Advertisements
Linked Suspension

Nih Dia Cara Kerja & Fungsi Linked Suspension!

Untuk Brosist sekalian pengguna sport 150cc sampai moge berharga fantastis, pasti sudah nggak asing lagi dengan nama Linked Suspension atau Suspensi belakang dengan Link… Masih belum tahu juga? Oke, gimana kalau EA’s Blog sebut Honda Pro-Link, Suzuki Full Floater, Yamaha Monocross with Link, atau Kawasaki Uni-TRAK? Nah, pastinya sekarang sudah paham kan…?

Via Rubrik Tech Talk kali ini yuk kita lebih intim dengan tipe suspensi belakang yang sedang ngetrend tersebut… Yang pastinya juga bakal menjawab segudang pertanyaan di kepala Brosist: Kenapa sih segala ditambah Linked Suspension? Cara kerjanya gimana tuh? Dan fungsinya untuk apa Kang Eno? Yuk, kita bahas dengan metode yang (semoga) gampang dipahami – ala EA’s Blog… Cekidots!

 

Linked Suspension – The Origins

 

 

Linked Suspension

Kawasaki KR500 – Salah satu yang pertama menggunakan Rocker-Link Suspension setelah dipopulerkan oleh Yamaha YZR500

 

Monoshock linked suspension sebenarnya pertama kali digunakan pada tahun 1970-an di dunia motor Balap Trail & MX… Tapi keberadaannya baru menjadi buah bibir pada awal era 1980-an, dimana saat itu YZR500 – Jagoan GP 2-Stroke dari Yamaha, menggunakan suspensi belakang monoshock. Sontak, banyak produsen lain mengikuti jejak Yamaha dengan konfigurasi monoshock-nya masing-masing. Dan akhirnya, bersamaan dengan peralihan tipe suspensi belakang dari twin shock ke monoshock – tipe suspensi ini pun dengan cepat berkembang ke motor produksi masal.

Ketika link-type suspension mulai merambah sepeda motor produksi masal di akhir 1980-an, ini menjadi hadiah dari tuhan untuk para tim R&D dan development. Mereka sibuk mencari nama dan julukan baru untuk tipe link masing-masing (Honda Pro-Link, Suzuki Full Floater, Yamaha Monocross with Link, atau Kawasaki Uni-TRAK) – yang pada kenyataannya nggak berbeda jauh antara produsen satu dengan yang lain.

 

New Vixion

Di Indonesia sendiri, Sejak era 2000-an sudah banyak motor produksi lokal yang menggunakan linked suspension… Dulu ada Yamaha Scorpio Z (meskipun amblas #eh), Vixion, kemudian dilanjut oleh CB150R, dan seabrek yang lainnya.

 

Linked Suspension: Apaan Sih?

 

 

Linked Suspension 2

 

Jika motor Brosist adalah salah satu yang mengaplikasi Linked Suspension, silahkan amati sebentar – Atau bisa juga lihat gambar yang EA’s Blog sertakan diatas… Nah, coba lihat tuh monoshocknya… Kenapa nggak di-mount ke swingarm hayoo?

Yup! secara kasat mata, Linked Suspension memisahkan suspensi belakang yang biasanya langsung melekat ke swingarm – kini justru menuju ke sebuah penghubung (Link) antara swingarm & frame. Di dalam susunan link tersebut, terdapat penghubung (joint) yang didalamnya terisi bearing/laher untuk mengurangi friksi dan memperkuat daya tahannya dari keausan.

 

Linked Suspension

 

Jadi, apabila di monoshock standar hanya terdapat 1 mounting frame dan 1 mount ke swingarm… Maka di monoshock tipe link mempunyai banyak mounting: mount ke swingarm, 2 mount ke frame, serta tambahan mounting untuk link penghubungnya. Bahkan, banyak juga yang konfigurasi link-type suspension nya lebih njelimet lho… Teruskan membaca ya…

 

 

Prinsip Kerja Linked Suspension

 

 

Ayo, Mainkan imajinasimu...!

Ayo, Mainkan imajinasimu…!

