Advertisements

Turbocharger, Penyelamat Otomotif Roda 2 ? (Part 1)

 

Honda MSX125 Turbocharger

 

Di dunia roda 4, Penggunaan Turbocharger (selanjutnya kita sebut saja dengan Turbo) sudah marak dan makin jamak diaplikasikan… Mulai dari mesin berkapasitas besar, Mesin mungil, hingga balap prototype Formula 1 pun sudah memakai piranti ini. . . Prinsip serta tujuan penggunaannya simple : Power melimpah untuk mesin berkapasitas besar, Serta efisiensi mesin (power-konsumsi BBM) untuk mesin berkapasitas kecil. . .

Lah, Terus apa hubungannya Turbo sama Roda 2 Kang Eno ? Ya jelas ada lah ! Masih ingat kalau EA’s Blog pernah “mendongeng” soal silsilah teknologi otomotif itu menurun dari Industri Aeronautika (pesawat) ke Automobiles (mobil) kemudian ke Motorcycles (motor) ? Nah, Saya jadi gatel nih menulis soal Turbocharger di Sepeda Motor… Bahas yuk !

 

Prinsip Kerja Turbocharger

 

 

Ninja 250 Turbocharger

 

Sebelum membahas ke hal lain yang lebih kompleks, Alangkah baiknya kalau kita bahas prinsip kerja Turbo nya terlebih dulu… Supaya gampang, Tentunya pembahasan ini kita buat lebih gampang dan simple untuk dimengerti. . . Yah semoga saja nggak memusingkan, hehehee. . .

 

 

Prinsip Kerja Turbocharger

 

Prinsip kerja turbo sesungguhnya adalah mengubah “sampah” menjadi “doping power” bagi sebuah mesin. . . “Sampah” yang dimaksud EA’s Blog tadi berupa udara gas buang yang dikeluarkan mesin via knalpot… Sementara “Doping Power” nya berupa udara segar yang disuplai ke dalam mesin. . .

Wait, Kenapa Udara segar bisa berpengaruh banyak ke mesin Kang Eno ? Lah emang iya ! Karena prinsip dasar meningkatkan performa suatu kendaraan, Adalah dengan menambahkan campuran Bensin + Udara yang lebih kaya… Seperti yang sudah sering saya bilang : More Fuel + More Fresh Air = More Power !

Nggak usah bingung ngebayanginnya… Contoh simpelnya pasti sudah sering Bro-Sist lihat di kehidupan bermotor sehari-hari koq. . . Tuh lihat saja : Biasanya kalau mesin sudah dioprek sedemikian rupa, Pasti usernya pakai  Filter Udara Racing atau malah Open Filter kan ? Atau bagi yang pernah “ngalay“, Pastinya pernah buka box filter udara yang ada di motor kan ? Apa efeknya ? Yup, Mesin pasti lebih bertenaga ! Karena suplai udara yang masuk ke mesin semakin melimpah. . . Atau mau lihat yang lebih Advanced ? Silahkan buka artikel EA’s Blog tentang K-RAS (Kawasaki Ram Air System). . .

 

Prinsip Kerja Turbocharger

Prinsip Kerja Turbocharger

 

Rumah Keong

Rumah Keong

 

Terus, Caranya merubah Gas buang jadi Udara segar itu gimana Kang Eno ? Koq kayaknya mantep banget ya, Seakan bisa “daur ulang” begitu euy…? Nah, Disitulah letak fungsinya Turbocharger ! Supaya jelas, Kita bahas step demi step nya satu-persatu yaa Brosist… Gambar ilustrasinya EA’s Blog sertakan diatas, Jadi kalau bingung yang mana bagian yang dimaksud, Langsung aja simak gambarnya…

 

– Pertama, Gas buang masuk ke Piranti Turbocharger yang sering disebut “Rumah Keong” (karena memang bentuknya mirip rumah keong/siput sih, wkwkwk)… Tekanan gas buang yang dihasilkan mesin saat  proses pembakaran “dimanfaatkan” untuk memutar Turbin Sekunder yang terdapat di rumah keong. . .

 

– Lantaran tekanan gas buang yang dihasilkan mesin bisa lebih besar dari yang diharapkan, Maka tekanan gas berlebih tersebut bisa dibuang via part yang disebut “Wastegate“. . . Tekanan gas yang dimaksud tadi, Diukur dalam satuan “Psi“… Satuan ini yang bakal Brosist sering dengar kalau ada pembahasan tentang Turbocharger. . .

