Advertisements

Ducati Monster 400, Sang Ikon Membumi!

 

Ducati Monster 400

 

Kalau Brosist tanya EA’s Blog seputar Naked-bike favorit, jawabannya simpel: Ducati Monster – series! Bukan karena berpower badak bak BMW S1000R, bukan juga sosok yang bisa “menari” diatas aspal layaknya Honda CB1000R – Tapi lebih karena soul, styling, dan originalitasnya yang belum tergantikan… Silahkan cek Naked-bike diluaran sana yang pakai frame trellis, dijamin ujung-ujungnya bakal disebut “monster-wannabe”. Dan sedihnya, ZED (Kawasaki Z250SL) milik saya adalah salah satu ‘korban’nya.

 

Sayangnya, Ducati selalu diidentikkan dengan moge berharga fantastis, begitupun dengan klan Monster-series nya… Lebih cocok menghuni alam khayalan EA’s Blog ketimbang garasi rumah yang masih terbuka lebar. But (this is big but), sosok yang satu ini mungkin pengecualian bagi kalimat yang diutarakan sebelumnya: Ducati Monster 400!

 

Ducati Monster 400, The Origins!

 

 

Ducati Monster 400

 

Sekitar 23 tahun yang lalu saya dilahirkan Ducati Monster pertama (M900) hadir ke muka bumi. Diplot sebagai versi naked dari 900SS, moge fenomenal karya Miguel Angel Galuzzi tersebut juga menandai kebangkitan Streetfighter Eropa yang telah lama mati suri sepeninggal produsen asal Inggris… Setelah mendapat kesuksesan signifikan, mendadak demam bussinessman pun menjangkiti direksi pabrikan “Borgo Panigale” – yang kemudian merilis Monster 600 di tahun 1993 dan Monster 400 setahun setelahnya. 2 Monster terbaru yang berbeda kapasitas (dan market) tapi punya part yang sebenarnya masih mirip-mirip.

 

Berbeda dengan M600 yang ditujukan sebagai versi terjangkau dari saudara terbesarnya M900, Ducati Monster M400 ditujukan khusus untuk Italia serta pasar yang punya masalah di pajak moge yang tinggi – Yang kebanyakan berada di regional Asia: Jepang, Indonesia, Taiwan, dll. Buat Brosist yang sering mantengin artikel Historical Bike EA’s Blog tentang Ducati 400SS, Nah! Ceritanya kurang lebih sama persis, hanya saja sasaran pasar Ducati Monster 400 lebih luas…

Mungkinkah karena fans Naked-bike lebih banyak ketimbang Sportbike? Ah, sepertinya cuma feeling EA’s Blog saja yang lagi diospek jadi Fansboy naked gara-gara si ZED, wkwkwk. . .

 

Ducati Monster 400

 

Setelah mengarungi Asia-Eropa selama 1 dekade lebih, akhirnya Ducati Monster 400 resmi stop produksi pada tahun 2006 silam. Sebagai gantinya, pabrikan asal kota Bologna tersebut mem-plot Monster 620 sebagai produk andalan di kelas entry-level… Dengan discontinuenya sang monster, otomatis tak ada lagi produk Ducati yang mengisi kelas 400cc – sebelum akhirnya diisi kembali oleh Scrambler Sixty2 tahun 2015 kemarin.

 

 

The Italian Taste

 

 

Ducati Monster 400

 

Secara spek ataupun tampilan, Ducati Monster 400 jauh berbeda dengan apa yang ditawarkan oleh Sport 400cc Jepang – yang juga sudah EA’s Blog bahas komplit di serial Battle of 400cc Sportbike. Nggak ada yang namanya Frame twinspar gambot, Bodywork ‘kotak-kotak’, apalagi mesin Inline-Four dengan sensasi High RPM nya. Nggak, nggak bakal ditemui… Gantinya, kita bakal mendapatkan Trellis-frame, Suspensi yang lebih advanced (depan Marzocchi Upside-down & belakang Boge monoshock), serta Rem yang disuplai langsung oleh Brembo. Memang terasa overkill untuk kapasitas mesinnya, tapi satu hal yang pasti: Everyone Loves It!

 

Seperti yang sudah dijelaskan di point pertama, banyak terdapat common parts antara Ducati Monster 400 dan saudaranya M600 (yang sekaligus jadi alasan kenapa speknya terasa overkill)… Diantaranya frame, suspensi, pengereman, kaki-kaki, bodywork, area kemudi sampai beberapa part mesinnya juga lho! Dan karena dijual di beberapa regional sekaligus, jadi jangan heran kalau Brosist menemui perbedaan untuk penyesuaian pasar… Contohnya, Penggunaan Dual-Disc Brake untuk pasar Jepang dan Single Disc untuk regional lain, serta penggunaan Injeksi Magneti-Marelli di beberapa model (MY) 2002 keatas.