 

Kalau dilihat secara teknis mungkin sulit untuk memahami kinerja Link-type suspension, karena bakal banyak sudut (°) dan angka-angka yang bermain disana. Tapi masih ada koq penggambaran yang lebih sederhananya. Yuk, coba sama-sama kita imajinasikan ya…

Brosist pernah membuka tutup botol menggunakan alat pembuka botol – yang tinggal ‘ceklek’ kemudian terbuka? Pastinya pernah dong! Nah, dalam proses kerja alat tersebut akan terbagi menjadi 3 momentum: tenaga yang dikeluarkan tangan, momentum yang disalurkan via pembuka botol, serta tenaga yang dihasilkan di tutup botol tersebut. Sudah mengerti? Oke, sekarang coba kita bayangkan kalau tutup botolnya langsung dibuka pakai tangan, apa yang terjadi? Yup! Pasti efek momentum yang diterima tangan kita bakal lebih besar tuh Brosist…

 

Linked Suspension

Perhatikan pergerakan Linked Suspension (Uni-TRAK) diatas…

 

Nah, prinsip kerja Link-type Suspension sedikit banyak sama dengan alat pembuka botol tersebut… Anggap saja tutup botol dan ujung alat pembukanya sebagai gaya yang dihasilkan pergerakan swingarm (saat melewati lubang, polisi tidur, dll) > alat pembuka botolnya sebagai link penghubung > serta tangan kita adalah bantingan suspensi belakang. Kemudian, anggap saja jika kita membuka botol tersebut tanpa bantuan alat adalah tipe monoshock standar yang langsung menempel ke swingarm… Pastinya sudah lebih paham kan sekarang?

Yup, gaya yang dihasilkan saat swingarm naik-turun tentu bakal sama antara motor yang pakai Link-type suspension ataupun monoshock standar. Bedanya, di motor yang menganut system link mampu mentransfer momentum tersebut ke penghubung (joint), sebelum kembali disalurkan ke suspensi belakang. Efeknya, momentum yang diterima suspensi belakang bakal dikurangi tuh Brosist… Dan kalau momentumnya dikurangi, maka artinya pantulan suspensi belakangnya juga jadi lebih minim deh! Apa efeknya ke motor Kang Eno? Yup! Pantulan (membal) suspensi belakangnya jadi lebih stiff, plus nggak lebay.

 

Linked Suspension

Perhatikan seksama Animasi Linked Suspension berikut…

 

Karena bagian ini adalah yang tersulit dari penjelasan Link-type Suspension… So, EA’s Blog sarankan Brosist membacanya berulang-ulang sampai paham prinsip kerjanya. Bukannya tanpa alasan, pasalnya pembahasan kedepan tentang tipe dan karakteristik Link, bahkan sampai Hub-Centre Steering (Forkless Suspension) pun ada hubungannya lho!

 

Fungsi Linked Suspension

 

 

Dari pembahasan poin sebelumnya, akhirnya kita ketahui bahwa Linked Suspension mampu mengurangi efek momentum yang diberikan swingarm ke suspensi belakang… Lantas apa fungsinya? Tentu saja banyak!

 

Pro-Link Suspension

 

Pertama, Linked Suspension mampu mempermudah para R&D untuk menemukan karakter pantulan shock belakang yang tepat… Maksudnya, bisa dibuat lebih stiff (kaku) ataupun lebih soft (membal), sesuai karakter yang diinginkan – tanpa membutuhkan suspensi hi-tech yang harganya fantastis bin amazing. Karena prinsipnya, ubahan sedikit saja pada link penghubung, bisa memberikan efek berbeda ke shock belakang.

Kedua, Linked Suspension juga bisa membuat handling motor saat melewati kontur jalan yang bergelombang (beton contohnya), serta saat keluar masuk tikungan jadi lebih baik… Hal ini disebabkan oleh pantulan suspensi belakang yang mampu diredam sedemikian rupa oleh Link penghubung. Istilahnya, jadi nggak terlalu mentul-mentul deh! Karakter seperti ini bakal berguna di kancah balap On Track dan balap Trail sekaligus, yang sangat mengandalkan kemampuan suspensi.

 

Drysdale V8 Linked Suspension

Hayooo, coba cari dimana suspensi belakangnya…? (Drysdale V8)

 

Ketiga, Link-type Suspension juga memudahkan para desainer agar leluasa mendesain bagian frame dan swingarm… Karena nantinya posisi monoshock nggak cuma bisa ditempatkan di area bawah sub-frame seperti di motor-motor yang beredar di Indonesia saja – tapi juga bisa ditempatkan menyamping, tegak lurus, bahkan selonjoran dibawah mesin pun bisa tuh Brosist. Para desainer & engineer tinggal membuat struktur link yang mumpuni, agar suspensi bisa bekerja seperti model link konvensional.

Dan dengan poin keunggulan ketiga tadi, bakal mengerucut ke keunggulan selanjutnya… Yakni para engineer bisa leluasa melakukan optimasi mesin, tanpa takut kehabisan space di frame motor tersebut. Masalah seperti ini biasanya ditemui di konfigurasi mesin V-engine (V-Twin, V4 ataupun V8) yang makan banyak ruang tersendiri di area sasis/frame.

