak enak banget kang, makanya saya bilang demikian… Kalau ban ZED (Dunlop) sih begitu, kepengennya trek kering terus, dikasih basah sedikit langsung ambyarr

  • black vixi

    Iya nih sampah sampah mulu kayak acara masak ditv itu 😀

  • Mungkin kalau mau netral mesti dari gigi 2, terus tekan sedikit,.kalau dari gigi 1 terus di ungkit ke atas, emang susah netral.. coz, saya punya apache rtr 160 juga seperti itu.. tapi, motor tvs emang ok kang..saya dulu beli gres th 2012 sampai sekarang masih wokeeii…

    • enoanderson

      Sudah dicoba metode gitu juga kang, udah pake full perasaan & full kasih sayang 😀 …. Tapi hasilnya sama aja, susah bgt 🙁

      • Ndogodog

        Klo saya rasa sih setelan kopling nya ga pas, ato bs jg, penyakit sprti di adeknya 180 yg mangkok kopling nya ga ada sirkulasi oli, soalnya di 180 saya baru turun dealer jg gitu, sampah kopling nya, tp stlh d modif mangkok koplingnya (di lubangi sisi nya,biar sirkulasi oli lancar), gear netral lancar.

        • enoanderson

          Memang bener banget kang, kalau kata penuturan salah satu mekanik yg ikut di acara TVS joy ride, memang perlu dimodifikasi lagi area clutchnya biar responsif…

  • topenk

    kenapa ya motor india powernya gede2 bgt tapi topspeed pas2an… tvs rtr200 ini powernya 21ps jauh diatas scorpio yg cuma 18an ps.. tapi coba diadu tanpa meliat spedometer sy yakin menang spio

  • rizky hsfci lumajang

    motor tvs apache 200 lbh cocok k’arah turing tuh kayaknya

  • adie

    Semua motor murah dibawah 25 jt yg 150 cc kayanya susah netral jg bro eno ..spt mx ,vixi,cb sonic satria pa lg rantainya kendor to trllu kencang psti payah ngurangi ke netral

    • enoanderson

      Nope, saya sudah coba Satria F150 Injeksi, Sonic 150R, CB150R, CBR150R, NVL, dan semuanya gampang netral… Mungkin agak sulit kalau mesin panas, tapi yang jelas nggak sesusah Apache 200

  • nis

    motor kopling tvs yang gampang netralnya kayaknya cuma tvs max yah kang Eno 😉

  • Limbet

    Koplingnya emang harus disetel agak keras.

  • Richo Ristanto

    first comment on this blog, karena sebelumya silent reader 😀

    kebetulan ane user Apache RTR 160 rakitan 2014 kang dan sudah test ride motor ini di sentul.

    waktu ane test ride RTR 200, kenapa ane malah gampang netralin ya? apa karena sudah terbiasa dengan RTR 160 milk ane? wkwk

    untuk masalah yg ala2 quickshift itu ane setuju banget. rpm turun sama aja kyk shfit normal dan ane mengalami juga di RTR 160 hehe.

    overall ane setuju banget review kang eno ini, sama persis seperti yg ane rasakan waktu test ride RTR 200 di sentul, kecuali yg bagian susah netral hehe.

    tapi menurut ane top speed RTR 200 ini agak mengecewakan kang, padahal saya berharap bisa lebih dari RTR 160 atau 180. ane juga kaget pas liat ukuran gearnya yg besar banget untuk motor 200cc -___-

  • Rtr

    Nyimak aja deh.

  • Zool

    Wah, akhirnya test ride beneran ya kang…
    Kalo soal susah netral, ane tinggal setel jarak bebas koplingnya kang, dipersempit jarak bebasnya. Kalo mau lebih smooth lagi, ane pakai oli berkualitas tinggi, dijamin smooth.
    Ane dulu kopling setelan dari dealer terlalu lebar jarak bebasnya, emang lebih enteng, tapi bikin susah netral.
    Btw, apa yg agan sampein ada beberapa perbedaan dari motor yg ane terima:
    1. Suara knalpot nembak cuma diawal2 ane terima unit, setelahnya enggak.
    2. Untuk rem ane merasa lembek cuma waktu ujan, kalo cuaca cerah apalagi sambil bonceng aura kasih rem depan masih dalam tahap wajar. Hehehe…
    3. Ane blm pernah coba top speed di gear 5, cuma top speed ane di gear 4 di kisaran 105~110kmpj (gampang dapetinnya). Ane kurang suka sama gear 5 nya. Jarang banget kepake gear 5 nya soalnya gak cocok sama karakter jalan di tempat ane.

