Faktanya, Kita Memang Menyukai (MotoGP) Entertainment!

MotoGP Insiders

 

Masih mengira ajang balap MotoGP adalah adu kemampuan antara pebalap beserta power motor dan teknologinya yang dahsyat? Well, nggak salah sih… Tapi sejujurnya itu cuma yang terlihat di permukaan saja. Masih banyak hal tersembunyi dibalik MotoGP yang bisa membuat para fansnya ogah berpaling… Bahkan sampai membuat mereka rela saling sindir, debat, adu jotos, adu banteng, adu kambing (dan hewan-hewan lainnya) – demi rider idola yang mungkin kesempatan bertemunya nggak sampai sekali seumur hidup. Mengapa? Karena faktanya, kita memang suka sisi entertainment dari Balapan itu sendiri…!

 

MotoGP Insiders

 

Nggak koq, EA’s Blog nggak sedang bahas soal skandal & kontroversi MotoGP musim lalu (2015) antara Valentino Rossi vs Trio Spanyol… Mulai dari Valentino Rossi Effect lah, Duel Italia vs Spanyol lah, Konspirasi HRC lah, Settingan DORNA agar seri terakhir makin seru lah, Inilah, Itulah, dan lain sebagainya. Kenapa? Karena sekalipun salah satu diantara teori diatas memang benar – yang secara nggak langsung bakal menunjuk rider tertentu jadi juaranya – Itu jelas nggak termasuk definisi kategori “Sport” yang sesungguhnya. Entertainment? Maybe Yes… Sportif? Hell No!

Kalau Brosist mau lihat ‘script’ entertainment yang bakal terjadi di MotoGP, bisa koq! Silahkan deh baca-baca lagi rules a.k.a peraturan yang jadi dasar perlombaan balap motor sejagad ini. Regulasi yang tiap tahun semakin ketat, Pembatasan development disana-sini, hingga “Kemudahan” yang ditawarkan untuk Tim Privateer dan Satelit – adalah beberapa contoh yang EA’s Blog maksud… Eh tunggu dulu deh, bukannya itu namanya curang ya?

 

 

MotoGP Insiders

 

Koq curang sih Kang Eno? Loh sekarang EA’s Blog balik tanya deh ke Brosist sekalian: Kalau menghentikan laju inovasi serta pengembangan suatu tim supaya bisa setara dengan tim lain yang minim kreatifitas itu apa namanya? Minta dikasihani supaya adil ? Berarti sama saja dengan ‘cheating’ kan…!? Bukankah keadilan punya definisi semua mendapat hak dan perlakuan yang sama ? Kalau di bahasa cabang olahraga, itu namanya adalah Sportif = Sport = Fair Game…

Jika alasannya demi mempermudah tim open class / satelit bisa ikutan di kancah MotoGP, Membuat setiap balapan berlangsung menarik di mata penonton, serta Menghadirkan animo tinggi karena balapan yang sulit diprediksi… Nah, itu namanya ENTERTAINMENT!

 

 

 

Setelah membaca poin-poin diatas tadi, apakah ada Brosist yang sadar kalau saat ini lebih menikmati unsur Entertainment ketimbang Sport (MotoGP) nya ? Well, Tenang saja… Soalnya hampir semuanya demikian koq, mungkin termasuk EA’s Blog juga. Karena kalau nggak ada sisi entertainment-nya, pasti ajang balap motor sejagad ini jadi nggak asik lagi buat ditonton… Atau mungkin nanti namanya bisa diganti jadi Honda vs Yamaha GrandPrix, wkwkwkwk.

Yang penting, jangan lagi berharap bakal ada terobosan-terobosan mutakhir yang menggemparkan semisal Oval-Piston, Turbo/Supercharged, ataupun Elektronik Fantastis kedepannya… Kalau nggak mau nasib MotoGP cepat berakhir. Karena toh yang dicari adalah serunya overtake, kecerdikan serta kemampuan masing-masing pebalap untuk ‘mengakali’ regulasi tersebut bukan? So, meskipun sekarang Brosist sudah paham rahasianya… Yang penting: Nggak usah terlalu difikirkan! Just enjoy letting your inner caveman out to wave his arms and grunt at the TV.

 

MotoGP Insiders

 

Inspired by : The High-Sider Editorial – That ‘Sport’ Entertainment

 

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

 

18 comments

  • miirr

    Kepikiran aja euyy sampe kesitunya kangg..

    • enoanderson

      Itu kan di akhir artikel ada note nya kang… Inspired by:….
      Soalnya semalam baca2 editorial & pemikiran bule, isinya asik banget, yowes saya tulis dengan modifikasi disesuaikan sama kondisi fans motogp indonesia

  • bagggong

    kalo saya sih lebih milih entertainment kang meskipun ada “semacam script”, asal jangan terlalu scripted sih,

    contoh yang sama2 sport, UFC ane yakin ada script nya, siapa yang dijadikan superstar, tapi script nya tidak dominan, sedangkan WWE? jalannya pertandingan pun scripted, jd kek sirkus, hahahaha

  • ayas

    hmm, setelah mbaca artikel sampeyan saya jadi sadar kalo regulasi motogp ternyata “curang”, tapi kalo nggak gitu ntar jadi turing sendiri2, gak jadi balapan, penonton bosen, motogp sepi, dorna bangkrut. pabrikan pengen bikin motor yang terbaik, pembalap pengen ngibrit finish duluan, penonton pengen aksi salip-salipan yang seru, regulasi dibuat sebagai kompromi dari keinginan2 tersebut. tapi emang ujung2nya unsur entertainmentnya emang kuat banget.

    • enoanderson

      Komentarnya bener semua kang, tapi minus 1 hal: kita tinggal pura2 nggak tahu, dan enjoy nonton aja depan TV, wkwkwk…
      Kecuali kalau udah terlalu aneh2, baru deh kita komentar 😀

  • doremi

    makin menghibur makin banyak sponsor yang masuk
    kalo banyak sponsor dan iklan yang masuk yah tau sendiri lah…

  • dimdim

    Ya aku TAHU tetapi aku diam saja (sambil nunjuk tahu bulat).

    Yapz karena kita akan lebih nyaman jika tdk tau, makanya pura2 gak tau ajah..

  • Ceberus

    Ngomongin piston oval jadi keinget sama honda rc series di artikel ente kang.. coba aja moto gp dibebasin pengembanganya kek jaman dulu.. pasti pabrikan yg ikut serta bakalan nemuin sesuatu yg baru kek oppah soichiro.. moto gp sekarang terlalu monoton menurut saya.. 😀

  • an.asiandude

    Ya motogp itu stgh sport dan stgh hiburan. Ada FIM sebagai badan di sisi sport dan ada Dorna di sisi entertainment dan komersialnya. Jadi ga perlu trlalu fanatik jg sbenernya.

    Tapi memang sisi scriptnya sangat halus, berpuluh2 taun gasadar. Beda sama WWE yang dr dulu kita nyadar shownya trnyata settingan.

    Mgkn acara sport yang paling murni sport ya semacam olympic ataupun games sejenisnya

  • john rambo

    Nggak usah piston oval dll…wong skrg aja rcv sm m1 harus pake ecu sama…jadi kpikiran….harusnya diseragamkan juga smua pake pneumatic hahahaha

Tinggalkan Balasan