Advertisements

Turbocharger, Penyelamat Otomotif Roda 2 ? (Part 3)

 

Suzuki XN85 Turbo

 

Sebelumnya, Kita sudah bahas soal Turbocharger lengkap dari Prinsip Kerja sampai Kelebihan – Kekurangan – Serta Turbo Modern yang kompleks dan canggih… Kehadirannya seakan jadi jawaban di kancah roda 4, Meskipun banyak juga kalangan “Purist Naturally Aspirated” yang membully habis-habisan. . . Bahkan, Dari beberapa artikel & literatur yang EA’s Blog baca : Turbocharger juga disebut-sebut sebagai sosok “penyelamat” industri otomotif roda 4 ! Silahkan para ahli roda 4 menyampaikan pendapatnya deh, Soalnya saya bukan ahli di bidang tersebut, hehee. . .

Nah, Terus bagaimana soal Penggunaan Turbo di dunia Sepeda Motor ? Seperti apa sih sejarahnya ? Seperti apa konsep penggunaan turbo di masa depan, Baik itu untuk motor berkubikasi besar sampai yang mungil ? Nah, Yuk kita bahas bareng-bareng… Cekidots !

 

Brief History of Turbocharger

 

 

CX500 Banner

 

Turbocharger itu bukan hal baru di dunia sepeda motor… Sekitar 3-4 dekade silam, Industri Roda 2 juga pernah booming penggunaan Turbo. . . Malah, Kalau bicara soal penggunaan Forced Induction (Turbo, Supercharger, sampai Kompresornya langsung secara utuh), Sebenarnya sudah ada dari jaman kakek-nenek saya dulu, Di era 1930 – 1940’an. . .

Dulu, Turbo hanya digunakan sebagai doping power untuk kancah balap… Tujuan & Prinsipnya ya jelas cuma satu kala itu : Power, Power dan Power ! Asal motor bisa kencang, Jos lah pokoknya. . . Beberapa contohnya juga pernah masuk rubrik Historical Bike koq ! Seperti Kawasaki ZX750 Turbo, Yamaha XJ650 Seca Turbo, sampai Honda NR250 Turbo & VT250FTC yang berhenti di tahap konsep. . .

 

Honda CX500 Turbo

Honda CX500, V-Twin + Turbocharged

 

Kawasaki ZX750 Turbo

Kawasaki ZX750, Inline-Four + Turbocharged

 

Terus, Kenapa sih pengembangan Turbocharger di Sepeda Motor koq malah berhenti Kang Eno ? Simple ! Karena dulu yang dicari hanya power, Maka faktor lain yang penting di industri roda 2 pun diabaikan… Durabilitas (Daya tahan) Mesin, Efisiensi BBM, Bobot & Stabilitas, Adalah yang EA’s Blog maksud. . . Kenapa bisa demikian ? Kalau ditanya begitu sih jawabannya juga gampang… Jawabannya karena dulu belum ada elektronik & sensor-sensor canggih yang bisa mengatur segalanya secara otomatis. . . Turbo sepertinya memang sangat tak bersahabat dengan Karburator euy !
Jadi, Ketika mesin Naturally Aspirated (non-turbo) yang mampu mencapai power per capacity (HP / cc), serta Efisiensi BBM yang mumpuni diciptakan tahun 1980-an silam… Maka mesin & konsep turbo tersebut pun ditinggalkan. . . Seperti hukum alam di industri lah ya : Datang Teknologi baru, Yang lama pun ditinggalkan… Padahal kalau Bro-Sist menyimak pembahasan turbo di Part 2 silam, Saat ini turbo bukan cuma urusan mengubah mesin bertenaga kambing jadi bertenaga badak ! Tapi masih banyak juga keunggulan lainnya. . .

 

 

Turbocharger & Konsep Sepeda Motor Modern !

 

 

Honda VT250FTC Turbo

Honda VT250F Turbo Concept

 

Meskipun sudah vakum 3 dekade sejak era terakhir penggunaan Turbo di sepeda motor… Piranti ini jelas nggak boleh dianggap remeh. . . Buktinya, Akhir-akhir ini makin marak yang menjual ataupun memodifikasi motor kesayangannya pakai Turbo… Meskipun biayanya tentu tak sedikit. . .