 

– Putaran yang dihasilkan turbin, Kemudian kembali “dimanfaatkan” untuk memutar turbin ke 2 (Turbin Kompresor) yang punya fungsi sebagai penghasil tekanan udara segar… Yang selanjutnya bakal dialirkan ke mesin. . .

 

– Lantaran putaran turbin tadi bisa mencapai puluhan ribu RPM, Alhasil terdengarlah suara “Nguiiiingg” yang hingga kini jadi ciri khas Mesin dengan tambahan Turbocharger. . .

 

– Balik lagi ke proses kerja Turbo… Udara yang dihasilkan Turbin Kompresor tadi bisa sangat panas, Sehingga percuma saja kalau disuplai ke mesin. . . Toh yang dibutuhkan mesin itu udara dingin & segar yang kaya akan O2 (oksigen) kan ? Kenapa bisa panas sih Kang ? Nah itu disebabkan karena gas buang yang dihasilkan mesin memang panas, Belum lagi putaran turbin yang sangat cepat hingga menghasilkan panas. . .

Gampangnya, Coba pegang knalpot kalau motor lagi nyala ? Plus coba pegang bagian belakang kipas di rumah saat bekerja ? Panas kan ? Nah, Karena tekanan gas buang yang dihasilkan mesin plus putaran turbin itu sangat panas, Maka Rumah Keong yang terbuat dari logam pun pasti akan panas… Sehingga udara yang dihasilkan, Ya jelas ikutan panas deh. . .

 

– Untuk menyiasati hal tersebut, Maka tekanan udara yang dihasilkan Turbin kompresor tadi harus melewati satu tahap lagi sebelum disuplai ke mesin… Yaitu via Intercooler ! Seperti namanya, Tugas part yang satu ini jelas untuk mendinginkan tekanan udara yang dihasilkan Turbin Kompresor tadi. . .

 

– Kenapa udara harus dingin saat disuplai ke Mesin Kang Eno ? Saat SMA dulu, Saya pernah dapet pelajaran ini nih (walaupun sudah agak lupa-lupa inget juga sih, wkwkwk)… Pokoknya makin adem udaranya, Maka volume oksigen pun jadi makin padat ! Ingat ya, O2 itu salah satu bagian penting dalam proses pembakaran… Coba aja nyalain api, Kemudian ditutup sehingga nggak ada oksigennya ? Apinya bakal mengecil sampai mati kan ?

 

– Saat udara dingin nan melimpah tersebut diinput ke mesin, Plus campuran Bensin yang juga seimbang secara Air Fuel Ratio… Maka hasilnya : BOOM ! Mesin pun seakan memuntahkan seluruh kekuatannya…! Itulah sebabnya, Mengapa mesin dengan turbocharger terkenal akan Powernya yang melimpah. . .

 

 

Turbo & Supercharger

 

 

Turbo vs Supercharger

 

Salah satu Forced Induction favorit lainnya selain Turbo adalah Supercharger… Contohnya di motor juga ada koq, Seperti Kawasaki Ninja H2 misalnya, Sudah pakai Supercharger tuh ! Nah, Bedanya Turbo sama Supercharger tuh apaan sih Kang Eno ?

Begini nih Brosist… Di Pembahasan Turbo tadi, Kita sudah paham prinsip & cara kerja Turbocharger yang memanfaatkan gas buang jadi suplai tenaga yang terbarukan. . . Nah, Kalau supercharger itu Beda ! Perbedaannya terdapat di cara memutar kompresor penghasil tekanan udara ke mesin… Bila Turbo memanfaatkan tekanan gas buang, Maka supercharger memanfaatkan putaran mesin sebagai pemutar Turbin Kompresor !

 

 

Kawasaki Ninja H2 Supercharger

Kawasaki Ninja H2 Supercharger

 

Kelebihannya, Supercharger jelas lebih responsif karena tak harus menunggu tekanan gas buang mencapai tingkat tertentu… Melainkan mengikuti putaran mesin yang jelas lebih terasa “terkontrol”. . . Tapi kekurangannya, Lantaran menggunakan putaran mesin, Akhirnya kinerja mesin itu sendiri juga harus terganggu ! Karena selain bertugas berat memutar komponen mesin lain, Ditambah juga harus memutar supercharger. . .

Nah, Pada akhirnya banyak yang mengkombinasikan Turbo + Supercharger secara bersamaan… Sehingga didapatlah Akselerasi responsif + Minim Turbo Lag ala Supercharger, Serta Ladakan power yang luar biasa Ala Turbo. . . Hasil perpaduan antara Turbo + Supercharger ini sering disebut juga sebagai “Twin Charger“. . .