 

Ducati Monster 400

 

Ngomongin soal mesin… Untuk sektor jantung pacunya sendiri, Ducati Monster 400 dibekali mesin 90° L-Twin, Desmodromic 2-Valve per Cylinder dengan penyuplai BBM karburator Mikuni 38mm. Mesin ini masih satu basis dengan Monster 600 namun punya stroke yang lebih pendek, sehingga menghasilkan kubikasi 398cc. Dan karena masih satu basis dengan sang kakak, otomatis Monster 400 pun “kelimpahan” beberapa part yang nyeleneh dikelasnya, seperti Belt-driven camshaft…

 

Meskipun masih mengusung pendinginan Air-Cooled (yang somehow berasa tradisional), tapi power yang dihasilkan Ducati Monster 400 masih bisa diandalkan… Powernya diklaim mampu tembus 43 HP plus torsi yang cukup menggigit di angka 33 N.m – bahkan masih bejaban melawan motor 300-400cc masa kini. Kalau dibanding Sport legendaris Jepang Kang Eno? Tentu lebih inferior ketimbang power Sportbike Jepang yang berada dikisaran 53-59 HP, namun untuk urusan torsi dan akselerasi? Ceritanya bisa jadi bakal berbeda, seperti halnya 250cc Single vs Twin.

 

 

Kalau penjelasan EA’s Blog masih belum komplit, Nah mending langsung aja deh pelototin Spesifikasi Ducati Monster 400 berikut ini :

 

Manufaktur : Ducati

Model : M400 Monster

Tahun Pembuatan : 1994 – 2006

 

Engine : 4-Tak, Air Cooled, 90º L-Twin (2 Silinder), Desmodromic 4-Valve

Bore x Stroke : 70,5 x 51 mm

Kapasitas Slinder : 398 cc

Rasio Kompresi : 10 : 1

Sistem Penyuplai BBM : Mikuni BDST 38

Transmisi : 5-Speed

Max Power : 42 HP @ 10.500 RPM

Max Torsi : 33 N.m @ 7.500 RPM

 

Jarak Sumbu Roda : 1.430 mm

Tinggi Jok : 770 mm

Berat Kosong : 174 Kg

Kapasitas Tangki BBM : 16 Liter

 

Frame : Steel – Tubular Trellis Frame

Suspensi Depan : 40mm Marzocchi Upside Down Fork

Suspensi Belakang : Boge Monoshock, Adjustable Preload & Rebound

Rem Depan : Cakram Hidrolik, Disc 320 mm, Kaliper Brembo 4 Piston

Rem Belakang : Cakram Hidrolik, Disc 245 mm, Kaliper Brembo 2 Piston

Ban Depan : 120/60 – VR17

Ban Belakang : 160/60 – VR17
 

 

Well. . . Di tengah kebangkitan pasar motor dibawah 500cc yang makin menggila (kalau di eropa disebut A2-bike), IMHO Ducati Monster 400 adalah jawaban bagi pabrikan Italia ini untuk memperbesar market share. Meskipun sudah ada Scrambler Sixty2 yang terbukti brilian, tapi Monster 400 tetaplah jadi ikon terbesar yang layak untuk “membumi” kembali…

 

Sebagai tambahan, Karena pernah masuk ke pasar Indonesia secara resmi, otomatis keberadaan Ducati Monster 400 pun bakal makin mudah ditemui ketimbang 400cc Jepang lain yang statusnya ‘abu-abu’. Di beberapa situs jual-beli lokal, EA’s Blog juga pernah menemui listing iklannya koq! Kalau nggak lupa, harganya 90 jutaan keatas… Jangan suruh saya beli dan review plus-minusnya yaaa, kecuali ada yang mau mendonasikan uang sebesar itu, wkwkwk…

 

Ducati Monster 400

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist…

 

 

Ducati 400SS

Ducati 400SS, Si Mungil ala Italia !

 

Ducati 916

Ducati 916, Motor Legendaris Karya Desainer Kelas Dunia !

Ducati Cruiser 7

Ducati Cruiser, Skutik Eksotis Ala Pabrikan Merah !

 

Elenore V8 2

Ducati Elenore, V8-Engined Borgo Panigale !

 

Tornado Tre 900 Main Article

Benelli Tornado Tre 900, Trully Passion of Italian Superbike !!

 

Aprilia Moto 6.5 2

Aprilia Moto 6.5, Si Tampang Aneh dari Pabrikan Berkelas !

 

MV Agusta 500-6 7

MV Agusta Bialbero 500-6, Kegilaan 6 Silinder Negeri Pizza !

Advertisements

11 comments

Tinggalkan Balasan