Namun sayang, Kebanyakan diantara modifikator tersebut hanya mengejar angka power, power, dan power semata… Persis seperti 3 dekade silam ! Sehingga persepsi orang di luaran sana menyebut piranti ini sebagai metode “Buang Duit Demi Power !“. . . Padahal, Fungsi Turbo harusnya bisa lebih dimaksimalkan lagi. . . Contohnya seperti konsep-konsep pemikiran ala EA’s Blog dibawah ini :

 

 

Pasar Global

 

 

YZF R1 Turbo

 

Untuk pasar luar negeri, Yang konon harga mogenya lebih murah dibanding Indonesia (*sedih nulisnya euy), Tentu turbo adalah sebuah masa depan yang cerah ! Saat Superbike 1.000cc bermesin Naturally Aspirated (non-turbo) sudah mencapai “titik jenuh” dengan power 200HP (karena dibatasi juga)… Maka teknologi turbocharger bisa jadi jawaban akan kejenuhan tersebut !

Caranya, Bukan dengan menambah power lebih besar, Bukan itu ! Okelah, Kita boleh anggap angka 200 HP itu sebagai titik maksimal… Terus, Pengembangannya dimana dong Kang Eno ? Yup, Pengembangannya bisa dengan efisiensi ! Entah itu efisiensi jumlah silinder (dari 4-Cyl ke Triple atau Twin), Efisiensi bobot mesin keseluruhan, Efisiensi harga, Serta Efisiensi penggunaan BBM. . .

 

 

Honda CBR600RR Turbo

 

Bagi Brosist yang bertipe purist engine-holics layaknya EA’s Blog, Mungkin wacana ini bakal terasa bak “costdown” gila-gilaan… Ya iyalah, Yang tadinya mesin sophisticated Hi-RPM muosok diganti dengan Mesin Nguingg-Cess Low-RPM ?? Tapi kalau ke-4 unsur efisiensi diatas tadi bisa tercapai, Saya sih nggak sungkan untuk berpindah hati. . . Toh, Disini kita berbicara sebagai konsumen, Bukan fansboy ! Iya nggak ?

 

Bagaimana konsepnya ? Nah ini dia :

 

– Konsep Superbike 600 – 750 cc Turbocharged, dengan Power setara 1.000cc, plus Lightweight & Efisien BBM…

– Konsep Supersport 600 cc Twin-Cylinder Turbo, dengan power setara Supersport Naturally Aspirated, plus Efisien BBM & Harga…

– Konsep Lightweight 400 cc Twin-Cylinder dengan Keunggulan Compact, Terjangkau (setara 650cc Twin masa kini), Bobot Ringan, plus Power diatas 80 HP… Yang paling ditekankan dalam konsep ini hanya Sensasi “Turbo for Everyone” nya koq. . .

 

Nah, Konsep seperti itulah yang EA’s Blog inginkan dalam penggunaan mesin Turbocharger ! Power sama, Tapi feeling keseluruhan beda : Lebih irit, Lebih murah, Lebih ringan, dan lain sebagainya… Revolusioner !

 

 

Pasar Lokal

 

 

Ninja 250 Turbocharger

Ninja 250 Turbocharger

 

Habis omongin Moge-moge di luar negeri, Nggak afdol rasanya kalau belum bahas pengaplikasian Turbo ke motor di tanah air… Eits, Tapi jangan ngarep diaplikasikan ke Motor Bebek atau Skutik Entry-Level loh ya, Biarkan line-up produk tersebut sesuai dengan fungsinya yang murah dan menjangkau kalangan menengah ke bawah. . . Yang kita bicarakan disini, Tentu adalah kelas yang konon disebut sebagai penjenjangan dari “Mocil” ke “Moge” : 250 cc !

Seperti yang sudah sering EA’s Blog bahas di berbagai artikel, Motor 250 cc seakan jadi “limit” untuk user roda 2 Indonesia yang ingin naik kelas. . . Alasannya simple, Banderol motor diatas 250 cc makin tak karuan harganya akibat pajak barang mewah… Jangankan Moge berkubikasi 600 – 1000 cc, Lahwong yang cuma naik secuil seperti 300 cc saja harganya bisa 70% lebih mahal, Opo ora edyan ? wkwkwk. . .

 

 

Honda PCX125 Turbo

Honda PCX125 Turbo Kit

 

Saat ini, Motor 250 cc punya banderol psikologis 40 – 60 jutaan yang termahal, Powernya berkisar antara 28 – 36 PS… Dan seperti yang kita ketahui bersama via Artikel Historical Bike, Dulu sempat ada motor 250 cc 4-Tak yang sanggup memuntahkan power 45 HP (bahkan berpotensi lebih), Tapi saat ini sulit direalisasikan karena cost 4-Silinder dan banyaknya variabel yang menghalangi (torsi payah, harga dijamin tinggi, emisi gas buang, dlsb). . . Nah dengan turbo, Era 250cc super-powerfull tersebut nampaknya semakin berpotensi untuk terulang. . .

