Kenapa Kawasaki Nggak Jualan Skuter Matik di Indonesia?

Kalau kalian pikir Kawasaki nggak punya line-up skuter matik, well, salah besar! Pabrikan berjuluk geng-ijo ini aslinya “punya” skuter matik juga lho, bahkan sejak era 2000-an silam… Mulai dari Kawasaki Epsilon 150, 250, sampai ke Kawasaki Curve, J125 & J300 modern.

Tapi, matic yang saya sebutkan tadi bukan Kawasaki “beneran” lho ya! Melainkan hasil kerjasama antara Kawasaki-Suzuki & Kawasaki-Kymco. Atau simpelnya, Kawasaki cuma rebranding ulang matic Suzuki sama Kymco, dan voila… Jadilan “Matic Kawasaki”.

Nah, kalian ada yang penasaran nggak, kenapa sih Kawasaki itu nggak produksi skuter matik secara mandiri? Dan kalau memang mereka punya line-up skuter matik yang keren kayak J125 & J300, kenapa nggak diboyong ke Indonesia?

Kenapa Kawasaki J125 & J300 Tidak Dijual di Indonesia

Sebenernya cuma ada 2 alasannya. Yang pertama, pastinya bakal mahal banget. Khususnya untuk Kawasaki J300 yang kapasitas mesinnya diatas 250cc, dan otomatis bakal kena pajak barang mewah… Which is, sekaligus jadi jaminan harganya bakal diatas 100 juta.

Nah kalau begini bakal repot jadinya. Apalagi di Indonesia itu team mendang-mendingnya, super-duper kejam. Dibandingin sama XMAX bore up 300cc lah, dibandingin sama Forza 250 full modif lah, dll… Riweuh pokoknya.

Loh, kan masih ada Kawasaki J125 kang? Ini kan kapasitasnya dibawah 250cc, harusnya bisa dong masuk kesini dengan banderol dibawah 100 jutaan. Mau harganya 2 kali lipat NMAX pun sepertinya fans Kawasaki nggak bakal ambil pusing. Kan biasanya mereka terkenal suka menyultankan diri sendiri?

Pasti bakal dibilang murah banget dong ya?

Kymco Downtown 125i & Kawasaki J125

Nah, disinilah alasan keduanya muncul. Selain faktor harga, ada juga soal politik internal antara Kawasaki & Kymco. Inget kan kalau Kawasaki J125 itu bikinan Kymco? Dan karena Kymco juga jualan skuter dan brandingnya juga sudah cukup kuat untuk kalangan enthusiast di Indonesia, ya pastinya bakal dikasih lampu merah dong kalau diekspor ke Indonesia…?

Gue yang susah-susah bikin, lu yang nikmatin hasilnya. Kan nggak asik!

Istilahnya Kymco-

Loh, kan Kymco juga jualan matic di Eropa kang? Terus, kenapa Kawasaki dibolehkan memasarkan J125 & J300 disana?

Nah, nama Kymco di Eropa itu dulunya mungkin kurang begitu terkenal. Jadi, kalau produk Kymco dibranding Kawasaki, otomatis Kymco juga dapet keuntungan kan brand nya jadi lebih dikenal. Soalnya jelas lah, di benua biru nama Kawasaki itu jauuhhhh lebih populer dibanding Kymco.

Ya dipikir pake logika dong… Masa iya pabrikan sekelas Kymco mau kerjasama dengan dasar duit doang? Pasti harus ada yang bisa mereka dapat secara ekstra dong? Dan bonus yang didapat Kymco di kerjasama ini adalah merknya jadi terkenal punya kualitas tinggi.

Jadi, satu-satunya jalan Kawasaki Indonesia (KMI) bisa jualan matic disini, mereka harus bawa J125 yang dijual di Eropa. Atau artinya, J125 ini diproduksi di Taiwan, kemudian diekspor ke Eropa, baru deh diekspor lagi ke Indonesia. Buset, mutar-muter ya jadinya!

Itu makanya bos Kawasaki Indonesia pernah bilang kalau J125 dibawa ke tanah air, harganya bakal amat-sangat mahal. Soalnya, harga Kawasaki J125 di Eropa itu tembus lebih dari Rp 80 jutaan kalau dirupiahkan! Alias masih jauh lebih mahal dibanding kembarannya Kymco Downtown 125.

Kalau masuk kesini, dengan biaya pajak yang selangit, plus tetek-bengek lainnya, dijamin harganya bakal setara, atau bahkan bisa lebih mahal dari Ninja ZX-25R terbaru… Alias motor yang kapasitas mesinnya 2 kali lipat, dan jumlah silindernya 4 kali lipat lebih banyak!