 

 

Hal yang Harus Diperhatikan

 

 

ZX750 Turbo Parts

Diagram Turbocharger Kawasaki ZX750 Turbo

 

Selain keuntungannya yang luar biasa besar bagi para “Speedfreakers” di luaran sana, Ternyata banyak juga hal yang perlu kita perhatikan dari sistem kerja Turbocharger ini lho Brosist. . . Yup, Disamping banyak kelebihannya, Banyak juga kekurangan yang dimiliki piranti Turbo ini… Yuk, Kita cek satu-persatu !

 

– Saat mesin di-boost dengan Turbocharger, Maka rasio kompresi mesin pun bakal meningkat sejadi-jadinya… Sebagai contoh di Kawasaki ZX750 Turbo lansiran lawas, Dengan tekanan 10.5 Psi, Kompresi yang tadinya 7.8 : 1 bisa membengkak jadi 12 : 1. . . Untuk itu, Pada pengaplikasian Turbo, Wajib hukumnya menggunakan piston forged yang terkenal akan kekuatannya meladeni hantaman kompresi yang begitu besar. . .

– Selain itu, Demi menghindari “knocking” yang bisa mengakibatkan piston jebol saat kompresi meningkat drastis, Maka kompresi standar (saat turbo sedang off) pun perlu diturunkan… Tujuannya, Agar saat di-boost turbo, Rasio kompresi tidak terlalu over dan tak membahayakan durability mesin tersebut. . .

– Akibat penurunan kompresi tersebut, Saat mesin pertama digaspol (sebelum turbin berputar sempurna) akan terasa seperti power drop karena kompresi yang terlampau kecil… Hingga akhirnya kembali bertenaga saat turbo bekerja sempurna. . . Ini yang sering disebut juga sebagai “Turbo Lag“. . .

– Problem lain yang ditemui saat pengaplikasian turbo (ke mesin yang standarnya non-turbo), Adalah durability mesin yang berkurang signifikan. . .

– Turbo dikenal sebagai piranti pendongkrak tenaga yang harganya fantastis ! Seberapa fantastis ? Silahkan browsing atau tanya-tanya ke user yang sudah upgrade mobilnya pakai turbo… Karena saya belum pernah pasang, wkwkwk. . .

 

 

 

Well. . . Apa lagi ya yang harus diketahui soal prinsip dasar Turbocharger ? Nah, Mendingan silahkan Bro-Sist para suhu-suhu Turbo sekalian tambahkan via kolom komentar deh… Jangan lupa EA’s Blog mohon koreksinya ya, Kalau ada kesalahan dalam penulisan. . . Selanjutnya, Kita bakal bahas soal Turbocharger ke titik yang lebih kompleks lagi, Yakni soal Turbo Modern, dan Pengaplikasiannya di dunia Industri Roda 2. . . So, Bantu share & tetep stay tuned aja terus yaa Bro-Sist. . .

 

Baca juga yang lainnya yaa Brosist. . .

 

 

Prinsip Kerja U-Engine (RG500)

The Oldiengine : Mesin U-Engine (Feat V-Engine) !

 

ZXR250 Ram Air

Kawasaki RAM Air System (K-RAS), Doping Power yang Hasilnya Maksi !!

 

Final Drive

Apaan Sih, Plus Minus Final Drive (Penggerak Akhir) Sepeda Motor ?

 

Timing Camshaft

Yuk Kenali Ragam Penggerak Noken As (Camshaft)…. Timing Belt, Timing Chain & Timing Gear !

 

Stan Stephen Yamaha 1200cc V6

Mesin V6 1200cc 2-Tak ala Stan Stephen !

 

Yamaha V8 Engine with Polestar - Volvo 3

Mesin V8 ala Yamaha – Volvo – Polestar, Tembus 650 HP !

 

Gasoline Direct Injection Motorcycle

Gasoline Direct Injection (GDI), Metode Meningkatkan Power & Efisiensi !

 

5 Valve Genesis

Yamaha Genesis, Teknologi 5 Valve per Silinder ….

 

EXUP 2

Teknologi Yamaha EXUP System, Saat Powervalve Bukan Hanya Milik 2-Tak…

 

Mesin 2-Tak Honda Main

Mesin 2-Tak Ramah Lingkungan ala Honda, Mungkin Nggak Sih ?

 

Formula 1 V12

Alasan Saya Tidak Suka F1 Musim Ini…

 

Honda CBX125F RFVC 3

Honda Radial Four Valve Chamber (RFVC), Dulu Disayang Sekarang Dibuang…

 

Mesin 2

Wow, Ternyata Seperti ini Keadaan Jeroan Mesin Motor Saat Bekerja !

Advertisements

84 comments

Tinggalkan Balasan