Mengail 5 – 10 Horsepower tambahan menggunakan turbo tentunya masuk akal… Bahkan konon pernah ada motor 250cc ditambah turbo, bisa 70% lebih powerfull dari spek standarnya ! Tapi sudahlah, Kita bahas ke yang logis-logis aja. . . Yang lebih penting, Penggunaan turbocharger disini jelas tak cuma difungsikan sebagai pendongkrak power semata… Tapi juga untuk efisiensi di segala lini. . . Kan asik tuh, Punya 250cc Twin-Cyl with Turbo, Power 45HP, Torsi Yahud berkat Variable Turbo, Spek Detail Lumayan, Harga dibawah 80juta, plus Sudah EURO4 & Konsumsi BBMnya bisa 35 km/l (misalnya)… Opo ora ngiler Bro-Sist ?

Ada lagi yang ingin menambahkan konsep motor lainnya yang dibekali Turbo ? Silahkan diutarakan via kolom komentar. . .

 

 

 

Well. . . Walaupun masih terasa sangat jauh sekalipun itu “mimpi di siang bolong“, Tapi tak apalah semoga bisa jadi gambaran bagi Brosist sekalian soal penggunaan Turbocharger di dunia sepeda motor. . . Harapan kita yang utama, Semoga kedepannya turbo bisa menjadi jawaban kongkrit terkait stagnan nya perkembangan industri roda 2… Bukan sekedar “gimmick“, apalagi klaim Teknologi MotoGP yang nggak jelas apa relevansinya. . . Turbo punya potensi, konsep, juga jawaban – Meskipun penggunaannya di roda 2 mungkin masih beberapa dekade ke depan. . .

 

Rumah Keong

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist. . .

 

 

Honda MSX125 Turbocharger

Turbocharger, Penyelamat Otomotif Roda 2 ? (Part 1 : Prinsip Kerja)

 

Yamaha Vixion Turbocharger

Turbocharger, Penyelamat Otomotif Roda 2 ? (Part 2 : Modern Turbocharged)

 

Prinsip Kerja U-Engine (RG500)

The Oldiengine : Mesin U-Engine (Feat V-Engine) !

 

ZXR250 Ram Air

Kawasaki RAM Air System (K-RAS), Doping Power yang Hasilnya Maksi !!

 

Final Drive

Apaan Sih, Plus Minus Final Drive (Penggerak Akhir) Sepeda Motor ?

 

Timing Camshaft

Yuk Kenali Ragam Penggerak Noken As (Camshaft)…. Timing Belt, Timing Chain & Timing Gear !

 

Stan Stephen Yamaha 1200cc V6

Mesin V6 1200cc 2-Tak ala Stan Stephen !

 

Yamaha V8 Engine with Polestar - Volvo 3

Mesin V8 ala Yamaha – Volvo – Polestar, Tembus 650 HP !

 

Gasoline Direct Injection Motorcycle

Gasoline Direct Injection (GDI), Metode Meningkatkan Power & Efisiensi !

 

5 Valve Genesis

Yamaha Genesis, Teknologi 5 Valve per Silinder ….

 

EXUP 2

Teknologi Yamaha EXUP System, Saat Powervalve Bukan Hanya Milik 2-Tak…

 

Mesin 2-Tak Honda Main

Mesin 2-Tak Ramah Lingkungan ala Honda, Mungkin Nggak Sih ?

 

Formula 1 V12

Alasan Saya Tidak Suka F1 Musim Ini…

 

Honda CBX125F RFVC 3

Honda Radial Four Valve Chamber (RFVC), Dulu Disayang Sekarang Dibuang…

 

Mesin 2

Wow, Ternyata Seperti ini Keadaan Jeroan Mesin Motor Saat Bekerja !

Advertisements

60 comments

  • Ammar

    Waduh … kalo iya bisa gitu dibawah 80jt bbm irit +45 hp(terpenting)
    Rela jual 3 motor ane sekarang … ckikikik

  • Bobip

    Kang, bikin artikel dong tentang teknologi DCT (dual clutch transmission) Honda. Apakah mungkin suatu hari nanti di aplikasikan ke motor 150cc kebawah? Maaf komennya teu nyambung jeng artikel… hehe..

    • Boleeehh bangett, kebetulan memang pengen bahas… Gara-gara ada teknologi QuickShifter Aftermarket yg ubah transmisi manual jadi semi-automatic. . .

      • Bobip

        Naah.. sekalian bahas juga tentang quick shifter itu. Apakah motor 150cc yg ada di Indonesia bisa pakai juga?

