Advertisements

Spesial : A Story of American MotoGP Heroes !

 

Nicky Hayden with US Flag

 

Tenang, Nggak ada tameng berlogo bintang atau manusia berjubah besi koq… Bukan juga soal perang sipil ala Hollywood, Jauh. . . Nah, Karena kita bakal segera disuguhkan aksi pebalap MotoGP 2016 di GP Austin, Amerika Serikat sesaat lagi… So, Mari kita bahas seputar balap GrandPrix tersebut. . . Pastinya, Bukan soal prediksi dan perhitungan siapa yang bakal menang, Bosen ah…! Tapi soal catatan gemilang pebalap negeri Paman Sam di ajang balap motor sejagad… Yes, This Is A Story of American MotoGP Heroes !

 

 

Pat Hennen

Pat Hennen, Team Heron-Suzuki

 

Secara resmi, Ajang balap Motor GranPrix dimulai sejak tahun 1949, Atau 4 tahun setelah kemerdekaan Indonesia… Buat yang senang pantengin Artikel Historical Bike ala EA’s Blog, Mungkin sudah tak asing dengan nama Leslie Graham yang keluar sebagai juara dunia WorldGP untuk pertama kalinya. . . Tapi, Gimana kisah pebalap asal Amerika ??

Yup, Meskipun balapan sudah dimulai sejak tahun 1949, Tapi catatan gemilang rider Negeri Paman Sam baru hadir 3 dekade setelahnya… Adalah Pat Hennen, Rekan setim Barry Sheene di Suzuki yang berhasil jadi Rider Amerika pertama yang keluar sebagai Juara Seri GP Finlandia, di musim 1976. . . Namun, Yang paling diingat oleh para pecinta MotoGP tentu adalah kiprah Kenny Roberts Sr. . . .

 

Kenny Roberts Sr.

Kenny Roberts Sr. , With Legendary Yamaha Livery

 

Musim 1978, Rider jebolan balap Dirt-Track ini sukses merebut gelar Juara Dunia WGP di musim pertamanya bersama Yamaha ! Sontak, Publik amerika pun langsung “Mendadak GP” yang diikuti dengan kesuksesan produk Yamaha di pasaran bersama Livery Kuning-Hitam yang legendaris. . . King Kenny tak hanya sukses jadi Juara Dunia GP pertama dari Amerika… Tapi juga memulai sebuah dinasti, Dinasti kejayaan Sam’s Army of MotoGP !

 

Randy Mamola HB Suzuki

Randy Mamola, Team HB-Suzuki

 

Sukses jadi juara dunia 3x beruntun musim 1978-1980, King Kenny sempat mendapat ujian dari rider sesama Amerika, Randy Mamola… Meski tak sekalipun jadi juara, Tapi rider yang sempat jadi komentator program TV ini sempat merasakan runner-up selama 4 musim. . . Tapi, Itu belum jadi tantangan terberat Kenny Roberts Sr. yang jadi pionir kesuksesan pebalap Amerika… Semusim sebelum hengkang dari MotoGP tahun 1984, King Kenny mendapat perlawanan sengit dari sesama pebalap Amerika, Yang sekaligus menandai awal dari sebuah era pebalap muda bertalenta di MotoGP, Freddie Spencer. . .

 

Freddie Spencer

Freddie Spencer, Team Honda-HRC

 

Persaingan antara King Kenny vs Freddie Spencer juga sukses jadi salah satu battle paling memorable di kancah WGP… Anak muda asal Louisiana tersebut berhasil jadi juara dunia WGP 1983, di usia yang baru genap 21 tahun ! Sebuah rekor fantastis yang baru bisa dipatahkan 3 dekade kemudian, Oleh pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, di tahun 2013. . . Tak hanya itu, Freddie juga berhasil merebut 2 juara dunia sekaligus di tahun 1985, masing-masing di 2 kelas teratas : 250 cc & 500 cc… Sebuah rekor yang baru ditemui sejak era 60 – 70’an, Dan somehow belum mampu disamai oleh pebalap sekelas Marc Marquez sekalipun. . .

Baca Juga : Marc Marquez Batalkan Rencana Ikut di 2 Kelas GP Sekaligus !!

 

Eddie Lawson

Eddie Lawson, Team Marlboro-Agostini Yamaha

 

Selain Freddie, Ada juga pebalap Amerika lainnya yang mencuri perhatian ! Dia adalah salah satu pebalap yang mempopulerkan trend konsistensi dan menghindari crash (yang dulu selalu bikin cidera), Eddie Lawson. . . Eddie mampu mencuri perhatian publik WGP dengan catatan 3 kali juara dunia bersama Yamaha (1984,1986,1988)… Tak hanya itu, Eddie juga membuktikan diri sukses ketika berpindah ke seteru sebelumnya, Rothmans-Kanemoto Honda ! Dengan jadi juara di musim 1989. . .