 

 

 

Well… Masih banyak lagi pembahasan tentang Linked Suspension yang bakal kita bahas bersama via rubrik Tech Talk ala EA’s Blog. Tapi untuk sementara kita sudahi sampai di prinsip kerja dan fungsinya dulu yaa Brosist… Karena bakal memusingkan jika kita bahas langsung. Untuk selanjutnya, kita bakal bahas semua serba-serbi tentang motor-motor yang menggunakan Suspensi plus Link ini, termasuk yang suspensinya nyentrik seperti Yamaha MT-01, Drysdale V8, Suzuki RMX500 sampai Tularis 800 2T yang fenomenal. So, stay tune bareng EA’s Blog…!

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

 

Advertisements

48 comments

  • adie

    keren kang, ane suka ni artikel kaya gini jadi nambah ilmu n jadi lebih tau tentang motor yng ane naikin bukan cuma bisa naikinnya doang… akakakka… 😀
    Teruskan kang… 🙂

  • Mumet kang..hahaha…

  • vario Sumedang

    Nah baru dapet pencerahan, walaupun masih remang remang,, saya mah harus sambil praktek kang biar lebih ngerti,, 🙂
    Pro link yang biasa aja kurang faham, apalagi yang exotic kayak drysdale v8,,

    • enoanderson

      Kayaknya kudu bikin video penjelasan + simulasi ya biar jauh lebih gampang… sayang, saya mah apa atuh gk punya perlengkapannya euy 🙁

      • vario Sumedang

        Oot,, btw kemarin kan mampir warung sebelah, isi nya bahas orang indo yang main di gp 500,, nama pembalap nya sony apa gitu yah lupa, emang beneran ada kang? Mohon pencerahan nya kang,

        • enoanderson

          Sony Saksono itu ya? Pernah baca juga sih kang, boleh deh masuk list pembahasan saya…

          • Irfan Ismail

            Pernah baca artikel Sony Saksono ini di motorplus jaman saya SMA dulu keknya. Kalau gak salah nama beliau diabadikan di salah satu tikungan di eropa sana (sekali lagi kalau gak salah), dan ada semacam peringatan dengan menyalakan lilin atau apa gitu di hari meninggalnya beliau ketika balap.

  • ayas

    baca 2 kali masih belum paham. gak pernah naik motor yg pake link sih, jadi gak tahu bedanya. kalo pake link jadinya lebih stiff gitu kang eno ? jadi lebih “glodakan” atau jadi “stiff tapi empuk”?

    • enoanderson

      kalo feelnya pas ketemu lubang pasti jadi glodakan kang, tapi nggak separah suspensi batu…. Efeknya ya jadi jauh lebih mantep handling + stabilitasnya 😀

  • Dimsss

    nicee infoo jadii pahamm ternyata guncangan swing diteruskan lewat perantara link, jadii guncangan biisa teredam tidak langsung terasa oleh rider……..

    • enoanderson

      Soalnya kalo guncangan dikit langsung bikin monoshock mantul, pasti bakal aneh banget rasanya kang… motor kayak serasa ‘ngebuang’ gitu

  • Ceberus

    Emang kerasa banget kang bedanya, yg pake link lebih stabil saat keluar/masuk tikungan.. sering nyoba sih pake cb 150 & tiger.. xD

  • virus

    joss…saya jadi tambah bingung..hehe
    tapi keren, daripada cuma bahas merk2 motor yg mau keluar….*ups

    • enoanderson

      Ngahahaha, susah banget ya ternyata… saya juga bingung ngegambarin prinsip kerjanya biar gampang dimengerti euy 🙁

  • Joko

    nice picture and article kang eno.
    Buatin artikel & gambar serta penjelasan suspensi pada motor2 motoGP nah. Penasaran sepertinya di motor Honda ada system suspensi/shock absorber nya cuman melekat di swing arm saja dan 1 ujung suspensi bawah yg melekat pada frame.

    • enoanderson

      Honda Unit Pro-Link yang di Fireblade ya? Dia unik karena cuma link & rocker link nya aja yang nyambung ke frame tuh

      • Joko

        Yup.

        sama yg kayak di motoGP.
        request gambarnya juga ya kang.
        Mungkin bisa dibuat experiment untuk motor semprot jadul.