        • Tapi otak saya biarin ngempos dulu ya kang beberapa hari, Sekalian bikin kerangka artikelnya biar gampang dicerna pembaca… Kalau bahas gitu setiap ghari, Bisa rontok euy ini rambut, wakakakak :v

  • Mobil sudah pindah ke turbo dgn mesin kecil 1-1,3lt pakai turbo setara dgn cc1500. Motor bisa jadi kang eno, tp turbo nya itu harganya masih mahal apalagi spesial desain utk motor

    • Betul kang, Masalah peliknya ya cuma cost development & harga turbonya… Jadi kalo suatu saat turbo udah produksi massal secara factory, Mungkin udah nggak ada lagi problem penggunaan turbo 🙂

  • gs

    Kami suka turbo

  • ridhojms

    superbike jaman skrg pd mentok di 200 HP gara2 regulasi emisi gas buang. ecu & knalpot terpaksa diset ngikutin regulasi tersebut. klo gak dibatasi sbenarnya bisa lebih gan cnthnya
    – mvagusta F4 RC tembus 212 hp (spek mendekati wsbk)
    – desmo rr dan rc213v rs +220 hp

  • *D*

    Kalau boleh tahu, bikin artikel kaya gini dari riset, ngetik sampai siap publish butuh berapa lama kang Eno ?

    • 3 part sekitar 2 minggu kang, Pelajarin materi dulu soalnya biar bisa bikin tulisan yg nggak ngebingungin pembaca (kalo pembacanya pengen tau keknya gampang dicerna, kecuali yg males belajar, wkwkwk). . .

      Yang baca ? Paling juga 200-300 orang, Itu juga harus dibikin 2 halaman biar agak nyenengin hati…. Kalo yg kayak gini, bisa ada 200 orang yg baca juga seneng, Kerasa nggak sia2 ngetiknya 🙂

  • Seta

    Sebenernya bisa gak sih Kang klo mesin turbo itu power delivery nya se smooth mesin NA..? Karena setau saya tenaga mesin turbo itu tenaganya meletup-letup akibat torsinya yg badak..
    Agak sulit ngebayangin MotoGP pake turbo.. Yg ada ban cepet abis.. Hehe

    • Bisa kang, Kalau di motor teorinya : kompresi mesin diturunin pas turbo-off … Atau bisa akalin di gear ratio & final gear, atau bisa sekalian manfaatin turbo lag nya sampai RPM yg lebih tinggi 🙂

      Nurunin – Naikin – Liarin – Smoothin tenaga mesin itu banyak caranya koq kang… Yang sulit itu bikin mesin kencang, irit, rendah emisi, efisien cost, dll, wkwkwk 😀

  • serreniti

    saya rasa cc 250 twin cyl twin turbo berpower 35HP dgn kisaran bobot bersih 160kg sudah cukup mas.. namun penekanannya pada efisiensi bbm dan torsi bisa 11-12 dgn 250cc 1 cyl atau bahkan melampaui, opo ora ngganteng kuwi? 😀
    masuk akal gak kalo diterapkan? jadi harga mahal bkn krn pajak melambung kyk kakaknya yg 300cc.. fiuuhhh.. ceeessss.. nguiingg.. ceessss.. 😀

    btw, kalimat “Saat ini turbo bukan cuma urusan mengubah mesin bertenaga kambing jadi bertenaga badak ! Tapi masih banyak juga keunggulan lainnya. . .” bikin ane ngakak mas.. wkwkwkwk 😀 😀

    • Ya iya kang, Gegara denger yang 250cc pake turbo bisa sampai naik 70% itu kan greget jadinya… Aslinya aja 28-30’an HP, Bisa tembus 50HP dengan bobot seringan itu ya jadi badak namanya, wkwkwk :v

  • ruzzel

    kang rques bahas SSG…Seamless sift gear box pada motogp donk msih penasaran sama cara kerjanya&kira2 dulu udah ada yg pke blm…kira2 bsa dibuat versi simplenya g….siapa tahu kdepanya mtor semprot bs aplikasi SSG

  • ademadan

    puja kerang ajaiiiiib, lulululu

  • Tetap.. Untuk sekarang

    “Unggul disini, tapi jadi lemah disana”

  • Imho, walaupun nanti motor 750cc nyamain power 1000cc , tapi kata efisiensinya kalau kita lihat dari kacamata 1000cc nya, kalau kita lihat dari kacamata 750cc nya ya mungkin malah lebih mahal ?