    • enoanderson

      Saya ngerti soal setelan kopling dan oli, tapi ini saya rasa bukan cuma masalah itu kang… Soalnya unit kopling (TVS Putih) yang saya coba jarak bebas tuasnya nggak jauh, dan nggak terlalu kayak kopling nggak diurus (deket)… Dan yang bikin susah emang di tuas persnelingnya, diinjek pelan atau kencang dari gear 2 tetap masuk gear 1. Dicongkel nggak saya sarankan, bikin frustasi. Kalau cuma untuk netral saja kudu beli oli berkualitas? Mohon maaf nih, saya rasa Apache RTR 200 ini harus dibalikin lagi ke pabrik buat diperbaiki koplingnya….

      Untuk tanggapan di poin yang disebutkan:

      1. Saya nggak paham, semoga aja benar demikian… Yang jelas suara knalpotnya buruk banget
      2. Rem bukan cuma masalah di soft saja, tapi feedback (feeling) ke rider juga nggak bagus… Masih jauh lebih bagus CBR150R K45G (sama-sama unit baru) yang mantep.
      3. Setuju, 100-110 Km/h itu gampang banget di Apache 200! Mantep karakter powernya.

      • Zool

        Hmmm… Ane jadi penasaran, di beberapa user juga ada yg bilang susah netral.
        Cuma di motor ane bener2 nggak ada masalah baik diinjek ataupun dicungkil.
        Kapan2 lah kang kalo ane ketemu user lain ane coba motor mereka, terus suruh mereka coba punya ane apa yg mereka rasain sama.
        Kalo soal oli ini, ane udah pakai 3 macam oli semuanya nggak ada masalah di netral, termasuk oli bawaan pabrik. Yg beda cuma di penggunaan oli terakhir yg bikin perpindahan gigi lebih smooth.
        Moga aja ane bisa segera bisa kumpul sama user lain. Hehehe

  • 75kg?? Busyet dapat amplop dari mana mang?? Bagi donk biar agak kegedean nih badan

  • Angpau

    Brou, compare sama p200ns lbh valuable mana? Mau beli nih antara 2 motor itu.

  • alvan dhika

    kang eno… review buat pulsar 200ns dong,pengin tau kalo di compare sama kang eno

  • alvan dhika

    soalnya aku user p200ns kang..

  • Mbok Meka

    Mas Eno yg ganteng,

    Soal susahnya netralin gigi di motor india, itu bisa di sebut sebagai defect dari desain nya.
    Ibarat kata sekali tarikan tuas kopling di motor jepang, pressure plate kopling membuka selebar 8mm, memberikan jarak bebas antara friction disc dengan steel plate, sehingga poros ke gigi benar2 lepas dari putaran crankshaft.

    Nah klo di tarikan penuh taus kopling motor india, pressure plate cuma membuka sekitar 5mm aja, jadi masih ada putaran crankshaft yang diteruskan ke poros gigi, karena friction plate dan steel plate masih belum cukup bebas, yang akibatnya susah di netral kan.

    • enoanderson

      Jadi defectnya dibiarin aja gitu kang ? Dari generasi RTR 160 lho

      • East MBR

        Kang Eno. Saya pemilik TVS Apache 200. Waktu baru beli memang sulit oper ke N. Tapi waktu servis pertama di km 500 an oleh TVS home service yang datang ke rumah, langsung diganti gear positioning system nya yang masih dicover oleh garansi. Sekarang sih gampang banget masuk ke N nya. Begitu juga buat perpindahan ke gigi lainnya…gampang kok… Terima kasih atas reviewnya.

Tinggalkan Balasan