Kalau kalian masih ingat, dulu trik yang sama juga pernah dilakukan KTM Indonesia sebelum era Penta Jaya (PJLM)… Alias produksi di India, bawa ke Eropa, terus diekspor lagi kesini. Dan harganya langsung auto nggak masuk akal! Beruntung, akhirnya motor KTM bisa di-CKD secara lokal, dan harganya pun jadi jauh lebih kompetitif.

Tapi karena alasan politis tadi, yaudah, jangan pernah berharap Kawasaki J125 bisa diimpor ke Indonesia dengan harga yang wajar (wajar versi Kawasaki maksudnya). Apalagi sampai berharap J125 bisa di CKD secara lokal di Indonesia untuk menekan harga jualnya. Masih jauh.

Kenapa Kawasaki Nggak Bikin Matic Sendiri


Kawasaki J300 Original Design Concept

Terus kenapa sih Kawasaki nggak bikin matic sendiri aja? Kan jadi jauh lebih leluasa tuh mereka untuk planning produknya. Nah, buat menjawab pertanyaan ini kita harus denger alasannya langsung dari Product Planning Kawasaki, Tsuyoshi Shibata sewaktu rilis J300 sama J125.

“Kami telah melakukan riset ke konsumen, dan mereka yang membeli produk seperti Kymco Downtown merasa puas dan senang. Kymco punya keahlian yang baik dalam hal skuter, sementara kami tidak memilikinya. Pengeluaran yang super masif bakal dibutuhkan untuk memasuki segmen skuter matik – dengan pengeluaran untuk partnership dengan Kymco ini, kami bisa membuat harganya menjadi lebih kompetitif”.

Tsuyoshi Shibata, Direktur Planning Produk Kawasaki Jepang-


Ya, itulah jawaban kenapa Kawasaki nggak bikin skuter matik. Kalau kalian nggak ngerti maksudnya karena bahasanya harus ditranslate dari Jepang, ke Inggris, terus ke Indonesia… Intinya begini:

Kawasaki nggak minat keluarin budget milyaran yen cuma buat membuka plant produksi skuter matik terbaru. Emang semahal itu kang? Ya iyalah! Kalau nggak percaya, coba lihat aja case plant produksi baru Honda-Astra di Indotaisei beberapa tahun lalu. Itu butuh 3,3 triliun lho investasinya… 3,3 TRILYUN!

Kawasaki Factory

Loh bukannya Kawasaki itu konglomerat ya Kang? Lah emang iya, buat Kawasaki Heavy Industries (KHI) Jepang bikin plant produksi skutik tentunya bukan hal sulit. Tapi yang jadi masalah, mau nggak KHI kasih anggaran ke divisi motor Kawasaki?

Soalnya divisi motor mereka itu cuma sebagian kecil dari bisnis anak perusahaan (Keiretsu) Group Kawasaki secara keseluruhan. Lah bayangin aja, divisi Kawasaki itu ada yang bikin kereta listrik, monorel, shinkansen, kapal, sampai divisi pesawatnya juga ada.

Makanya KHI Induk itu kayak yang:

Yaudahlah, segitu juga udah untung kok divisi klean! Ngapain sih ambil risiko gede main di segmen skutik yang kita sendiri pun belum punya expertise.

KHI-

Terus nggak ada harapan dong Kawasaki bisa bikin skuter matik? Nah ini, ada kabar baik buat kalian.

Karena persoalan ini, makanya akhir tahun 2021 kemarin divisi motor Kawasaki resmi pisah sama KHI Induk. Harapannya, keputusan-keputusan soal anggaran begini nih yang nantinya bisa bebas diatur sendiri.

Dengan catatan, ya mereka harus nyari sendiri dulu dong budgetnya. Dan cari budget yang paling gampang adalah jualan skuter matik yang memang penjualannya bombastis.

Motor Listrik Kawasaki

Terlebih menurut pendapat orang berdasi, kedepannya era motor listrik bakal terus berkembang dan perlahan bakal menggeser motor bensin konvensional. Nah, kabar baiknya, kalau memang benar kejadian, saat ini Kawasaki juga sudah mulai R&D motor listrik secara intensif.

Jadi bukan hal yang mustahil kalau mereka nantinya bakal bikin skuter juga. Meskipun ya tipenya skuter listrik, bukan skutik bensin konvensional.

Atau kalau memang Kawasaki mau melanjutkan kerjasama dengan Kymco, ini juga kabar bagus sebenarnya. Soalnya dengan perkembangan Kymco yang sangat masif dalam 2 tahun belakangan, lewat produk yang inovatif kayak AK550, CV3, sampai KRV180.

Jadi, sekalipun Kawasaki memutuskan tetap lanjut kerjasama dengan Kymco, masa depan skuter matic mereka berada di tangan yang tepat! Meskipun ya balik lagi, politiknya yang bakal jadi penghambat.

2 comments

Silahkan Berikan Komentar Brosist yaa ....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s