Spesial : Michio Suzuki & Perjalanan Panjang Pabrikan Suzuki (Part.2)

 

Michio Suzuki

 

Hollaa Brosist….. Beberapa waktu silam, EA’s Blog telah mengangkat Kisah perjalanan panjang pabrikan Suzuki saat awal mula berdiri. . . Nah, Sesuai dengan janji di Artikel tersebut, Kini EA’s Blog akan kembali membahas kelanjutan Artikel History Spesial tentang Pabrikan Suzuki, Saat memasuki masa sulit di Era Perang Dunia II hingga awal mula Suzuki berkutat di Dunia Sepeda Motor (Roda 2). . .

Sudah penasaran seperti apa kelanjutan Lika-liku Perjalanan Pabrikan berlogo S ini ? Yuk langsung kita intip aja ya Brosist. . . . Cekidots !!

 

Suzuki, Persenjataan & Roda 4 !

 

 

Japanese Worker WW2

 

Di masa peperangan, Suzuki beralih memproduksi Peralatan Perang (Baca : Persenjataan) untuk Tentara & Angkatan Laut Jepang. . . Puncaknya, Pada tahun 1939-1940 Suzuki hanya menyisakan sekitar 15 % untuk Produksi Mesin tenun & 10 % untuk Produksi Mesin pembuat Kain Sarung. . . Beberapa Peralatan Perang (persenjataan) yang pernah dibuat oleh Suzuki antara lain Granat Tangan (Hand Grenade), Senapan Mesin (Machine Gun) & Bom Mortar. . .

Dari sinilah Perusahaan milik Michio Suzuki ini berkembang pesat ! Karena dengan kuantitas produksi Suzuki yang buanyaakk tersebut (Tentara Jepang dulu terkenal dengan persenjatannya, Buktinya bisa menjajah Tanah Air kan Brosist), Michio Suzuki bersama perusahaannya belajar bagaimana memaksimalkan output produksi. . .

 

Isuzu

 

Berkat keberhasilan di Divisi persenjataan itu pula lah, Suzuki akhirnya berhasil meneruskan ambisinya untuk berkecimpung di dunia otomotif. . . Lantaran di tahun 1941, Tokyo Automobile Industries Company, Inc (Sekarang menjadi Isuzu Motor Company) menunjuk Suzuki sebagai sub-kontraktor untuk membuat sparepart kendaraan perang. . . Saat itu, Suzuki diminta untuk memproduksi part seperti Kruk-As, Piston, Blok Mesin, dll, Untuk kendaraan perang tentara Jepang yang bermesin 6 Silinder. . .

Ini tentu membuat keinginan Michio Suzuki yang suatu saat bisa memproduksi Mobil kembali terbuka lebar, setelah sebelumnya mengalami kegagalan. . . Berkat hal ini pula lah, Suzuki belajar dan memperdalam ilmu mengenai proses manufakturing roda 4 beserta segala perniknya, yang nanti akan berguna saat Suzuki berkecimpung lebih jauh di Dunia Otomotif. . .

 

 

Suzuki & Masa Sulit Setelah Perang Dunia II

 

 

Suzuki Setelah Gempa Bumi

 

Dengan sangat cepat, Keuntungan Suzuki pun berlipat ganda. . . Setelah hanya mendapat Laba Bersih hanya sekitar 600.000 Yen di Bulan November 1943, Keuntungan Suzuki naik hingga 2,1 juta yen di akhir tahun 1944. . . Sayangnya, Sebelum Suzuki berkembang lebih jauh di Industri Persenjataan & Roda 4, Jepang dilanda gempa bumi Tonankai. . . Gempa Bumi ini menewaskan hampir seperempat dari Karyawan Suzuki & menghancurkan hampir semua mesin serta alat berat yang dimilikinya. . . Belum cukup sampai disitu kemalangan yang diterima Michio Suzuki, beberapa saat kemudian Pesawat Bomber B-29S milik Amerika membombardir daerah di sekeliling Pabrik Suzuki di Hamamatsu. . .

 

Akhirnya, Pihak militer Jepang memerintahkan Suzuki untuk membubarkan aktivitas manufaktur mereka di bekas lokasi tersebut. . . Mereka kemudian menyiapkan 2 tempat di dataran tinggi sekitar Hamamatsu sebagai tempat relokasi Pabrik Suzuki sebelumnya, Yakni Aioi Town & Takatsuka. . . Akhirnya Suzuki pun membangun pabriknya menjadi 2 divisi secara terpisah. . . Hal ini ditujukan agar Suzuki (yang saat itu sebagai penyuplai persenjataan jepang) tak mudah terendus keberadaannya oleh pihak Sekutu. . .