 

Wayne Rainey

Wayne Rainey, Team Marlboro-Roberts Yamaha

 

Setelah era dominasi Eddie Lawson berakhir… Hadirlah 2 nama Rider Amerika bertalenta lain yang tak hanya sukses di kancah WGP, Tapi juga sekaligus di hati pecinta balap GranPrix bahkan hingga saat ini. . . Yup, Siapa lagi kalau bukan duel epik antara Wayne Rainey vs Kevin Schwantz ! Lebih spesial lagi, Karena mereka membela 2 tim yang berbeda : Yamaha & Suzuki… Dengan karakter motor yang jauh berbeda, Dan style riding yang sama-sama memancing adrenalin penonton, Persaingan pun semakin memanas. . .

Rainey bersama Yamaha yang terkenal dahsyat, plus Kenny Roberts Sr. sebagai mentornya berhasil mengklaim Juara Dunia 3 musim beruntun di tahun 1990-1992 ! Sayang, Menjelang akhir musim 1993 Rainey harus mengalami insiden tragis di Sirkuit Santa Monica (sekarang San Marino), yang menyebabkan kerusakan sumsum tulang belakang, sekaligus menandai pensiun dininya Rider asal California tersebut. . . Di Musim ini, Akhirnya Kevin Schwantz berhasil jadi Juara Dunia bersama Suzuki. . .

 

Lucky Strike Kevin Schwantz

Kevin Schwantz, Team Lucky Strike – Suzuki

 

Kevin Schwantz adalah pebalap bertalenta Amerika terakhir, Dari sebuah dinasti setelah era kesuksesan Kenny Roberts Sr. … Style balap “do or die” miliknya justru jadi bumerang tersendiri (meskipun dicintai penonton), Lantaran berujung pada inkonsistensi nya pebalap yang satu ini karena sering terlibat insiden yang berujung cidera. . . Puncaknya, Di musim 1995 pebalap asal Texas ini terpaksa mengumumkan pensiun lantaran Cidera yang datang silih berganti… Yang sekaligus menandai akhir dari sebuah dinasti, Yang membanggakan Amerika dengan dominasi pebalapnya yang luar biasa. . .

 

Kenny Roberts Jr

Kenny Roberts Jr. Team Telefonica Movistar Suzuki

 

Setelah era Schwantz berakhir, Hadir seorang nama yang tiba-tiba mengundang perhatian… Ia adalah putra dari pionir pebalap tersukses Amerika, Kenny Roberts Jr. yang sukses merebut gelar juara di Musim 2000. . . Sekaligus akhir dari era GP500 2-Tak yang telah membesarkan nama GranPrix, Dan berpindah ke teknologi mesin 4-Tak 990cc – Yang kemudian kita kenal dengan nama MotoGP. . .

 

Nicky Hayden Victory

Nicky Hayden, Team Repsol Honda

 

Di era MotoGP, Sisa kejayaan Pasukan Negeri Paman Sam seolah hilang tak berbekas… Yang paling mengundang perhatian mungkin hanyalah tangisan haru Nicky Hayden yang jadi Kampiun MotoGP musim 2006, dengan konsistensinya. . . Setelah itu, Hampir tak ada lagi nama Rider Amerika yang mampu melanjutkan dominasi dari era sebelumnya… Meskipun masih ada beberapa nama pebalap yang mampu naik podium seperti John Hopkins, Colin Edwards & Ben Spies. . . Dan setelah Spies & Edwards mundur dari MotoGP, Praktis hanya tersisa seorang Nicky Hayden yang menjadi satu-satunya pebalap Amerika yang tersisa, Sebelum akhirnya memutuskan untuk berpindah ke WSBK di Musim 2016 ini. . .

Dan untuk pertama kalinya sejak tahun 1975, Di musim MotoGP 2016, Tak ada satupun nama pebalap Amerika yang ikut serta di ajang balap motor sejagad. . . Sebuah kisah tragis dari Dinasti yang mampu menghasilkan 15 titel gelar juara Dunia (MotoGP, 500 & 250 cc), 172 Juara Seri, 466 Podium, 163 Pole Position, serta 167 Fastest Lap. . .

 

Rainey & Scwantz

*Sumber Data : Web Resmi MotoGP

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist. . .

 

Jorge Lorenzo Ducati

Jorge Lorenzo Pindah Ke Ducati ? Sebuah Perspektif…

 

Marc Marquez GP Argentina 2016

MotoGP 2016 : Juara Karet Bundar…

 

Iannone vs Dovizioso GP Argentina 2016

Tabrak Dovizioso, Andrea Iannone Kena Batunya !

 

Marc Marquez

Marc Marquez Juara Race Dramatis MotoGP Argentina 2016 !

 

BMW S1000RR WSBK

BMW Tidak Tertarik Gabung MotoGP !

 

Marc Marquez 2

Tak Mau Kalah Oleh Ducati & Yamaha, Marc Marquez Juga Pakai “Winglet” di Honda RC213V !

 

Casey Stoner Ducati

Casey Stoner CLBK Bersama Ducati ! Tenang, Cuma Jadi Test Rider…

 

KTM RC16 MotoGP 2017

Lebih Detail soal KTM RC16, Jagoan Baru MotoGP 2017 !

 

Berita Konyol MotoGP

Ini MotoGP, Bukan Balap Liar !

 

Rossi vs Marquez #SepangClash

Valentino Rossi Effect ! Sebuah Perspektif…

Advertisements

29 comments

Tinggalkan Balasan