        • enoanderson

          MotoGP season 2011-2014 sih banyak gambarnya kang… Tapi kalo musim ini pasti sulit dicari gambar konfigurasinya 😀

  • bagolmeong

    Suzuki RGR 150 udah pake…

    • enoanderson

      Made in Indo bukan sih kang? Kalo iya boleh buat koreksi nih…

      • bagolmeong

        Hmmmmmm… Kurang tau ya kalo itu. Tapi yg jelas las2an framenya jelek banget. Wakakakakak. Tapi serius deh gw inget banget itu suspensi full floatingnya RGR. Trus kalo dah berumur bunyi kiet kiet kiet gitu. Brisik banget. Dan gw inget kuping shocknya gw sambung panjangin di tukang las biar pantatnya agak naik nungging dikit. Soalnya amblesh…

  • Kurosaki Ichigo

    Artikel lanjutannya jangan lama” kang.. Ane dari dulu emang udah penasaran sama sistem link ini.. Cuma belum dapat penjelasan yang menggembirakan selain baru baca artikel ini.. Joss dah.. Pasti pada ngerti kok.. Bahasa Kang Eno mudah dipahami…

    • enoanderson

      Ngahahahaa, kalo yang dasarnya ini sudah pada ngerti, insyaallah bakal gampang ngerti soal tipe=tipe linked suspension sampai ke Hub centre steeringnya juga… Jadinya saya juga lebih gampang jelasinnya 🙂

  • mordo

    mantep kang artikelnya, out of the box

  • Just Call "Dika"

    posting azib kang Eno jos gandos.

    tuh model Kawasaki KR500 sama kaya KTM RC8 model linkage. mengadopsi mobil jadul yang masih pake OHV noken as yang pake batang buat gerakin rocker armnya

    • enoanderson

      Dulu yang beginian populer banget tuh sama Suzuki RMX500 Full-floater kang. Memang sepertinya KTM basicnya dari Dual-sport & Enduro sih ya, jadinya sistem linknya memang keren2

  • Kan tdi dibahas adanya bearing ya mang?? Klo misal bearingnya rusak apakah harus diganti sepaket atau cman bearingnya doang??

  • Assasin

    Maaf kang eno, apa pernah di kupas tentang pneumatic valve motogp?, atau jenis” valve yang ada di dunia otomotif?. request kang klo boleh hehehe…

    • enoanderson

      Pneumatic belum kang, yang saya tahu dan pahami sih itu pengganti mekanisme per klep di mesin MotoGP… Makanya meskipun stroke nya tergolong panjang, tapi mesinnya tetep mampu berkitir sampe 16-18K RPM.

      • Assasin

        Di bahas donk kang lumayan nambah wawasan, setau ane ducati GP16 pakai desmodromic bisa berkitir di rpm yang lebih tinggi di bandingkan dengan honda RC213V yang pakai pneumatic dan yamaha M1 di motogp (maaf kalau salah kang), dan baru” ini baca artikel mas taufik, KTM RC16 bisa berkitir di RPM yang lebih tinggi dari Ducati GP16…, tuh pakai valve jenis apa lagi ya kang?

  • doremi

    terimakasih suhu pencerahannya
    semoga banyak lagi artikel berguna seperti ini
    gak mulu bahas market share kyk warung yg itu tuh ups

    • enoanderson

      Sebenernya market share itu penting kang buat info kita semua, yang jadi masalah itu penyajiannya menurut saya…

  • Saya masih bingung sama monoshocknya Panigale kang, itu bisa nunduk kedepan gitu ya, bisaan desainernya ngeracik link nya wkwk

    • enoanderson

      Belum lihat Monoshocknya MT-01 atau yang di patent terbaru Kawasaki ya kang ? Dia lebih gokil lagi menurut saya, wkwkwk

  • B lmp

    Artikel yg tidak berbau sales
    Ini Arikel berguna buat penyuka otomotif.. komentator tambah wawasan..sipps bgt kank..
    Beda sma bloger kondang mah spion bsa muter 1000drajat wae sampe jadi tema khusus
    Sebut saja bloger sales…

  • haris triat

    Mumet kang

  • Silentrider

    absen kang eno…mantap nih artikel.
    Lanjut ke bagian depan motor…USD vs teleskopic..

    Ama nambahin spesies pemotor”SELONONGmous GANGbangtius” (pemotor yang keluar dari gang kecil langsung ngeloyor) wkwkwkwkwk…

  • fari.fairis

    thanks, kang..

  • 3x sy bacanya biar masuk dikepala, hahaha

  • Om, ada artikel tentang perhitungan sudut2 linknya ga, klo mau d bikin soft atau hard, bwt monoshock yg pake link

Tinggalkan Balasan