    • Betul kang, Kacamatanya tajem banget ! #eh emang ada kacamata yg tajem ? wkwkwk

      Efisiensi (cost) ya terhadap 1000 cc nya Kang, Bukan ke 750 juga… Yang dibanding sesama 750 itu power, emisi, efisiensi BBM nya (y)

      • Kalau minumnya lebih irit dari sesama 750 diliat darimana ya om ? Bukannya makin banyak udara, makin banyak sedotan bbm ?

        • Yang ada di konsep Om Richard 750 gimana dulu nih ?

          – 750cc Superbike Jadul (NC30, Gixxer 750, YZF-R7, ZX-7RR), atau

          – 750cc Streetbike modern (GSR750, Z800 yang lebih dikit) ?

          Kalau dibandingin yang kedua ya susah, soalnya konsepnya beda… Kalau dibanding yang Superbike mantan peserta SBK tadi ya sudah kebayang lah pastinya, hehehee

  • Menarik, menarik kenapa? karena di sini saya pernah berkomentar bahwa kurang ada minat dlm regulasi motogp dr dulu hingga sekarang untuk mengemban suatu aturan efisiensi. kalau saya pikir sih, motogp sebagai sebuah replika, sebuah konsep, agar diaplikasikan ke motor produksi, lah turbo tdk ditempatkan sebagai aturan baru bagi pengembangannya? padahal di sini turbo sudah cukup jelas bisa menjadi jawaban atas efisiensi di dunia roda dua.

    • Masih inget urunan teknologi otomotif kang ? Aeronautika – Mobil – Motor. . . Nah, Biarkan F1 jalan aman tentrem dulu kang, setidaknya 3-5 musim, supaya penggemarnya lupa sama N/A… Baru deh bisa kita bully dorna supaya motor kebagian. . . wkwkwk

      • Yach, gak puas kang, gimana liat perkembangan dorna hanya meliat mana yg bisa dijual ke publik. Miskin regulasi yg ke arah sono, arahnya ke situ, sampai2 software aja pembagiannya merata, ini arahnya kemana lagi? Ini teknologi bagus buat produksi ngapain dilupakan ataupun dilarang? Salut utk kawasaki doang yg antimainstream buat produksi massal, malah ke depannya semakin diperbanyak, mantap itu.

  • Azis Karim

    Mantep banget tuh kalo motor 250 bisa naik tenaganya sampe 70 % …Tapi kok pabrik motor sekarang belum ada yg mau pake ya Kang ?

  • 2wheel lover

    Mang sorry oot….
    Kalo silent reader masuk itungan gk?.
    Cz jjr aja selama ini ane lebih sering jd silent reader.
    Atw hrus sllu koment biar masuk itungan di WA?.
    #niatnya mw nambah ilmu sekalian ngasih semangat buat yg bkin artikel hehe…

  • skidrow2nd

    Kayanya sih kawak pernah rencana bikin ginian ya kang? 250 turbo, sampe electro bike, seingat saya sih

    Kalo memang terealisasi, kawak buka pasar baru lagi, mantaaap

  • ngingg cesss

    btw klo supercharger gada bunyi ngiingg cesss nya ?? knp ya kang

    • justru dari yang saya denger di video, Supercharger lebih gokil suara nguing nya, kek semacam jet aja, wkwkwk…

      Turbo juga nggak kalah nguingg, tapi suara cesss nya itulho, nagih dengernya :v

  • alfarosi yoga

    yang jelas, turbo teramat sangat tidak disukai pecinta f1

  • stig

    Opo ora edyan? Uueedyan tenan, sobek tenan kang. #kataiwb wkwkwkwk. :v

  • kang saya masih blm faham kalo untuk irit bbm.. kan more air more fuel jd doping power makin boros dong.. kok bisa jd irit?? bahkan klo 750 2 cyl sm 1000 4 cyl klo set powernya lbh tinggi 750 .. malah lbh boros 750. bikinnya doang yang bisa lbh irit cz 2 cyl. ..

  • klo mw mah pake teknologi VVT-i atau V-TEC. Konon katanya CB400 VTEC bisa nguber VFR 400 yg notabene non VTEC

    cmiiw

  • ridhojms

    slmt gan idemu didengar kawasaki. gak puas walopun udh punya H2 dan H2R, katanya geng ijo lagi meriset R2 800cc supercarger
    ngerii 😀

  • fari.fairis

    membayangkan di masa depan..
    mesin mBeat tinggal 20cc + supercharger + kompresi naik jadi 15:1 + nemu material mesin yg kuattt = power sudah sama dengan current mBeat -> tapi bensin 1 Liter bisa 200km..!!

    #mari bermimpi

  • YsF

    MT09 std 115 hp pake turbo jadi 210 hp pernah liat di yutub. tapi ga tau paling baru seminggu rompal

Tinggalkan Balasan