 

 

Boeing B-29

 

Namun, Nasib berkata lain Brosist. . . Pada tanggal 30 mei 1945, sebelum Pabrik Suzuki baru tersebut beroperasi, Jepang kembali dihujani Bom oleh Pasukan Udara Sekutu. . . Sebanyak 70 Pesawat Bomber Boeing B-29 milik Amerika menghujani Pabrik Suzuki dengan 3.000 Bom Aktif & 80.000 Bom Molotov. . . 95 % Pabrik Baru Suzuki di Aioi Town hancur lebur, beserta dengan kantor pusat Suzuki, Puluhan mesin produksi, 7 gudang persenjataan, dan menewaskan 177 karyawan Suzuki. . .

Beruntung, Pabrik baru mereka di Kota Takatsuka belum sempat dibombardir oleh sekutu, Karena tak lama berselang, pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat pada sekutu. . . Beberapa saat kemudian, Suzuki membiarkan sisa puing-puing bekas bangunan yang luluh lantak di Aioi Town, dan memindahkan kantor pusat nya ke Kota Takatsuka. . . .

 

 

Tahukah Brosist ??

Di Masa Inilah Banyak Perusahaan Otomotif Jepang yang Layu sebelum Berkembang. . .

Sebagian dari Mereka mempunyai masalah yang sama, Yakni Kondisi Keuangan & Inflasi yang Parah di Era Setelah Perang Dunia II. . .

 

 

Seperti halnya perusahaan Jepang lain yang mengalami kegagalan saat Jepang menyerah pada sekutu (Honda pun mengalaminya), Suzuki pun harus memulai kembali usahanya dari Nol. . . Michio Suzuki beserta segenap jajaran petinggi suzuki yang tersisa, mencoba untuk bangkit menemukan apa yang bisa mereka produksi di masa sehabis perang. . . Saat itu, Suzuki memilih untuk memproduksi pacul, sabit, drum tangki, beberapa sparepart roda 4, Pemasak Elektrik & Harmonika yang bernama Orion, karena produk tersebut tak bersinggungan dengan Sekutu yang masih berkuasa di Jepang. . . Keadaan perusahaan semakin bertambah parah, ketika Suzuki terpaksa harus memecat 350 orang karyawan nya. . .

Beruntung, Beberapa saat kemudian Pemerintahan Jepang (saat itu masih dikuasai sekutu) memberikan perizinan kepada suzuki untuk kembali memproduksi mesin tenun. . . Ini tentu bukanlah hal yang sulit bagi Suzuki, Karena sebelumnya mereka memang telah berpengalaman memproduksi mesin tenun. . . Akhirnya, Munculah sosok Shunzo Suzuki, Putra Michio Suzuki, yang kemudian dipercaya untuk menjadi Direktur Eksekutif & Kepala Bidang Penjualan Suzuki. . .

Dengan kembalinya Suzuki memproduksi mesin tenun, Laba yang mereka hasilkan pun bertambah. . . Namun keuntungan sebesar 5,9 Juta Yen yang mereka dapat, Jelas belum mampu menutupi biaya yang hilang karena hancurnya pabrik mereka di Aioi Town. . .

 

 

Suzuki & Toyota !

 

 

Suzuki & Toyoda

 

Keadaan tak kunjung membaik hingga tahun 1950, Dimana Suzuki harus makin banyak mengurangi karyawannya karena order mesin tenun yang terus memburuk. . . Bayangkan saja Brosist… Pabrik Suzuki yang mampu memproduksi hingga 500 unit mesin tenun per bulan, Kini hanya menerima pesanan sebanyak 25 unit saja !! Ini tentu menyebabkan Suzuki terjerembab dalam kerugian yang sangat besar. . .

 

 

Michio Suzuki lantas memilih untuk meminjam uang kepada Bank Komersil sebesar 130 Juta Yen sebagai modal awal untuk membangun kembali pabrik beserta usahanya. . .  Bank kemudian memberikan pinjaman, Namun hanya maksimal 110 Juta Yen saja. . . Otomatis, Michio Suzuki pun harus memikirkan langkah untuk mendapatkan sisa uang yang diperlukan. . .

Akhirnya di tahun 1951, Michio Suzuki bertemu dengan Ishida Taizo, Selaku Presiden dari Toyoda Automatic Loom Works, Inc (Sekarang menjadi Toyota Industries) yang sama-sama bergelut dalam produksi mesin tenun. . . Ishida Taizo bersedia meminjamkan sisa uang yang dibutuhkan oleh Michio Suzuki, Plus membagi order Mesin Tenun Toyoda kepada Suzuki, Dengan catatan seorang anggota Toyoda harus berada di jajaran direksi Suzuki. . . Perusahaan Suzuki pun akhirnya dirombak, Dimana kini Shunzo Suzuki bertindak sebagai Direktur Utama & Kuwafuji Shuntaro (Orang Toyoda) bertindak sebagai Eksekutif Direktur. . .

 

 

Motor Pertama Suzuki !

 

 

Shunzo Suzuki

 

Masih di tahun 1951, Disinilah awal mula Suzuki berkecimpung di Dunia Otomotif Roda 2. . . Setelah sukses kembali bangkit memproduksi mesin tenun, Suzuki kini mencoba untuk merambah ke dunia sepeda motor. . . Hal ini didasari atas sebuah ide dari Shunzo Suzuki, yang selalu kesulitan menggowes sepedanya karena angin kencang, setelah pulang memancing ikan (Memancing adalah Hobby Shunzo). . . Setelah pulang keletihan karena harus menuntun sepedanya, Ia terfikirkan untuk menambahkan sebuah mesin mini ke sepeda miliknya. . .

 

Suzuki Power Free

 

Meskipun ide tentang Sepeda bermesin ini bukanlah yang pertama (Bahkan Soichiro Honda, bersama Honda A-Type nya juga punya ide yang sama persis), Tapi Shunzo Suzuki tak patah arang. . . Ia kemudian bertemu dengan Kepala Divisi Desain Permesinan Suzuki, Maruyama Zenku, dan menceritakan keinginannya. . . Maruyama Zenku yang kenyang pengalaman permesinan (Bahkan dulu terlibat proyek Mobil Suzuki Austin Seven), Tentu saja mampu mewujudkan keinginan dari Shunzo. . . Mereka berdua akhirnya merakit sebuah sepeda motor prototype dengan mesin 2-Tak, 30cc berpower 0,2 HP yang akhirnya berhasil selesai dibuat di tahun 1952. . .

Inilah yang menjadi Motor Prototype pertama Suzuki sepanjang sejarahnya di Dunia Roda 2, Yang sekaligus menandakan awal mula Suzuki berkecimpung di Dunia Industri Roda 2. . . . . .

 

>> BERSAMBUNG >>

 

 

Di Next Artikel, Kita akan membahas tentang Perjuangan Suzuki merebut Hati Konsumen di kancah persaingan Industri Roda 2, Serta hal yang membuat Suzuki mampu dikenal luas sebagai salah satu Produsen Roda 2 terbesar di Dunia. . . So, Stay Tuned terus bersama EA’s Blog yaa Brosist !! Oiya, Kalau dirasa bermanfaat, EA’s Blog minta bantuan share nya yaa Brosist. . .

Kita bertemu lagi di Artikel Suzuki Part Selanjutnya. . . See Yah !! 🙂

 

 

Baca Juga Motor Ciptaan Suzuki lainnya yaa Brosist. . .

 

Michio Suzuki & Perjalanan Panjang Pabrikan Suzuki (Part.I)

Suzuki RK67, Bukti Kegilaan Inovasi Dari Suzuki !

Suzuki G-Strider, Motor Yang Melampaui 1 Dekade Lahirnya Vultus !!

Suzuki Stratosphere, Inline 6 Silinder Aroma Modern !!

Suzuki GS1100, Superbike Flagship Suzuki, Tercepat di Eranya !!

Suzuki Bandit 250 (GSF250), Tourer Ganas Pencuri Hati Bikers !

Suzuki RG500… Mesin Unik, Power Dahsyat !

Suzuki GSX-R 250 SP, 250cc Super Screamer Engine Andalan Suzuki !

Suzuki RGV250SP, 250cc Race-Oriented Hyper Kencang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  1. mentalitas orang jepang emang sangat luar biasa,walaupun usahanya sdh hancur berulang kali,tp tdk pernah putus asa membangun kembali sampai menjadi besar sperti sekarang ini…
    nice artikel bang eno…sangat menginspirasi…

  2. edan…mantap sejarah ny kang…
    menemani sarapan pagi…

    dr 4 pabrikan besar ky ni suzuki yg paling berat perjalanan hidup ny…

    penulisan cerita sejarah ny bagus kang..

  3. Hebat euy..detil ceritanya.. mantap lah blogger satu ini.
    Salah satu sumber ilmu pemotoran saya.. mantap kang Eno.. 😀

  4. wow! suzuki dulu sampai sekarang ga patah semangat ya. tapi bener kan? menunggu gebrakan suzuki tahun depan ah. ditunggu juga artikel kelanjutannya kang 🙂

  5. SUZUKI….
    saya menunggu rilis Gixxer mu……..
    skalian bawa fitur awet sama bandelnya yakkk

    salam kegelapan dari silent reader

  6. bro, ente bisa dapet arsip arsip sejarah berdirinya pabrikan kayak ginian itu dari mana asal sumbernya, ane mo nyari sejarah Yamaha yg awalnya bikin alat musik malah jadi bikin motor, gaknyambungdotcom, hihihi….